Kesehatan Tubuh
Mengenal Bakteri Salmonella dan Infeksi yang dapat Disebabkan Olehnya

Table of Contents
Salmonella adalah sekelompok bakteri penyebab infeksi saluran pencernaan yang ditularkan melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri. Penyakit akibat infeksi Salmonella dapat menimbulkan gejala berupa sakit perut, demam, diare, hingga kram pada perut.
Bakteri Salmonella banyak ditemukan pada makanan yang dimasak kurang matang atau tidak dicuci sampai bersih, air minum yang tidak bersih, dan tempat pembuangan limbah yang tidak layak. Itulah sebabnya, masyarakat selalu disarankan untuk mencuci buah dan sayur sampai bersih, memasak makanan hingga benar-benar matang, dan minum air bersih.
Mari mengenal lebih jauh tentang bakteri Salmonella dalam ulasan berikut ini.
Apa itu Salmonella?
Salmonella adalah jenis bakteri yang dapat menyebabkan infeksi pada saluran pencernaan. Infeksi akibat bakteri Salmonella disebut juga dengan salmonellosis. Penyakit ini disebabkan oleh makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri Salmonella. Salmonella mampu bertahan hidup di saluran pencernaan manusia dan hewan, bahkan menyebar melalui feses atau tinja.
Penyebab Infeksi Salmonella
Penyebab utama salmonellosis atau infeksi Salmonella adalah bakteri Salmonella. Seperti yang telah disinggung di atas, bakteri Salmonella dapat disebarkan melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi oleh feses atau tinja yang mengandung bakteri Salmonella tersebut.
Beberapa jenis makanan dan minuman yang perlu diwaspadai mengandung bakteri Salmonella adalah:
-
Makanan olahan, seperti sosis dan nugget.
-
Telur setengah matang atau mentah.
-
Produk olahan yang salah satu komponennya menggunakan telur ayam, seperti saus mayones, yang dibuat dari telur mentah yang terkontaminasi.
-
Daging mentah atau dimasak setengah matang, termasuk daging merah dan unggas.
-
Makanan laut dari air yang terkontaminasi bakteri.
-
Susu dan produk olahan susu yang tidak dipasteurisasi.
-
Buah dan sayur yang tidak dicuci bersih.
-
Bahan makanan yang dicuci dengan air yang terkontaminasi bakteri Salmonella.
Selain dari makanan, beberapa hal yang juga dapat menjadi penyebab infeksi Salmonella adalah:
-
Memiliki hewan peliharaan seperti kucing, burung, reptil, dan anjing yang dapat membawa bakteri Salmonella pada feses atau bulunya.
-
Tidak mencuci bahan makanan sebelum diolah.
-
Tidak menjaga kebersihan, termasuk jarang mencuci tangan.
Faktor Risiko Infeksi Salmonella
Sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko tubuh terinfeksi bakteri Salmonella adalah sebagai berikut:
-
Memiliki sistem imun tubuh yang lemah.
-
Berusia di bawah 5 tahun atau di atas 65 tahun.
-
Tinggal di lingkungan yang memiliki sanitasi buruk.
-
Mengonsumsi obat-obatan tertentu yang dapat menekan daya tahan tubuh.
-
Mengidap penyakit radang usus.
Gejala Infeksi Salmonella
Tidak hanya sekadar gangguan pencernaan seperti diare, infeksi Salmonella juga dapat menimbulkan berbagai gejala lain, seperti:
-
Mual dan muntah.
-
Kram perut.
-
Demam dan menggigil.
-
Panas dingin.
-
Kehilangan nafsu makan.
-
Sakit kepala.
-
Adanya darah pada tinja.
Gejala infeksi Salmonella biasanya muncul pada 12–72 jam setelah terjadinya infeksi. Gejala-gejala tersebut dapat berlangsung selama 4–7 hari. Namun, gejala diare mungkin bisa berlangsung lebih lama hingga 10 hari. Sementara itu, durasi pemulihan saluran pencernaan hingga kembali berfungsi normal biasanya memerlukan waktu sampai beberapa bulan.
Diagnosis terhadap Infeksi Salmonella
Segera kunjungi dokter apabila mengalami sejumlah gejala di atas, terutama jika disertai dengan:
-
Muntah yang tak kunjung berhenti.
-
Demam lebih dari 38°C.
-
Diare terus menerus selama lebih dari tiga hari dan tak kunjung membaik.
Saat melakukan pemeriksaan, dokter akan memulai dengan melakukan anamnesis (wawancara medis) terkait gejala, riwayat kesehatan, dan jenis makanan/minuman yang dikonsumsi pasien selama beberapa hari sebelumnya. Kemudian, dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik secara menyeluruh, seperti memeriksa tanda vital dan perut pasien.
Apabila diperlukan, dokter bisa melakukan beberapa pemeriksaan laboratorium untuk menegakkan diagnosis, seperti:
-
Pemeriksaan feses, untuk mengetahui jenis bakteri penyebab infeksi.
-
Pemeriksaan darah, untuk memastikan gejala infeksi dan dehidrasi.
Pengobatan Infeksi Salmonella
Apabila penderitanya memiliki daya tahan tubuh yang baik, sebenarnya infeksi Salmonella bisa membaik dengan sendirinya tanpa pengobatan khusus dalam waktu kurang lebih satu minggu. Pada kasus yang ringan, penderita dapat melakukan sejumlah cara perawatan infeksi Salmonella secara mandiri di rumah, seperti:
-
Menghindari konsumsi makanan atau minuman yang bisa memperparah gejala, seperti makanan berminyak, makanan pedas, kafein, susu, dan alkohol.
-
Minum air putih dalam jumlah cukup untuk mencegah dehidrasi.
-
Memakai bantal hangat untuk mengurangi kram perut.
Namun, jika gejala yang dirasakan tak kunjung membaik atau bahkan memburuk, maka penderita disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter. Pada kasus infeksi Salmonella yang parah, penderita akan diminta untuk menjalani rawat inap untuk menerima cairan infus guna mengganti cairan tubuh yang hilang.
Di samping itu, biasanya dokter juga akan memberikan beberapa obat, seperti:
-
Paracetamol (untuk meredakan demam).
-
Attapulgite, loperamide (untuk meredakan diare).
-
Obat antibiotik, untuk mengatasi infeksi bakteri jika penyakit sudah memberat atau pasien memiliki daya tahan tubuh yang lemah.
Komplikasi Infeksi Salmonella
Pada dasarnya, infeksi Salmonella jarang menimbulkan komplikasi serius. Namun, penderita perlu mewaspadai beberapa risiko komplikasi sebagai berikut:
-
Dehidrasi (kekurangan cairan tubuh).
-
Bakteremia, yaitu suatu kondisi di mana bakteri yang masuk ke dalam darah dan menyebabkan peradangan di seluruh tubuh. Pada tahap lebih lanjut, kondisi ini dapat menimbulkan kerusakan organ.
-
Sindrom reiter atau disebut juga arthritis reaktif, yaitu peradangan pada sendi yang terjadi karena infeksi. Kondisi ini menimbulkan gejala berupa iritasi mata, nyeri sendi, dan nyeri saat buang air kecil.
Cara Mencegah Infeksi Salmonella
Infeksi bakteri Salmonella sering kali berawal dari makanan dan minuman yang terkontaminasi bakteri Salmonella. Namun, sulit untuk mendeteksi adanya bakteri ini secara kasat mata. Adapun beberapa upaya yang perlu dibiasakan agar terhindar dari infeksi Salmonella adalah sebagai berikut:
-
Mencuci tangan sebelum makan dan memasak.
-
Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir segera setelah bepergian dan melakukan kontak langsung dengan hewan atau penderita infeksi Salmonella.
-
Membersihkan peralatan makan dan minum setelah menggunakannya.
-
Hindari membiarkan makanan dalam keadaan terbuka selama berjam-jam.
-
Pisahkan makanan panas dan dingin.
-
Usahakan memasak telur sampai benar-benar matang.
-
Masak daging sampai matang dengan suhu yang tinggi untuk mematikan bakteri.
-
Hindari konsumsi telur yang cangkang telurnya sudah retak.
-
Memisahkan penyimpanan makanan laut, daging unggas, dan daging merah dengan bahan makanan lainnya di dalam kulkas.
-
Membedakan talenan untuk makanan matang dan mentah.
-
Hindari mengonsumsi susu dan produk olahan susu yang tidak dipasteurisasi.
-
Tidak menyiapkan makanan untuk orang lain saat sedang muntah atau diare.
Itulah penjelasan mengenai infeksi Salmonella hingga pencegahannya. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter jika mengalami beberapa keluhan yang mengarah pada infeksi Salmonella, seperti nyeri perut, mual muntah, dan disertai dengan demam. Kunjungi Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan secara tepat.
Anda dapat memanfaatkan fitur Cari Dokter untuk memudahkan akses pelayanan kesehatan di Siloam Hospitals. Fitur tersebut telah dilengkapi dengan informasi mengenai jadwal dokter dan pembuatan janji temu dengan dokter terkait.
Selain itu, Anda juga bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk mendapatkan berbagai fitur kesehatan yang mudah dan cepat. Segera unduh aplikasinya sekarang dan jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kelapa Dua
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Full Blood Count (CBC + DIFF + LED) / Hematologi Lengkap
Darah, Imunologi, Infeksi
1 Service/Item
Rp113.400
TERPOPULER
Complete Blood Count (HB, HT, E, LEUKOCYTE, PLATELET, MCV, MCH, MCHC) / Hematologi Rutin
Darah
1 Service/Item
Rp90.900
TERPOPULER
Feme Faeces / Feses Lengkap
Feses, Pencernaan
1 Service/Item
Rp144.900
TERPOPULER
Routine Faeces / Feses Rutin
Feses, Pencernaan
1 Service/Item
Rp112.500







