Kesehatan Tubuh
Apa itu Sarkopenia? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Table of Contents
Sarkopenia adalah masalah kesehatan yang terjadi karena berkurangnya massa serta kekuatan otot. Sarkopenia sering dialami oleh orang lanjut usia karena berkaitan dengan proses penuaan.
Meskipun begitu, sarkopenia tetap bisa dialami oleh berbagai kalangan usia karena kondisi medis tertentu, seperti malnutrisi, infeksi HIV/AIDS, dan lain sebagainya. Simak ulasan berikut ini untuk mengenal penyebab, gejala, serta cara mengatasi sarkopenia selengkapnya.
Apa itu Sarkopenia?
Sarkopenia atau sarcopenia adalah kondisi yang terjadi ketika tubuh kehilangan massa, kekuatan, serta fungsi otot. Penurunan massa dan fungsi otot ini terjadi karena adanya bentrok proses katabolisme (penghancuran) dan anabolisme (pembentukan) di dalam sel otot. Penyakit sarkopenia dapat memengaruhi sistem muskuloskeletal tubuh sehingga berisiko tinggi menyebabkan penderitanya mudah terjatuh dan cedera.
Sarkopenia adalah gangguan kesehatan yang umum dialami orang lanjut usia karena kondisi tersebut dipengaruhi oleh proses penuaan. Walau demikian, beberapa hasil penelitian telah membuktikan bahwa sarkopenia juga bisa terjadi pada orang dewasa yang berusia lebih muda karena gangguan kesehatan tertentu, salah satunya yaitu malnutrisi.
Penyebab Sarkopenia
Penyebab utama dari sarkopenia adalah terjadinya bentrok proses penghancuran dan pembentukan di dalam sel otot. Bentrokan kedua proses metabolisme tersebut bisa dipicu oleh beberapa faktor, di antaranya:
1. Gaya Hidup Sedentari (Sedentary Lifestyle)
Penyebab pertama dari sarkopenia adalah gaya hidup sedentari. Gaya hidup sedentari atau sedentary lifestyle merupakan pola hidup tidak sehat yang membuat seseorang cenderung minim melakukan aktivitas fisik. Minimnya aktivitas fisik akan membuat otot jarang berkontraksi dan mengganggu proses pembentukan sel otot baru.
2. Malnutrisi
Tubuh yang kekurangan nutrisi, terutama protein dan asam amino, berisiko tinggi mengalami sarkopenia. Hal ini dikarenakan protein dan asam amino berperan penting dalam pembentukan jaringan otot.
3. Penyakit Kronis
Beberapa penyakit kronis yang dapat meningkatkan risiko terjadinya sarkopenia adalah infeksi HIV/AIDS, tuberkulosis (TB), stroke, penyakit alzheimer, dan lain sebagainya. Penyakit kronis tersebut membuat penderitanya harus beristirahat dengan cukup dan meminimalisir aktivitas fisik sehingga berdampak pada penurunan massa serta kekuatan otot.
Gejala Sarkopenia
Gejala utama dari sarkopenia adalah melemahnya kekuatan otot. Selain itu, ada beberapa gejala lain yang umum dialami oleh penderita sarkopenia, di antaranya:
- Stamina menurun.
- Kesulitan untuk melakukan rutinitas sehari-hari.
- Kesulitan untuk menaiki atau menuruni tangga.
- Keseimbangan tubuh buruk dan mudah terjatuh.
- Ukuran otot mengecil dari biasanya.
Cara Mengatasi Sarkopenia
Tindakan medis yang akan dilakukan oleh dokter sebagai cara mengatasi otot lemah sarkopenia adalah sebagai berikut:
- Fisioterapi, yaitu terapi fisik untuk mengembalikan kemampuan otot.
- Hormone replacement therapy (HRT), yaitu terapi hormon untuk membantu meningkatkan massa otot.
Selain itu, dokter juga akan menyarankan penderita sarkopenia untuk mengonsumsi makanan yang mengandung protein tinggi. Beberapa makanan tinggi protein yang baik untuk penderita sarkopenia adalah daging merah, ikan laut, telur, daging dada ayam, susu, dan lain-lain.
Cara Mencegah Sarkopenia
Sarkopenia merupakan gangguan kesehatan yang bisa dicegah. Anda dapat melakukan beberapa hal berikut untuk mencegah terjadinya sarkopenia dini:
1. Lakukan Aktivitas Fisik
Anda disarankan untuk rutin melakukan aktivitas fisik agar terhindar dari risiko penyakit sarkopenia. Beberapa aktivitas fi8sik yang bisa Anda lakukan untuk mencegah sarkopenia adalah latihan ketahanan (angkat beban), senam aerobik, lari pagi, bersepeda, berenang, dan aktivitas fisik lainnya.
2. Cukupi Kebutuhan Gizi Tubuh
Langkah pencegahan sarkopenia juga bisa Anda lakukan dengan mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang. Anda disarankan untuk mengonsumsi beberapa makanan berikut:
- Makanan tinggi protein, seperti telur, susu, daging dada ayam, dan daging merah.
- Makanan yang mengandung vitamin D, seperti susu, kuning telur, dan ikan tuna.
- Makanan yang mengandung asam lemak omega 3, seperti makanan laut, minyak ikan, kacang kedelai, dan ikan tuna.
Atasi Sarkopenia dengan Penanganan Tepat!
Bila Anda mengalami gejala seperti penjelasan di atas, jangan ragu untuk memeriksakan diri ke dokter spesialis terkait. Anda dapat mengunjungi Siloam Hospitals Mampang untuk mendapatkan penanganan sarkopenia secara tepat.
Siloam Hospitals Mampang merupakan pusat unggulan dalam menangani keluhan seputar ortopedi, seperti tulang, sendi, serta jaringan ikat lainnya. Siloam Hospitals Mampang juga telah dilengkapi oleh laboratorium klinik patologi sehingga diagnosis serta terapi yang dilakukan akan efektif dan efisien.
Segera buat janji temu dengan dokter melalui call center kami di 1-500-911 ataupun melalui aplikasi MySiloam yang dapat diunduh di ponsel Anda. Unduh aplikasi MySiloam sekarang juga untuk memudahkan akses pelayanan kesehatan Anda, ya!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Made Oka Mahendra, SpOT, M.Biomed
Ortopedi (Tulang)
Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Su Djie To Rante, M. Biomed., SpOT, Subsp. P.L(K)
Ortopedi (Tulang)
Subspesialis Panggul dan Lutut
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Henry Tanzil, M. Kes, SpOT (K), FICS
Ortopedi (Tulang)
Subspesialis Panggul dan Lutut
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini







