Penyakit Serebrovaskular: Penyebab, Gejala, & Pengobatannya
Kesehatan Tubuh

Penyakit Serebrovaskular: Penyebab, Gejala, & Pengobatannya

02 Juni 2025 5 menit waktu baca
serebrovaskular adalah

Cerebrovascular disease atau penyakit serebrovaskular adalah istilah untuk sekelompok kondisi medis yang berkaitan dengan gangguan aliran darah menuju otak. Kondisi ini perlu diwaspadai karena bisa memicu berbagai gejala, termasuk penurunan kesadaran. Untuk memahami apa itu penyakit serebrovaskular selengkapnya, mari simak artikel berikut ini.

 

Apa itu Penyakit Serebrovaskular?

 

Seperti yang dijelaskan, penyakit serebrovaskular adalah sekelompok kondisi medis yang berkaitan dengan gangguan aliran darah menuju otak, baik itu penyumbatan, malformasi (kelainan struktur) pembuluh darah, maupun perdarahan di area otak. Kondisi ini dapat memengaruhi pembuluh darah arteri ataupun vena. Namun, pembuluh darah yang paling sering terdampak pada penyakit serebrovaskular adalah:

 

  • Arteri karotis: Pembuluh darah yang berada di sepanjang bagian depan leher.

  • Arteri vertebralis: Pembuluh darah yang membentang di sepanjang bagian belakang leher.

 

Stroke adalah salah satu jenis penyakit serebrovaskular yang paling sering terjadi. Di samping itu, beberapa kondisi medis yang termasuk dalam kelompok penyakit serebrovaskular adalah sebagai berikut:

 

  • Malformasi arteri vena (arteriovenous malformation/AVM).

  • Aneurisma otak.

  • Perdarahan otak.

  • Penyakit arteri karotis (stenosis atau penyempitan arteri karotis).

  • Diseksi atau robekan arteri servikal.

  • Transient ischemic attack (TIA) atau stroke ringan.

  • Reversible cerebral vasoconstriction syndrome.

  • Subarachnoid hemorrhage (SAH).

  • Hereditary hemorrhagic telangiectasia (HHT).

  • Penyakit Moyamoya.

 

Penyebab Penyakit Serebrovaskular

 

Terdapat berbagai kondisi yang kerap menyebabkan terjadinya penyakit serebrovaskular. Beberapa kondisi tersebut, di antaranya sebagai berikut:

 

  • Adanya gumpalan darah (blood clot) yang terbentuk pada pembuluh darah di otak.

  • Ruptur atau robeknya pembuluh darah di otak. Hal ini biasanya terjadi akibat tekanan darah tinggi (hipertensi) yang tidak terkontrol.

  • Aterosklerosis (penumpukan plak pada pembuluh darah arteri) di otak.

  • Kelainan struktural pada pembuluh darah di area otak.

  • Cedera otak traumatik.

 

Di sisi lain, sejumlah faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami penyakit serebrovaskular adalah:

 

  • Faktor usia. Risiko terjadinya penyakit serebrovaskular, terutama stroke, dapat meningkat seiring dengan pertambahan usia.

  • Menderita tekanan darah tinggi (hipertensi).

  • Menerapkan gaya hidup tidak sehat, seperti kebiasaan merokok, jarang berolahraga, dan lain sebagainya.

  • Memiliki berat badan berlebih atau obesitas.

  • Menderita diabetes.

  • Kolesterol tinggi.

 

Gejala Penyakit Serebrovaskular

 

Secara umum, gejala penyakit serebrovaskular cenderung beragam, tergantung pada bagian otak yang terdampak. Umumnya, pada tahap awal, penyakit serebrovaskular dapat diidentifikasi melalui metode FAST. Berikut adalah penjelasan selengkapnya:

 

  • Face drooping: Salah satu sisi wajah atau mulut terlihat tidak simetris atau turun sebelah.

  • Arm weakness: Salah satu lengan cenderung melemah atau mati rasa. Selain itu, apabila kedua tangan diangkat, salah satu lengan akan terlihat lebih turun daripada lengan lainnya.

  • Speech difficulty: Kesulitan untuk berbicara, berbicara tidak jelas, atau bahkan tidak bisa berbicara sama sekali.

  • Time to call medical: Jika mengalami gejala-gejala tersebut, segera hubungi ambulans atau rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis.

 

Di samping itu, terdapat beberapa gejala lainnya yang bisa dialami oleh penderita penyakit serebrovaskular, di antaranya:

 

  • Gangguan keseimbangan.

  • Delirium, yaitu kondisi penurunan kesadaran yang bersifat akut dan fluktuatif.

  • Gangguan penglihatan, seperti penglihatan kabur.

  • Nyeri kepala berat yang muncul secara tiba-tiba.

  • Kesemutan atau mati rasa pada salah satu sisi tubuh.

  • Pingsan.

 

Diagnosis Penyakit Serebrovaskular

 

Dalam menegakkan diagnosis penyakit serebrovaskular, dokter akan terlebih dahulu melakukan anamnesis (wawancara medis) terkait dengan keluhan, riwayat kesehatan pasien dan keluarga, hingga gaya hidup yang diterapkan. 

 

Pemeriksaan fisik juga dapat dilakukan untuk mengevaluasi status mental, pergerakan abnormal bola mata, kemampuan koordinasi dan keseimbangan, kekuatan otot, pemeriksaan saraf kranialis, serta kondisi pasien secara keseluruhan.

 

Lalu, untuk mengonfirmasi penyebab yang mendasari penyakit serebrovaskular, dokter juga dapat menggunakan beberapa pemeriksaan penunjang berikut ini:

 

 

Pengobatan Penyakit Serebrovaskular

 

Pengobatan penyakit serebrovaskular dapat dilakukan sesuai dengan jenis penyakitnya. Pada dasarnya, intervensi dini serebrovaskular perlu segera dilakukan saat pasien mengalami gejala awal untuk mencegah kerusakan pada area otak yang lebih luas. Adapun beberapa metode yang umum digunakan untuk menangani penyakit serebrovaskular adalah:

 

  • Pemberian obat-obatan, untuk mengoptimalkan aliran darah menuju otak. Beberapa jenis obat yang umum digunakan, seperti obat antihipertensi, antikoagulan, obat penurun kolesterol, dan obat diabetes.

  • Tindakan operasi, seperti:

    • Carotid angioplasty, dilakukan dengan memasukkan kateter yang diletakkan balon pada bagian ujungnya ke dalam pembuluh darah. Sesampainya di pembuluh darah yang akan ditangani, balon tersebut akan mengembang untuk melebarkan pembuluh darah.

    • Endarterektomi karotis, dilakukan dengan membuat sayatan di arteri karotis untuk menghilangkan penumpukan plak pada pembuluh darah tersebut.

    • Carotid stenting, dilakukan dengan memasukkan tabung logam khusus (stent) ke dalam arteri karotis untuk membantu melancarkan aliran darah.

    • Catheter-directed mechanical thrombectomy, dilakukan dengan memasukkan kateter ke dalam arteri bersama dengan alat khusus yang dapat menyedot bekuan darah.

  • Terapi rehabilitasi, untuk membantu meningkatkan kualitas hidup pasien yang terdampak akibat adanya kerusakan otak. Beberapa terapi rehabilitasi yang umum dilakukan, di antaranya:

 

Komplikasi Penyakit Serebrovaskular

 

Penyakit serebrovaskular adalah salah satu kondisi medis yang perlu diwaspadai. Pasalnya, jika tidak segera ditangani dengan tepat, kondisi ini berisiko menimbulkan berbagai komplikasi hingga mengancam nyawa. Bahkan, dilansir dari Center for Disease Control and Prevention, penyakit serebrovaskular (stroke) berada di urutan ke-5 dalam daftar penyebab kematian tertinggi di Amerika Serikat pada tahun 2022.

 

Pencegahan Penyakit Serebrovaskular

 

Pada dasarnya, pencegahan penyakit serebrovaskular dapat dilakukan dengan menerapkan gaya hidup sehat dan menghindari faktor-faktor yang bisa memicu terjadinya kondisi tersebut. Adapun beberapa upaya pencegahan penyakit serebrovaskular adalah sebagai berikut:

 

  • Mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang, serta membatasi asupan makanan tinggi garam, kalori, dan lemak.

  • Mengontrol tekanan darah, terutama bagi penderita hipertensi.

  • Membatasi konsumsi minuman beralkohol.

  • Menjaga berat badan ideal.

  • Rutin berolahraga.

  • Berhenti merokok.

  • Mengelola stres sebaik mungkin.

 

Perlu diingat, informasi yang dijelaskan di atas hanya untuk tujuan edukasi dan tidak bisa menggantikan diagnosis maupun saran medis dari dokter. Penyebab dan gejala yang disebutkan pun tidak secara spesifik mewakili penyakit serebrovaskular dan bisa terjadi pada kondisi medis lainnya.

 

Karena itu, sangat penting untuk memperoleh diagnosis yang akurat dari Dokter Spesialis Neurologi dengan mengunjungi Siloam Hospitals terdekat. Bersama Siloam Hospitals, Anda juga dapat penanganan lebih lanjut yang sesuai dengan kondisi tubuh.

 

Sebagai informasi, setiap tahapan medis yang dilakukan di setiap rumah sakit mungkin akan berbeda, mengingat hal tersebut perlu disesuaikan dengan fasilitas kesehatan yang tersedia. Namun, tenaga medis profesional akan memastikan seluruh prosedur medis yang dilakukan telah sesuai dengan kondisi kesehatan pasien.

 

Ingin membuat janji temu dengan dokter secara praktis? Mudah saja, Anda bisa memanfaatkan fitur dalam aplikasi MySiloam yang memungkinkan pasien untuk melihat informasi jadwal praktik hingga reservasi pertemuan dengan dokter pilihan secara online. Melalui aplikasi, Anda pun dapat melakukan konsultasi langsung dengan dokter pilihan dari mana saja dan kapan saja.

Sumber

Cleveland Clinic. Cerebrovascular Disease. Diakses pada 2024 | National Library of Medicine. Cerebrovascular Disease. Diakses pada 2024 | Medical News Today. What to Know about Cerebrovascular Disease. Diakses pada 2024 |

Dokter Kami
dr-kelvin-yuwanda-spn

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kelvin Yuwanda, SpN, CIPS, AIFO-K

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-jerry-hartawan--sps

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Jerry Hartawan Saputra, SpN, M.Si.Med

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-dorothea-fortuna-meita-caturwulan-sps

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Dorothea Fortuna Meita Caturwulan, M.Kes, Sp.N, F.MIN, CIPS, FIPP

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail