Kesehatan Tubuh
Ketahui Sialadenitis, Penyakit Kelenjar Ludah yang Picu Nyeri Rahang dan Demam!

Table of Contents
Sialadenitis adalah peradangan pada kelenjar ludah, yaitu kelenjar yang memproduksi air liur. Kondisi ini biasanya diiringi dengan rasa nyeri dan kemerahan akibat pembengkakan pada area terdampak. Lantas, bagaimana cara mengobatinya? Untuk memahami sialadenitis secara komprehensif, mari simak pembahasan di bawah ini.
Apa itu Sialadenitis?
Sialadenitis adalah kondisi yang ditandai oleh peradangan salah satu atau lebih kelenjar ludah. Terdapat tiga kelenjar ludah utama, yaitu kelenjar parotis, kelenjar submandibular, dan kelenjar sublingual. Kelenjar parotis berada di depan setiap telinga, kelenjar submandibular terletak di bagian paling belakang mulut, dan kelenjar sublingual berada di bawah lidah atau dasar mulut. Biasanya, sialadenitis menyerang kelenjar parotis dan submandibular.
Kondisi ini dapat bersifat akut (tiba-tiba), kronis (jangka panjang), atau terjadi berulang kali. Kebanyakan penderita sialadenitis berusia lebih dari 50 tahun, terutama mereka yang menderita batu kelenjar ludah. Kondisi ini rentan terjadi ketika seseorang mengalami kondisi mulut kering. Di samping itu, sialadenitis juga bisa menyerang beberapa golongan, di antaranya:
-
Bayi baru lahir, terutama yang lahir prematur, bayi dengan berat badan lahir rendah, atau bayi yang mengalami dehidrasi.
-
Orang yang sedang sakit atau dalam masa pemulihan pascaoperasi dan mengonsumsi air dalam jumlah sedikit.
-
Orang yang mengalami dehidrasi, malnutrisi, atau imunosupresi (kondisi ketika sistem kekebalan tubuh melemah).
-
Kondisi autoimun, seperti sindrom Sjögren.
Apabila tidak ditangani dengan tepat, sialadenitis dapat menyebar ke organ dalam pada bagian kepala dan leher dan menyebabkan infeksi berat. Maka dari itu, seseorang direkomendasikan untuk segera berkonsultasi dan menerima penanganan dari tenaga medis profesional apabila mengalami gejala sialadenitis.
Penyebab Sialadenitis
Masih belum diketahui secara pasti penyebab sialadenitis, namun kondisinya sering kali dikaitkan dengan batu kelenjar ludah. Batu kelenjar ludah adalah kondisi ketika terdapat batu kecil di dalam saluran kelenjar ludah akibat endapan mineral yang mengeras, seperti kalsium, sehingga dapat menyumbat saluran ludah dan menghambat aliran air liur ke dalam mulut.
Penyebab lain sialadenitis adalah infeksivirus, jamur, dan bakteri, utamanya bakteri Staphylococcus aureus. Kemungkinan penyebab sialadenitis lainnya adalah penyakit-penyakit yang telah diderita oleh pasien sebelumnya yang berkaitan dengan kelenjar ludah dan kebersihan mulut yang buruk.
Stasis saliva dikaitkan dengan kondisi dehidrasi dan beberapa penggunaan obat-obatan tertentu, seperti antidepresan trisiklik, antipsikotik, benzodiazepines, antikolinergik, β-blocker, dan antihistamin. Kondisi stasis ini dapat menyebabkan pertumbuhan bakteri berlebih dan peradangan.
Sebagai catatan, sialadenitis bisa ditularkan melalui batuk, bersin, atau kontak dengan air liur yang terinfeksi apabila penyebabnya adalah infeksi bakeri, virus, atau jamur. Namun, sialadenitis yang disebabkan oleh batu kelenjar ludah tidak dapat ditularkan kepada orang lain.
Gejala Sialadenitis
Sialadenitis biasanya ditandai dengan rasa nyeri akibat pembengkakan yang diikuti dengan kemerahan. Berikut gejala-gejala sialadenitis lainnya yang perlu diperhatikan:
-
Pembesaran, pembengkakan, dan perubahan warna di sekitar area kelenjar ludah, terutama di bawah rahang atau di depan telinga.
-
Nyeri tekan pada kelenjar yang terdampak.
-
Produksi air liur berkurang.
-
Demam.
-
Tubuh menggigil.
-
Mulut kering.
-
Nyeri saat mengunyah makan.
Diagnosis Sialadenitis
Dokter akan mendiagnosis sialadenitis melalui anamnesis (wawancara medis) terlebih dahulu untuk mengetahui riwayat medis pasien. Diagnosis kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik secara menyeluruh pada pasien.
Selanjutnya, dokter juga dapat melakukan pemeriksaan pengecekan kelenjar ludah dengan menggunakan sialendoskopi, yaitu tindakan medis yang dilakukan dengan memasukkan tabung berkamera ke dalam saluran air liur. Tes pemindaian atau pencitraan dengan ultrasonografi (USG) atau CT scan mungkin direkomendasikan untuk menemukan penyumbatan pada kelenjar ludah.
Pengobatan Sialadenitis
Terdapat beberapa cara untuk mengobati sialadenitis yang disarankan sesuai diagnosis dokter. Biasanya, dokter dapat memberikan antibiotik apabila sialadenitis dicurigai disebabkan oleh infeksi bakteri. Apabila ditemukan tanda-tanda dehidrasi, dokter juga dapat memberikan cairan infus untuk menjaga pasien tetap terhidrasi.
Untuk mengurangi rasa nyeri dan menambah produksi air liur, dokter dapat merekomendasikan sejumlah pengobatan di rumah, seperti:
-
Memberikan kompres hangat pada bagian yang bengkak.
-
Minum jus lemon atau mengunyah permen asam untuk merangsang produksi air liur dan meningkatkan aliran air liur.
-
Memijat perlahan kelenjar ludah.
-
Minum air putih untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi.
-
Meningkatkan kebersihan mulut.
Apabila pengobatan-pengobatan yang direkomendasikan dokter masih belum bisa mengatasi sialadenitis atau infeksi berkembang menjadi abses, dokter bisa merekomendasikan tindakan operasi. Jika ditemukan abses, dokter akan membersihkan area yang terinfeksi dan memastikan aliran air liur kembali lancar untuk mencegah infeksi berkembang lebih jauh. Pemulihan setelah operasi biasanya membutuhkan waktu dua minggu, tergantung dari kondisi pasien masing-masing.
Sialadenitis bisa menyerang siapa saja. Perlu dicatat bahwa gejala-gejala yang disebutkan di atas tidak selalu mengindikasikan kondisi tersebut. Namun, jika merasakan gejala serupa, konsultasikan kondisi Anda ke Dokter Spesialis THT-BKL di Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Dokter akan memastikan pemeriksaan dan penanganan dilakukan sesuai dengan kondisi setiap pasien. Selain itu, dokter juga melaksanakan pemeriksaan dan menegakkan langkah-langkah penanganan yang disesuaikan dengan ketersediaan fasilitas kesehatan di masing-masing rumah sakit sehingga prosesnya pun bisa berbeda-beda.
Untuk memudahkan proses konsultasi dengan dokter, Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam. Aplikasi ini dapat membantu Anda mengetahui jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, dan memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh MySiloam sekarang untuk memanfaatkan berbagai fitur kesehatan yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Sumber
Cleveland Clinic. Sialadenitis. Diakses pada 2024 | National Organization of Rare Disorders. Sialadenitis. Diakses pada 2024 | Johns Hopkins Medicine. Sialadenitis. Diakses pada 2024 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Agustinus Sony Yudianto, SpTHT-KL
Otorinolaringologi (THTBKL)
Spesialis Telinga-Hidung-Tenggorok-Kepala-Leher
Siloam Hospitals Balikpapan
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Ropi Affandi, SpTHT-KL
Otorinolaringologi (THTBKL)
Spesialis Telinga-Hidung-Tenggorok-Kepala-Leher
Siloam Sriwijaya Palembang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Emanuel Quadarusman, SpTHT-KL
Otorinolaringologi (THTBKL)
Spesialis Telinga-Hidung-Tenggorok-Kepala-Leher
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini







