Apa itu SIBO? Ini Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya
Kesehatan Tubuh

Apa itu SIBO? Ini Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

22 Mei 2025 4 menit waktu baca
sibo adalah

Small intestinal bacterial overgrowth atau SIBO adalah kondisi medis ketika pertumbuhan bakteri di dalam usus halus mengalami peningkatan secara abnormal. Kondisi ini dapat menimbulkan gejala seperti sakit perut, diare, serta penurunan nafsu makan. Mari kenali penyebab, gejala, hingga pengobatan dan pencegahan SIBO selengkapnya melalui pembahasan di bawah ini.

 

Apa itu SIBO (Small Intestinal Bacterial Overgrowth)?

 

SIBO adalah kondisi ketika bakteri di dalam usus halus tumbuh secara abnormal, lebih daripada seharusnya. Dalam kondisi normal, usus halus memang mengandung bakteri baik yang memiliki peran penting dalam proses pencernaan. Namun, pada kasus SIBO, bakteri di usus halus menjadi terlalu banyak sehingga menghasilkan gas, asam lemak rantai pendek, serta produk hasil pencernaan lainnya yang melebihi batas normal.

 

Selain itu, bakteri yang terlalu banyak juga dapat mengambil nutrisi, seperti protein dan vitamin B12, yang seharusnya diserap oleh tubuh. Karena itu, apabila dibiarkan, kondisi ini bisa menyebabkan penderitanya mengalami gangguan pencernaan hingga malnutrisi.

 

Penyebab SIBO

 

Secara umum, usus halus biasanya memiliki jumlah bakteri yang lebih sedikit jika dibandingkan dengan bakteri dalam usus besar, karena proses pencernaan di dalam usus halus cenderung lebih cepat. Namun, pada kasus SIBO, usus halus menjadi tempat ideal bagi bakteri untuk berkembang biak.

 

Di samping itu, sejumlah penyakit atau kondisi yang dapat meningkatkan risiko terjadinya small intestinal bacterial overgrowth atau SIBO adalah sebagai berikut:

 

  • Penggunaan obat-obatan tertentu dalam jangka panjang, misalnya obat golongan proton-pump inhibitor atau antasida.

  • Pola makan yang tidak seimbang, seperti  mengonsumsi makanan manis secara berlebih.

  • Kadar asam lambung yang lebih rendah daripada normal, misalnya pascaoperasi gastrektomi.

  • Memiliki daya tahan tubuh yang lemah.

  • Gastroparesis, yaitu kondisi ketika otot lambung terganggu sehingga pengosongan lambung berjalan lebih lambat.

  • Hipotiroidisme.

  • Penyakit celiac.

  • Divertikulosis usus halus.



Gejala SIBO

 

SIBO dapat menimbulkan gejala yang cenderung beragam, mulai dari tidak bergejala sama sekali, gejala ringan, hingga gejala berat. Secara umum, beberapa gejala yang kerap dialami oleh penderita SIBO adalah sebagai berikut:

 

  • Perut kembung.

  • Sakit perut.

  • Sering buang angin.

  • Mual.

  • Gangguan BAB, dapat berupa diare atau sembelit.

  • Penurunan nafsu makan.

  • Penurunan berat badan.

 

Diagnosis SIBO

 

Langkah pertama yang dapat dilakukan dokter dalam mendiagnosis SIBO adalah wawancara medis (anamnesis) terkait dengan keluhan, riwayat kesehatan, dan riwayat pengobatan atau prosedur medis yang pernah dijalani pasien. Dokter juga dapat melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh, salah satunya di bagian perut pasien.

 

Salah satu  pemeriksaan penunjang yang dapat digunakan untuk membantu menegakkan diagnosis SIBO adalah tes pernapasan. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kadar gas metana atau hidrogen dalam napas pasien, setelah pasien mengonsumsi air gula. Apabila ditemukan peningkatan gas metana atau hidrogen, maka hal tersebut dapat disebabkan oleh pertumbuhan bakteri berlebih di dalam usus halus (SIBO).

 

Selain itu, jika diperlukan, pemeriksaan kultur cairan usus halus mungkin dilakukan. Dokter akan mengambil sampel cairan usus halus dengan prosedur endoskopi, yaitu memasukkan selang tipis yang elastis ke dalam usus halus melalui mulut. Kemudian, sampel cairan tersebut akan dianalisis di laboratorium untuk memeriksa jumlah dan jenis bakteri yang ada di dalam usus halus.

 

Pengobatan SIBO

 

Tujuan pengobatan SIBO adalah untuk mengendalikan pertumbuhan bakteri. Selain itu, pengobatan atau tindakan lain juga mungkin dilakukan, guna mengatasi penyebab yang mendasarinya atau komplikasi yang terjadi (misalnya malnutrisi). Adapun beberapa metode yang umum dilakukan untuk penanganan SIBO adalah:

 

  • Penggunaan antibiotik. Dalam hal ini, jenis antibiotik yang diresepkan kepada pasien SIBO bisa berbeda-beda di setiap waktu pemberian. 

  • Penggunaan obat-obatan prokinetik, seperti metoclopramide, cisapride, atau domperidone untuk meningkatkan pergerakan usus.

  • Dukungan nutrisi dengan memberikan suplemen makanan tambahan. Di samping itu, jika pasien mengalami malnutrisi berat, dokter dapat memberikan asupan nutrisi melalui selang makan atau infus.

  • Tindakan operasi, jika SIBO disebabkan oleh kelainan bentuk dan struktur usus.

 

Di samping itu, guna mengoptimalkan proses penyembuhan, dokter juga dapat menyarankan penderita SIBO untuk memperbaiki pola makan. Pada umumnya, penderita SIBO perlu membatasi konsumsi makanan berkarbohidrat dalam jangka waktu tertentu, sesuai dengan anjuran dokter.

 

Komplikasi SIBO

 

Apabila dibiarkan tanpa penanganan yang tepat, SIBO bisa semakin memburuk dan menimbulkan sejumlah komplikasi yang dapat berdampak pada kondisi kesehatan secara keseluruhan. Adapun beberapa risiko komplikasi yang dapat terjadi akibat tidak menangani SIBO adalah sebagai berikut:

 

 

Pencegahan SIBO

 

Pencegahan SIBO dapat dilakukan dengan menghindari berbagai penyebab yang mendasari terjadinya kondisi ini. Adapun beberapa upaya yang bisa diterapkan untuk meminimalkan risiko terjadinya small intestinal bacterial overgrowth atau SIBO adalah sebagai berikut:

 

  • Menggunakan obat-obatan sesuai dengan anjuran dokter.

  • Membatasi konsumsi minuman beralkohol.

  • Mengonsumsi makanan bergizi seimbang yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, serat, vitamin, dan mineral, untuk membantu menjaga keseimbangan bakteri di dalam usus.

  • Mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung probiotik secara rutin, seperti yoghurt, kefir, dan lain sebagainya.

 

Penting untuk diketahui bahwa penyebab serta gejala yang disebutkan di atas tidak spesifik mewakili kondisi SIBO. Artinya, penyebab atau gejala tersebut bisa serupa dengan kondisi medis atau penyakit lainnya. Oleh karenanya, sangat penting untuk memperoleh diagnosis yang tepat dan akurat dengan mengunjungi Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Siloam Hospitals terdekat.

 

Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani terkait kondisi SIBO dapat berbeda bergantung pada fasilitas kesehatan masing-masing rumah sakit. Tenaga medis profesional akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang disesuaikan dengan kondisi medis setiap pasien. 


Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, serta memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

 

Aplikasi My Siloam (1)

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail