Kesehatan Tubuh
Tendinitis - Penyebab, Gejala, Jenis, dan Pengobatan

Table of Contents
Tendinitis adalah peradangan pada bagian tendon yang merupakan jaringan penghubung antara otot dan sendi. Umumnya, tendinitis menyerang tendon pada bagian bahu, siku, tumit, atau pergelangan kaki. Namun, tidak menutup kemungkinan juga dapat terjadi pada bagian tubuh lainnya.
Gejala tendinitis utamanya berupa munculnya rasa nyeri atau sakit pada tendon ketika otot digerakkan. Hal tersebut dapat berlangsung dalam waktu singkat (akut) atau lama (kronis). Mari simak penjelasan tentang tendinitis selengkapnya melalui ulasan berikut ini.
Apa itu Tendinitis?
Seperti yang telah disebutkan di atas, tendinitis adalah masalah kesehatan yang ditandai dengan adanya peradangan pada tendon, yaitu jaringan penghubung antara tulang dan otot. Kondisi ini biasanya muncul akibat aktivitas atau gerakan yang dilakukan secara berulang-ulang, seperti saat berolahraga atau berkebun.
Tendon sendiri berfungsi untuk membantu otot menggerakkan sendi. Oleh karena itu, peradangan pada tendon dapat menimbulkan rasa ketidaknyamanan dan sakit di area sekitar sendi.
Gejala tendinitis juga sering dialami oleh atlet. Bahkan, penyebutan dari beberapa jenis tendinitis bisa dikategorikan berdasarkan jenis olahraganya, seperti:
-
Jumper's knee.
-
Pitcher's shoulder.
-
Swimmer's shoulder.
-
Tennis elbow.
-
Golfer's elbow.
Umumnya tendinitis dapat diatasi dengan beristirahat, mengonsumsi obat pereda nyeri, dan menjalani terapi fisik. Akan tetapi, pada kasus tendinitis yang semakin parah, seperti tendon yang robek, mungkin dibutuhkan prosedur operasi untuk menanganinya.
Penyebab Tendinitis
Penyebab tendinitis umumnya disebabkan oleh aktivitas fisik atau gerakan yang dilakukan secara berulang-ulang, seperti melompat pada olahraga basket, mengayunkan tangan saat bermain bulu tangkis, mencangkul, atau berkebun bisa menyebabkan tendon menerima terlalu banyak beban yang dapat menimbulkan stres dan cedera.
Selain itu, aktivitas fisik yang berat atau gerakan yang dilakukan dalam posisi yang kurang tepat juga dapat memicu terjadinya tendinitis. Peradangan pada tendon ini juga bisa disebabkan oleh cedera akibat mengangkat benda berat.
Faktor Risiko Tendinitis
Selain beberapa penyebab di atas, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya tendinitis, seperti:
-
Memiliki pekerjaan yang melibatkan gerakan tubuh secara berulang, seperti atlet, petani, pekerja konstruksi bangunan, dan lain-lain.
-
Mempunyai postur tubuh yang tidak baik saat bekerja.
-
Atlet dari jenis-jenis olahraga tertentu yang dapat memicu tendinitis, seperti olahraga basket, tenis, golf, bowling, renang, dan lain-lain.
-
Berolahraga tanpa melakukan pemanasan terlebih dahulu.
-
Kebiasaan merokok.
-
Efek samping dari penggunaan obat-obatan tertentu yang dapat merusak tendon, seperti antibiotik.
-
Faktor usia yang berkontribusi dalam penurunan fleksibilitas tendon. Semakin tua usia, maka fleksibilitas juga semakin menurun.
-
Berusia 40 tahun ke atas.
-
Mengidap penyakit tertentu yang membuat seseorang rentan terkena tendinitis, seperti obesitas, diabetes, penyakit asam urat, dan rheumatoid arthritis.
Gejala Tendinitis
Rasa sakit akibat peradangan pada tendon ini biasanya menjadi semakin parah saat otot di area tendon yang mengalami peradangan digerakkan, seperti saat berjalan, melompat, atau menggerakkan pergelangan tangan.
Kondisi ini juga bisa ditandai dengan munculnya pembengkakan ringan, warna kemerahan pada bagian tendon yang meradang, dan sensasi hangat ketika disentuh. Jika gejala tendinitis semakin parah, seperti menyebabkan otot kaku hingga berhari-hari, pasien disarankan untuk segera melakukan pemeriksaan ke dokter.
Jenis-Jenis Tendinitis
Terdapat beberapa jenis tendinitis yang dapat dibedakan berdasarkan penyebab dan lokasi, yaitu:
1. Achilles Tendinitis
Achilles tendinitis adalah peradangan yang terjadi pada tendon besar di bagian belakang pergelangan kaki (tendon Achilles). Biasanya, jenis tendinitis ini muncul akibat aktivitas berulang seperti berlari dan gerakan melompat saat berolahraga basket.
2. Lateral Epicondylitis
Tendinitis yang terjadi pada tendon di siku bagian luar. Lateral epicondylitis muncul akibat adanya aktivitas yang melibatkan gerakan berputar pada pergelangan tangan secara berulang. Jenis tendinitis ini biasanya sering terjadi pada atlet bulu tangkis dan tenis.
3. Knee Tendinitis
Knee tendinitis adalah peradangan yang terjadi pada tendon patellar, yaitu tendon yang terletak pada bagian bawah lutut atau pada tendon quadriceps di atas lutut. Jenis tendinitis ini biasanya terjadi akibat gerakan melompat atau berlari, seperti pada olahraga basket atau lari jarak jauh.
4. Medial Epicondylitis
Medial epicondylitis adalah peradangan pada tendon di siku bagian dalam. Umumnya, penyebab dari jenis tendinitis ini adalah aktivitas yang melibatkan gerakan berulang pada siku, seperti yang sering dilakukan oleh atlet golf dan bisbol.
5. De Quervain Tendinitis
Peradangan pada tendon yang juga dikenal dengan sindrom de Quervain ini terjadi pada tendon pergelangan tangan, tepatnya di pangkal ibu jari. Tendinitis ini bisa dipicu oleh gerakan menggenggam atau mencubit secara berulang-ulang, seperti pada atlet tenis dan panjat tebing. Tendinitis ini juga dapat terjadi pada ibu hamil, namun hingga kini belum diketahui penyebabnya.
6. Rotator Cuff Tendinitis
Rotator cuff tendinitis adalah peradangan yang terjadi pada bagian rotator cuff, yakni sekelompok otot dan tendon yang mengelilingi sendi bahu dan mengontrol putaran bahu. Biasanya, kondisi ini dipicu oleh gerakan mengangkat lengan secara berulang, seperti saat berenang.
Pengobatan Tendinitis
Pengobatan tendinitis utamanya bertujuan untuk meredakan gejala dan mengurangi peradangan. Adapun beberapa pilihan pengobatan tendinitis adalah sebagai berikut:
A. Konsumsi Obat
Pada tahapan awal, dokter akan meresepkan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) atau suntik kortikosteroid untuk mengurangi rasa nyeri dan peradangan. Akan tetapi, penggunaan kortikosteroid tidak direkomendasikan untuk tendinitis yang sudah berlangsung selama lebih dari 3 bulan karena berisiko membuat tendon menjadi lemah dan dapat robek.
B. Fisioterapi
Setelah gejala tendinitis mereda, pasien dapat menjalani perawatan fisioterapi untuk memperkuat tendon yang mengalami peradangan dan membantu mengembalikan fungsi gerak yang terdampak akibat tendinitis. Tindakan dan latihan yang diberikan dalam fisioterapi akan disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing pasien.
C. Tindakan Medis Lainnya
Apabila kondisi pasien tak kunjung membaik bahkan setelah diberikan obat-obatan dan menjalani fisioterapi, maka dokter dapat melakukan sejumlah tindakan medis, seperti:
-
Terapi ultrasound, untuk mengangkat bekas jaringan parut pada tendon dengan memanfaatkan paparan gelombang suara ultrasonik.
-
Dry needling, untuk mendorong proses penyembuhan pada tendon menggunakan jarum khusus.
-
Operasi, dilakukan sebagai solusi terakhir untuk mengatasi kondisi tendinitis yang parah, seperti terlepasnya tendon dari tulang atau tendon robek.
D. Perawatan Mandiri
Selain perawatan medis, pasien tendinitis juga dapat melakukan penanganan secara mandiri, seperti:
-
Mengistirahatkan tendon yang mengalami peradangan.
-
Hindari melakukan aktivitas atau olahraga yang memberikan tekanan kuat pada tendon yang mengalami peradangan.
-
Mengompres dingin area tendon yang mengalami tendinitis selama 20 menit dan dilakukan sebanyak beberapa kali dalam sehari.
-
Membalut area tendon yang meradang dengan perban elastis sampai pembengkakan berkurang.
-
Menggunakan tumpukan bantal untuk menopang tendon yang meradang saat tidur.
-
Melakukan peregangan sebelum berolahraga.
-
Mengatur postur tubuh yang benar selama bekerja.
Itulah penjelasan tentang apa itu tendinitis beserta penyebab, faktor risiko, gejala, dan pengobatannya. Apabila Anda merasakan gejala-gejala atau tanda yang merujuk pada kondisi tendinitis, Anda dapat mengunjungi Siloam Hospitals terdekat di kota Anda untuk mendapatkan penanganan yang tepat dari dokter spesialis ortopedi kami.
Anda juga dapat memesan paket Fisioterapi melalui layanan Siloam at Home yang praktis dan mudah karena dilakukan langsung di rumah Anda. Fisioterapi adalah tindakan rehabilitasi untuk menghindari atau meminimalkan keterbatasan fisik akibat cedera atau penyakit. Fisioterapi tersedia untuk semua kalangan usia, mulai dari bayi hingga lanjut usia.
Gunakan juga aplikasi MySiloam yang memberikan berbagai kemudahan bagi Anda dalam mengakses layanan kesehatan, mulai dari membuat janji temu hingga melihat hasil pemeriksaan. Unduh MySiloam sekarang dan jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Made Oka Mahendra, SpOT, M.Biomed
Ortopedi (Tulang)
Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Su Djie To Rante, M. Biomed., SpOT, Subsp. P.L(K)
Ortopedi (Tulang)
Subspesialis Panggul dan Lutut
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Henry Tanzil, M. Kes, SpOT (K), FICS
Ortopedi (Tulang)
Subspesialis Panggul dan Lutut
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini







