Tinea Cruris (Kurap) - Penyebab, Gejala dan Pengobatannya
Kesehatan Tubuh

Tinea Cruris (Kurap) - Penyebab, Gejala dan Pengobatannya

22 Agustus 2024 4 menit waktu baca
tinea cruris adalah

Tinea cruris adalah masalah kulit yang disebabkan oleh pertumbuhan jamur di area selangkangan, paha bagian dalam, dan bokong. Gejala umumnya meliputi ruam merah, rasa gatal, dan kulit bersisik di daerah yang terinfeksi. Penyakit ini biasanya sering terjadi pada pria, terutama mereka yang sering berkeringat di area selangkangan. Namun, wanita juga berisiko terkena kondisi ini.

 

Mari simak lebih lanjut tentang penyebab, gejala, dan pengobatan tinea cruris pada ulasan di bawah ini.

 

Apa itu Tinea Cruris?

 

Jock’s itch atau tinea cruris adalah masalah kulit akibat jamur yang tumbuh di bagian selangkangan, area kelamin, dan bokong. Di Indonesia, kondisi ini lebih akrab dikenal dengan istilah kurap. Gejala utama terjadinya tinea cruris adalah munculnya bercak merah bundar di area kulit yang terinfeksi.

 

Kondisi ini dapat terjadi pada siapa saja, namun lebih sering dialami oleh orang-orang yang sering menggunakan pakaian ketat dan berkeringat, seperti atlet. Tinea cruris adalah penyakit yang mudah menular, namun mudah disembuhkan dengan obat-obatan antijamur.

 

Penyebab Tinea Cruris

 

Penyebab tinea cruris adalah jamur Trichophyton rubrum yang tumbuh dan berkembang di selangkangan atau area lipatan paha, sehingga menyebabkan gatal di selangkangan. Pertumbuhan jamur di selangkangan sering kali dipicu oleh beberapa hal, antara lain:

 

  • Kutu air yang menyebar ke selangkangan.

  • Penyebab jamur di selangkangan adalah karena kulit selangkangan kerap mengalami gesekan dengan kain, misalnya celana yang ketat.

  • Kondisi kulit selangkangan yang terlalu lembap akibat keringat.

  • Melakukan kontak fisik secara langsung dengan orang yang terinfeksi atau berbagi barang pribadi dengan penderita, seperti pakaian.

 

Faktor Risiko Tinea Cruris

 

Tinea cruris yang disebabkan oleh jamur Trichophyton rubrum sering terjadi tidak hanya pada area kulit yang lembap, namun terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami tinea cruris adalah sebagai berikut:

 

  • Berjenis kelamin pria.

  • Terbiasa menggunakan celana ketat.

  • Sering berkeringat.

  • Berat badan berlebih (obesitas).

  • Lingkungan dengan udara lembap dan panas.

  • Mengidap penyakit diabetes.

  • Memiliki imun tubuh yang lemah.

  • Berbagi barang pribadi dengan orang lain.

  • Kurang menjaga kebersihan tubuh, misalnya jarang mandi.

 

Gejala Tinea Cruris

 

Tinea cruris adalah masalah kulit yang umumnya ditandai dengan munculnya ruam kulit yang memiliki pinggiran merah bersisik dan menyebar dari selangkangan, ke skrotum (pada pria), hingga paha bagian dalam. Pada beberapa kasus, ruam berbentuk seperti cincin dan muncul di bokong.

 

Selain itu, beberapa gejala dan ciri-ciri tinea cruris adalah sebagai berikut:

 

  • Muncul warna merah kecoklatan di bagian tengah ruam.

  • Timbul rasa gatal dan nyeri di area yang terinfeksi.

  • Tepi ruam menonjol dan tampak seperti lecet.

  • Kulit pecah-pecah dan mengelupas.

 

Sebaiknya, segera lakukan pemeriksaan ke dokter apabila mengalami gejala ruam yang semakin meluas di selangkangan dan mulai berkembang menjadi borok, terutama jika kondisi ini disertai demam.

 

Komplikasi Tinea Cruris

 

Apabila mengalami tinea cruris pada kulit dan tidak segera ditangani dan dibiarkan berlangsung dalam waktu yang lama, akan mengakibatkan beberapa komplikasi yang bisa terjadi akibat tinea cruris adalah:

 

  • Infeksi bakteri pada kulit yang terluka akibat penderitanya menggaruk secara berlebihan.

  • Penebalan dan hiperpigmentasi (warna kulit menjadi lebih gelap dari kulit sekitarnya) pada area kulit yang terdampak.

 

Diagnosis Tinea Cruris

 

Sebelum menegakkan diagnosis, dokter akan melakukan anamnesis terkait keluhan dan riwayat pasien. Dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik untuk melihat perubahan yang terjadi pada kulit selangkangan pasien. Apabila dokter mencurigai adanya kondisi lain, dokter akan meminta pasien menjalani beberapa tes untuk membantu menegakkan diagnosis, di antaranya:

 

  • Tes kerok kulit. Tes ini dilakukan dengan mengikis permukaan kulit yang terdampak, kemudian memasukkan hasilnya ke dalam larutan kalium hidroksida (KOH) sebelum memeriksanya di bawah mikroskop.

  • Kultur jamur. Tes ini bertujuan untuk memeriksa pertumbuhan jamur pada sampel kulit dengan cara menaruhnya dalam media khusus.

  • Biopsi kulit (pengambilan sampel jaringan kulit). Tes ini dilakukan untuk meneliti sampel kulit pasien di bawah mikroskop untuk menentukan jenis masalah kulit yang sedang dialami.

 

Pengobatan Tinea Cruris

 

Tinea cruris adalah masalah kulit yang dapat disembuhkan dengan obat antijamur dan sejenisnya. Berikut beberapa pilihan pengobatan tinea cruris adalah sebagai berikut:

 

  • Obat antijamur. Obat antijamur adalah salah satu cara menghilangkan jamur di selangkangan. Beberapa contoh obat antijamur yang biasa diresepkan dokter adalah clotrimazole dan miconazole.

  • Obat antiradang jenis steroid. Penggunaan obat ini harus dengan resep dokter. Meski dapat mengurangi peradangan, obat ini berpotensi menimbulkan efek samping seperti penyebaran infeksi jamur.

  • Obat antibiotik. Pemberian obat antibiotik bertujuan untuk mengatasi infeksi bakteri apabila terdapat luka pada area ruam, misalnya akibat pasien menggaruk secara berlebihan.

 

Pencegahan Tinea Cruris

 

Tinea cruris adalah penyakit kulit yang dapat dicegah dengan menerapkan gaya hidup sehat. Berikut sejumlah cara atau pola hidup yang perlu diterapkan untuk mencegah terjadinya penyakit kulit tinea cruris adalah sebagai berikut:

 

  • Menjaga kebersihan tubuh dengan mandi secara teratur, terlebih lagi setelah olahraga atau melakukan aktivitas yang mengeluarkan banyak keringat.

  • Hindari berbagi pemakaian barang pribadi, seperti celana dalam atau handuk.

  • Pastikan tubuh benar-benar kering setelah mandi, terutama area lipatan tubuh seperti selangkangan.

  • Hindari mengenakan pakaian yang basah dalam waktu lama.

  • Hindari menyimpan pakaian lembap di dalam lemari atau loker karena dapat memicu pertumbuhan jamur.

  • Sebaiknya, kenakan celana dalam berbahan lembut, seperti katun.

 

Apabila Anda mengalami gejala yang mengarah pada tinea cruris dan tak kunjung membaik meski telah diberikan obat antijamur, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Dermatologi (Kulit) dari Siloam Hospitals guna mendapatkan penanganan secara tepat dan mencegah timbulnya kondisi yang lebih parah. Gunakan aplikasi MySiloam untuk melihat jadwal praktik dokter dan membuat janji temu dengan dokter terkait.

 

 

Digital Booking Lab&Rad - KV 2

Dokter Kami
dr-marsia-rusfianti-spkk

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Marsia Rusfianti, SpKK, M.Kes

Dermatologi (Kulit)

Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika


Siloam Hospitals Lippo Cikarang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-armina-haramaini-spkk

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Armina Haramaini, SpKK

Dermatologi (Kulit)

Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-epi-panjaitan-msc-spkk

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Epi Panjaitan, MSc, SpKK

Dermatologi (Kulit)

Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail