Kesehatan Mental
Trikotilomania: Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

Table of Contents
Trikotilomania adalah kondisi di mana seseorang tidak mampu menahan diri dari kebiasaan mencabut rambut di area kulit kepala, bulu mata, alis, dan bagian tubuh lainnya. Pada dasarnya, trikotilomania adalah gangguan psikologis yang tergolong dalam kategori gangguan pengendalian impuls (impulse-control disorder).
Ayo kenali seputar penyebab, gejala, diagnosis, serta cara mengatasi trikotilomania melalui ulasan di bawah ini.
Apa itu Trikotilomania?
Trikotilomania adalah salah satu jenis gangguan jiwa yang membuat seseorang memiliki keinginan tidak tertahankan untuk mencabuti rambut pada tubuhnya, baik secara sadar maupun tidak sadar.
Pada beberapa kasus, trikotilomania dipicu oleh keinginan yang kuat untuk melepaskan rasa stres, cemas, bosan, tegang, atau kesepian. Namun, tak jarang dari pengidap trikotilomania yang pada akhirnya justru merasa stres dan cemas saat berusaha menahan keinginan untuk mencabut rambut pada tubuhnya.
Penyebab Trikotilomania
Belum diketahui secara pasti apa penyebab dari trikotilomania. Namun, para ahli menduga bahwa trikotilomania adalah kondisi yang terkait dengan kombinasi faktor keturunan dan lingkungan. Selain itu, sejumlah faktor yang bisa meningkatkan risiko terjadinya trikotilomania adalah sebagai berikut:
-
Terdapat keluarga dengan riwayat trikotilomania atau masalah kesehatan mental lainnya.
-
Berusia 10–13 tahun.
-
Memiliki gangguan mental lain, seperti gangguan cemas, obsessive compulsive disorder (OCD), atau depresi.
-
Mengalami tekanan atau stres.
-
Memiliki kebiasaan buruk lain, seperti menggigit kuku atau mengisap ibu jari.
Gejala Trikotilomania
Gejala utama trikotilomania adalah memiliki keinginan yang tidak tertahankan untuk menarik dan mencabuti rambut secara berulang hingga mengalami kebotakan. Di samping itu, sejumlah gejala yang umum dialami oleh pengidap trikotilomania adalah sebagai berikut:
-
Merasa cemas sebelum atau saat menahan diri untuk tidak mencabuti rambut.
-
Merasa lega dan puas setelah mencabuti rambut sendiri.
-
Memiliki kebiasaan tertentu sebelum mencabut rambut, misalnya seperti memilin rambut yang akan dicabut.
-
Menggigit, mengunyah, atau memakan rambut yang sudah dicabut (pica).
-
Memainkan atau mengusapkan rambut yang sudah dicabut ke area tubuh tertentu, seperti bibir atau wajah.
Komplikasi Trikotilomania
Bagi seseorang dengan Trikotilomania, memahami komplikasi yang dapat terjadi merupakan hal penting. Karena apabila trikotilomania tidak segera ditangani dengan terapi yang tepat, maka dapat menimbulkan sejumlah komplikasi, seperti:
-
Gangguan kehidupan sosial karena merasa malu dan tidak percaya diri dengan kondisinya.
-
Stres berkepanjangan.
-
Kerusakan kulit dan rambut.
-
Bila trikotilomania juga disertai dengan sindrom Rapunzel (kumpulan gejala yang disebabkan oleh kebiasaan mencabut rambut lalu memakannya), maka dapat memicu terjadinya gangguan sistem pencernaan, seperti penurunan berat badan secara drastis hingga obstruksi usus akibat trichobezoar (bola rambut di dalam usus).
Diagnosis Trikotilomania
Langkah awal yang dapat dilakukan dokter sebelum mendiagnosis trikotilomania adalah melakukan wawancara medis (anamnesis) dengan pasien untuk mengetahui keluhan serta riwayat kesehatan pasien secara keseluruhan. Dokter juga dapat melakukan pemeriksaan fisik untuk mendeteksi kerusakan pada kulit dan rambut pasien.
Berdasarkan buku Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder Edisi Ke-5 (DSM-5), diagnosis trikotilomania dapat dipastikan apabila pasien telah memenuhi kriteria berikut ini.
-
Kebiasaan mencabut rambut telah berlangsung dalam jangka waktu panjang hingga terdapat pitak atau kebotakan.
-
Kesulitan untuk menghentikan keinginan mencabut rambut sendiri.
-
Kebiasaan mencabut rambut telah mengganggu kehidupan sosial dan aktivitas sehari-hari.
-
Kebiasaan mencabut rambut bukan disebabkan oleh penyakit kulit atau rambut.
Pengobatan Trikotilomania
Pada dasarnya, pengobatan trikotilomania bertujuan untuk mengurangi ataupun menghentikan kebiasaan mencabuti rambut sendiri. Adapun sejumlah penanganan medis yang dapat dilakukan untuk mengatasi trikotilomania adalah:
1. Psikoterapi
Melalui psikoterapi, seorang psikolog atau psikiater dapat membantu pasien untuk mengenali kondisi tertentu yang bisa memicu keinginan mencabuti rambut sendiri. Setelah itu, pasien akan diajarkan cara untuk menenangkan diri dalam kondisi-kondisi tersebut.
Dokter juga dapat mengarahkan pasien untuk mengalihkan keinginan mencabut rambut sendiri dengan melakukan aktivitas tertentu, seperti:
-
Memainkan alat yang dapat mengalihkan kegelisahan atau kebiasaan buruk, seperti stress ball atau fidget cube.
-
Rutin berolahraga.
-
Berendam air hangat untuk membuat tubuh menjadi lebih rileks.
-
Melakukan teknik pernapasan, seperti pursed lip breathing, untuk menenangkan diri saat berada dalam situasi tertentu.
-
Meneriakkan atau mengucapkan kalimat tertentu secara berulang.
Namun, perlu diketahui bahwa terapi ini membutuhkan waktu yang panjang untuk membantu mengubah perilaku buruk pada pasien sehingga dibutuhkan komitmen pasien dan dukungan orang terdekat dalam menjalani terapi.
2. Pemberian Obat-obatan
Jika trikotilomania telah menimbulkan gejala depresi, dokter dapat meresepkan obat antidepresan golongan serotonin reuptake inhibitor (SSRI), seperti fluoxetine. Penggunaan obat antidepresan ini juga dapat dikombinasikan dengan obat antipsikotik, seperti aripiprazole atau olanzapine.
Pencegahan Trikotilomania
Belum ada cara yang terbukti dapat mencegah trikotilomania. Kendati demikian, mengelola stres dengan baik bisa membantu meminimalkan risiko terjadinya trikotilomania. Adapun beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengelola stres dan menurunkan risiko trikotilomania adalah sebagai berikut:
-
Belajar untuk mengatasi rasa frustrasi dengan memahami dan menerima bahwa terdapat beberapa hal yang tidak bisa dikendalikan oleh diri sendiri.
-
Tidak memendam perasaan negatif berkepanjangan.
-
Menghindari perilaku people pleaser.
-
Belajar manajemen waktu sebaik mungkin.
-
Rutin berolahraga.
-
Istirahat yang cukup.
-
Tidak melampiaskan diri ke minuman beralkohol ataupun obat-obatan untuk mengatasi stres.
-
Meluangkan waktu untuk diri sendiri, seperti pergi berlibur atau melakukan hobi.
-
Mencari dukungan dari kerabat atau orang terdekat yang dapat dipercaya.
Trikotilomania adalah kondisi yang perlu ditangani dengan tepat agar tidak memengaruhi kualitas hidup penderitanya. Karena itu, jangan ragu untuk melakukan konseling dengan psikolog/psikiater melalui fitur Telekonsultasi apabila memiliki kondisi terkait gangguan perilaku.
Melalui fitur ini, psikolog/psikiater dapat memberikan saran perawatan serta resep obat-obatan sesuai kondisi pasien. Fitur tersebut juga memungkinkan pasien untuk menerima obat yang diresepkan tanpa perlu keluar rumah. Namun, terdapat beberapa jenis obat, seperti antipsikotik dan antidepresan yang perlu diambil langsung oleh pasien (self pick up).
Manfaatkan pula aplikasi MySiloam yang dilengkapi dengan informasi jadwal dan pembuatan janji temu dengan dokter Siloam Hospitals terdekat dari mana pun dan kapan pun. Unduh MySiloam sekarang dan jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Lippo Cikarang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Jambi
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
MENTAL - Skrining Mental health (MMPI)
Lainnya
2 Service/Item
Rp880.000
TERPOPULER
Paket Siloam Ruby
Skrining Umum
21 Service/Item
Rp1.000.000
TERPOPULER
Paket Siloam Silver
Skrining Umum
22 Service/Item
Rp1.900.000
TERPOPULER
Paket Siloam Pearl
Skrining Umum
31 Service/Item
Rp4.300.000
TERPOPULER
Brain Check Up
Penawaran Spesial, Skrining Stroke
19 Service/Item
Rp9.000.000







