Vaginismus - Penyebab, Gejala, & Cara Mengatasinya
Ibu dan Anak

Vaginismus - Penyebab, Gejala, & Cara Mengatasinya

18 Desember 2025 4 menit waktu baca
Vaginismus adalah

Vaginismus adalah kondisi medis yang ditandai dengan pengencangan otot-otot vagina secara tidak sadar atau disengaja akibat respons tubuh terhadap rasa takut dari kondisi tertentu, seperti penetrasi selama berhubungan seksual atau memasang tampon ke dalam vagina. Pertanyaannya, bagaimana cara mengatasi kondisi tersebut? Mari ketahui selengkapnya melalui artikel di bawah ini.

 

Apa itu Vaginismus?

 

Vaginismus adalah kondisi medis yang terjadi ketika otot vagina menegang dan mengencang secara tidak sadar atau tidak sengaja saat ada sesuatu yang memasukinya. Kondisi ini dapat menimbulkan rasa nyeri dan tidak nyaman saat penderitanya sedang berhubungan seksual, memasang tampon ke dalam vagina, ataupun menjalani pemeriksaan pap smear.

 

Adapun bagian otot yang berkaitan dengan vaginismus adalah pubococcygeus muscle group. Pada dasarnya, kumpulan otot tersebut berfungsi untuk mengontrol buang air kecil, penetrasi, orgasme, buang air besar, serta proses persalinan normal.

 

Perlu diketahui, vaginismus adalah kondisi yang tidak memengaruhi hasrat atau gairah seksual. Kendati demikian, kondisi ini berisiko menghambat serta menurunkan kualitas hubungan seksual.

 

Jenis-Jenis Vaginismus

 

Vaginismus adalah kondisi yang dapat dikelompokkan menjadi empat jenis utama, yaitu vaginismus primer, sekunder, global, dan situasional. Berikut masing-masing penjelasannya.

 

  • Vaginismus primer: Jenis vaginismus yang dapat berlangsung seumur hidup. Kondisi ini dapat menyebabkan penetrasi seksual selama berhubungan intim tidak pernah berhasil dilakukan pada penderitanya.

  • Vaginismus sekunder: Jenis vaginismus ini biasanya disebabkan oleh kondisi medis tertentu, seperti infeksi, menopause, persalinan, atau prosedur pembedahan pada area panggul. Selain itu, vaginismus sekunder juga bisa dipicu oleh faktor psikologis dan emosi. Penderita vaginismus sekunder pernah berhasil dalam penetrasi seksual, namun berikutnya tidak bisa dilakukan lagi.

  • Vaginismus global: Jenis vaginismus yang bisa bersifat primer ataupun sekunder. Kondisi ini dapat menyebabkan penderitanya berespons terhadap semua jenis hubungan seksual, baik itu penetrasi vagina, seks oral, ataupun masturbasi.

  • Vaginismus situasional: Kondisi ini biasanya hanya menyebabkan otot-otot vagina menegang pada kondisi tertentu. Misalnya, penderita vaginismus situasional berespons terhadap penetrasi saat berhubungan seksual, namun baik-baik saja saat memasukkan tampon ke dalam vagina.

 

Penyebab Vaginismus

 

Belum diketahui secara pasti apa penyebab terjadinya vaginismus. Namun, para ahli menduga kondisi ini dapat dipicu oleh beberapa faktor, seperti:

 

  • Ketakutan terhadap kehamilan.

  • Ketakutan untuk melakukan hubungan seksual.

  • Trauma akibat pemerkosaan atau pelecehan seksual.

  • Terdapat infeksi di sekitar organ reproduksi, seperti infeksi jamur atau infeksi saluran kemih.

  • Pernah menjalani prosedur operasi kandungan.

  • Pernah menjalani perawatan radioterapi di bagian panggul.

  • Menopause yang membuat vagina menjadi kering dan tidak elastis.

 

Gejala Vaginismus

 

Seperti yang telah disebutkan di atas, gejala utama vaginismus adalah penegangan dan penyempitan otot-otot vagina saat penetrasi selama berhubungan seksual, memasukkan tampon ke dalam vagina, atau saat menjalani pemeriksaan pap smear. Selain itu, kondisi ini juga dapat menimbulkan beberapa gejala lainnya, seperti:

 

  • Nyeri saat berhubungan seksual, menggunakan tampon vagina, atau saat sedang menjalani pemeriksaan pap smear.

  • Kejang otot dan sesak napas saat melakukan hubungan seksual.

 

Komplikasi Vaginismus

 

Apabila tidak segera ditangani dengan tepat, sejumlah komplikasi yang dapat terjadi akibat vaginismus adalah:

 

  • Kehilangan rasa percaya diri pada wanita.

  • Terganggunya kualitas hubungan seksual dengan pasangan yang dapat berkontribusi pada menurunnya keharmonisan hidup berumah tangga.

  • Kesulitan dalam menjalani program hamil.

 

Diagnosis Vaginismus

 

Dalam menegakkan diagnosis, dokter akan melakukan anamnesis atau wawancara medis dengan pasien untuk mengetahui keluhan dan riwayat kesehatan pasien secara keseluruhan. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik yang termasuk pemeriksaan panggul untuk mendeteksi tanda-tanda vaginismus.

 

Jika diperlukan, dokter juga dapat melakukan pemeriksaan penunjang, seperti CT scan panggul dan USG kandungan untuk mengonfirmasi diagnosis vaginismus.

 

Cara Mengatasi Vaginismus

 

Pada dasarnya, pengobatan vaginismus terutama bertujuan untuk meredakan rasa cemas, trauma, atau ketakutan yang mengakibatkan ketegangan pada otot-otot di sekitar vagina. Adapun sejumlah metode penanganan yang dapat dilakukan untuk mengatasi vaginismus adalah:

 

  • Edukasi dan konseling. Dokter dapat memberikan edukasi mengenai anatomi seksual serta respons tubuh saat berhubungan intim untuk mengurangi rasa cemas atau takut pada penderita vaginismus.

  • Psikoterapi untuk membantu pasien dalam mengidentifikasi, mengekspresikan serta mengatasi berbagai faktor emosional yang memicu terjadinya vaginismus.

  • Latihan otot panggul, seperti senam kegel untuk meningkatkan kemampuan dalam mengontrol otot dasar panggul.

  • Vaginal dilator therapy, yaitu terapi yang memanfaatkan alat bantu berbentuk tabung untuk membantu meregangkan vagina, memberikan efek relaksasi, serta mengurangi rasa nyeri saat berhubungan seksual.

  • Obat topikal yang mengandung lidokain untuk meredakan rasa nyeri pada vagina saat berhubungan seksual.

  • Terapi seks pada penderita vaginismus dan pasangan untuk membantu meningkatkan  atau memperbaiki kualitas hubungan seksual.

 

Pencegahan Vaginismus

 

Karena penyebabnya belum diketahui secara pasti, vaginismus adalah kondisi yang cenderung sulit dicegah. Kendati demikian, seseorang yang memiliki faktor risiko vaginismus dianjurkan untuk melakukan konseling pra-nikah terlebih dahulu guna mendeteksi sekaligus menangani kondisi tersebut.

 

Selain itu, penting pula untuk berkomunikasi dengan pasangan dan melakukan foreplay dengan tepat sebelum melakukan hubungan seksual untuk membantu meminimalkan risiko terjadinya vaginismus.

 

Tanda-tanda vaginismus diawali dengan rasa nyeri saat melakukan hubungan intim hingga pemeriksaan pap smear. Apabila Anda memiliki keluhan yang mirip dengan kondisi di atas, Anda dianjurkan untuk menemui Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi di Siloam Hospitals terdekat supaya mendapatkan penanganan yang tepat.

 

Anda pun bisa memanfaatkan aplikasi MySiloam untuk melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, melakukan self check in, hingga mengantre secara online sehingga Anda tidak perlu menunggu berlama-lama di rumah sakit. 

 

Digital Booking Laboratorium

Dokter Kami
dr-leman-spkj-mkes

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Leman, SpKJ, MKes

Psikiatri

Spesialis Psikiatri


Siloam Sriwijaya Palembang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-jimmy-sebastian-ollich-spkj

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Jimmy Sebastian Ollich, SpKJ

Psikiatri

Spesialis Psikiatri


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-pricella-maria-ismail-spkj

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Pricella Maria Ismail, SpKJ

Psikiatri

Spesialis Psikiatri


Siloam Hospitals Sentosa

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail