Penyakit Vaskular Perifer: Penyebab, Gejala, & Pengobatannya
Kesehatan Tubuh

Penyakit Vaskular Perifer: Penyebab, Gejala, & Pengobatannya

30 April 2025 6 menit waktu baca
vaskular perifer adalah

Peripheral vascular disease (PVD) atau penyakit vaskular perifer adalah gangguan sirkulasi darah yang terjadi akibat penyempitan, penyumbatan, atau kekakuan (spasms) pada pembuluh darah di luar jantung dan otak. Kondisi ini dapat menimbulkan gejala berupa kelelahan dan nyeri, biasanya di area kaki, setelah berolahraga. Mari pahami informasi selengkapnya mengenai penyakit vaskular perifer, mulai dari penyebab, gejala, hingga pengobatannya pada artikel berikut ini.

 

Apa itu Penyakit Vaskular Perifer?

 

Penyakit vaskular perifer adalah gangguan sirkulasi darah yang bersifat progresif (bisa berkembang dan memburuk seiring dengan berjalannya waktu). Kondisi ini bisa memengaruhi pembuluh darah arteri (penyakit arteri perifer) maupun pembuluh darah vena yang berada di luar jantung dan otak. PVD dapat memengaruhi pembuluh darah yang mensuplai nutrisi dan oksigen ke berbagai organ tubuh, termasuk:

 

  • Tangan.

  • Kaki.

  • Sistem pencernaan.

  • Ginjal.

 

Secara umum, penyakit vaskular perifer dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu functional PVD dan organic PVD. Berikut masing-masing penjelasannya.

 

  • Functional PVD: Jenis penyakit vaskular perifer yang tidak menimbulkan kerusakan fisik pada struktur pembuluh darah. Namun, pembuluh darah akan mengalami gangguan dalam melebar (vasodilatasi) atau menyempit (vasokonstriksi) saat merespons berbagai faktor dan sinyal yang dikirimkan dari otak.

  • Organic PVD: Berkaitan dengan perubahan struktur pembuluh darah di dalam tubuh, seperti peradangan, kerusakan jaringan, dan penumpukan plak di dalam pembuluh darah.

 

Penyebab Penyakit Vaskular Perifer

 

Penyakit vaskular perifer sering kali disebabkan oleh aterosklerosis, yaitu kondisi ketika terdapat plak yang menumpuk pada dinding pembuluh darah arteri. Hal ini bisa mengurangi aliran darah dari jantung ke berbagai bagian tubuh. Di samping itu, beberapa kondisi yang bisa menyebabkan penyakit vaskular perifer, di antaranya:

 

  • Cedera pada lengan atau kaki.

  • Kelainan pada struktur atau anatomi otot maupun ligamen di bagian tubuh tertentu.

  • Infeksi.

 

Di sisi lain, sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit vaskular perifer adalah sebagai berikut:

 

  • Usia di atas 50 tahun.

  • Menderita diabetes, tekanan darah tinggi (hipertensi), kolesterol tinggi, penyakit jantung, dan penyakit ginjal.

  • Jenis kelamin laki-laki.

  • Wanita pascamenopause.

  • Riwayat keluarga dengan kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, atau penyakit pembuluh darah perifer.

  • Stres berkepanjangan.

  • Berada di lingkungan bersuhu dingin.

  • Efek samping obat-obatan tertentu.

  • Memiliki kebiasaan merokok.

  • Memiliki berat badan berlebih (overweight) atau obesitas.

  • Mengonsumsi makanan tinggi lemak, gula, dan garam secara berlebihan.

 

Gejala Penyakit Vaskular Perifer

 

Sebagian kasus penyakit vaskular perifer tidak menimbulkan gejala tertentu. Jika menimbulkan gejala, penderita kondisi ini dapat mengalami nyeri dan kram pada kaki yang muncul setelah melakukan aktivitas fisik tertentu, lalu membaik setelah istirahat. Kondisi tersebut dikenal dengan intermittent claudication. Di samping itu, beberapa gejala yang dapat dialami oleh penderita penyakit vaskular perifer, yaitu:

 

  • Perubahan pada kulit, termasuk kulit pucat, terasa dingin, dan menipis, terutama di area tungkai serta kaki.

  • Denyut nadi melemah di tungkai dan kaki.

  • Luka yang tidak kunjung sembuh.

  • Kelemahan atau mati rasa pada otot di bagian tubuh yang terdampak.

  • Sensasi seperti terbakar atau nyeri pada bagian tubuh yang terdampak, terutama saat istirahat atau berbaring.

 

Diagnosis Penyakit Vaskular Perifer

 

Penegakan diagnosis penyakit vaskular perifer dapat diawali dengan wawancara medis (anamnesis) untuk mengetahui keluhan serta riwayat kesehatan pasien maupun keluarganya. Dokter juga dapat melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh untuk mengevaluasi gejala-gejala penyakit vaskular perifer yang dialami oleh pasien.

 

Kemudian, beberapa pemeriksaan penunjang yang dapat digunakan untuk membantu mengonfirmasi diagnosis penyakit vaskular perifer adalah:

 

  • Angiogram, yaitu prosedur pemeriksaan sinar-X untuk memeriksa kondisi pembuluh darah arteri dan vena.

  • Ankle-brachial index (ABI), yaitu prosedur pemeriksaan yang dilakukan dengan membandingkan tekanan darah di kaki dan tangan.

  • Doppler ultrasound flow studies, yaitu prosedur medis yang menggunakan gelombang suara berfrekuensi tinggi dan teknologi komputer untuk mendapatkan gambar pembuluh darah, jaringan, dan organ di dalam tubuh.

  • Magnetic resonance angiography (MRA), yaitu tes pencitraan yang menggunakan teknologi magnetik, gelombang radio, dan komputer untuk mendapatkan gambar jaringan dan organ dalam tubuh.

  • Treadmill test, dilakukan dengan memasangkan detektor khusus pada tubuh pasien dan mengarahkannya untuk berjalan di atas treadmill. Setelah itu, dokter akan memeriksa aliran darah pada tubuh pasien selama melakukan aktivitas tersebut.

  • Photoplethysmography (PPG), dilakukan dengan memasangkan manset khusus pengukur tekanan darah berukuran kecil di sekitar jari kaki dan sensor PPG (inframerah yang dapat memeriksa aliran darah di dekat permukaan kulit). Selanjutnya, hasil pemeriksaan tersebut akan dibandingkan dengan pengukuran tekanan darah sistolik di lengan.

  • Pulse volume recording waveform analysis, untuk menghitung perubahan volume darah di kaki.

  • Reactive hyperemia test, dilakukan dengan mengukur serta membandingkan tekanan darah di paha dan pergelangan kaki untuk memeriksa penurunan tekanan darah di antara dua bagian tubuh tersebut.

 

Pengobatan Penyakit Vaskular Perifer

 

Tujuan utama pengobatan penyakit vaskular perifer adalah untuk mengelola gejala dan menghentikan perkembangan penyakit tersebut. Dengan begitu, risiko terjadinya serangan jantung, stroke, dan komplikasi penyakit vaskular perifer lainnya bisa dicegah. Adapun beberapa metode yang dapat dilakukan untuk menangani penyakit vaskular perifer adalah:

 

  • Perubahan gaya hidup. Pasien perlu menghindari kebiasaan merokok dan mulai menerapkan gaya hidup sehat, seperti rutin berolahraga, mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang, hingga menurunkan berat badan jika mengalami overweight atau obesitas.

  • Menangani kondisi medis yang bisa memperburuk penyakit vaskular perifer, seperti diabetes, tekanan darah tinggi (hipertensi), dan kolesterol tinggi.

  • Memberikan obat-obatan untuk melancarkan sirkulasi darah, seperti antiplatelet dan obat untuk merilekskan otot-otot pada dinding pembuluh darah.

  • Operasi vaskular, untuk mengubah rute aliran darah.

  • Angioplasty, dilakukan dengan memasang kateter (tabung tipis yang fleksibel) untuk melebarkan pembuluh darah arteri, sehingga bisa melancarkan aliran darah. Beberapa jenis prosedur angioplasty yang umum digunakan, di antaranya:

    • Balloon angioplasty.

    • Atherectomy.

    • Laser angioplasty.

    • Stent.

 

Komplikasi Penyakit Vaskular Perifer

 

Jika tidak segera ditangani dengan tepat, penyakit vaskular perifer dapat menimbulkan sejumlah komplikasi serius hingga berisiko mengancam nyawa. Kondisi ini dapat menghambat aliran darah ke seluruh tubuh yang bisa berdampak pada berbagai fungsi organ tubuh. Adapun beberapa risiko komplikasi penyakit vaskular perifer adalah:

 

  • Kematian jaringan (nekrosis) yang bisa menyebabkan seseorang perlu menjalani tindakan amputasi.

  • Impotensi pada pria.

  • Nyeri saat mengistirahatkan atau menggerakkan anggota tubuh.

  • Sepsis.

  • Stroke.

 

Pencegahan Penyakit Vaskular Perifer

 

Pada dasarnya, pencegahan penyakit vaskular perifer dapat dilakukan dengan menghindari faktor risikonya serta menerapkan gaya hidup sehat sebaik mungkin. Adapun beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk meminimalkan risiko terjadinya penyakit vaskular perifer adalah:

 

  • Berhenti merokok dan menghindari paparan asap rokok.

  • Menerapkan pola makan sehat, termasuk membatasi konsumsi makanan tinggi lemak, gula, dan garam.

  • Menjaga berat badan ideal.

  • Rutin berolahraga.

  • Membatasi atau menghindari konsumsi minuman beralkohol.

  • Mengontrol penyakit yang diderita dan bisa meningkatkan risiko terjadinya penyakit vaskular perifer, seperti diabetes, tekanan darah tinggi (hipertensi), kolesterol tinggi, dan lain sebagainya.

 

Perlu diketahui bahwa informasi yang dijelaskan di atas hanya bersifat edukatif dan tidak dapat menggantikan diagnosis maupun saran perawatan dari dokter. Tanda dan gejala yang disebutkan pun tidak secara pasti mewakili penyakit vaskular perifer dan bisa muncul pada kondisi medis lainnya.

 

Oleh karenanya, apabila mengalami gejala-gejala tidak biasa seperti yang telah dijelaskan di atas, penting untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Bedah Toraks, Kardiak, dan Vaskular di Siloam Hospitals terdekat guna memperoleh diagnosis yang akurat serta penanganan yang tepat.

 

Tahapan pemeriksaan dan prosedur medis yang dilakukan di setiap rumah sakit mungkin akan berbeda, mengingat hal tersebut perlu disesuaikan dengan fasilitas kesehatan yang tersedia. Namun, tenaga medis profesional akan memastikan seluruh prosedur medis yang dilakukan telah sesuai dengan kondisi kesehatan pasien.

 

Ingin membuat janji temu dengan dokter secara praktis? Mudah saja, Anda bisa memanfaatkan fitur dalam aplikasi MySiloam yang memungkinkan pasien untuk melihat informasi jadwal praktik hingga reservasi pertemuan dengan dokter pilihan secara online. Melalui aplikasi, Anda pun dapat melakukan konsultasi langsung dengan dokter pilihan dari mana saja dan kapan saja.

 

Sumber

John Hopkins Medicine. Peripheral Vascular Disease. Diakses pada 2024 | National Library of Medicine. Peripheral Vascular Disease. Diakses pada 2024 | Healthline. Peripheral Vascular Disease. Diakses pada 2024 |

Dokter Kami
dr-kadek-satrya-kurnia-suratna-spjp

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ronald-a-ulaan

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-magma-purnawan-putra-spjp

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Magma Purnawan Putra, SpJP (K), FIHA, FESC

Kardiologi (Jantung)

Subspesialis Kardiologi Intervensi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail