Veruka Vulgaris - Penyebab, Gejala, & Pengobatannya
Kesehatan Tubuh

Veruka Vulgaris - Penyebab, Gejala, & Pengobatannya

08 Mei 2025 4 menit waktu baca
mengenal veruka vulgaris

Veruka vulgaris, common warts, atau juga dikenal dengan kutil adalah penyakit kulit berupa benjolan jinak di permukaan kulit akibat infeksi human papillomavirus (HPV). Penyakit kulit ini lebih rentan dialami oleh anak-anak atau individu dengan daya tahan tubuh lemah.

 

Mari simak ulasan lengkap mengenai penyebab, gejala, pengobatan, hingga upaya pencegahan veruka vulgaris selengkapnya melalui pembahasan di bawah ini.

 

Apa itu Veruka Vulgaris (Kutil)?

 

Veruka vulgaris (verruca vulgaris), common warts, atau kutil adalah benjolan pada kulit dengan permukaan kasar dan disertai bintik hitam kecil. Penyakit kulit ini bisa muncul di bagian tubuh mana pun, namun paling sering ditemukan di area tangan, jari-jari, dan lutut.

 

Perlu diketahui bahwa veruka vulgaris bisa menular melalui kontak langsung dengan kulit penderitanya. Selain itu, penyakit kulit ini juga bisa menyebar ke bagian tubuh lain ketika penderitanya menggaruk bagian kulit yang terinfeksi lalu menyentuh bagian kulit lainnya.

 

Penyebab Veruka Vulgaris

 

Penyebab utama veruka vulgaris adalah human papillomavirus (HPV), yaitu jenis virus yang juga menyebabkan kutil kelamin serta kanker serviks. Umumnya, jenis virus HPV yang menyebabkan munculnya kutil di permukaan kulit tangan dan kaki adalah HPV tipe 1, 2, 3, 4 (paling sering), 27, 19, dan 57.

 

Pada kasus common warts, infeksi virus HPV dapat terjadi melalui luka pada permukaan kulit sehingga menyebabkan sel-sel pada area kulit tersebut memperbanyak diri dengan cepat. Di samping itu, sejumlah faktor lainnya yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami kutil kulit adalah sebagai berikut.

 

  • Anak-anak dan remaja. Pasalnya, anak-anak dan remaja memiliki sistem imun tubuh yang masih belum terbentuk sempurna sehingga lebih rentan terserang infeksi.

  • Memiliki sistem imun tubuh yang lemah, seperti pada penderita gangguan autoimun, penderita HIV/AIDS, pasien transplantasi organ, serta pasien yang sedang mengonsumsi imunosupresan (penurun fungsi imun) atau menjalani kemoterapi.

  • Menderita dermatitis. Kondisi ini menyebabkan sistem pertahanan kulit rusak sehingga lebih rentan terserang infeksi.

  • Belum mendapatkan vaksinasi HPV.

 

Gejala Veruka Vulgaris

 

Pada dasarnya, gejala veruka vulgaris dapat memengaruhi penampilan kulit secara keseluruhan, salah satunya adalah kemunculan benjolan kecil yang keras di permukaan kulit. Adapun sejumlah gejala umum dari verruca vulgaris atau common warts adalah sebagai berikut.

 

  • Munculnya benjolan kecil yang keras dan berbentuk bulat atau menyerupai kembang kol (cauliflowers-like papules) di permukaan kulit.

  • Benjolan memiliki warna menyerupai kulit, keabu-abuan, putih, atau merah muda.

  • Bertekstur kasar, tebal, dan memiliki permukaan yang membulat.

  • Berukuran sekitar 1 mm–1 cm.

  • Bisa muncul satu atau berkelompok.

  • Umumnya tidak berbahaya, tidak nyeri, dan bisa menghilang dengan sendirinya.

 

Diagnosis Veruka Vulgaris

 

Dalam menegakkan diagnosis veruka vulgaris, dokter terlebih dahulu akan melakukan wawancara medis (anamnesis) terkait dengan keluhan dan riwayat kesehatan pasien. Lalu, dilanjutkan dengan melakukan pemeriksaan fisik untuk melihat kutil yang muncul di permukaan kulit.

 

Dokter juga dapat menyarankan pasien untuk menjalani pemeriksaan penunjang lainnya, seperti dermoskopi, polymerase chain reaction (PCR), serta biopsi guna membedakan veruka vulgaris dengan penyakit kulit lainnya.

 

Pengobatan Veruka Vulgaris

 

Pengobatan veruka vulgaris dapat dilakukan sesuai dengan gejala, lokasi munculnya kutil, serta preferensi pasien. Pada dasarnya, belum ada metode pengobatan khusus yang benar-benar efektif untuk menangani kutil. Namun, karena kemunculan kondisi ini sering kali dikaitkan dengan sistem imun tubuh yang lemah, dokter biasanya akan memberikan terapi untuk membantu meningkatkan sistem imun tubuh pasien.

 

Dengan begitu, kutil dapat menghilang dengan sendirinya dalam kurun waktu 6 bulan–2 tahun. Sementara itu, sebagai penanganan awal, penderita veruka vulgaris dapat melakukan beberapa perawatan mandiri di rumah, seperti:

 

  • Menjaga kebersihan tubuh dan mengeringkan kulit setelah mandi menggunakan handuk bersih.

  • Menggunakan krim pelembap setelah mandi.

  • Rutin mencuci tangan.

  • Menghindari menyentuh dan menggaruk bagian kulit yang terdapat kutil.

  • Tidak mengaplikasikan obat-obatan topikal pada kutil tanpa petunjuk dokter.

  • Mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang.

  • Memperbanyak minum air putih untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh serta menjaga kelembapan kulit.

 

Apabila melakukan perawatan dengan dokter, sejumlah metode yang dapat dilakukan untuk menghilangkan kutil dan bagian kulit yang terkena virus HPV adalah:

 

  • Meresepkan obat yang mengandung asam salisilat, baik dalam bentuk cairan, gel, atau salep.

  • Krioterapi.

  • Electrosurgery.

  • Pulsed dye laser.

  • Pemberian bleomycin untuk membunuh virus penyebab common warts.

  • Operasi pengangkatan kutil.

 

Pencegahan Veruka Vulgaris

 

Pencegahan veruka vulgaris dapat dilakukan dengan menghindari faktor-faktor risikonya, mulai dari penerapan pola hidup bersih hingga melakukan vaksinasi HPV. Berikut adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meminimalkan risiko terjadinya penyakit kulit ini.

 

  • Menerapkan pola hidup bersih dan sehat, seperti rutin mencuci tangan, terutama setelah kontak langsung dengan penderita common warts.

  • Menghindari penggunaan pakaian atau handuk bersama orang lain.

  • Menghindari menyentuh bagian kulit yang mengalami infeksi untuk mencegah terjadinya penyebaran virus.

  • Menghentikan kebiasaan menggigit-gigit kuku yang dapat menimbulkan luka terbuka pada kulit.

  • Menjaga kelembapan kulit pada permukaan tangan serta kaki menggunakan krim pelembap untuk meminimalkan risiko infeksi HPV melalui kulit kering dan pecah-pecah.

  • Mendapatkan vaksinasi HPV sesuai dengan jadwal.

 

Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter secara virtual melalui layanan Telekonsultasi apabila Anda mengalami gejala-gejala atau tanda yang mengarah pada penyakit kulit. Temukan layanan tersebut dalam aplikasi MySiloam yang dapat diunduh secara gratis melalui gadget Anda.

 

Manfaatkan pula aplikasi MySiloam untuk memudahkan Anda dalam mengakses layanan kesehatan lain, seperti membuat janji temu dengan dokter Siloam Hospitals terdekat, check in mandiri, hingga antre secara online melalui fitur Online Queue. Mari jaga selalu kesehatan Anda dan keluarga #BersamaSiloam!

 

telechat (1)

Dokter Kami
dr-marsia-rusfianti-spkk

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Marsia Rusfianti, SpKK, M.Kes

Dermatologi (Kulit)

Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika


Siloam Hospitals Lippo Cikarang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-armina-haramaini-spkk

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Armina Haramaini, SpKK

Dermatologi (Kulit)

Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-epi-panjaitan-msc-spkk

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Epi Panjaitan, MSc, SpKK

Dermatologi (Kulit)

Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail