Kesehatan Tubuh
Kenali Penyebab Xanthoma, Gejala, dan Cara Mengobatinya

Table of Contents
Xanthoma adalah permasalahan kulit yang disebabkan oleh kadar kolesterol tinggi dalam darah. Kondisi ini ditandai dengan munculnya benjolan gumpalan berwarna kuning di bawah kulit. Xanthoma bisa muncul di mana saja, namun paling sering terjadi area mata.
Gumpalan xanthoma memiliki ukuran yang berbeda-beda di setiap orang tanpa menimbulkan rasa nyeri. Ketahui lebih lanjut tentang penyebab, gejala, dan cara menghilangkan xanthoma pada ulasan berikut ini.
Apa itu Xanthoma?
Xanthoma adalah kelainan kulit yang ditandai dengan munculnya tumpukan atau gumpalan lemak pada kulit. Xanthoma paling sering terjadi di area mata atau di dekat kelopak mata bagian atas (xanthelasma). Meskipun begitu, tak menutup kemungkinan bahwa xanthoma juga bisa timbul di bagian tubuh mana saja seperti kaki, bokong, tangan, persendian, dan lutut.
Ukuran gumpalan xanthoma cukup bervariasi, mulai dari ukuran yang kecil hingga besar dengan diameter 7.5 cm. Gumpalan ini bisa muncul secara tunggal atau dalam jumlah banyak. Kondisi ini umumnya tidak menimbulkan gangguan, namun terkadang terasa gatal saat disentuh.
Xanthoma dapat dialami oleh berbagai kalangan usia yang memiliki kadar kolesterol tinggi di dalam darah. Meski begitu, xanthoma lebih sering terjadi pada orang berusia di atas 50 tahun atau lansia.
Kondisi ini juga disebut-sebut menjadi salah satu tanda gangguan metabolisme zat lemak (lipid) atau dislipidemia yang dapat memengaruhi kulit. Seseorang yang mengidap kolesterol tinggi perlu lebih waspada terhadap kondisi ini.
Berdasarkan letak tumbuhnya, xanthoma terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu:
- Xanthelasma palpebrarum (tumbuh di sekitar kelopak mata)
- Xanthoma disseminatum (benjolan kuning atau merah yang sering muncul pada wajah dan batang tubuh).
- Xanthoma verruciformis (umumnya terdapat di bagian mulut dan sekitarnya, berbentuk seperti kembang kol atau papiler).
- Xanthoma planar (dapat tumbuh di setiap bagian tubuh berupa plak tipis berwarna kekuningan).
- Xanthoma erupsi (benjolan lunak berukuran kecil dengan tepian berwarna merah yang muncul di bahu atau bokong dan terasa gatal).
- Xanthoma tendinous (tumbuh membesar secara perlahan di tendon atau urat otot).
- Xanthoma tuberous (berupa nodul yang tumbuh di daerah subkutan di beberapa bagian tubuh, seperti lutut, siku, dan tumit).
Penyebab Xanthoma
Kadar kolesterol yang tinggi di dalam darah merupakan risiko utama terjadinya xanthoma. Xanthoma adalah suatu gejala adanya masalah kesehatan yang biasanya berhubungan dengan tingginya kadar lipid (lemak yang terdiri dari kolesterol dan trigliserida). Peningkatan kadar kolesterol dan trigliserida dapat terjadi akibat beberapa kondisi berikut ini:
- Diabetes (meningkatnya kadar gula dalam darah).
- Obesitas (berat badan berlebih).
- Hipotiroidisme (menurunnya produksi hormon tiroid).
- Hiperlipidemia (meningkatnya kadar kolesterol dalam darah).
- Kolestasis (melambatnya atau berhentinya aliran empedu).
- Sindrom nefrotik (gangguan yang mengakibatkan kerusakan pembuluh darah ginjal).
- Sirosis bilier primer (kerusakan saluran empedu).
- Efek samping obat-obatan.
- Kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol.
- Kebiasaan merokok.
- Pankreatitis.
Meski xanthoma umumnya tidak berbahaya, namun kondisi yang mendasarinya perlu ditangani untuk menghindari komplikasi.
Gejala Xanthoma
Gejala xanthoma cukup mudah untuk dikenali. Xanthoma adalah gumpalan lemak dibawah kulit yang sering kali ditemukan di sekitar mata, terutama di dekat kelopak mata. Xanthoma biasanya muncul sebagai benjolan tunggal atau berkelompok. Benjolan ini bisa muncul dengan warna yang berbeda-beda antara satu orang dengan orang lainnya, mulai dari kemerahan hingga kekuningan. Apabila disentuh, gumpalan xanthoma akan terasa lunak dan terkadang gatal.
Salah satu jenis xanthoma yang jarang ditemukan adalah xanthoma diseminata. Pada kondisi ini, tumpukan lemak tidak hanya tumbuh di kulit, tetapi juga menyerang organ dalam seperti jantung dan paru-paru. Xanthoma diseminata sering kali disertai dengan beberapa gejala seperti sesak napas, sulit menelan, atau gangguan penglihatan tergantung organ mana yang terdampak.
Diagnosis Xanthoma
Sebelum menegakkan diagnosis, dokter akan melakukan anamnesis terkait riwayat kesehatan pasien. Kemudian, dilanjutkan dengan pemeriksaan kulit secara langsung. Jika dibutuhkan pemeriksaan penunjang, biasanya dokter akan merekomendasikan pasien untuk menjalani sejumlah tes berikut ini:
- Tes kolesterol untuk memeriksa kadar lemak dalam darah, termasuk kolesterol dan trigliserida.
- Tes darah tambahan untuk memeriksa kondisi pasien jika ditemukan indikasi diabetes, masalah tiroid dan pankreatitis.
- Biopsi (pengambilan sampel xanthoma) untuk dianalisis di laboratorium guna memastikan bahwa benjolan tersebut adalah tumpukan lemak.
Cara Mengobati Xanthoma
Setelah pasien dinyatakan mengalami xanthoma, dokter akan menyarankannya untuk segera melakukan pengobatan pada kondisi yang mendasari munculnya gumpalan lemak tersebut, salah satunya mengontrol kadar lemak dan gula dalam darah.
Terdapat pula beberapa cara menghilangkan xanthoma yang biasanya dilakukan oleh dokter, seperti:
Eksfoliasi Kimia
Tujuan eksfoliasi kimia pada xanthoma adalah untuk mengikis gumpalan pada permukaan kulit dengan bantuan larutan kimia seperti asam trikloroasetat topikal 50-100%.
Krioterapi
Tujuannya untuk membekukan dan menghancurkan xanthoma pada kulit menggunakan nitrogen cair dan bahan kimia.
Operasi Laser
Keunggulan operasi laser untuk menghilangkan xanthoma adalah minim efek samping dan menurunkan risiko kambuhnya xanthoma. Sejumlah metode laser yang umumnya dilakukan adalah laser erbium YAG dan laser karbon dioksida (CO2).
Prosedur Pembedahan (Eksisi)
Eksisi adalah prosedur pembedahan untuk mengangkat gumpalan lemak yang lokasinya jauh dari permukaan kulit.
Perlu diingat, walaupun cara-cara tersebut telah dilakukan untuk menghilangkan xanthoma, timbunan lemak pada kulit dapat timbul kembali apabila kondisi-kondisi yang mendasari timbulnya xanthoma tidak diatasi dengan baik.
Xanthoma adalah kondisi yang bisa terjadi akibat tingginya kadar kolesterol dalam darah. Sehingga, salah satu cara terbaik dalam mencegahnya adalah dengan melakukan pemeriksaan rutin untuk memastikan kadar kolesterol terkontrol.
Anda dapat melakukan tes kolesterol di Siloam Hospitals menggunakan paket Medical Check Up - Tes Kolesterol Total untuk mengetahui kadar kolesterol total, termasuk HDL, LDL dan trigliserida dalam darah.
Pemesanan paket Medical Check Up dapat dilakukan menggunakan fitur yang tersedia di aplikasi MySiloam atau menghubungi call center kami di 1-500-181. Mari jaga selalu kesehatan #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Marsia Rusfianti, SpKK, M.Kes
Dermatologi (Kulit)
Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika
Siloam Hospitals Lippo Cikarang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Armina Haramaini, SpKK
Dermatologi (Kulit)
Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Epi Panjaitan, MSc, SpKK
Dermatologi (Kulit)
Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Skrining Hidup Sehat Basic
Penawaran Spesial, Skrining Lite
11 Service/Item
Rp649.000
TERPOPULER
Skrining Hidup Sehat Mini
Skrining Lite
7 Service/Item
Rp449.000
Paket Hidup Sehat 3 - Homecare
Tes Laboratorium & Medical Check Up Homecare
8 Service/Item
Rp2.199.000
TERPOPULER
Paket Hidup Sehat 1 - Homecare
Tes Laboratorium & Medical Check Up Homecare
8 Service/Item
Rp1.025.000
Paket Hidup Sehat 2 - Homecare
Tes Laboratorium & Medical Check Up Homecare
6 Service/Item
Rp875.000
TERPOPULER
Homecare Bugar
4 Service/Item
Rp800.000
TERPOPULER
Homecare Prima
6 Service/Item
Rp1.500.000







