Apa itu Dislipidemia? Waspada Kadar Lipid yang Tak Normal
Kesehatan Tubuh

Apa itu Dislipidemia? Waspada Kadar Lipid yang Tak Normal

25 Juli 2025 5 menit waktu baca
Dislipidemia Adalah

 

Dislipidemia adalah kondisi yang terjadi saat kadar lipid (lemak) dalam darah terlalu tinggi atau rendah. Lipid merupakan komponen penting di dalam tubuh yang terdiri atas kolesterol dan trigliserida dan berfungsi sebagai sumber tenaga untuk tubuh.

 

Dislipidemia sering kali tidak menimbulkan gejala khusus dan baru disadari ketika penderita melakukan pemeriksaan darah. Kondisi ini dapat dipicu oleh gaya hidup yang tidak sehat atau kelainan genetik. Apabila tidak ditangani secara tepat, dislipidemia dapat menimbulkan komplikasi serius, seperti stroke dan serangan jantung. Kenali penyebab, gejala, hingga pencegahan dislipidemia melalui artikel berikut ini.

 

Apa Itu Dislipidemia?

 

Dislipidemia adalah kondisi ketika kadar kolesterol, yaitu LDL (kolesterol jahat), HDL (kolesterol baik), dan trigliserida, tidak normal. Kadar kolesterol normal untuk orang yang sehat seharusnya berada di bawah 200 mg/dL. Sementara itu, kadar normal trigliserida adalah di bawah 150 mg/dL.

 

Beberapa kondisi yang menentukan apakah seseorang menderita dislipidemia adalah sebagai berikut:

 

  • Memiliki kadar kolesterol (HDL dan LDL) lebih tinggi atau lebih rendah dari batas normal.

  • Memiliki kadar trigliserida yang tinggi.

 

Sebagai informasi, dislipidemia adalah kondisi yang cukup umum terjadi. Seseorang yang menderita kondisi ini dapat disembuhkan dengan mengenali faktor-faktor risiko yang ada. Dengan begitu, penderita bisa menghindari pemicu ketidakseimbangan kadar lipid dalam tubuh.

 

Penyebab Dislipidemia

 

Berdasarkan penyebabnya, dislipidemia terbagi menjadi dua jenis, yaitu primer dan sekunder. Dislipidemia primer merupakan kondisi mutasi genetik yang diturunkan, sedangkan dislipidemia sekunder disebabkan oleh hal lain.

 

A. Dislipidemia Primer

 

Jenis penyakit ini umumnya dialami oleh orang yang memiliki riwayat keluarga dengan dislipidemia. Adapun dislipidemia primer terbagi lagi menjadi beberapa tipe, yaitu:

 

  • Familial combined hyperlipidemia: Kondisi ini disebabkan oleh kadar kolesterol jahat dan trigliserida yang berlebihan. Remaja atau usia 20 tahun ke atas dengan riwayat familial combined hyperlipidemia perlu lebih memperhatikan kesehatannya untuk menghindari risiko penyakit jantung.

  • Familial hypercholesterolemia dan polygenic hypercholesterolemia: Kedua kondisi ini ditandai dengan kenaikan kadar kolesterol total. 

  • Familial hyperapobetalipoproteinemia: Kondisi ini disebut juga hyperapoB dan ditandai dengan kadar apolipoprotein B (jenis protein pada kolesterol jahat) yang tinggi di dalam tubuh. Kondisi ini dikhawatirkan menjadi salah satu faktor pemicu penyakit arteri koroner.

 

B. Dislipidemia Sekunder

 

Dislipidemia sekunder kerap kali dialami oleh seseorang yang memiliki kondisi kesehatan tertentu, seperti:

 

 

Faktor Risiko Dislipidemia

 

Dislipidemia adalah kondisi yang dapat menyerang siapa saja. Akan tetapi, terdapat beberapa faktor yang berpotensi meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit ini, di antaranya:

 

  • Berusia dewasa atau usia lanjut.

  • Memiliki keluarga dengan riwayat penyakit dislipidemia.

  • Berat badan berlebih atau obesitas.

  • Pola makan tidak sehat yang dapat meningkatkan kolesterol.

  • Kurang berolahraga.

  • Memiliki kebiasaan merokok.

  • Diabetes.

  • Mengonsumsi alkohol berlebihan.

 

Gejala Dislipidemia

 

Gejala dislipidemia sering kali tidak terlihat dengan jelas. Gejala tersebut baru disadari setelah penderita melakukan pemeriksaan darah atau jika terjadi komplikasi lain. Apabila tidak segera ditangani, dislipidemia dapat mengakibatkan masalah kesehatan, seperti penyakit arteri perifer dan penyakit arteri koroner. Kedua kondisi tersebut pun dapat menyebabkan serangan jantung dan stroke.

 

Maka dari itu, penting bagi seseorang untuk mengenali gejala-gejala yang mungkin dirasakan saat mengalami dislipidemia, di antaranya:

 

  • Nyeri pada kaki, terutama saat berjalan.

  • Sesak napas.

  • Nyeri dada.

  • Nyeri pada rahang, leher, pundak, dan punggung.

  • Gangguan pencernaan.

  • Mual dan muntah.

  • Keringat dingin

  • Pembengkakan di area perut, kaki, dan pembuluh darah di leher.

  • Dada tertekan dan terasa panas.

  • Palpitasi jantung.

  • Kehilangan kesadaran.

 

Cara Mengatasi Dislipidemia

 

Dislipidemia dapat diatasi dengan penggunaan obat-obatan. Pada umumnya obat yang  digunakan untuk mengobati dislipidemia adalah statin. Statin dapat membantu mengurangi kadar kolesterol jahat (LDL) dengan menghambat produksi kolesterol di hati.

 

Selain statin, dokter mungkin juga meresepkan obat lain sebagai tambahan atau pengganti statin, seperti ezetimibe, fibrat, dan penghambat PCSK9. Pemilihan obat pengontrol kolesterol membutuhkan pertimbangan dari kondisi masing-masing pasien. Oleh karena itu, pastikan untuk mengonsumsi obat yang sudah dianjurkan oleh dokter.

 

Di samping penggunaan obat-obatan, dislipidemia juga dapat diatasi dengan perubahan gaya hidup, terutama dalam memilih makanan. Usahakan untuk menghindari makanan pantangan kolesterol tinggi yang mengandung lemak jenuh, tinggi gula, atau alkohol.

 

Komplikasi Dislipidemia

 

Jenis dislipidemia yang paling umum terjadi adalah hiperlipidemia, yaitu kondisi yang terjadi ketika kadar lemak dalam darah terlalu tinggi sehingga berisiko menyebabkan penumpukan pada pembuluh darah. Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi akibat hiperlipidemia, yaitu:

 

  • Nyeri dada: Nyeri dada dapat terjadi apabila pembuluh arteri yang mengalirkan darah menuju jantung mengalami penyempitan atau hambatan (arteri koroner).

  • Serangan jantung: Ketika terjadi penggumpalan darah yang menyumbat arteri, aliran darah menuju jantung pun turut terhambat, menyebabkan jantung tidak mendapatkan suplai darah yang cukup. Akibatnya, risiko serangan jantung semakin tinggi.

  • Stroke: Sama halnya dengan serangan jantung, stroke dapat terjadi apabila gumpalan darah memotong atau menghambat aliran darah menuju otak.

 

Pencegahan Dislipidemia

 

Beberapa upaya yang dapat dilakukan sebagai pencegahan dislipidemia adalah sebagai berikut:

 

1. Diet 

 

Diet sehat adalah salah satu langkah efektif yang bisa dilakukan untuk menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam tubuh. Ketika menjalankan diet, hindari makanan yang mengandung lemak jenuh tinggi, seperti gorengan, mentega, dan daging berlemak.

 

2. Rutin Berolahraga

 

Rutin berolahraga bermanfaat untuk mengembalikan kadar kolesterol normal. Seseorang disarankan untuk berolahraga sebanyak 5 kali seminggu selama 20–30 menit per sesinya. Beberapa olahraga yang dapat dipilih adalah bersepeda, jogging, atau berenang.

 

3. Menghentikan Kebiasaan Merokok

 

Menghentikan kebiasaan merokok diketahui dapat meningkatkan HDL atau kadar kolesterol baik hingga 5–10% sekaligus menurunkan kadar LDL dan trigliserida dalam darah. Oleh karena itu, sebaiknya hindari kebiasaan merokok sedini mungkin untuk mendukung kesehatan tubuh secara menyeluruh.

 

Penting untuk diketahui bahwa tanda dan gejala yang disebutkan pada artikel ini tidak spesifik mewakili kondisi dislipidemia. Artinya, terdapat kemungkinan gejala-gejala tersebut mengindikasikan kondisi medis lainnya. Oleh karena itu, segera berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Siloam Hospitals terdekat apabila Anda kerap mengalami nyeri pada kaki, dada, rahang, leher, pundak, dan punggung.

 

Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang direkomendasikan oleh dokter bisa berbeda-beda di setiap rumah sakit, tergantung dari fasilitas yang tersedia. Kendati demikian, tenaga medis akan memastikan tahapan pemeriksaan dan pengobatan telah sesuai dengan kondisi medis setiap pasien.

 

Bila ingin membuat janji temu dengan dokter terkait, Anda bisa memanfaatkan fitur yang tersedia di aplikasi MySiloam. Melalui aplikasi ini, Anda juga dapat melihat riwayat kesehatan secara virtual. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

 

Digital Booking Lab&Rad - KV 2

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail