Apakah Kopi Penyebab Kolesterol Tinggi? Ini Penjelasannya
Pola Hidup Sehat

Apakah Kopi Penyebab Kolesterol Tinggi? Ini Penjelasannya

19 November 2024 4 menit waktu baca
kopi penyebab kolesterol

 

Kadar kolesterol tinggi dalam tubuh umumnya diakibatkan oleh konsumsi gorengan, lemak, atau minyak secara berlebihan. Namun, konsumsi kopi ternyata juga dapat berkontribusi terhadap meningkatnya kadar kolesterol. Meskipun begitu, tidak semua kopi dapat menyebabkan kolesterol tinggi. Lantas, apa saja jenis kopi yang dapat menyebabkan kolesterol tinggi? Simak pembahasan di bawah ini.

Benarkah Kopi Penyebab Kolesterol Tinggi?

Kadar kolesterol tinggi bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor. Selain mengonsumsi gorengan, ternyata salah satu penyebab meningkatnya kadar kolesterol adalah konsumsi kopi. Akan tetapi, tidak semua kopi dapat menyebabkan kolesterol tinggi. Metode penyajian dan jenis kopi menentukan peningkatan kadar kolesterol para penikmat kopi.

 

Kopi yang dapat meningkatkan kadar kolesterol adalah kopi yang memiliki jumlah diterpene tinggi. Diterpene adalah salah satu minyak alami dalam biji kopi yang dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat, yaitu Low Density Lipoprotein (LDL) dalam tubuh. Kadar diterpene dalam kopi berbeda-beda tergantung dengan metode penyeduhannya.

 

Umumnya, kopi yang tidak disaring atau unfiltered coffee, yaitu jenis kopi yang apabila diberikan air hangat tidak perlu disaring kembali, mengandung diterpene lebih tinggi daripada yang sudah difiltrasi. Contoh unfiltered coffee adalah kopi tubruk, espresso, french press, dan moka pot.

 

Sementara itu, kopi filtrasi (filtered) merupakan kopi yang disajikan dengan cara menuang air panas di atas kopi bubuk yang telah diletakkan di atas filter berupa kertas atau kain khusus. Kopi instan juga merupakan bagian dari kopi terfiltrasi. Dengan menyaring kopi, kadar diterpene yang dikonsumsi akan berkurang karena sudah tersaring pada kertas filter.

 

Penelitian pada jurnal Science Reports (2023) menyebutkan bahwa konsumsi kopi tanpa disaring (unfiltered) dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat lebih tinggi dibandingkan kopi yang telah disaring (filtered). Mengonsumsi kopi tanpa disaring secara berlebihan berisiko meningkatkan kadar kolesterol. Selain itu, risiko ini juga bergantung pada sensitivitas individu terhadap kafein, sehingga dampaknya bisa berbeda-beda pada setiap orang.

 

Meskipun espresso termasuk kopi yang tidak difiltrasi, porsi per sajinya yang hanya beberapa mililiter membuat kandungan diterpene di dalamnya lebih sedikit dibandingkan dengan kopi unfiltered lainnya yang disajikan dalam porsi lebih besar.

 

Kendati demikian, konsumsi kopi tanpa fitlrasi dalam jumlah sedang tidak berisiko membahayakan kesehatan. Menurut panduan yang dirilis dalam European Heart Journal, kafein yang masuk ke dalam tubuh sebaiknya tidak lebih dari 400 miligram atau setara dengan tiga hingga empat cangkir kopi per hari. Bahkan, minum kopi secara teratur memiliki sejumlah manfaat kesehatan yang lebih besar daripada risikonya.

Bahan Tambahan Kopi yang Berpotensi Meningkatkan Kadar Kolesterol

Seperti yang disebutkan sebelumnya, kopi yang tidak difiltrasi memiliki lebih banyak kandungan diterpene sehingga dapat meningkatkan kadar LDL dalam tubuh. Sementara itu, kopi yang telah difiltrasi, seperti kopi instan dan kopi decaf mengandung lebih sedikit diterpene.

 

Selain kandungan diterpene, peningkatan kolesterol jahat dalam tubuh juga bisa dipicu oleh bahan tambahan kopi, seperti gula dan krim. Krim mengandung lemak jenuh yang dapat meningkatkan kadar LDL. Satu sendok makan krim mengandung setidaknya 3,5 gram lemak jenuh.

 

Di samping bahan tambahan pada kopi buatan sendiri, produk kopi kemasan dan kopi yang dibeli di cafe biasanya mengandung bahan tambahan seperti susu murni, krim kental, ataupun krim kocok (whipped cream). Bahan-bahan tersebut mengandung banyak gula tambahan yang dapat meningkatkan kadar trigliserida/TG (salah satu jenis lemak di dalam tubuh) dan berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit jantung.

Manfaat Kopi dan Risikonya

Mengonsumsi kopi bisa memberikan sejumlah manfaat kesehatan apabila dikonsumsi dalam jumlah yang dianjurkan dan tanpa zat tambahan seperti gula dan krim. Berikut adalah beberapa manfaat kopi bagi kesehatan:

 

  • Membantu menurunkan berat badan.

  • Memperbaiki mood (suasana hati).

  • Membantu melindungi sel dari kerusakan dengan kadar antioksidan pada kopi yang tinggi.

  • Membantu mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.

  • Membantu menurunkan risiko kanker.

  • Membantu menurunkan risiko diabetes tipe 2, penyakit Parkinson, dan penyakit Alzheimer.

 

Meskipun memiliki sejumlah manfaat kesehatan, mengonsumsi kopi yang mengandung kafein tinggi juga dapat memunculkan risiko seperti mual, sakit kepala, rasa cemas, gelisah, merasa tidak bahagia secara tiba-tiba, detak jantung cepat, dan sulit tidur yang bisa berujung pada insomnia.

 

Risiko minum kopi lainnya yang perlu diperhatikan adalah pengaruhnya terhadap konsumsi obat-obatan. Kopi yang mengandung kafein tinggi dapat mengurangi kemampuan penyerapan obat, menurunkan efektivitas obat, dan bahkan meningkatkan efek samping pada penggunaan obat-obat tertentu.

 

Sebagai tambahan, Anda juga direkomendasikan untuk tidak mencampur kopi yang mengandung kafein dengan minuman beralkohol. Kombinasi ini bisa memicu konsumsi alkohol berlebihan tanpa sadar dan meningkatkan risiko efek samping yang dapat membahayakan kesehatan.

 

Memang benar bahwa tidak semua kopi menjadi penyebab kolesterol tinggi, namun Anda perlu memperhatikan takaran kopi yang dikonsumsi dan metode penyajiannya. Untuk memastikan program diet yang melibatkan konsumsi kopi secara rutin tetap sehat dan aman, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Gizi Klinik di Siloam Hospitals terdekat guna mendapatkan rekomendasi penyajian kopi atau kadar kafein yang aman sesuai kondisi tubuh.

 

Untuk berkonsultasi dengan dokter secara praktis, Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam. Aplikasi ini memungkinkan Anda untuk mengecek jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, dan melihat hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh MySiloam dan gunakan fitur-fiturnya untuk memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

Sumber

MedicalNewsToday. Can Coffee Raise Cholesterol?. Diakses pada 2024 | HealthCentral. Does Coffee Affect Your Cholesterol?. Diakses pada 2024 | European Health Journal. 2021 ESC Guidelines On Cardiovascular Disease Prevention In Clinical Practice. Diakses pada 2024 | National Library of Medicine. Coffee Consumption And Associations With Blood Pressure, LDL-Cholesterol And Echocardiographic Measures In The General Population. Diakses pada 2024 |

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail