Kesehatan Tubuh
Apakah Penderita Obesitas Rentan Alami Osteoarthritis? Ini Faktanya!

Table of Contents
- Apakah Penderita Obesitas Rentan Alami Osteoarthritis?
- Hubungan Osteoarthritis dengan Obesitas
- Sendi yang Sering Terdampak Osteoarthritis pada Penderita Obesitas
- Apakah Menurunkan Berat Badan dapat Mengurangi Risiko Osteoarthritis pada Penderita Obesitas?
- Latihan untuk Menurunkan Berat Badan dan Risiko Osteoarthritis
Banyak yang mengira bahwa osteoarthritis hanya disebabkan oleh faktor usia, padahal kelebihan berat badan juga memegang peran besar. Obesitas tidak hanya berdampak pada penampilan, tetapi juga meningkatkan risiko berbagai penyakit degeneratif, termasuk osteoarthritis. Mari pahami lebih lanjut mengenai hubungan obesitas dan osteoarthritis melalui ulasan di bawah ini.
Apakah Penderita Obesitas Rentan Alami Osteoarthritis?
Osteoarthritis atau pengapuran tulang adalah gangguan sendi akibat adanya kerusakan pada tulang rawan. Penyakit ini dapat mengenai sendi pada pinggul, tulang punggung, jari tangan, dan lain sebagainya. Kondisi ini termasuk penyakit degeneratif yang artinya bisa memburuk seiring bertambahnya usia. Ada sejumlah faktor yang dapat menyebabkan kondisi ini. Lantas, apakah penderita obesitas rentan alami osteoarthritis?
Obesitas atau kelebihan berat badan secara signifikan dapat meningkatkan risiko seseorang terkena osteoarthritis. Seperti yang dituliskan dalam jurnal berjudul Obesity-Related Knee Osteoarthritis—Current Concepts bahwa obesitas dan komponen lain dari sindrom metabolik, seperti hipertensi, kadar kolesterol dalam darah yang tinggi, resistensi insulin, berperan dalam awal mula dan perkembangan osteoarthritis.
Hubungan Osteoarthritis dengan Obesitas
Obesitas dan osteoarthritis merupakan dua masalah medis yang umum terjadi. Faktanya, kedua kondisi ini juga memiliki keterkaitan. Dalam artikel Obesity, Inflammation, and Immune System in Osteoarthritis disebutkan bahwa terjadinya osteoarthritis pada penderita obesitas bukan hanya karena kelebihan berat badan yang memberikan tekanan berlebih pada sendi.
Lemak berlebih pada tubuh penderita obesitas juga menyebabkan peradangan ringan yang berlangsung terus-menerus di seluruh tubuh. Peradangan kronis atau yang terjadi secara terus-menerus ini dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh dan mempercepat terjadinya proses kerusakan sendi.
Di samping itu, sebuah jurnal dalam Scientific Reports (2020) juga menyebutkan bahwa semakin tinggi tingkat obesitas seseorang, semakin besar dampaknya terhadap gejala klinis osteoarthritis lutut (knee osteoarthritis/KOA). Artinya, ada hubungan langsung dan bertahap antara peningkatan indeks massa tubuh (BMI) dengan keparahan KOA, semakin tinggi BMI, semakin parah gejalanya.
Selain itu, pasien obesitas biasanya memiliki lingkar paha yang lebih tinggi. Untuk menghindari kontak paha saat berjalan, sendi panggul pasien biasanya akan mengalami abduksi (menjauhi garis tengah tubuh) yang lebih besar dan lutut menjadi tidak sejajar atau terputar ke arah dalam (varus lutut). Posisi tersebut dapat menyebabkan beban preferensial dan kerusakan selanjutnya pada bagian medial (tengah) tulang rawan.
Sendi yang Sering Terdampak Osteoarthritis pada Penderita Obesitas
Obesitas memiliki efek yang paling signifikan terhadap sendi yang menahan berat badan, seperti lutut dan pinggul. Seiring waktu, sendi-sendi ini dapat mengalami kerusakan dan kelebihan berat badan atau obesitas bisa mempercepat proses tersebut. Selain itu, obesitas juga dapat menyebabkan peradangan kronis yang memengaruhi sendi apa pun, termasuk sendi yang tidak menanggung beban berat, seperti pergelangan tangan.
Apakah Menurunkan Berat Badan dapat Mengurangi Risiko Osteoarthritis pada Penderita Obesitas?
Memiliki berat badan yang ideal akan sangat membantu menangani osteoarthritis. Berdasarkan artikel berjudul Osteoarthritis yang dipublikasi oleh StatPearls (2023), setiap penurunan 1 pon (sekitar 0,45 kg) berat badan pada penderita obesitas atau overweight dapat mengurangi beban lutut hingga 3–6 kali lipat. Artinya, tekanan yang jauh lebih kecil pada lutut dapat mengurangi gejala osteoarthritis.
Selain itu, penurunan berat badan juga bisa membantu mengurangi peradangan di tubuh secara keseluruhan. Hal ini terjadi karena jaringan lemak melepaskan zat-zat pemicu peradangan. Jadi, semakin sedikit lemak yang dimiliki tubuh, maka semakin rendah tingkat peradangannya.
Latihan untuk Menurunkan Berat Badan dan Risiko Osteoarthritis
Terlepas dari apakah berat badan turun atau tidak, menjadi lebih aktif secara fisik juga dapat meningkatkan kekuatan dan kemampuan bergerak. Berolahraga mungkin lebih menantang bagi penderita osteoarthritis. Namun, di sisi lain, olahraga juga dapat berpotensi meningkatkan mobilitas dan mengurangi rasa nyeri.
Penurunan berat badan untuk mengurangi risiko osteoarthritis bisa dilakukan dengan mengombinasikan aktivitas fisik atau olahraga dengan perubahan pola makan. Beberapa jenis olahraga yang bisa membantu mengurangi tekanan pada sendi adalah sebagai berikut:
-
Aerobik air.
-
Yoga.
-
Tai chi.
-
Sepeda statis.
Selain berolahraga, berikut adalah beberapa langkah lain yang dapat dilakukan untuk memulai menurunkan berat badan:
-
Perbanyak konsumsi sayur dan serat.
-
Kurangi asupan kalori secara perlahan.
-
Jalan kaki ringan setelah makan.
-
Memilih naik tangga daripada eskalator atau lift.
Pada intinya, aktif melakukan aktivitas fisik serta mengatur pola makan sehat dan seimbang merupakan langkah utama dalam mengelola berat badan dan mencegah risiko kesehatan seperti osteoarthritis. Apabila diperlukan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan ahli gizi mengenai jenis makanan yang cocok dikonsumsi sesuai kondisi kesehatan.
Itulah penjelasan mengenai fakta tentang apakah obesitas rentan alami osteoarthritis. Namun, perlu diingat bahwa informasi di atas hanya bersifat edukatif dan tidak dapat menggantikan diagnosis yang akurat secara medis. Oleh sebab itu, apabila Anda mengalami sejumlah gejala yang mengarah pada osteoarthritis, jangan ragu berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi Subspesialis Pinggul dan Lutut di Siloam Hospitals terdekat.
Namun, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani terkait kondisi ini mungkin berbeda di satu fasilitas kesehatan dengan yang lain. Tenaga medis akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang tepat sesuai dengan kondisi medis setiap pasien.
Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk menemukan Siloam Hospitals terdekat. Melalui aplikasi ini, Anda juga dapat membuat janji temu dengan dokter terkait serta memeriksa riwayat kesehatan secara virtual. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Sumber
Healthline. The Link Between Weight Loss and Knee Pain. diakses pada 2025 | Life. Obesity-Related Knee Osteoarthritis—Current Concepts. Diakses pada 2025 | Medical News Today. Osteoarthritis and obesity: What is the link?. Diakses pada 2025 | StatPearls. Osteoarthritis. Diakses pada 2025 | Johns Hopkins Arthritis Center. Role of Body Weight in Osteoarthritis. Diakses pada 2025 | Frontiers in Immunology. Obesity, Inflammation, and Immune System in Osteoarthritis. Diakses pada 2025 | Scientific Reports. Level of obesity is directly associated with the clinical and functional consequences of knee osteoarthritis. Diakses pada 2025 | Frontiers in Aging Neuroscience. Exercise for Osteoarthritis: A Literature Review of Pathology and Mechanism. Diakses pada 2025 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Made Oka Mahendra, SpOT, M.Biomed
Ortopedi (Tulang)
Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Su Djie To Rante, M. Biomed., SpOT, Subsp. P.L(K)
Ortopedi (Tulang)
Subspesialis Panggul dan Lutut
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Henry Tanzil, M. Kes, SpOT (K), FICS
Ortopedi (Tulang)
Subspesialis Panggul dan Lutut
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
SPINE - Skrining Kesehatan Tulang Belakang (Lumbal)
2 Service/Item
Rp1.099.000
TERPOPULER
Calcium Total
Darah, Elektrolit
1 Service/Item
Rp88.200
TERPOPULER
Rontgen Tulang Belakang Bawah Dan Ekor/VERT. Lumbosacral AP + LAT
Rontgen / X-Ray
Rp509.000
TERPOPULER
Vert. Cervicalis AP + Lateral / Rontgen Tulang Leher
Rontgen / X-Ray
Rp405.000
TERPOPULER
Rontgen Tulang Paha/Femur
Rontgen / X-Ray
Rp335.000
CT Scan Tulang Belakang Bawah Dan Ekor/Lumbosacral (Non Kontras)
CT Scan, Tulang/ Ortopedi
Rp2.808.000
MRI Tulang Belakang Tengah/Punggung/Spine Thoracic (Non Kontras)
MRI / MRA
Rp2.870.000
TERPOPULER
1.5T MRI LUMBAL NON CONTRAST
MRI / MRA, Tulang/ Ortopedi
Rp2.870.000
TERPOPULER
MRI Tulang Leher/Spine Cervical (Non Kontras)
MRI / MRA
Rp2.870.000






