Ibu dan Anak
Dampak Negatif Gawai pada Anak & Cara Mencegah Bahayanya

Table of Contents
Canggihnya teknologi saat ini membuat setiap orang termasuk anak-anak keranjingan menggunakan gawai. Gawai mempunyai layar tayang yang disukai oleh otak anak yang sedang berkembang karena memiliki efek visual dan audio yang menarik. Hal ini membuat anak-anak menjadi kecanduan gawai. Terdapat beberapa dampak negatif gawai pada anak yang berbahaya bagi kesehatan anak.
Gawai merupakan benda yang mudah dibawa dan bisa dijadikan hiburan untuk anak. Tak jarang, orang tua memberikan gawai pada anak sejak dini agar anak tidak mengganggu aktivitas orang tua. Tapi, tahukah Anda jika gawai dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan anak? Berikut penjelasan mengenai dampak negatif gawai pada anak.
Dampak Negatif Gawai pada Anak
Jika digunakan secara berlebihan hingga menyebabkan kecanduan gawai yang justru dapat membahayakan kesehatan anak. Hal ini dikarenakan adanya sinar biru di layar gawai yang memberikan efek ketergantungan.
Berikut sejumlah dampak negatif gawai pada anak yang menimbulkan gangguan kesehatan anak:
1. Gangguan Kesehatan
Dampak negatif gawai pada anak yang pertama adalah dapat menimbulkan gangguan kesehatan. Gangguan ini ditandai dengan kekuatan fisik yang melemah dan kurangnya minat pada aktivitas fisik, keluhan sakit kepala, punggung, dan gangguan mata.
2. Gangguan Tumbuh Kembang
Dampak negatif gawai pada anak lainnya adalah gangguan tumbuh kembang. Gangguan ini ditandai antara lain obesitas, gangguan tidur, keterlambatan bicara, gangguan perilaku, gangguan kecerdasan, cemas, dan depresi.
Beragam gangguan di atas dapat memburuk jika dibiarkan. Maka itu, segera konsultasi dengan dokter jika anak mengalami gangguan di atas dan lakukan langkah pencegahan sebelum terlambat.
Mencegah Kecanduan Gawai (Gadget) pada Anak
Setelah mengetahui gangguan yang mungkin timbul jika anak ketergantungan atau kecanduan gawai, orang tua didorong untuk lebih hati-hati. Sejumlah langkah mencegah kecanduan gawai (gadget) pada anak yang bisa dilakukan antara lain:
- Jangan berikan gawai pada anak berusia 18-24 bulan.
- Batasi waktu penggunaan gawai pada anak. Misalnya, maksimal 1 jam per hari untuk anak berusia 2-5 tahun.
- Tidak mengizinkan anak menggunakan gawai selama jam makan maupun 1 jam sebelum tidur.
- Hindari meletakkan gawai di dalam kamar tidur anak.
- Ajak anak untuk melakukan kegiatan di rumah maupun di luar rumah, seperti olahraga ringan, memasak, dan mencoba hobi baru lainnya.
- Orang tua atau pengasuh wajib mendampingi anak saat menggunakan gawai, terutama mengakses aplikasi atau situs-situs tertentu.
Gawai memang mampu menawarkan beragam aplikasi yang menarik perhatian anak, namun jangan sampai Anda abai karenanya.
Tetap waspada terhadap pilihan aktivitas anak agar tumbuh kembangnya lebih optimal. Perlu diingat bahwamasa pertumbuhan anak adalah momen penting untuk mengajaknya mengeksplorasi banyak hal di lingkungan sekitar yang tidak terbatas hanya di depan layar gawai saja.
Untuk itulah, orang tua dianjurkan dapat aktif berperan mengembangkan permainan-permainan sederhana yang dapat membantu merangsang motorik dan kemampuan sosialisasi si kecil.
Jika Anda atau anak Anda membutuhkan bantuan profesional, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter dokter Siloam Hospital terdekat untuk memperoleh diagnosis dan penanganan medis secara tepat.
Anda dapat menggunakan fitur Cari Dokter untuk memudahkan akses pelayanan kesehatan di Siloam Hospitals. Fitur tersebut telah dilengkapi dengan informasi mengenai jadwal dokter dan pembuatan janji temu dengan dokter terkait.
Selain itu, Anda juga bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan secara mudah dan cepat. Segera miliki aplikasinya sekarang dan jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Lippo Cikarang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Jambi
Tersedia :
-







