Gejala dan Cara Mengatasi Computer Vision Syndrome pada Anak
Kesehatan Tubuh

Gejala dan Cara Mengatasi Computer Vision Syndrome pada Anak

12 September 2025 5 menit waktu baca
computer vision syndrome pada anak

Digital eye strain atau computer vision syndrome (CVS) adalah kumpulan gejala yang terkait dengan gangguan mata akibat terlalu lama menatap layar ponsel, komputer, atau perangkat elektronik sejenis lainnya. Kondisi ini bisa dialami oleh siapa saja, baik pada orang dewasa maupun anak-anak. Perlu diketahui, computer vision syndrome pada anak merupakan hal yang perlu diwaspadai karena bisa berdampak pada proses tumbuh kembangnya.

 

Mari kenali penyebab, gejala, hingga cara mengatasi computer vision syndrome pada anak selengkapnya melalui ulasan di bawah ini.

 

Apa itu Computer Vision Syndrome?

 

Computer vision syndrome atau CVS adalah kondisi yang ditandai dengan mata lelah, penglihatan kabur, mata merah, hingga nyeri pada punggung dan leher. Kondisi ini dapat terjadi akibat penggunaan perangkat elektronik berbasis komputer atau layar monitor secara berlebihan.

 

Penyebab Computer Vision Syndrome pada Anak

 

Seperti yang telah dijelaskan, computer vision syndrome adalah kondisi yang dapat dialami oleh berbagai kalangan, tidak terkecuali pada anak-anak. Kondisi ini dapat terjadi karena beberapa hal, yaitu:

 

  • Saat menatap layar gadget, komputer, desktop, tablet, dan sebagainya, mata akan terus bergerak dan berusaha memusatkan fokus pada suatu objek dalam jangka waktu yang lama sehingga membuat otot mata perlu bekerja lebih keras.

  • Huruf-huruf pada layar komputer atau monitor yang tidak setajam media cetak juga dapat memaksa mata untuk bekerja lebih keras saat membaca.

  • Refleks kedipan mata cenderung berkurang saat menatap layar monitor atau gadget.

  • Kontras dan silau cahaya yang berasal dari layar monitor atau gadget turut menambah beban kerja pada mata.

 

Selain itu, sejumlah faktor yang bisa meningkatkan risiko terjadinya computer vision syndrome pada anak adalah sebagai berikut:

 

  • Sudut dan jarak tubuh ke layar yang tidak sesuai.

  • Pencahayaan ruangan yang kurang baik saat menggunakan komputer atau gadget.

  • Menderita gangguan penglihatan lainnya.

 

Gejala Computer Vision Syndrome pada Anak

 

Adapun sejumlah gejala yang termasuk dalam computer vision syndrome pada anak adalah sebagai berikut.

 

  • Mata lelah.

  • Penglihatan ganda atau kabur.

  • Mata kering.

  • Mata merah, gatal, dan berair.

  • Pusing atau sakit kepala.

  • Nyeri pada leher, pundak, dan punggung.

 

Cara Mengatasi Computer Vision Syndrome pada Anak

 

Pada dasarnya, cara mengatasi computer vision syndrome pada anak dapat dilakukan dengan membatasi penggunaan komputer atau gadget agar tidak berlebihan. Selain itu, sejumlah cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi computer vision syndrome pada anak adalah:

 

1. Memperbaiki Postur Tubuh Anak saat Menggunakan Gadget

 

Cara mengatasi computer vision syndrome pada anak yang pertama adalah dengan memperbaiki postur tubuh anak saat sedang menggunakan gadget. Berikut adalah beberapa tips yang bisa dilakukan untuk menjaga postur tubuh yang baik saat sedang menggunakan gadget.

 

  • Duduk dengan posisi tegak. Pastikan posisi telinga sejajar dengan bahu.

  • Pastikan bahu anak tetap dalam keadaan rileks dan hindari postur tubuh membungkuk ke depan.

  • Gunakan kursi dengan ketinggian yang sesuai postur tubuh anak. Letakkan kaki pada lantai dengan lutut setinggi atau sedikit lebih tinggi daripada pinggul.

  • Letakkan layar komputer atau gadget sedikit di bawah ketinggian mata anak, yaitu sekitar 10–12 sentimeter dengan kemiringan bagian atas layar ke sisi belakang sekitar 10–20 derajat. Hal ini bertujuan untuk menjaga postur tubuh anak agar tidak terlalu membungkuk saat sedang menatap layar.

  • Pastikan pandangan mata mengarah ke tengah layar dengan jarak 50–70 sentimeter dari wajah anak.

  • Gunakan kursi yang memiliki sandaran atau penyangga punggung.

 

Penting pula untuk mengarahkan anak agar tidak bermain gadget dengan posisi berbaring sebagai upaya mencegah dan mengatasi CVS. Selain itu, jangan lupa untuk mengajari si kecil agar selalu melakukan peregangan tubuh secara berkala guna menjaga fleksibilitas dan membuat otot-otot tubuh menjadi lebih rileks saat menggunakan komputer atau gadget.

 

2. Menggunakan Lensa Kacamata yang Sesuai

 

Bila anak menderita gangguan mata, seperti rabun jauh (miopia), mata silinder (astigmatisma), atau bahkan rabun dekat (hipermetropia), orang tua perlu memastikan si kecil menggunakan lensa kacamata yang sesuai dengan kondisi matanya guna membantu kerja mata saat menatap layar komputer atau gadget.

 

3. Menyesuaikan Cahaya di Lingkungan Sekitar

 

Cara mengatasi computer vision syndrome pada anak berikutnya adalah dengan menyesuaikan pencahayaan di lingkungan sekitar, tidak terlalu terang maupun terlalu gelap. Pasalnya, penerangan yang tidak sesuai dapat menimbulkan kontras berlebihan dari layar komputer atau gadget sehingga bisa menyebabkan mata terasa tidak nyaman.

 

Berikut adalah langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk menyesuaikan cahaya di lingkungan sekitar anak saat sedang menggunakan komputer atau gadget.

 

  • Pastikan posisi duduk anak tidak membelakangi atau menghadap jendela secara langsung saat sedang menggunakan komputer atau gadget.

  • Tutup tirai jendela apabila cahaya matahari terlalu menyilaukan.

  • Sesuaikan posisi layar komputer atau gadget untuk mengurangi refleksi cahaya dari lampu atau sinar matahari dari jendela.

  • Posisikan lampu meja agar tidak mengarah ke mata secara langsung.

  • Gunakan lampu dengan daya watt yang rendah.

  • Atur tingkat kontras dan kecerahan cahaya dari layar komputer atau gadget agar anak dapat melihat teks atau gambar dengan mudah.

  • Gunakan pelindung layar antisilau untuk mengurangi screen glare.

 

4. Menerapkan Teknik 20-20-20

 

Ajarkan anak untuk menerapkan teknik 20-20-20 saat menggunakan komputer atau gadget, yaitu mengistirahatkan mata setiap 20 menit untuk menatap objek yang berjarak 20 kaki atau 6 meter selama kurang lebih 20 detik.

 

Selain itu, pastikan pula untuk membatasi durasi penggunaan gadget pada anak, yaitu maksimal 2 jam per hari, guna mengatasi CVS sekaligus mencegah risiko kecanduan gadget.

 

5. Lebih Sering Berkedip

 

Salah satu cara mengatasi computer vision syndrome pada anak yang tidak kalah penting adalah mengajarkan dan mengingatkan anak untuk lebih sering berkedip saat menggunakan komputer atau gadget. Hal ini dilakukan untuk menjaga kelembapan mata serta mencegah terjadinya mata kering.

 

Itu dia penyebab, gejala, serta cara mengatasi computer vision syndrome pada anak yang penting untuk dipahami. Jika si kecil menunjukkan gejala-gejala di atas, ada baiknya untuk berkonsultasi dengan dokter Siloam Hospitals terdekat guna mendapatkan diagnosis, tindakan medis, dan saran perawatan yang tepat dari dokter spesialis berpengalaman.


Untuk memudahkan, manfaatkan fitur Cari Dokter yang telah dilengkapi dengan informasi jadwal serta pembuatan janji temu dengan dokter terkait. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk berkonsultasi langsung dengan dokter secara virtual. Unduh MySiloam sekarang dan jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!

 

My Siloam App

Dokter Kami
dr-anastasia-vanny-launardo-spm

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Anastasia Vanny Launardo, M.Kes, SpM

Oftalmologi (Mata)

Spesialis Mata


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-boyke-kuhurima-spm

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Boyke Kuhurima, SpM (K)

Oftalmologi (Mata)

Spesialis Mata


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-nursyamsi-spm-m-kes

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Nursyamsi, SpM, M.Kes

Oftalmologi (Mata)

Spesialis Mata


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail