Cara Minum Obat Cacing yang Benar dan Risiko Efek Sampingnya
Kesehatan Tubuh

Cara Minum Obat Cacing yang Benar dan Risiko Efek Sampingnya

30 Mei 2025 5 menit waktu baca
cara minum obat cacing

Infeksi cacing adalah salah satu gangguan kesehatan yang umum terjadi di negara tropis. Kondisi ini pada dasarnya dapat ditangani dengan penggunaan obat cacing (antelmintik). Dalam hal ini, sangat penting untuk memahami cara minum obat cacing yang tepat agar obat tersebut bisa menangani infeksi cacing secara efektif. Mari simak informasi selengkapnya mengenai cara menggunakan obat cacing yang benar melalui artikel berikut ini.

Mengenal Infeksi Cacing

Infeksi cacing atau penyakit cacingan adalah kondisi ketika terdapat cacing yang masuk dan menginfeksi tubuh manusia. Sebagai informasi, cacing adalah parasit yang dapat hidup dan menyerap nutrisi yang ada di dalam tubuh manusia. Terdapat beberapa jenis cacing yang umum menginfeksi manusia, di antaranya:

 

  • Cacing gelang, atau yang dikenal dengan Ascaris lumbricoides (cacing penyebab ascariasis). Telur cacing gelang biasanya masuk ke dalam tubuh melalui makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi. Kemudian, telur cacing tersebut dapat hidup dan menetas di dalam usus, serta menyebar ke bagian tubuh lain melalui pembuluh darah.

  • Cacing pita, yaitu cacing yang masuk ke dalam tubuh manusia melalui konsumsi daging sapi atau babi yang tidak matang. Terdapat dua spesies yang menyebabkan infeksi cacing pita, yaitu Taenia saginata (kerap ditemukan pada daging sapi) dan Taenia solium (ditemukan pada daging babi).

  • Cacing kremi, yaitu cacing yang paling banyak menginfeksi anak-anak usia sekolah dan paling menular di antara infeksi cacing yang lain. Penyebabnya adalah cacing Enterobius vermicularis yang masuk ke tubuh manusia lewat makanan yang telah terkontaminasi telur cacing tersebut. 

  • Cacing tambang (hookworm), yaitu cacing masuk ke dalam tubuh dengan menembus kulit, misalnya melalui telapak kaki yang tidak menggunakan alas kaki. Penyebab dari kondisi ini adalah spesies Ancylostoma duodenale dan Necator americanus. Larva cacing tambang dapat masuk dalam sirkulasi darah dan terbawa ke paru-paru atau tenggorokan. Ketika pasien terbatuk, larva cacing akan keluar atau tertelan ke saluran pencernaan.

  • Flukeworms, yaitu jenis cacing yang bisa hidup di dalam pembuluh darah, usus, paru-paru, atau hati dan menyebabkan penyakit yang dikenal dengan schistosomiasis. Cacing ini biasanya masuk ke dalam tubuh ketika seseorang berenang atau mandi pada sumber air tawar, seperti sungai.

Pengobatan Infeksi Cacing

Secara umum, pengobatan infeksi cacing dapat dilakukan dengan menggunakan obat cacing atau antelmintik. Beberapa jenis antelmintik yang umum digunakan untuk menangani infeksi cacing adalah mebendazole, albendazole, dan pyrantel pamoate. Setiap jenis obat cacing tersebut memiliki cara kerjanya masing-masing. Berikut adalah penjelasan selengkapnya:

 

  • Mebendazole dan albendazole: Bekerja dengan cara mencegah cacing untuk menyerap nutrisi dalam bentuk gula (glukosa) di dalam tubuh. Hal ini membuat cacing kehilangan sumber energi dan mati. 

  • Pyrantel pamoate: Bekerja dengan cara melumpuhkan dan membunuh cacing yang ada di dalam tubuh. Kemudian, cacing tersebut dapat dikeluarkan dari usus melalui feses.

 

Pada dasarnya, pengobatan infeksi cacing ini dapat dilakukan dalam waktu yang singkat, biasanya hanya beberapa hari. Di samping itu, durasi penggunaan obat cacing tersebut juga dapat disesuaikan dengan jenis obat serta jenis cacing yang menginfeksi tubuh.

Cara Minum Obat Cacing yang Benar

Cara minum obat cacing yang benar pada dasarnya perlu disesuaikan dengan bentuk sediaan obatnya. Secara umum, obat cacing tersedia dalam beberapa bentuk sediaan, yaitu tablet, tablet kunyah, dan sirup. Obat cacing dalam bentuk sirup dan tablet dapat langsung ditelan dengan bantuan air putih. Sementara itu, apabila mendapatkan tablet kunyah, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan saat mengonsumsinya, yaitu:

 

  • Obat dapat dikonsumsi tanpa atau bersamaan dengan makanan lain.

  • Beberapa jenis obat cacing tersedia dalam bentuk sediaan tablet kunyah yang perlu dikunyah terlebih dahulu sebelum ditelan. Jika kesulitan untuk mengunyah tablet, masukkan obat tersebut ke dalam sendok dan tambahkan 2–3 ml air putih. Tablet akan menyerap air dalam waktu 2 menit dan berubah menjadi lebih lunak sehingga akan lebih mudah untuk ditelan.

 

Di samping itu, terdapat beberapa jenis obat cacing yang tidak direkomendasikan untuk ibu hamil dan ibu menyusui, sehingga dibutuhkan konsultasi lebih lanjut dengan dokter untuk pemilihan obat berdasarkan jenis cacing yang menginfeksi.

 

Pasien juga perlu berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu guna mengetahui dosis konsumsi obat cacing yang tepat dan sesuai dengan kondisi tubuh. Selain itu, ingatlah untuk senantiasa mengikuti aturan pakai pada label obat.

 

Apabila tidak sengaja melewatkan satu dosis obat cacing, pasien disarankan untuk meminumnya sesegera mungkin saat teringat. Namun, jika sudah mendekati waktu mengonsumsi dosis obat cacing berikutnya, maka abaikan dosis yang sudah terlewat dan kembali ke jadwal dosis seperti biasa. Pastikan untuk tidak menggandakan dosis obat cacing.

Risiko Efek Samping Obat Cacing

Secara umum, obat cacing dapat ditoleransi dengan baik oleh tubuh dan sangat jarang menimbulkan efek samping yang serius. Namun, pada kondisi tertentu, obat ini bisa memicu terjadinya beberapa efek samping ringan, seperti:

 

  • Mual.

  • Muntah.

  • Nyeri perut.

  • Kehilangan nafsu makan.

  • Sakit kepala.

  • Diare.

 

Demikian penjelasan mengenai cara minum obat cacing yang benar beserta beberapa risiko efek sampingnya yang perlu dipahami. Perlu diingat, konsumsi obat ini pada dasarnya harus berdasarkan rekomendasi dokter. Obat cacing juga hanya bisa digunakan jika diagnosis infeksi cacing telah dikonfirmasi oleh dokter.

 

Apabila ingin mengetahui cara minum obat cacing yang tepat dan sesuai kondisi tubuh, Anda bisa berkonsultasi dengan Dokter Umum berpengalaman di Siloam Hospitals terdekat. Tak perlu khawatir, Siloam Hospitals menyediakan tim dokter multidisiplin dan fasilitas medis berteknologi mutakhir yang memungkinkan pasien untuk memperoleh tindakan medis secara komprehensif dan sesuai kondisi tubuh.

 

Perlu diketahui, setiap prosedur medis yang dilakukan di masing-masing rumah sakit mungkin akan berbeda, karena hal tersebut perlu disesuaikan dengan fasilitas kesehatan yang tersedia. Namun, tenaga medis profesional akan memastikan seluruh tindakan pemeriksaan dan pengobatan yang dilakukan sesuai dengan kondisi pasien.

 

Untuk memudahkan Anda, manfaatkan pula aplikasi MySiloam yang dilengkapi dengan berbagai fitur untuk melihat informasi jadwal praktik hingga reservasi dokter pilihan. Aplikasi ini juga memungkinkan pasien untuk check in mandiri serta antre secara online. Dengan begitu, Anda tidak perlu menunggu terlalu lama di rumah sakit.

Sumber

Patient. Worm Medicines. Diakses pada 2024 | Mayo Clinic. Albendazole (Oral Route). Diakses pada 2024 | Mayo Clinic. Mebendazole (Oral Route). Diakses pada 2024 | MIMS. Mebendazole. Diakses pada 2024 | MIMS. Albendazole. Diakses pada 2024 | MIMS. Praziquantel. Diakses pada 2024 | National Library of Medicine. Thiabendazole. Diakses pada 2024 | European Journal of Medicinal Chemistry. Antiparasitic activity of ivermectin: Four decades of research into a “wonder drug”. Diakses pada 2024 |

Dokter Kami
dr-susianah-sarbana

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Susianah Sarbana

Kedokteran Umum

Dokter Umum


MRCCC Siloam Hospitals Semanggi

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-i-wayan-murtana-putra

Kunjungi Rumah Sakit

dr. I Wayan Murtana Putra

Kedokteran Umum

Dokter Umum


Siloam Hospitals Denpasar

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-inanto-widjaja

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Inanto Widjaja

Kedokteran Umum

Dokter Umum


Siloam Hospitals TB Simatupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail