Apa Itu Infeksi Cacing Kremi? Kenali Gejala-Gejalanya!
Kesehatan Tubuh

Apa Itu Infeksi Cacing Kremi? Kenali Gejala-Gejalanya!

26 Agustus 2025 6 menit waktu baca
Mengenal infeksi cacing kremi

 

Infeksi cacing kremi adalah infeksi menular yang disebabkan oleh cacing Enterobius vermicularis. Kondisi ini biasanya ditandai dengan rasa gatal yang mengganggu di anus. Lantas, bagaimana infeksi cacing kremi bisa terjadi? Simak penjelasan lengkapnya melalui artikel berikut ini.

 

Apa Itu Infeksi Cacing Kremi (Enterobiasis)?

 

Infeksi cacing kremi atau enterobiasis adalah infeksi cacing yang sangat menular. Jenis cacing ini menjangkit usus halus dan usus besar manusia. Beberapa orang mungkin tidak menunjukkan gejala apa pun saat mengalami infeksi ini, namun sebagian lainnya bisa mengalami gatal-gatal di anus. 

 

Infeksi cacing kremi merupakan infeksi yang paling sering terjadi di seluruh dunia dan umumnya menyerang anak-anak. Kelompok orang yang paling mungkin tertular cacing kremi adalah anak-anak di bawah usia 18 tahun, pengasuh anak-anak yang terinfeksi, dan orang-orang yang berada di rumah sakit. Pada kelompok ini, prevalensinya bisa mencapai 50%.

 

Infeksi ini pun berisiko lebih tinggi terjadi di daerah padat penduduk dan sering menginfeksi satu keluarga. Oleh karena itu, apabila terdapat satu anggota keluarga yang terinfeksi, maka anggota keluarga yang lain juga harus dievaluasi oleh dokter.

 

Sebagai informasi, telur cacing kremi dapat bertahan hidup di lingkungan dalam ruangan selama 2 hingga 3 minggu dan manusia adalah satu-satunya host atau inang untuk cacing ini. Hewan peliharaan, seperti anjing dan kucing, tidak dapat tertular cacing kremi pada manusia.

 

Penyebab Infeksi Cacing Kremi

 

Infeksi cacing kremi terjadi ketika terdapat telur cacing kremi (Enterobius vermicularis) masuk ke dalam tubuh manusia. Seperti cacing pada umumnya, cacing kremi memiliki ukuran yang sangat kecil, yakni sekitar 0,6–0,13 cm. Beberapa cara yang menjadi jalan masuknya telur cacing kremi ke dalam tubuh adalah:

 

  • Kontak langsung dengan telur, misalnya seseorang menyentuh telur cacing kremi yang menempel di permukaan benda kemudian orang tersebut memasukkan tangan ke mulut ketika makan atau menggigit kuku. Telur cacing ini juga bisa ditularkan melalui aktivitas seksual.

  • Autoinfeksi (infeksi berulang). Telur cacing kremi di sekitar anus dapat menyebabkan gatal dan bila digaruk dengan tangan, maka telur tersebut bisa menempel ke tangan. Jika seseorang tidak menjaga kebersihan tangannya dan makan menggunakan tangan, telur berpotensi tertelan kembali dan memicu infeksi berulang.

 

Setelah telur cacing kremi masuk ke dalam tubuh, telur tersebut akan menetas, tumbuh, dan berkembang biak di saluran pencernaan. Cacing kremi biasanya akan bertelur di sekitar anus pada malam hari. Hal inilah yang membuat anus terasa gatal, terutama di malam hari. Adapun beberapa faktor risiko yang meningkatkan infeksi cacing ini adalah higienitas yang buruk, makan setelah menyentuh barang yang terkontaminasi, dan tinggal bersama orang yang terinfeksi. 

 

Gejala Infeksi Cacing Kremi

 

Kebanyakan kasus enterobiasis tidak menimbulkan gejala apa pun. Namun, gejala bisa saja muncul ketika jumlah cacing yang berkembang biak di saluran pencernaan sudah semakin banyak. Adapun beberapa gejala yang bisa ditimbulkan akibat infeksi cacing kremi adalah sebagai berikut:

 

  • Gatal di anus atau vagina (pada wanita), terutama di malam hari. 

  • Kemerahan atau luka di sekitar anus atau vagina.

  • Kesulitan tidur karena rasa gatal.

  • Berat badan menurun.

  • Sakit perut.

  • Mual dan muntah.

  • Gangguan pencernaan, seperti diare.

  • Nyeri saat buang air kecil.

  • Mengompol.

  • Luka atau kemerahan di sekitar anus karena garukan.

  • Terdapat cacing dalam feses.

 

Diagnosis Infeksi Cacing Kremi

 

Proses diagnosis enterobiasis dimulai dengan wawancara medis (anamnesis) untuk mengetahui gejala atau keluhan pasien, riwayat kesehatan, serta kebiasaan sehari-hari pasien. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik, termasuk di area anus pasien. 

 

Pada pasien dengan infeksi berat, dokter biasanya akan menemukan cacing kremi di sekitar lubang anus. Tanda lainnya yang bisa terlihat adalah luka atau iritasi kulit dan kemerahan di sekitar anus. Dokter juga dapat melakukan pemeriksaan penunjang bila diperlukan. Pemeriksaan penunjang tersebut biasanya meliputi tes selotip dan tes analisis sampel dari kuku. Berikut uraian selengkapnya.

 

  • Tes selotip. Dilakukan dengan menempelkan selotip bening di sekitar anus untuk memastikan keberadaan cacing kremi. Selotip kemudian akan dilihat di bawah mikroskop. Pemeriksaan ini sebaiknya dilakukan di pagi hari sebelum pasien buang air ataupun mandi.

  • Tes analisis sampel dari kuku. Dilakukan dengan mengeruk bagian bawah kuku yang digunakan pasien untuk menggaruk anus. Sampel tersebut kemudian diperiksa di bawah laboratorium guna memastikan ada atau tidaknya cacing kremi.

  • Pemeriksaan feses. Dilakukan dengan mengambil sampel feses (tinja) pasien untuk diperiksa di laboratorium guna memastikan infeksi cacing atau keberadaan telur cacing.

 

Komplikasi Infeksi Cacing Kremi

 

Pada dasarnya, enterobiasis jarang menimbulkan komplikasi serius. Namun, jika tidak mendapatkan penanganan dengan tepat, infeksi cacing ini dapat memicu beberapa masalah lain, misalnya vaginitis (infeksi pada vagina), endometritis (peradangan lapisan dinding rahim endometrium), dan salpingitis pada wanita.

 

Permasalahan tersebut bisa terjadi ketika cacing kremi dari anus menyebar dan berkembang biak di vagina lalu ke bagian lain, seperti rahim, saluran indung telur, hingga organ panggul, dan menyebabkan peradangan. Adapun beberapa komplikasi lain yang juga bisa disebabkan oleh infeksi cacing kremi adalah sebagai berikut:

 

 

Cara Mengobati Infeksi Cacing Kremi

 

Pengobatan yang dilakukan oleh dokter bertujuan untuk memusnahkan cacing kremi dan mencegah terjadinya infeksi berulang. Adapun cara pengobatan infeksi cacing kremi yang paling umum adalah meminum obat-obatan, seperti pyrantel pamoate, mebendazole, dan albendazole

 

Salah satu dari obat-obatan tersebut diberikan dalam satu dosis di awal, kemudian dosis tunggal lain dari obat yang sama diberikan dua minggu kemudian. Selain obat cacing, dokter biasanya juga meresepkan obat oles (salep) untuk mengatasi iritasi, kemerahan, nyeri, dan pembengkakan. Dokter juga dapat memberikan resep obat antigatal guna meredakan rasa gatal agar pasien menjadi nyaman sekaligus mencegah pasien menggaruk anus.

 

Selain penderita, keluarga atau orang terdekat yang tinggal di sekitarnya juga harus menjalani pengobatan untuk menghindari penularan. Pasien serta seluruh keluarga atau kerabat yang tinggal serumah juga diharuskan untuk lebih menjaga kebersihan, seperti rajin mencuci tangan.

 

Pasien juga dianjurkan untuk membersihkan rumah guna memberantas cacing dan telur cacing kremi yang kemungkinan menempel di permukaan benda-benda di rumah, seperti sprei, sarung bantal, selimut, gagang pintu, dudukan toilet, karpet, mainan anak, dan lain-lain. 

 

Pencegahan Infeksi Cacing Kremi

 

Langkah utama yang dapat dilakukan sebagai upaya dalam mencegah infeksi Enterobius vermicularis adalah menerapkan gaya hidup bersih. Adapun gaya hidup bersih yang dimaksud dapat meliputi cuci tangan hingga menggunakan alas kaki. Berikut adalah penjelasan selengkapnya.

 

  • Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

  • Memasak sayuran sampai benar-benar matang.

  • Menghindari penggunaan barang pribadi dengan orang lain.

  • Rutin membersihkan permukaan benda di rumah.

  • Menghindari kebiasaan mengisap jari dan menggigit kuku.

  • Tidak membiarkan kuku terlalu panjang dan selalu menjaga kebersihan kuku.

  • Menggunakan alas kaki saat keluar dari rumah.

 

Penting untuk diingat bahwa artikel ini bersifat edukatif dan tidak dapat menggantikan diagnosis maupun saran pengobatan dari tenaga medis profesional. Berbagai penyebab serta gejala yang disebutkan di atas pun tidak spesifik mewakili kondisi infeksi cacing kremi.

 

Artinya, penyebab atau gejala tersebut bisa serupa dengan kondisi medis lainnya. Oleh karena itu, apabila timbul rasa gatal tak tertahankan di area anus, jangan ragu untuk mengunjungi Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Siloam Hospitals terdekat agar mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

 

Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani dapat berbeda bergantung pada fasilitas kesehatan masing-masing rumah sakit. Tenaga medis profesional akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang disesuaikan dengan kondisi medis setiap pasien. 

 

Gunakan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang mempermudah perjalanan kesehatan Anda.

 

telechat (1)

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail