Kesehatan Tubuh
Mengenal Hubungan Antara Dislipidemia dengan Penyakit Ginjal Kronis

Table of Contents
Penyakit ginjal adalah salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya dislipidemia. Dislipidemia adalah suatu kondisi di mana terjadi ketidakseimbangan lemak (lipid) dalam darah seperti kolesterol, low density lipoprotein (LDL), high density lipoprotein (HDL), dan trigliserida, yang kadarnya bisa saja terlalu rendah atau terlalu tinggi.
Lantas, bagaimana hubungan antara dislipidemia dengan penyakit ginjal? Mari simak penjelasan selengkapnya dalam artikel berikut ini.
Hubungan Antara Dislipidemia dengan Penyakit Ginjal
Dislipidemia dapat diklasifikasikan menjadi dua tipe, yaitu tipe primer dan sekunder. Dislipidemia primer pada dasarnya berhubungan dengan adanya kelainan genetik yang memengaruhi metabolisme lipoprotein sehingga terjadi produksi berlebihan atau gangguan pembersihan trigliserida dan kolesterol.
Sementara itu, dislipidemia sekunder disebabkan oleh faktor gaya hidup yang tidak sehat serta kondisi medis lainnya yang secara tidak langsung memengaruhi metabolisme lipoprotein, seperti hipotiroidisme, diabetes melitus, sepsis, penyakit autoimun, penyakit liver, hingga penyakit ginjal kronis.
Pada pasien dengan penyakit ginjal kronis, dislipidemia adalah kondisi yang cukup umum terjadi. Dislipidemia yang terjadi pada penderita penyakit ginjal bisa bermacam-macam, mulai dari peningkatan kolesterol total, hipertrigliseridemia, peningkatan kadar LDL yang disertai, serta kadar HDL yang bisa normal atau menurun.
Sebagai contoh, pada kasus sindrom nefrotik di mana terjadi kerusakan pada ginjal yang menyebabkan kadar protein dalam urine meningkat, hiperkolesterolemia (meningkatnya kadar kolesterol total, LDL, dan trigliserida) merupakan salah satu kriteria diagnostik dari penyakit ini.
Pasien sindrom nefrotik dengan penyakit ginjal kronis stadium 1–4 biasanya mengalami peningkatan produksi LDL karena menurunnya proses pemecahan LDL, disertai peningkatan kadar kolesterol total. Sementara itu, kadar HDL bisa berada di rentang normal atau rendah.
Sedangkan pada pasien sindrom nefrotik dengan penyakit ginjal kronis stadium 2–4 cenderung memiliki kadar LDL normal, HDL yang rendah, dan mengalami peningkatan kadar trigliserida. Perubahan-perubahan tersebut dapat terjadi karena menurunnya aktivitas enzim lipase dalam memecah lemak.
Selain itu, kadar lipid juga dapat mengalami perubahan ketika penderita penyakit ginjal kronis menjalani prosedur hemodialisis atau transplantasi ginjal. Karenanya, penderita perlu menjalani terapi pengelolaan lipid secara dini untuk menurunkan tingkat morbiditas dan mortalitas.
Dislipidemia Lebih Sering Dialami Pasien Penyakit Ginjal Diabetik
Kasus dislipidemia biasanya lebih sering dialami oleh pasien penyakit ginjal kronis yang disebabkan oleh penyakit diabetes (disebut juga sebagai penyakit ginjal diabetik atau PGD). Pasalnya, kadar lipid pada penderita PGD lebih tinggi daripada penderita penyakit ginjal yang nondiabetik.
Salah satu terapi yang dapat diberikan untuk menangani kondisi dislipidemia pada penderita penyakit ginjal kronis serta mencegah terjadinya komplikasi serius seperti penyakit kardiovaskular adalah dengan mengonsumsi obat antidislipidemia golongan statin.
Akan tetapi, berdasarkan artikel penelitian yang dilansir pada The Lancet, disebutkan bahwa statin memang dapat menurunkan kadar LDL dan kolesterol total, namun tidak memiliki efek yang signifikan dalam menurunkan risiko komplikasi kardiovaskular. Selain itu, statin juga dinilai tidak efektif dalam mengatasi hipertrigliseridemia dan peningkatan atau penurunan kadar HDL.
Deteksi Dini Penyakit Ginjal Kronis di Siloam Hospitals
Penyakit ginjal kronis perlu diwaspadai karena dapat memicu komplikasi serius yang dapat membahayakan kesehatan tubuh. Mengingat bahwa ginjal merupakan salah satu organ vital yang memainkan peran penting di dalam tubuh.
Jika ingin memantau kondisi kesehatan ginjal, salah satu caranya adalah dengan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala di Siloam Hospitals. Terdapat berbagai paket pemeriksaan kesehatan yang bisa membantu mendeteksi penyakit ginjal yang disesuaikan dengan kondisi kesehatan pasien. Berikut masing-masing penjelasannya.
1. Tes Kreatinin
Tes kreatinin adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk mengukur kadar kreatinin dalam darah. Pemeriksaan ini bermanfaat untuk memantau kemampuan fungsi ginjal dalam menyaring sisa-sisa hasil metabolisme tubuh yang berada dalam darah dan urine, serta mendeteksi penyakit ginjal kronis.
2. Tes Ureum
Tes ureum adalah jenis pemeriksaan yang bertujuan mengukur kadar nitrogen urea di dalam darah. Pemeriksaan ini perlu dilakukan untuk memantau kinerja ginjal dan mendeteksi penyakit ginjal kronis. Sebelum melakukan pemeriksaan ini, harap beritahukan dokter mengenai obat-obatan yang sedang dikonsumsi.
3. Tes Ureum dan Kreatinin
Tes ureum dan kreatinin bermanfaat untuk mendeteksi penyakit ginjal kronis dan menguji kemampuan ginjal dalam menyaring hasil metabolisme tubuh dalam darah serta urine. Pemeriksaan ini dilakukan dengan mengukur kadar kreatinin dan nitrogen urea di dalam darah.
4. Tes Urine Rutin (Protein, Glukosa, Sedimen)
Tes urine merupakan salah satu bagian dari general medical check up yang bermanfaat untuk mendeteksi berbagai kondisi medis yang berkaitan dengan kesehatan sistem saluran kemih seperti misalnya infeksi saluran kemih (ISK), serta memantau efektivitas pengobatan atau terapi.
5. Tes Urine Lengkap
Tes urine lengkap juga digunakan untuk membantu dokter menegakkan diagnosis dari berbagai penyakit yang berkaitan dengan sistem saluran kemih serta memantau efektivitas pengobatan atau terapi.
Paket pemeriksaan penyakit ginjal bisa Anda pesan secara online melalui fitur Siloam Digital Radiologi yang tersedia di aplikasi MySiloam. Dengan fitur ini, Anda dapat menemukan berbagai paket Cek Laboratorium lainnya yang tersedia di Siloam Hospitals terdekat, yang bisa Anda pilih sesuai dengan rekomendasi dari dokter.
Manfaatkan juga fitur Cari Dokter yang memberikan kemudahan bagi Anda, mulai dari melihat jadwal praktik dokter hingga membuat janji temu dengan dokter terkait. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang dan percayakan selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kelapa Dua
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Creatinine / Kreatinin
Darah, Skrining Ginjal
1 Service/Item
Rp55.800
TERPOPULER
Ureum
Darah, Skrining Ginjal
1 Service/Item
Rp55.800
TERPOPULER
Ureum & Creatine (Ureum & Kreatinin)
Darah, Skrining Ginjal
1 Service/Item
Rp111.600
TERPOPULER
Complete Urinalysis (Chem & Sed) / Urine Lengkap
Infeksi, Skrining Ginjal, Urin
1 Service/Item
Rp76.500
TERPOPULER
Routine Test / Urine Rutin (Protein, Glukosa, Sedimen)
Infeksi, Skrining Ginjal, Urin
1 Service/Item
Rp63.000







