Kesehatan Tubuh
Hati-Hati! Ini Efek Samping Operasi TURP yang Perlu Diperhatikan

Table of Contents
Operasi transurethral resection of the prostate atau TURP adalah salah satu prosedur medis yang umum dilakukan untuk mengatasi masalah pembesaran prostat jinak, terutama pada pria lanjut usia. Lantas, adakah efek samping operasi TURP yang perlu diwaspadai? Simak penjelasan selengkapnya melalui ulasan di bawah ini.
Risiko Komplikasi dan Efek Samping Operasi TURP
Seperti yang sudah disebutkan, TURP adalah prosedur yang umum digunakan untuk mengatasi masalah saluran kencing yang disebabkan oleh pembesaran prostat, seperti benign prostatic hyperplasia (BPH). TURP cenderung dianggap sebagai pilihan pengobatan yang efektif bagi pria yang memiliki masalah saluran kencing sedang hingga serius yang belum membaik dengan pengobatan.
Pada dasarnya, transurethral resection of the prostate (TURP) adalah prosedur yang aman. Sebelum melakukan TURP, tenaga medis yang telah berpengalaman akan memastikan memenuhi syarat untuk menjalani prosedur ini sehingga bisa meminimalkan risiko efek samping atau komplikasi.
Namun, seperti prosedur medis lainnya, TURP juga berpotensi menimbulkan efek samping dan komplikasi yang perlu diwaspadai. Adapun beberapa efek samping operasi TURP adalah sebagai berikut:
1. Kesulitan Buang Air Kecil
Efek samping operasi TURP yang pertama dan paling umum adalah kesulitan buang air kecil. Kondisi ini biasanya berlangsung selama beberapa hari setelah prosedur. Untuk membantu mengeluarkan urine, biasanya dokter dapat memasang kateter urine melalui penis hingga ke kandung kemih sampai pasien bisa buang air kecil sendiri.
2. Infeksi Saluran Kemih
Infeksi saluran kemih (ISK) adalah efek samping yang bisa terjadi setelah prosedur medis apa pun dalam mengatasi masalah prostat. Risiko ini semakin tinggi bila durasi pemasangan kateter lebih lama. Beberapa pasien yang menjalani TURP diketahui mengalami ISK berulang.
3. Striktur Uretra
Striktur uretra atau penyempitan pada uretra dapat terjadi ketika jaringan uretra yang rusak selama prosedur operasi yang kemudian berubah menjadi jaringan parut. Gejala penyempitan uretra dapat meliputi nyeri saat berkemih, keinginan mengejan saat berkemih, urin tampak menetes atau menyemprot berbentuk dengan aliran terpisah, hingga urin sulit keluar.
4. Disfungsi Ereksi
Disfungsi ereksi adalah kondisi ketika seseorang kesulitan mendapatkan atau mempertahankan ereksi. Risiko efek samping ini sangat kecil, namun tak menutup kemungkinan bahwa pasien yang baru menjalani operasi TURP mengalami disfungsi ereksi setelah perawatan.
5. Perdarahan
Sama seperti risiko berbagai tindakan operasi lainnya, salah satu komplikasi dari operasi TURP lainnya adalah perdarahan. Perdarahan hebat pasca-operasi dapat ditangani dengan pemeriksaan ulang sistoskopi menggunakan resectoscope. Pada kasus tertentu, pasien mungkin memerlukan transfusi darah, terutama jika prostat yang diangkat cukup besar atau ketika pasien mengalami perdarahan yang hebat.
6. Kesulitan Menahan Buang Air Kecil
Pada kasus yang jarang terjadi, pasien yang baru menjalani operasi transurethral resection of the prostate mungkin dapat kehilangan kendali kandung kemih sehingga pasien sulit menahan keinginan untuk buang air kecil. Kondisi ini disebut juga sebagai inkontinensia urine. Inkontinensia setelah operasi TURP biasanya dapat sembuh dalam waktu tiga bulan setelah prosedur. Latihan kegel dan perawatan modifikasi perilaku/dasar panggul mungkin dapat membantu.
7. Rendahnya Kadar Natrium dalam Darah
Menurunnya kadar natrium dalam darah juga bisa menjadi salah satu efek samping operasi TURP. Meskipun jarang terjadi, selama operasi, tubuh bisa menyerap terlalu banyak cairan yang digunakan untuk membilas atau mengirigasi area prostat. Hal ini bisa menyebabkan kadar natrium dalam darah turun drastis yang menyebabkan kondisi hiponatremia dilusi.
8. Membutuhkan Pengobatan Ulang
Beberapa pria memerlukan pengobatan lanjutan setelah TURP. Pasalnya, pada beberapa kasus, gejala bisa kembali atau tidak membaik seiring berjalannya waktu. Terkadang, perawatan lebih lanjut diperlukan karena TURP menyebabkan uretra atau leher kandung kemih menyempit (striktur).
Cara Mengurangi Risiko Komplikasi dan Efek Samping Operasi TURP
Guna meminimalkan risiko komplikasi dan efek samping operasi TURP, beberapa langkah perawatan di rumah yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut:
-
Beristirahat dengan cukup.
-
Minum banyak cairan setelah menjalani TURP.
-
Jangan mengonsumsi obat apa pun kecuali seizin dokter.
-
Hindari mengejan saat buang air besar.
-
Hindari gerakan mengangkat atau menggali selama 6 minggu.
-
Hindari berkendara hingga satu minggu pertama.
-
Hindari melakukan aktivitas berat hingga 6 minggu.
-
Jika pasien pulang dengan kateter yang masih terpasang, pastikan kebersihan kateter tetap terjaga untuk mengurangi risiko infeksi.
-
Perhatikan gejala yang tidak biasa, seperti kemerahan, pembengkakan, keluarnya cairan, demam, perdarahan hebat, atau ketidakmampuan untuk buang air kecil. Segera konsultasikan dengan dokter agar tidak semakin serius.
Perlu diketahui bahwa operasi TURP biasanya direkomendasikan oleh dokter dengan pertimbangan kondisi kesehatan pasien guna memastikan apakah pasien memenuhi syarat untuk menjalani tindakan ini. Apabila Anda ingin memperoleh informasi lebih lanjut mengenai TURP, Anda bisa mengunjungi Dokter Spesialis Urologi di Siloam Hospitals terdekat.
Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan langkah pengobatan di setiap rumah sakit mungkin berbeda-beda, tergantung dari fasilitas kesehatan yang tersedia. Kendati demikian, tenaga medis profesional akan menentukan pemeriksaan dan pengobatan sesuai dengan kondisi kesehatan pasien.
Manfaatkan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan yang memudahkan Anda, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Sumber
Mayo Clinic. Transurethral resection of the prostate (TURP). Diakses pada 2025 | Healthdirect. Transurethral resection of the prostate (TURP). Diakses pada 2025 | Better Health. Transurethral resection of the prostate (TURP) - for benign prostate disease. Diakses pada 2025 | NHS UK. Transurethral resection of the prostate (TURP). Diakses pada 2025 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Ambon
Tersedia :
Tersedia hari ini






