Ibu dan Anak
9 Mitos Kehamilan yang Penting untuk Diketahui, Ini Faktanya

Table of Contents
- Mitos Seputar Kehamilan dan Faktanya
- 1. Ibu Hamil Tidak Boleh Berhubungan Intim
- 2. Ibu Hamil Dilarang Minum Kopi
- 3. Ibu Hamil Tidak Boleh Mewarnai Rambut
- 4. Bentuk Perut Ibu Hamil Menandakan Jenis Kelamin
- 5. Masalah Kulit pada Ibu Hamil Menandakan Jenis Kelamin
- 6. Jenis Makanan Menandakan Jenis Kelamin
- 7. Nanas dan Durian dapat Menyebabkan Keguguran
- 8. Ibu Hamil Tidak Boleh Berolahraga
- 9. Ibu Hamil Dilarang Memegang Kucing
Tak sedikit mitos kehamilan yang beredar di masyarakat, bahkan terkadang membuat ibu hamil menjadi khawatir akan hal-hal yang belum tentu kebenarannya. Misalnya, mitos tentang ibu hamil tidak boleh mengonsumsi nanas karena dapat menyebabkan keguguran.
Memang sulit untuk menghentikan atau membatasi munculnya mitos tentang kehamilan di masyarakat. Maka dari itu, ibu hamil perlu banyak-banyak menggali informasi terkait dengan kebenarannya agar tidak khawatir berlebihan.
Mari simak penjelasan mengenai sejumlah mitos kehamilan dalam artikel di bawah ini.
Mitos Seputar Kehamilan dan Faktanya
Berikut adalah penjelasan mengenai sejumlah mitos dan fakta seputar kehamilan yang penting untuk diketahui oleh ibu hamil.
1. Ibu Hamil Tidak Boleh Berhubungan Intim
Tak sedikit yang menganggap bawah ibu hamil tidak boleh berhubungan intim karena dapat menyakiti janin dan menyebabkan keguguran. Mitos kehamilan ini masih sering beredar padahal informasi tersebut tidak benar.
Faktanya, selama ibu hamil dalam kondisi sehat, maka ia tetap diperbolehkan melakukan hubungan intim. Pasalnya, selama kehamilan, janin akan terlindungi oleh kantung dan cairan ketuban, lendir tebal pada leher rahim, serta otot rahim yang kuat.
Sebagian besar penyebab terjadinya keguguran pada kehamilan adalah karena janin yang tidak dapat berkembang dengan baik. Jadi, hal ini tidak berkaitan dengan aktivitas hubungan intim.
Namun, lebih baik konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter mengenai hubungan seksual selama kehamilan, terutama bagi ibu hamil dengan riwayat kelahiran prematur. Hal ini penting dilakukan, mengingat sperma mengandung prostaglandin yang dapat merangsang terjadinya kontraksi rahim. Jika kontraksi ini terjadi pada masa kehamilan belum cukup bulan, maka dapat berisiko menyebabkan kelahiran prematur.
2. Ibu Hamil Dilarang Minum Kopi
Kehamilan merupakan saat yang dinantikan, sehingga setiap ibu pasti menginginkan pertumbuhan yang sehat bagi dirinya dan bayinya. Tak jarang orang-orang di sekitar pun turut memberikan saran, salah satunya bahwa ibu hamil tidak boleh minum kopi sama sekali.
Sebenarnya, ibu hamil boleh mengonsumsi kopi asalkan tidak berlebihan, yakni tidak lebih dari 200 mg kafein per harinya, atau setara dengan tiga cangkir teh atau satu gelas kopi instan. Pasalnya, tubuh bayi yang masih berkembang membutuhkan waktu lebih lama untuk mencerna kafein, sehingga ia bisa terpapar efek kafein lebih lama.
Namun, sejauh ini asupan kopi yang tidak melebihi kadarnya tidak berkaitan dengan risiko keguguran maupun kelahiran prematur. Sementara itu, jika ibu mengonsumsi kopi berlebihan (lebih dari 300 mg per hari), maka hal ini berisiko menyebabkan kelahiran bayi dengan berat badan rendah.
3. Ibu Hamil Tidak Boleh Mewarnai Rambut
Mitos kehamilan selanjutnya adalah ibu hamil tidak boleh menggunakan pewarna rambut. Padahal, mewarnai rambut tidak ada kaitannya dengan kesehatan ibu hamil maupun janin asalkan dilakukan secara tepat.
Jika ingin mewarnai rambut, sebaiknya ibu menunggu hingga usia kehamilan memasuki trimester kedua. Di samping itu, hindari cat rambut yang mengandung bau amonia menyengat karena ibu hamil cenderung lebih sensitif terhadap bau. Pastikan juga ibu hamil tidak memiliki riwayat alergi terhadap zat dalam pewarna rambut yang digunakan.
4. Bentuk Perut Ibu Hamil Menandakan Jenis Kelamin
Mitos kehamilan yang mengaitkan bentuk perut dengan jenis kelamin juga tidak benar. Dikatakan bahwa jika perut ibu berbentuk lancip dan tampak turun, maka bayinya berjenis kelamin laki-laki. Sebaliknya, apabila perut ibu berbentuk bulat dan terlihat menonjol ke atas, berarti perempuan.
Perlu diketahui bahwa bentuk perut ibu saat hamil bukan dipengaruhi oleh jenis kelamin, melainkan dipengaruhi oleh bentuk tubuh ibu, bentuk rahim, usia kehamilan, berat badan saat kehamilan, kekuatan otot perut dan posisi bayi saat berada dalam kandungan. Jenis kelamin bayi dapat dideteksi melalui pemeriksaan USG ketika usia kehamilan sudah berusia 18–20 minggu.
5. Masalah Kulit pada Ibu Hamil Menandakan Jenis Kelamin
Selain bentuk perut, ada pula mitos kehamilan yang mengatakan bahwa perubahan pada kulit ibu hamil memengaruhi jenis kelamin bayi. Menurut mitos tersebut, ibu yang mengandung bayi laki-laki akan memiliki kulit lebih gelap. Sedangkan, jika ibu yang memiliki kulit lebih cerah, maka sedang mengandung bayi perempuan.
Tentu saja informasi tersebut tidak benar. Perlu diketahui bahwa masalah kulit pada ibu hamil, seperti perubahan warna kulit dari cerah ke gelap atau sebaliknya, serta munculnya jerawat merupakan efek dari perubahan hormon selama kehamilan.
6. Jenis Makanan Menandakan Jenis Kelamin
Mitos kehamilan berikutnya mengatakan bahwa jika ibu hamil menyukai daging selama kehamilan, maka ia sedang mengandung bayi laki-laki. Sementara itu, jika ibu lebih suka mengonsumsi sayuran, berarti sedang mengandung bayi perempuan.
Perlu dipahami, jenis kelamin bayi dipengaruhi oleh- kromosom X dan Y saat terjadinya pembuahan. Selain itu, jenis kelamin bayi hanya bisa dideteksi melalui pemeriksaan USG. Selera makan ibu hamil pun bisa berubah-ubah. Jadi, kepercayaan mengenai jenis makanan menandakan jenis kelamin hanyalah mitos.
7. Nanas dan Durian dapat Menyebabkan Keguguran
Mitos kehamilan mengenai nanas dan durian sebenarnya sudah sejak lama beredar di masyarakat. Mitos tersebut beranggapan bahwa kedua buah ini dapat menyebabkan keguguran, sehingga ibu hamil tidak boleh mengonsumsinya.
Padahal, durian memiliki kandungan triptofan dan organo-sulfur yang justru berdampak positif bagi kehamilan. Namun, ibu hamil tetap perlu membatasi asupan durian secukupnya, terutama ibu dengan diabetes gestasional. Pasalnya, durian memiliki kadar gula dan karbohidrat tinggi.
Sementara itu, nanas mengandung vitamin C yang tinggi sehingga bermanfaat bagi ibu hamil. Tetapi, mengonsumsi nanas berlebihan juga tidak disarankan karena dapat menyebabkan kadar bromelain dalam tubuh meningkat. Kadar bromelain yang terlalu tinggi diketahui dapat memecah protein dan berpotensi menyebabkan keguguran.
Jadi, baik nanas maupun durian tidak menyebabkan keguguran dan aman dikonsumsi, selama tidak berlebihan. Sebetulnya, tidak hanya nanas dan durian, namun segala jenis makanan akan berdampak buruk pada kehamilan apabila dikonsumsi secara berlebihan.
8. Ibu Hamil Tidak Boleh Berolahraga
Anggapan bahwa ibu hamil tidak boleh berolahraga juga merupakan mitos kehamilan yang perlu diluruskan. Faktanya, olahraga untuk ibu hamil justru memberikan banyak manfaat, seperti mengatasi stres saat hamil, hingga mendukung proses persalinan.
Ibu hamil disarankan untuk melakukan olahraga ringan secara rutin, seperti jalan kaki, yoga, berenang, pilates, atau senam hamil. Adapun beberapa jenis olahraga yang perlu dihindari adalah seperti bersepeda, berkuda, atau boxing atau olahraga lainnya yang berisiko membuat ibu hamil terhantam atau terjatuh.
Jangan lupa lakukan pemanasan sebelum olahraga dan pendinginan setelahnya. Perhatikan juga durasi olahraga, jangan sampai terlalu lelah. Jika merasa sudah cukup, segeralah beristirahat dan minum air putih untuk mengembalikan cairan tubuh.
9. Ibu Hamil Dilarang Memegang Kucing
Sebenarnya, ibu hamil tetap bisa memegang ataupun bermain dengan kucing, namun harus berhati-hati dengan kotorannya. Pasalnya, kotoran kucing dapat membawa infeksi parasit Toxoplasma gondii yang berpotensi menyebabkan penyakit toksoplasmosis yang bisa berdampak buruk pada kesehatan ibu hamil dan bayi berupa kelahiran prematur, meninggalnya janin dalam kandungan, serta kerusakan pada fungsi mata, telinga, dan otak bayi.
Itulah penjelasan seputar mitos dan fakta kehamilan yang perlu Anda ketahui. Jika ibu hamil mengalami keluhan, segera kunjungi Siloam Hospitals terdekat untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan. Jika ingin mendapatkan akses layanan lebih cepat, Anda dapat membuat janji temu secara langsung melalui fitur Cari Dokter atau aplikasi MySiloam yang dapat diakses dari mana saja dan kapan saja. Mari jaga kesehatan Anda #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Lenny Khosal, M.Kes, SpOG
Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)
Spesialis Obstetri dan Ginekologi
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Tia Indriana, SpOG
Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)
Spesialis Obstetri dan Ginekologi
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Danny Wiguna, SpOG
Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)
Spesialis Obstetri dan Ginekologi
Siloam Hospitals Yogyakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Skrining Hidup Sehat Basic
Penawaran Spesial, Skrining Lite
11 Service/Item
Rp649.000
TERPOPULER
Skrining Hidup Sehat Mini
Skrining Lite
7 Service/Item
Rp449.000
NEST - Lab Screening Trimester 1 (PAKET A)
Lainnya
16 Service/Item
Rp4.642.000
NEST - Lab Screening Trimester 2 / Trimester 3
Lainnya
5 Service/Item
Rp1.226.000
NEST - Lab Screening Preops
Lainnya
10 Service/Item
Rp2.528.000
NEST - Lab Screening Trimester 1 (PAKET B)
Lainnya
9 Service/Item
Rp1.692.000







