6 Gangguan Kesehatan Mental pada Remaja yang Perlu Diwaspadai
Kesehatan Mental

6 Gangguan Kesehatan Mental pada Remaja yang Perlu Diwaspadai

08 Oktober 2025 4 menit waktu baca
jenis gangguan kesehatan mental yang umumnya dialami remaja

Gangguan kesehatan mental pada remaja adalah masalah yang memerlukan perhatian khusus. Menurut hasil survei Indonesia-national Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) tahun 2022, terdapat sebanyak 15,5 juta atau 1 dari 3 remaja (34,8%) Indonesia mengalami masalah kesehatan mental.

 

Sementara itu, menurut laporan dari WHO, 1 dari 7 anak berusia 10–19 tahun diketahui memiliki masalah psikologis. Di mana depresi, kecemasan, dan gangguan perilaku merupakan salah satu penyebab utama penyakit serta gangguan mental di kalangan remaja.

 

Itulah sebabnya, masalah kesehatan mental remaja perlu segera diminimalkan, salah satu caranya adalah dengan meningkatkan kesadaran akan jenis masalah mental yang sering dialami oleh remaja. Mari simak informasi selengkapnya di bawah ini.

 

Penyebab Gangguan Kesehatan Mental pada Remaja

 

Terdapat beberapa faktor yang dapat memicu gangguan kesehatan mental pada remaja, salah satunya adalah pola asuh orang tua. Beberapa orang tua mungkin tidak menyadari bahwa mereka telah memberikan tekanan berlebih atau bersikap terlalu protektif pada anaknya. Tekanan seperti itulah yang kerap menyebabkan anak remaja mengalami masalah mental.

 

Selain itu, beberapa faktor lain yang dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan mental pada remaja adalah sebagai berikut:

 

  • Krisis identitas atau kesulitan menemukan jati diri.

  • Mendapatkan persepsi keliru dari media sosial.

  • Tekanan dari lingkungan sekitarnya karena adanya perbedaan atau diskriminasi gender.

  • Kondisi keluarga yang tidak harmonis.

  • Memiliki hubungan yang buruk dengan teman sebayanya.

  • Menghadapi masalah ekonomi dan sosial yang buruk.

  • Mengalami masalah perundungan (bullying) atau kekerasan seksual.

 

Mengenal Ragam Gangguan Kesehatan Mental pada Remaja

 

Secara umum, gangguan mental terdiri dari berbagai jenis dengan gejala yang berbeda-beda. Namun, menurut WHO, sejumlah gangguan mental yang sering terjadi pada anak remaja adalah sebagai berikut:

 

1. Gangguan Makan

 

Salah satu gangguan kesehatan mental yang sering terjadi pada remaja antara lain adalah gangguan makan (eating disorder), seperti anoreksia nervosa, bulimia, maupun binge-eating disorder (makan terus-menerus).

 

Anoreksia dan bulimia biasanya dipicu oleh ketakutan remaja terhadap kenaikan berat badan, karena dapat menyebabkan mereka menjadi tidak percaya diri dan terobsesi memiliki tubuh yang kurus walaupun mungkin mereka sudah memiliki berat badan yang sangat rendah.

 

Sedangkan pada binge-eating disorder, mereka justru makan terlalu banyak dan memiliki kesulitan untuk menghentikannya. Biasanya kondisi ini disebabkan oleh stres.

 

2. Gangguan Perilaku

 

Beberapa jenis gangguan perilaku yang sering terjadi pada anak berusia remaja di antaranya ADHD, conduct disorder, learning disorder (gangguan belajar), ODD (oppositional defiant disorder), dan ASD (autism spectrum disorder).

 

3. Psikosis

 

Gangguan kesehatan mental remaja berikutnya adalah gangguan psikosis, yaitu kondisi ketika remaja tidak mampu membedakan antara realita dan imajinasi. Gangguan psikosis ditandai dengan adanya halusinasi dan waham (delusi). 

 

Halusinasi ditandai dengan gejala di mana pengidapnya sering merasa, melihat, mencium, atau mendengar hal-hal yang sebenarnya tidak ada. Sementara itu, delusi ditandai dengan gejala di mana pengidapnya mempunyai keyakinan yang kuat terhadap sesuatu yang tidak nyata. Gangguan psikosis dapat berkembang menjadi skizofrenia.

 

4. Gangguan Emosi

 

Gangguan emosional adalah gangguan kesehatan mental pada remaja yang paling sering ditemukan. Kondisi ini dapat berupa gangguan cemas, depresi, dan fobia spesifik (rasa takut berlebihan terhadap hal-hal atau objek tertentu).

 

5. Perilaku Berisiko Tinggi

 

Apabila anak remaja berani melakukan hal-hal yang berbahaya dan berisiko tinggi tanpa memikirkan tentang konsekuensi dari tindakannya tersebut, kondisi ini perlu diwaspadai sebagai gangguan kesehatan mental. Beberapa tindakan yang dianggap berbahaya dan berisiko tinggi adalah menyalahgunakan narkoba, seks bebas, mengonsumsi alkohol, dan lain-lain.

 

6. Menyakiti Diri Sendiri dan Bunuh Diri

 

Tekanan yang dialami oleh anak remaja dalam waktu lama dapat mendorong munculnya keinginan untuk menyakiti diri sendiri (self harm) hingga bunuh diri (suicidal thoughts). Tekanan tersebut bisa dipicu oleh banyak hal, seperti kekerasan seksual, perundungan (bullying), pengaruh media sosial, dan sebagainya.

 

Di samping itu, menurut IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), remaja juga kerap mengalami stres karena dihadapkan dengan segala bentuk perubahan dalam dirinya. Sering kali mereka juga merasa tertekan dengan target perkembangan yang harus dicapai sesuai usianya.

 

Tidak sampai disitu, masa remaja juga membuat anak sering berhadapan dengan bermacam-macam tantangan yang berkaitan dengan masa pubertas, perubahan peran sosial, serta lingkungannya dalam usaha mewujudkan kemandirian.

 

Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental Remaja

 

Gangguan kesehatan mental pada remaja sering kali disepelekan, sehingga cenderung tidak terdiagnosis secara dini dan tidak mendapatkan penanganan yang tepat, bahkan justru kerap diabaikan.

 

Padahal, kondisi ini dapat berpengaruh buruk terhadap perkembangan emosi, sosial, bahkan fisik anak remaja. Pada kasus yang lebih parah, gangguan mental pada remaja dapat memicu tindakan bunuh diri (suicide). Inilah sebabnya mengapa kesehatan mental remaja sangat penting dan perlu untuk diperhatikan.

 

Itulah penjelasan mengenai gangguan mental pada remaja yang penting untuk disadari, terutama oleh para orang tua. Hal ini perlu diperhatikan dan segera mendapatkan penanganan dari profesional secepatnya, sehingga orang tua harus segera berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater apabila menyadari adanya perubahan pada perilaku, pola pikir, dan suasana hati anak remaja yang tidak biasa.

 

Dalam hal ini, jangan ragu untuk berkonsultasi secara langsung dengan psikolog atau psikiater di Siloam Hospitals terdekat. Anda pun dapat menggunakan layanan Telekonsultasi untuk berdiskusi secara virtual dengan dokter dari mana saja dan kapan saja. Dokter pun dapat meresepkan obat-obatan sesuai dengan kondisi pasien.

 

Ingin membuat janji temu dengan dokter? Praktis, gunakan fitur Cari Dokter atau aplikasi MySiloam yang bisa diunduh secara gratis. Mari jaga kesehatan Anda dan keluarga #BersamaSiloam!

 

telechat

message

ArticleDetail