Gejala Gangguan Kognitif Ringan, Penting Disadari Sejak Dini
Kesehatan Tubuh

Gejala Gangguan Kognitif Ringan, Penting Disadari Sejak Dini

02 September 2025 4 menit waktu baca
gangguan kognitif ringan

 

Gangguan kognitif ringan (mild cognitive impairment) merupakan kondisi ketika seseorang mengalami penurunan fungsi kognitif yang lebih besar dibandingkan orang seusianya, namun belum cukup parah untuk dikategorikan sebagai demensia. Lantas, bagaimana tanda-tanda gangguan kognitif ringan yang perlu diwaspadai? Mari simak informasi selengkapnya di bawah ini.

 

Apa Itu Gangguan Kognitif Ringan?

 

Seperti yang sudah disebutkan, gangguan kognitif ringan (mild cognitive impairment) adalah kondisi ketika fungsi kognitif, seperti kemampuan berbahasa, ingatan, dan pengambilan keputusan, mengalami penurunan namun belum pada tahap mengganggu aktivitas sehari-hari.

 

Dengan kata lain, gangguan kognitif ringan adalah tahap peralihan antara fungsi otak normal dan demensia. Penderita gangguan ini masih sadar bahwa kemampuan berpikir atau ingatannya menurun dan orang-orang di sekitarnya juga dapat menyadari kondisi ini. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko demensia namun tidak selalu. Pada beberapa orang, gejalanya bisa stabil atau bahkan membaik.

 

Jenis-Jenis Gangguan Kognitif Ringan

 

Berdasarkan fungsi otak yang terganggu, gangguan kognitif ringan terbagi menjadi dua jenis utama. Berikut masing-masing penjelasannya:

 

  • Amnestic MCI (aMCI): Jenis gangguan ini memengaruhi daya ingat, misalnya sering lupa akan informasi penting yang mudah diingat.

  • Nonamnestic MCI (naMCI): Jenis gangguan ini lebih berdampak pada proses berpikir selain memori, misalnya kesulitan dalam mengambil keputusan.

 

Penyebab Gangguan Kognitif Ringan

 

Gangguan kognitif ringan umumnya tidak disebabkan oleh satu faktor tunggal. MCI bisa disebabkan oleh banyak hal, termasuk Alzheimer. Namun, tidak semua MCI berkembang menjadi demensia atau Alzheimer. Selain Alzheimer, MCI bisa menjadi tahap awal dari beberapa penyakit neurodegeneratif, seperti:

 

 

Adapun beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami gangguan kognitif ringan adalah sebagai berikut:

 

  • Berusia di atas 65 tahun.

  • Memiliki riwayat keluarga kandung dengan demensia.

  • Memiliki varian gen APOE-ε4 (APOE4), yaitu gen yang meningkatkan risiko penyakit Alzheimer.

  • Mengalami cedera atau gangguan otak, seperti cedera otak traumatis dan hidrosefalus.

  • Memiliki penyakit kronis, seperti diabetes, PPOK (penyakit paru obstruktif kronik), dan osteoartritis.

  • Memiliki masalah pada jantung dan pembuluh darah, seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan stroke.

  • Mengalami infeksi, seperti infeksi saluran kemih (ISK) dan HIV.

  • Gangguan kesehatan mental, seperti kecemasan dan depresi.

 

Gejala Gangguan Kognitif Ringan

 

Gejala utama dari gangguan kognitif ringan (MCI) adalah penurunan kemampuan dalam beberapa aspek berikut:

 

  • Perhatian.

  • Bahasa.

  • Penilaian.

  • Ingatan.

  • Perencanaan.

  • Penalaran.

 

Selain itu, penderita mungkin mulai menyadari hal-hal seperti:

 

  • Mudah terdistraksi atau kehilangan fokus.

  • Kesulitan menemukan kata yang tepat saat berbicara.

  • Lupa tanggal atau acara penting.

  • Terlambat membayar tagihan.

  • Sering salah meletakkan barang.

 

Diagnosis Gangguan Kognitif Ringan

 

Sebelum menegakkan diagnosis, dokter akan melakukan anamnesis (wawancara medis) mengenai gejala dan riwayat kesehatan pasien. Kemudian, dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik secara menyeluruh, terutama pemeriksaan neurologis. 

 

Sebagai catatan, tidak ada satu tes khusus yang secara pasti dapat mendiagnosis MCI. Namun, dokter mungkin akan melakukan berbagai tes untuk menyingkirkan kemungkinan kondisi lain dengan gejala serupa, serta mengukur kemampuan kognitif dan daya ingat pasien. Jenis tes ini meliputi:

 

  • Tes neuropsikologis (seperti tes kognitif).

  • Tes darah seperti darah lengkap, fungsi ginjal, fungsi hati, fungsi tiroid, elektrolit, gula darah, dan lain-lain, untuk mengidentifikasi penyebab MCI yang dapat ditangani. 

  • Tes urine.

  • Pungsi lumbal (pengambilan cairan tulang belakang).

  • CT scan atau MRI. Pemeriksaan pencitraan dapat membantu menyingkirkan kondisi seperti stroke, tumor otak, NPH, atau hematoma subdural sebagai penyebab disfungsi kognitif. 

 

Pengobatan Gangguan Kognitif Ringan

 

Belum ada pengobatan khusus yang digunakan untuk menangani gangguan kognitif ringan. Namun, jurnal berjudul Management of mild cognitive impairment (MCI): The need for national and international guidelines (2020) menunjukkan bahwa menjalani gaya hidup tanpa obat (nonfarmakologis), seperti rutin berolahraga, melatih otak, dan menerapkan pola makan seimbang, dapat membantu pasien dengan gangguan kognitif ringan (MCI). Kendati demikian, upaya ini belum terbukti dapat mencegah perkembangan demensia akibat gangguan kognitif ringan. 

 

Pencegahan Gangguan Kognitif Ringan

 

Sebagai informasi, hingga saat ini belum ada agen yang disetujui oleh Food and Drug Administration (FDA) untuk pengobatan MCI. Beberapa uji klinis terkontrol dengan

plasebo atas pengobatan yang biasa digunakan pada Alzheimer (donepezil,

galantamine, rivastigmine) tidak menunjukkan penurunan signifikan progresivitas MCI.

 

Penelitian berjudul Mild Cognitive Impairment: the Manchester consensus (2021), menunjukkan bahwa risiko gangguan kognitif ringan dapat dikurangi dengan melakukan langkah pencegahan primer dan sekunder.

 

Adapun langkah pencegahan primer meliputi gaya hidup sehat, kontrol hipertensi, berhenti merokok, diet Mediterania, serta mengelola kondisi fisik dan mental. Sementara itu, pencegahan sekunder meliputi edukasi masyarakat tentang pengurangan risiko, deteksi dini, dan intervensi multidomain (gizi, olahraga, serta latihan kognitif).

 

Sebagai informasi, penyebab serta gejala yang disebutkan di atas tidak spesifik mewakili gangguan kognitif ringan. Dengan kata lain, penyebab gejala tersebut bisa serupa dengan kondisi medis lainnya, sehingga penting untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Neurologi Subspesialis Neurodegeneratif di Siloam Hospitals terdekat agar mendapatkan diagnosis yang akurat.

 

Namun, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani terkait kondisi ini mungkin berbeda di satu fasilitas kesehatan dengan yang lain. Tenaga medis akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang tepat sesuai dengan kondisi medis setiap pasien.

 

Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk menemukan Siloam Hospitals terdekat. Melalui aplikasi ini, Anda juga dapat membuat janji temu dengan dokter terkait serta memeriksa riwayat kesehatan secara virtual. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

Sumber

Age and Ageing. Mild Cognitive Impairment: the Manchester consensus. Diakses pada 2025 | Cleveland Clinic. Mild Cognitive Impairment. Diakses pada 2025 | National Institute of Aging. What Is Mild Cognitive Impairment?. Diakses pada 2025 | Mayo Clinic. Mild cognitive impairment (MCI). Diakses pada 2025 |

Dokter Kami
dr-kelvin-yuwanda-spn

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kelvin Yuwanda, SpN, CIPS, AIFO-K

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-jerry-hartawan--sps

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Jerry Hartawan Saputra, SpN, M.Si.Med

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-dorothea-fortuna-meita-caturwulan-sps

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Dorothea Fortuna Meita Caturwulan, M.Kes, Sp.N, F.MIN, CIPS, FIPP

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail