Jenis Gangguan Mental pada Anak dan Cara Merawatnya
Kesehatan Mental

Jenis Gangguan Mental pada Anak dan Cara Merawatnya

08 Oktober 2025 5 menit waktu baca
Gangguan mental pada anak

Penting untuk diketahui bahwa gangguan mental bisa menyerang siapa saja, bukan hanya orang dewasa saja, tetapi juga anak-anak. Sayangnya, gejala gangguan mental pada anak sering kali tidak disadari karena dianggap sebagai bagian dari tahap pertumbuhan.

 

Gangguan mental pada anak digambarkan sebagai perubahan serius dalam berperilaku, belajar, serta emosional anak. Kondisi ini perlu diwaspadai karena dapat mengganggu tahap perkembangan anak.

 

Mari simak informasi lebih lanjut tentang tanda-tanda, penyebab, hingga cara merawat gangguan mental pada anak di bawah ini.

 

Mengenal Jenis Gangguan Mental pada Anak

 

Mendeteksi gangguan mental pada anak lebih sulit daripada orang dewasa. Hal ini dikarenakan anak-anak cenderung masih mengalami perubahan mental, emosional, dan fisik selama masa tumbuh kembangnya.

 

Adapun beberapa jenis gangguan mental pada anak yang sering terjadi adalah sebagai berikut:

 

 

Penyebab Gangguan Mental pada Anak

 

Gangguan mental yang dialami oleh anak-anak dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari faktor genetik hingga lingkungan sekitarnya. Berikut adalah masing-masing penjelasan tentang penyebab gangguan mental pada anak.

 

1. Faktor Genetik

 

Perlu diketahui bahwa gangguan mental yang dialami oleh anak bisa saja disebabkan oleh faktor genetik atau keturunan dari orang tuanya. Anak-anak yang memiliki keluarga dengan riwayat gangguan mental berisiko lebih tinggi mengalami masalah serupa.

 

2. Proses Perkembangan

 

Proses tumbuh kembang anak dapat menyebabkan perubahan hormon dan perkembangan otak, sehingga berisiko memicu gangguan mental pada anak. Hal ini bisa terjadi jika sistem saraf tidak berkembang secara optimal sehingga menimbulkan perubahan pada pola pikir, perilaku, serta suasana hati.

 

3. Lingkungan

 

Kondisi lingkungan menjadi salah satu faktor yang paling sering memengaruhi kesehatan mental anak-anak. Hal ini bisa terjadi ketika anak merasakan adanya tekanan dari orang-orang di sekitarnya, seperti tekanan untuk berprestasi di sekolah atau tekanan dalam pergaulan.

 

4. Pengalaman Traumatik

 

Gangguan mental yang menyerang anak-anak juga bisa dipicu oleh pengalaman traumatis, seperti perundungan (bullying), kekerasan fisik, hingga kekerasan seksual. Beberapa peristiwa tersebut dapat mengguncang kesehatan mental anak, sehingga memicu terjadinya depresi, gangguan kecemasan, atau gangguan mental lainnya.

 

Gejala Gangguan Mental pada Anak

 

Perubahan suasana hati, pola pikir, dan perilaku pada anak bisa saja menjadi hal yang wajar apabila setelahnya anak kembali bersikap normal. Namun, jika perubahan-perubahan pada anak tersebut tidak kunjung membaik atau justru mengalami perburukan, misalnya merasa gelisah terus-menerus, hal ini bisa menjadi tanda bahwa ia sedang mengalami gangguan mental.

 

Munculnya gejala atau tanda-tanda gangguan mental pada anak biasanya bisa berlangsung lama hingga beberapa minggu dan beberapa di antaranya dapat diidentifikasi dalam kehidupan sehari-hari. Adapun beberapa gejala atau tanda masalah kesehatan mental yang ditunjukkan oleh anak dari segi emosi dan perilaku, fisik, serta sosialnya adalah sebagai berikut:

 

A. Gejala Emosi dan Perilaku

 

  • Menunjukkan perubahan perilaku, misalnya sering mengompol, sering bertengkar, dan berperilaku kasar yang mungkin tidak dilakukan sebelumnya.

  • Perubahan suasana hati yang drastis.

  • Tidak lagi menikmati hal-hal yang sebelumnya disukai.

  • Tampak takut atau sangat khawatir.

  • Sering marah dan berperilaku agresif atau menantang.

  • Selalu gelisah, tidak bisa duduk diam pada satu tempat.

  • Sering menangis dan selalu terlihat sedih.

  • Sering mengalami stres dan menyalahkan diri sendiri.

  • Selalu menghindari aktivitas sosial dan tidak ingin berpisah dari orang tuanya.

  • Muncul keinginan untuk menyakiti diri sendiri (self harm) atau bunuh diri (suicidal thoughts).

 

B. Gejala Fisik

 

  • Merasa kesulitan atau tidak ingin bangun dari tempat tidur.

  • Tidak bisa tidur nyenyak.

  • Kesulitan makan.

  • Mengalami peningkatan atau penurunan berat badan secara drastis.

  • Mengalami beberapa keluhan kesehatan yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya, misalnya sakit perut, mual, sakit kepala, dan lain-lain.

 

C. Gejala Sosial di Sekolah

 

  • Tidak bisa menjalankan aktivitas di sekolah dengan baik.

  • Menarik diri dari pergaulan dengan teman-temannya.

  • Tidak mau menjalankan perintah dari gurunya.

  • Tidak mau berangkat ke sekolah.

  • Tidak tertarik pergi ke acara sosial bersama teman-temannya, misalnya acara ulang tahun.

 

Cara Menyikapi Gangguan Mental pada Anak

 

Pola asuh orang tua menjadi hal yang cukup berpengaruh terhadap kesehatan mental anak. Karenanya, jika melihat adanya perubahan perilaku, pola pikir, atau suasana hati yang tidak biasa pada anak, segera dorong ia untuk terbuka dengan perasaannya.

 

Dalam hal ini, penting bagi orang tua untuk mengetahui apa yang menyebabkan perubahan suasana hati dan perilaku pada anak. Dengan begitu, orang tua bisa memastikan apakah situasi tersebut hanya bersifat sementara atau mengarah pada masalah serius yang memerlukan penanganan profesional.

 

Berikut adalah beberapa tips yang bisa diterapkan oleh orang tua untuk memberikan kesempatan kepada anak agar bisa menjadi lebih terbuka mengenai masalah kesehatan mental:

 

  • Beri tahu kepada anak bahwa Anda memperhatikannya ketika sedih dan ingin memberikan bantuan. Dengan begitu, anak mungkin akan lebih terbuka terhadap perasaannya.

  • Setelah anak menyampaikan perasaannya, usahakan untuk menerimanya dan tidak langsung menghakiminya atau bereaksi berlebihan.

  • Beri tahu anak bahwa perasaan takut, khawatir, dan sedih bukanlah hal yang aneh.

  • Beri tahu anak bahwa Anda selalu peduli dan siap mendengarkan apa pun keluh kesahnya.

  • Tanyakan pada anak, bantuan apa yang bisa diberikan agar ia dapat merasa lebih baik.

 

Cara Merawat Gangguan Mental pada Anak

 

Apabila perubahan suasana hati dan perilaku anak sudah berlangsung selama beberapa minggu atau lebih hingga memengaruhi hubungannya dengan orang-orang terdekat atau prestasi akademik di sekolah, segera konsultasikan kondisi tersebut dengan dokter.

 

Jika anak didiagnosis mengalami gangguan mental, perawatan yang bisa orang tua berikan untuk mendukung pengobatan yang sedang dijalani adalah:

 

  • Mempelajari lebih dalam tentang gangguan mental yang diderita anak.

  • Melakukan konseling keluarga.

  • Memberikan kekuatan dan apresiasi kepada anak.

  • Mempelajari manajemen stres agar bisa membantu anak menghadapi kondisi yang sedang dialami.

  • Sering berkomunikasi dengan dokter terkait perkembangan anak.

  • Mengikuti program pelatihan untuk orang tua yang memiliki anak dengan gangguan mental.

 

Itulah penjelasan mengenai gangguan mental pada anak-anak yang penting untuk disadari, terutama oleh para orang tua. Kondisi ini tidak boleh disepelekan karena dapat mengganggu perkembangan anak, sehingga orang tua harus segera berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater apabila menyadari adanya perubahan perilaku, pola pikir, ataupun suasana hati pada anak yang tidak biasa.

 

Dalam hal ini, jangan ragu untuk berkonsultasi secara langsung dengan psikolog atau psikiater di Siloam Hospitals terdekat. Anda pun dapat menggunakan layanan Telekonsultasi untuk berdiskusi secara virtual dengan dokter dari mana saja dan kapan saja. Dokter pun dapat meresepkan obat-obatan sesuai dengan kondisi pasien.


Anak menunjukkan gejala gangguan kesehatan lainnya dan ingin membuat janji temu dengan dokter? Praktis, gunakan fitur Cari Dokter atau aplikasi MySiloam yang bisa diunduh secara gratis. Mari jaga kesehatan Anda dan keluarga #BersamaSiloam!

 

telechat

message

ArticleDetail