Waspadai Karakteristik Psikopat, Salah Satunya Manipulatif!
Kesehatan Mental

Waspadai Karakteristik Psikopat, Salah Satunya Manipulatif!

12 Maret 2025 5 menit waktu baca
psikopat adalah

 

Psikopat adalah istilah yang umumnya digunakan untuk menyebut seseorang dengan karakteristik psikopat. Karakteristik psikopat sendiri memiliki kesamaan dengan gejala gangguan kepribadian antisosial (antisocial personality disorder/ASPD). Maka dari itu, istilah ASPD lebih sering digunakan untuk menyebut seorang psikopat.

 

Mari simak informasi selengkapnya tentang apa itu psikopat, termasuk gejala, penyebab, diagnosis, dan cara pengobatannya melalui ulasan berikut.

 

Apa itu Psikopat?

 

Psikopat adalah istilah nonmedis yang umum dipakai untuk menyebut seorang penderita gangguan kepribadian dengan kecenderungan yang melanggar norma sosial, manipulatif,  tidak memiliki empati dan penyesalan, tidak bisa membedakan benar dan salah, serta cenderung mengabaikan keselamatan dan tanggung jawab. 

 

Dalam suatu studi yang dipublikasikan oleh American Psychological Association, ditemukan bahwa 29% dari populasi di dunia menunjukkan satu atau lebih karakteristik psikopat, namun hanya 0,6% di antaranya yang terdiagnosis sebagai seorang psikopat. Perlu diketahui bahwa tidak semua orang dengan karakteristik psikopat adalah pelaku tindak kriminal.

 

Penyebab Psikopat

 

Seperti kebanyakan gangguan mental lainnya, psikopat adalah kondisi yang masih belum diketahui secara pasti penyebabnya. Adapun beberapa faktor yang dapat menjadi penyebab psikopat adalah:

 

  • Faktor genetik: Orang tua dengan gangguan mental berpotensi untuk menurunkan atau mewariskan kelainan genetik tersebut, termasuk psikopat, kepada anak.

  • Trauma masa kecil: Trauma akibat kekerasan fisik, emosional, dan seksual, pola asuh orang tua yang tidak baik, ataupun kondisi ekonomi yang sulit, bisa menjadi pembentuk karakteristik psikopat saat anak tumbuh dewasa.

  • Gangguan fungsi otak: Adanya penurunan aktivitas di sistem limbik, dan korteks prefrontal di otak yang terlibat dalam pengontrolan emosi, empati, serta pengambilan keputusan.

 

Gejala Psikopat

 

Karakteristik psikopat biasanya muncul sejak masa kanak-kanak dan cenderung memburuk saat anak beranjak dewasa. Berikut adalah beberapa gejala psikopat yang perlu diketahui:

 

1. Bersikap Manipulatif

 

Seorang psikopat sering kali terlihat karismatik, sehingga membuat banyak orang tertarik dan menyukainya. Karakteristik inilah yang digunakan mereka untuk memanipulasi orang lain. Sebagai contoh, psikopat akan membujuk dan membohongi orang lain untuk melakukan pekerjaan mereka yang melanggar norma, sehingga mereka bisa lepas dari tanggung jawab.

 

2. Membutuhkan Stimulasi

 

Seorang psikopat membutuhkan hal-hal yang dapat memberikan mereka efek stimulan. Sering kali stimulasi yang dicari adalah suatu hal ilegal atau hal yang melanggar hukum dan normal sosial. Oleh karena itu, seorang psikopat sering melanggar peraturan hanya untuk mencari kesenangan pribadi.

 

3. Suka Berbohong

 

Seorang psikopat sering berbohong agar terkesan tidak bersalah dan bisa keluar dari masalah. Tidak jarang, mereka akan menyajikan suatu kebohongan baru untuk menutupi kebohongan sebelumnya, sehingga narasi yang dibangun menjadi tidak konsisten.

 

4. Bersikap Arogan dan Terlalu Percaya Diri

 

Seorang psikopat selalu merasa dirinya lebih baik dari orang lain. Mereka merasa berhak untuk mendapatkan segala hal yang ada di dunia. Untuk itu, mereka akan melakukan apapun itu untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan tanpa peduli dengan konsekuensi, hukum, dan norma yang berlaku.

 

5. Tidak Peduli dengan Orang Lain

 

Seorang psikopat tidak peduli dengan perasaan dan hak orang lain. Oleh karena itu, mereka cenderung merasa tidak bersalah dan mengabaikan perasaan orang lain yang mereka lukai. Tidak menutup kemungkinan pula bahwa mereka akan melakukan gaslighting atau memanipulasi orang yang mereka sakiti agar meragukan persepsi, pengalaman, serta pemahaman mereka sendiri.

 

6. Tidak Memiliki Rasa Empati

 

Kesulitan memahami perasaan orang lain adalah salah satu gejala psikopat yang cukup umum ditemui. Menurut seorang psikopat, rasa takut, sedih, atau kecewa merupakan hal yang tidak masuk akal. Maka dari itu, seorang psikopat akan bersikap acuh tak acuh bahkan ketika melihat orang terdekat mereka menderita.

 

7. Tidak Mampu Mengontrol Perilakunya

 

Seorang psikopat cenderung tidak mampu mengendalikan perilakunya, sehingga sering kali melanggar peraturan dan norma yang ada. Hukum, kebijakan, dan apapun itu, tidak berlaku bagi seorang psikopat, sehingga mereka merasa tidak perlu mengontrol cara bersikap mereka dalam kehidupan sosial.

 

8. Impulsif dan Tidak Bertanggung Jawab

 

Karena sikapnya yang tidak memedulikan aturan dan tanggung jawab, seorang psikopat sering kali merespons sesuatu sesukanya tanpa berpikir terlebih dahulu mengenai risiko dari tindakan yang mereka lakukan terhadap dirinya dan orang di sekitarnya. Sebagai contoh, seorang psikopat akan berhenti dari pekerjaan secara tiba-tiba tanpa rencana jangka panjang untuk menghidupi diri sendiri ke depannya.

 

Diagnosis Psikopat

 

Tahapan diagnosis psikopat akan dilakukan oleh seorang dokter spesialis kejiwaan atau psikiater dengan:

 

  • Pemeriksaan riwayat kesehatan pasien dan keluarga.

  • Melakukan anamnesis atau wawancara medis dengan pasien dan juga anggota keluarga yang tinggal bersama.

  • Pemeriksaan fisik termasuk tes status kejiwaan dan tes pendukung lainnya jika diperlukan.

  • Melakukan diagnosis diferensial dengan gangguan kepribadian lainnya.

  • Membandingkan seluruh hasil pemeriksaan dengan kriteria diagnosis gangguan kepribadian antisosial berdasarkan Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5) dan Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa di Indonesia (PPDGJ III).

 

Pengobatan Psikopat

 

Hingga saat ini, pengobatan untuk gangguan psikopat masih menjadi perdebatan di bidang ilmu kejiwaan, mengenai apakah gangguan ini dapat disembuhkan seutuhnya atau tidak. Namun, sejumlah metode pengobatan yang biasanya direkomendasikan oleh dokter untuk mengendalikan perilaku psikopat adalah:

 

1. Terapi Psikologis

 

Seorang psikopat dapat dibantu untuk mengelola emosi dan keinginan untuk melakukan tindakan yang membahayakan diri sendiri dan orang lain melalui:

 

  • Terapi perilaku kognitif yang bertujuan untuk mengendalikan perilaku dan mengubah pola pikir penderita.

  • Terapi psikodinamika, yakni bertujuan untuk meningkatkan kesadaran diri terhadap pikiran dan perilaku yang negatif.

  • Terapi mental, bertujuan untuk membantu meningkatkan pemahaman akan gangguan kepribadian yang dimiliki.

 

2. Terapi Sosial

 

Pendekatan dengan terapi sosial dapat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan kejiwaan dan emosional seorang psikopat. Cara ini dilakukan dengan mengadakan konseling kelompok bersama pengidap gangguan mental serupa selama kurang lebih 18 bulan. Hal ini dilakukan agar seorang psikopat bisa memahami perilakunya lebih baik dan tergerak untuk mengubah sifatnya.

 

3. Obat yang Diresepkan Dokter

 

Psikiater bisa membantu pengobatan kondisi psikopat dengan memberikan obat-obatan untuk meringankan serta mengendalikan gejala kesehatan mental yang diderita, seperti:

 

 

Perlu dipahami bahwa terdapat berbagai kondisi yang mungkin memiliki gejala dan penyebab yang hampir sama dengan apa yang telah tertulis di artikel ini. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan Psikiater di Siloam Hospitals terdekat apabila menyadari satu atau lebih karakteristik psikopat pada diri Anda atau kerabat terdekat dan hindari melakukan self-diagnose.

 

Penting pula untuk dipahami bahwa proses pemeriksaan dan pengobatan di setiap rumah sakit bisa berbeda-beda, tergantung dari fasilitas kesehatan yang disediakan. Namun, tenaga medis tentu akan memastikan bahwa tahapan pemeriksaan dan pengobatan sesuai dengan kondisi pasien.

 

Jika ingin berkonsultasi dari rumah, manfaatkan layanan Telekonsultasi yang tersedia di aplikasi MySiloam. Layanan tersebut memungkinkan dokter untuk meresepkan obat-obatan sesuai kondisi pasien, dan pasien pun bisa memperoleh obat-obatan tersebut tanpa harus keluar rumah. Namun, jika diresepkan beberapa jenis obat, seperti antipsikotik dan antidepresan, pasien

wajib mengambilnya secara langsung.

 

telechat

 

Dokter Kami
dr-leman-spkj-mkes

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Leman, SpKJ, MKes

Psikiatri

Spesialis Psikiatri


Siloam Sriwijaya Palembang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-jimmy-sebastian-ollich-spkj

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Jimmy Sebastian Ollich, SpKJ

Psikiatri

Spesialis Psikiatri


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-pricella-maria-ismail-spkj

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Pricella Maria Ismail, SpKJ

Psikiatri

Spesialis Psikiatri


Siloam Hospitals Sentosa

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail