Waspadai Tanda-Tanda Perilaku Gaslighting dan Contohnya
Kesehatan Mental

Waspadai Tanda-Tanda Perilaku Gaslighting dan Contohnya

22 Oktober 2025 5 menit waktu baca
Gaslighting adalah

Gaslighting adalah salah satu bentuk manipulasi psikologis yang dapat menimbulkan keresahan dan kecemasan pada korbannya. Adapun salah satu dampak gaslighting yaitu membuat seseorang merasa ragu terhadap dirinya sendiri dan merasa kebingungan.

 

Gaslighting biasanya dimulai dengan hal-hal sederhana, seperti mengubah detail kecil dalam suatu cerita atau mengingkari janji, sehingga korban gaslighting sering kali tidak langsung menyadarinya.

 

Agar meningkatkan kesadaran terhadap ciri-ciri perilaku gaslighting dan mengetahui cara menghadapinya, mari simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

 

Apa itu Gaslighting?

 

Gaslighting adalah bentuk manipulasi psikologis yang dibuat oleh seseorang agar korban meragukan dan menyalahkan dirinya sendiri. Perilaku gaslighting perlu dilawan karena bisa berdampak serius pada kondisi kesehatan fisik dan mental korbannya.

 

Gaslighting adalah salah satu tanda hubungan toxic yang sering kali terjadi pada sepasang kekasih. Meski begitu, gaslighting juga bisa terjadi pada lingkaran pertemanan bahkan keluarga. Contoh gaslighting dalam hubungan dapat berupa sikap meremehkan, berbalik menyalahkan, memutar balikkan fakta, dan lain-lain.

 

Penyebab Perilaku Gaslighting

 

Penyebab umum munculnya perilaku gaslighting adalah keinginan untuk mendapatkan kekuasaan dan kontrol atas hidup orang lain. Namun tak hanya itu, beberapa faktor lain yang mendorong seseorang melakukan gaslighting adalah sebagai berikut:

 

  • Mendapatkan kepuasan dan kebahagiaan diri sendiri.

  • Menghindari kesalahan.

  • Menjaga harga diri.

  • Membuat korban bergantung pada dirinya.

  • Ingin mendominasi suatu hubungan.

 

Ciri-Ciri Perilaku Gaslighting

 

Seseorang yang melakukan tindakan gaslighting biasanya memiliki kepribadian narsistik, arogan, dan sosiopat. Mereka bisa melakukan kebohongan dan manipulasi, namun di sisi lain juga tampak tidak bersalah. Berikut adalah ciri-ciri gaslighting yang penting untuk disadari.

 

1. Sering Berbohong

 

Berbohong adalah salah satu ciri utama perilaku gaslighting. Kebohongan ini biasanya bertujuan untuk meyakinkan korban terhadap skenario yang dibuat. Dengan begitu, korban akan merasa kebingungan dan tidak berdaya.

 

2. Tindakan dan Perkataan Tidak Sesuai

 

Pelaku gaslighting adalah orang yang manipulatif. Mereka mengatakan banyak hal, namun tindakan atau realitanya tidak sesuai dengan perkataannya. Untuk menyadari tanda ini, usahakan selalu memantau tindakannya alih-alih hanya perkataannya saja.

 

3. Merendahkan Orang Lain

 

Demi menjaga harga dirinya atau menghindari kesalahan yang sudah dibuat, pelaku gaslighting tak segan merendahkan orang lain. Hal ini dilakukan dengan cara menyebar gosip, fitnah, dan menceritakan hal buruk tentang orang yang ditargetkan (korban).

 

4. Terus Membantah

 

Apabila ada orang lain yang berbicara tentang kesalahan yang dilakukan oleh pelaku gaslighting, pelaku akan selalu membantahnya sehingga korban merasa ragu. Sekalipun ada bukti, pelaku gaslighting bisa membuat korban berpikir bahwa ia hanya salah paham atau justru menyalahkan korban sendiri.

 

5. Membuat Korban Kebingungan

 

Sering kali, korban merasa kebingungan dengan sikap yang ditunjukkan oleh pelaku gaslighting. Ketika korban menyadari adanya kejanggalan, pelaku akan terus-menerus menunjukkan sikap positif, sehingga korban akan merasa kebingungan dan berpikir bahwa pelaku tidak sepenuhnya buruk.

 

6. Playing Victim

 

Ketika dipojokkan, pelaku gaslighting akan merencanakan sebuah kebohongan yang mengubah posisinya seolah-olah menjadi korban (playing victim). Hal ini ia lakukan untuk menutupi kesalahannya. Akibatnya, korban akan berbalik menyalahkan dirinya sendiri. 

 

7. Memanfaatkan Hal Berharga Orang Lain sebagai Ancaman

 

Guna melancarkan rencananya, pelaku gaslighting tak segan menjadikan benda atau orang berharga di sekitar korban sebagai senjata ancaman. Ia tak henti menyerang harga diri dan kepercayaan diri korban dengan mengatakan bahwa korban tak pantas mendapatkan hal-hal berharga di hidupnya.

 

8. Melimpahkan Kesalahan pada Orang

 

Pelaku gaslighting adalah pelaku utama dalam sebuah kebohongan dan perundungan. Akan tetapi, ia bisa saja berbalik menuduh orang lain melakukan hal tersebut seolah ia tidak melakukan kesalahan apa-apa.

 

9. Pura-Pura Baik

 

Sering kali, orang yang melakukan gaslighting juga pura-pura menjadi individu yang baik dan tampaknya mendukung korban. Namun, sebenarnya ia memiliki maksud lain, yakni untuk mengidentifikasi kelemahan korban.

 

Setelah berhasil menemukan kelemahan korban, mereka akan terus mengingatkan dan menyorot kelemahan tersebut. Akibatnya, korban akan merasa bersalah dalam segala hal.

 

Dampak Perilaku Gaslighting

 

Dampak perilaku gaslighting terhadap korban bisa sangat buruk, bahkan dapat memengaruhi kesehatan mental korban, seperti memicu gangguan cemas hingga depresi. Adapun beberapa dampak buruk gaslighting pada korban, di antaranya:

 

  • Memiliki masalah dalam kehidupan sosial, seperti menjauh dari lingkungan pertemanan bahkan keluarganya.

  • Kehilangan rasa percaya diri karena mendapatkan pelecehan secara verbal dan fisik dari pelaku.

  • Mengalami kesulitan dalam mengambil keputusan karena terlalu bergantung dengan pelaku gaslighting.

  • Mengalami trust issue terhadap orang lain akibat rasa takut akan kembali dimanipulasi oleh orang lain.

 

Cara Menghadapi Perilaku Gaslighting

 

Perilaku gaslighting harus dilawan, yakni dengan meningkatkan keberanian korban untuk menghadapinya, bukan bergantung dengan pelaku. Beberapa cara menghadapi perilaku gaslighting adalah sebagai berikut.

 

1. Mengenali Perilaku Gaslighting

 

Bagi sebagian orang, tindakan manipulasi yang dilakukan oleh pelaku sering kali tidak disadari sebagai bentuk gaslighting. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk selalu waspada jika ada seseorang yang terus-menerus melakukan manipulasi hingga menyebabkan keraguan pada diri sendiri.

 

2. Buat Batasan

 

Tentukan garis batas yang tegas antara diri sendiri dan orang yang melakukan tindakan manipulasi. Cara ini bisa diimplementasikan dengan membatasi komunikasi atau menjauhkan diri saat menyadari pelaku mulai menciptakan keraguan dan kecemasan dalam diri Anda.

 

3. Berani Melawan

 

Pelaku gaslighting sering memanfaatkan kebohongan dan perlakuan merendahkan untuk mengendalikan korban. Oleh karena itu, jika orang di sekitar Anda berlaku seperti itu, jangan merasa terintimidasi atau ragu untuk melawannya. Tindakan ini akan membuat mereka merasa terdesak dan mungkin akhirnya menjauh dengan sendirinya.

 

4. Mengumpulkan Bukti

 

Agar dapat mengetahui dengan baik apa yang sebenarnya terjadi, coba dokumentasikan interaksi dengan pelaku dari awal. Ketika mereka mulai membantah percakapan atau peristiwa yang telah terjadi, tunjukkan buktinya agar pelaku tidak bisa menghindar lagi.

 

Apabila merasa kesulitan terlepas dari pelaku gaslighting, cobalah berkonsultasi dengan seorang psikolog atau psikiater untuk mendapatkan saran terbaik. Dalam hal ini, Anda dapat mengunjungi Siloam Hospitals terdekat dan berkonsultasi secara langsung dengan seorang psikolog atau psikiater terkait.

 

Anda dapat memanfaatkan fitur Telekonsultasi untuk memudahkan akses pelayanan kesehatan di Siloam Hospitals. Dengan fitur tersebut, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter secara virtual dari mana saja dan kapan saja.


Selain itu, Anda juga bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk mendapatkan berbagai fitur kesehatan dengan mudah dan cepat. Segera unduh aplikasinya dan percayakan selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!

 

telechat

message

ArticleDetail