Gangguan Prostat Penyakit Pria Tua? Cek Faktanya di Sini!
Kesehatan Tubuh

Gangguan Prostat Penyakit Pria Tua? Cek Faktanya di Sini!

11 September 2025 5 menit waktu baca
Penyakit prostat

Gangguan prostat adalah masalah kesehatan yang umum terjadi pada pria yang telah memasuki usia senja. Banyak faktor yang dapat memengaruhi kesehatan prostat, seperti usia, genetik, pola makan, dan gaya hidup.

 

Menurut data World Health Organization (WHO), sekitar 50% pria yang berusia di atas 50 tahun mengalami masalah prostat yang berkaitan dengan BPH (Benign Prostatic Hyperplasia) dan 10% di antaranya bersifat ganas.

 

Namun, sayangnya masih banyak pria yang mengabaikan kesehatan prostat mereka karena merasa malu atau tidak nyaman untuk membicarakannya. Padahal, gangguan prostat yang tidak diatasi dengan baik dapat memengaruhi kualitas hidup, seperti kesulitan buang air kecil, nyeri, bahkan impotensi.

 

Pria di usia muda pun perlu memahami gangguan prostat sebab dengan mengetahuinya, gangguan prostat dapat ditangani dengan segera. Karena itu, mari ketahui apa saja gangguan prostat yang dapat menyerang pria, penyebab, serta cara pencegahannya dalam artikel berikut.

 

Mengenal Gangguan Prostat pada Pria

 

Faktanya gangguan prostat tidak hanya dapat menyerang di usia senja. Terdapat tiga gangguan prostat yang paling sering dijumpai pada pria, yaitu prostatitis, BPH, dan kanker prostat. Berikut penjelasannya.

 

Prostatitis

 

Pada pria berusia 30–40 tahun, gangguan prostat yg sering ditemui adalah prostat inflamasi atau prostatitis. Gangguan ini dapat dipicu karena adanya peradangan akibat faktor stres dan pola hidup, seperti melakukan diet tidak sehat, mengonsumsi makanan pedas dan alkohol berlebihan.

 

Penderita prostatitis dapat ditangani dengan pemberian obat-obatan dan konseling. Konseling yang diberikan merupakan edukasi seperti istirahat cukup, menghindari stres, dan makanan atau minuman yg menjadi trigger. Prostatitis tidak membutuhkan penanganan operasi prostat.

 

Benign Prostatic Hyperplasia (BPH)

 

Pria di atas 50 tahun pada umumnya memasuki tahap andropause dan cenderung mengalami beberapa masalah menua. Rambut memutih, kemampuan seksual menurun, perubahan bentuk tubuh, deposit lemak di beberapa tempat, dan pembesaran prostat merupakan hal yang wajar dialami pria saat memasuki usia tua.

 

Ketika kelenjar prostat mengalami pembesaran, saluran kemih dapat tertekan dan membuat kandung kemih menebal. Sehingga, proses pengeluaran urine menjadi terganggu. Kecepatan dan arah pembesarannya pada setiap pria yang mengalami BPH tidaklah sama.

 

Karena itu, diperlukan pemeriksaan uroflowmetri dan USG untuk menegakkan diagnosis. BPH dapat ditangani dengan pengobatan dan operasi. Apabila BPH sudah mengganggu fungsi ginjal, maka dapat dilakukan tindakan pengangkatan jaringan prostat atau TURP.

 

Kanker Prostat

 

Faktanya, 90% permasalahan BPH bersifat jinak. Namun, 5–10% dari BPH dapat bersifat ganas atau kanker. Hal ini disebabkan karena prostat merupakan organ reproduksi yang dipengaruhi oleh faktor hormonal. Perlu diketahui, setiap organ tubuh yang diatur oleh hormon dapat berpotensi timbul kanker.

 

Kanker prostat bisa ditemukan pada pria berusia muda yang berusia sekitar 40 tahun, maupun saat sudah lanjut usia, seperti di atas 70 tahun. Kanker prostat yang ditemukan pada usia muda disebabkan karena faktor genetik yang dipicu dengan trigger karsinogenik. Gejala prostat di usia muda tidak dapat disepelekan, sebab penyebaran kanker pada usia muda cenderung progresif dan cepat.

 

Berbeda halnya dengan kanker yang menjangkit pria usia tua. Kanker yang ditemukan bukanlah karena bakat genetik, melainkan karena mutasi gen yang mengakibatkan perubahan sifat pada sel organ. Pertumbuhan kanker pada usia senja ini bila dapat diibaratkan, sama seperti benalu yang berkembang sangat lambat. Penanganan yang dilakukan pun cenderung pengobatan secara konservatif.

 Jenis Penyakit Prostat

 

Penyebab Penyakit Prostat Dialami Pria Berusia Lanjut

 

Sudah dijelaskan di atas bahwa penyakit atau gangguan prostat dapat menyerang pria mulai dari usia 30 tahun. Namun, memang lebih besar risikonya saat pria memasuki usia lanjut. Berikut ini beberapa faktor yang dapat memengaruhi kesehatan prostat pada pria berusia lanjut.

 

1. Perubahan Kadar Hormon

 

Pada pria yang berusia lanjut, terjadi perubahankadar hormon di dalam tubuh yang disebut andropause, hal ini dapat memengaruhi pembesaran pada kelenjar prostat. Perubahan hormon ini terjadi karena adanya penurunan fungsi kelenjar testis seiring bertambahnya usia. Kelenjar testis adalah organ yang bertanggung jawab untuk memproduksi hormon testosteron. Penurunan hormon ini secara tidak langsung dapat memicu pembesaran kelenjar prostat. 

 

2. Perubahan Sistem Saraf

 

Faktor lain yang dapat memengaruhi kesehatan prostat pada pria di usia lanjut adalah perubahan pada sistem saraf yang mengontrol kandung kemih dan uretra. Pada pria yang berusia lanjut, sistem saraf yang mengontrol kandung kemih dan uretra mengalami penurunan fungsi yang disebabkan oleh penuaan. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami BPH.

 

3. Gaya Hidup Tidak Sehat

 

Faktor ketiga yang menyebabkan penyakit prostat menyerang pria di usia lanjut adalah gaya hidup yang tidak sehat. Kurangnya aktivitas fisik, merokok, mengonsumsi alkohol secara berlebihan, dan mengonsumsi makanan yang tinggi lemak dapat meningkatkan risiko terkena penyakit prostat.

 

Karena itu, konsumsi makanan sehat untuk prostat dan lakukan aktivitas fisik yang cukup agar dapat membantu mempertahankan fungsi kandung kemih dan sistem saraf.

 

4. Kurangnya Aktivitas Seksual

 

Kurangnya aktivitas sosial dapat berdampak pada kesehatan prostat pada pria usia lanjut. Studi menunjukkan bahwa kurangnya aktivitas seksual dapat meningkatkan risiko terjadinya pembengkakan prostat di usia tua atau disebut juga sebagai hiperplasia prostat jinak (BPH). Pembesaran prostat jinak ini adalah kondisi yang umum terjadi pada pria berusia di atas 50 tahun dan dapat menyebabkan gejala seperti sulit buang air kecil, sering buang air kecil, dan nyeri saat buang air kecil.

 

5. Rentan Terinfeksi Saluran Kemih

 

Pria berusia lanjut juga lebih rentan terhadap infeksi saluran kemih yang dapat meningkatkan risiko prostatitis, yaitu peradangan atau infeksi pada prostat. Pasalnya, sistem kekebalan tubuh cenderung menurun dan pembesaran prostat atau penyumbatan saluran kemih lainnya dapat memperlambat aliran urine. Sehingga mengakibatkan urine tersisa dalam kandung kemih memungkinkan bakteri berkembang biak dan menyebabkan infeksi saluran kemih.

 

Cara Mencegah Penyakit Prostat di Usia Senja

 

Untuk mencegah sakit prostat pada pria lanjut usia, ada beberapa hal yang dapat dilakukan, di antaranya adalah sebagai berikut.

  1. Tetap aktif secara fisik.
  2. Hindari pemicu stres.
  3. Konsumsi makanan sehat.
  4. Hindari alkohol dan rokok.
  5. Lakukan pemeriksaan prostat secara teratur.

 

Adapun pemeriksaan prostat yang wajib dilakukan pria, terutama di atas 50 tahun, adalah pemeriksaan PSA dan medical check up skrining kanker pada pria. Apabila dokter mendiagnosis adanya gangguan prostat yang membahayakan pasien, dokter dapat melanjutkan pemeriksaan dengan USG prostat, MRI prostaat, hingga biopsi prostat dengan robotic prostate biopsy.

 

Itulah ulasan mengenai gangguan prostat yang dialami pria di usia senja. Segera konsultasikan dengan dokter Siloam Hospitals terdekat apabila Anda mengalami gejala gangguan prostat agar mendapat diagnosis dan penanganan yang tepat dari dokter urologi kami.


Anda dapat menggunakan fitur Cari Dokter untuk menemukan jadwal dokter, booking, atau buat janji dengan dokter terkait. Anda juga dapat menggunakan aplikasi MySiloam untuk berkonsultasi dengan dokter secara online. Mari jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!

 

Digital Booking Radiologi

message

ArticleDetail