Mengenal Penyakit Prostat, Jenis-Jenis hingga Pencegahannya
Kesehatan Tubuh

Mengenal Penyakit Prostat, Jenis-Jenis hingga Pencegahannya

25 Mei 2026 5 menit waktu baca
penyakit prostat adalah

Penyakit prostat adalah kondisi medis yang memengaruhi fungsi kelenjar prostat pria. Kelenjar prostat merupakan bagian dari sistem reproduksi pria yang berfungsi untuk menghasilkan cairan prostat, yaitu salah satu komponen air mani yang membantu melindungi sperma.

 

Jika fungsi prostat terganggu, penderitanya dapat mengalami keluhan seperti sulit buang air kecil, nyeri saat berkemih, atau gangguan ejakulasi. Karena itu, penting untuk memahami penyebab, gejala, serta cara mengobati penyakit prostat melalui artikel berikut.

 

Apa Itu Penyakit Prostat?

 

Penyakit prostat adalah masalah kesehatan yang berkaitan dengan fungsi kelenjar prostat pada organ reproduksi pria. Kelenjar prostat merupakan kelenjar yang memiliki ukuran sebesar kacang kenari dan berperan dalam memproduksi cairan pelindung sperma.

 

Ukuran prostat umumnya akan membesar seiring bertambahnya usia dan merupakan hal yang normal. Namun, bila ukurannya terlalu besar atau mengalami gangguan tertentu, kondisi ini dapat memicu terjadinya penyakit prostat. Penyakit prostat diketahui lebih sering dialami oleh pria berusia di atas 50 tahun.

 

Jenis-Jenis Penyakit Prostat dan Penyebabnya

 

Terdapat tiga jenis penyakit prostat pada pria yang paling umum terjadi, yaitu prostatitis, benign prostatic hyperplasia (BPH), dan kanker prostat. Penyebab penyakit prostat tersebut pun berbeda-beda. Berikut penjelasannya.

 

1. Prostatitis

 

Prostatitis adalah peradangan yang menyebabkan kelenjar prostat membengkak. Selain itu, penderita prostatitis juga kerap mengeluhkan beberapa gejala, seperti nyeri saat berkemih, sering buang air kecil saat malam hari, urine berdarah, aliran urine melemah, hingga disfungsi seksual. Berdasarkan penyebabnya, prostatitis terbagi menjadi beberapa kelompok, yaitu:

 

  • Prostatitis bakteri akut. Jenis prostatitis yang disebabkan oleh infeksi bakteri, seperti Escherichia coli, Neisseria gonorrhoeae (penyebab penyakit gonore), dan Chlamydia trachomatis (penyebab klamidia).

  • Prostatitis bakteri kronis. Penyebab prostatitis bakteri kronis adalah infeksi bakteri yang sama dengan prostatitis bakteri akut. Namun, perkembangan prostatitis bakteri kronis memerlukan waktu beberapa bulan dan cenderung lebih lambat.

  • Chronic prostatitis atau chronic pelvic pain syndrome (CP/CPPS). Meski penyebabnya belum diketahui secara pasti, terdapat beberapa faktor yang diduga dapat meningkatkan risiko CP/CPPS, di antaranya stres, irritable bowel syndrome, hingga cedera fisik pada kelenjar prostat.

  • Asymptomatic inflammatory prostatitis. Prostatitis yang ditandai dengan meradangnya kelenjar prostat tetapi tidak menimbulkan gejala.

 

2. Benign Prostatic Hyperplasia (BPH)

 

Benign prostatic hyperplasia atau BPH adalah jenis gangguan prostat yang terjadi ketika kelenjar prostat membengkak atau membesar dan dapat menyebabkan saluran kemih menyempit. Belum diketahui secara pasti apa penyebab BPH. Namun, terdapat dugaan bahwa BPH dipicu oleh perubahan kadar hormon seksual karena pertambahan usia.

 

3. Kanker Prostat

 

Kanker prostat merupakan kondisi medis berupa tumbuhnya sel abnormal pada kelenjar prostat. Penyebab kanker prostat sendiri masih belum diketahui secara pasti. Namun, sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker prostat di antaranya gaya hidup tidak sehat, memiliki keluarga dengan riwayat kanker prostat, faktor usia, obesitas, dan pernah melakukan prosedur operasi vasektomi.

 Jenis Penyakit Prostat

 

Faktor Risiko Penyakit Prostat

 

Terdapat sejumlah kondisi yang diketahui dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami penyakit prostat. Adapun faktor risiko penyakit prostat adalah sebagai berikut:

 

  • Berusia 50 tahun ke atas.

  • Memiliki berat badan berlebih atau obesitas.

  • Memiliki keluarga dengan riwayat penyakit prostat.

  • Menggunakan obat-obatan tertentu, seperti beta blockers.

  • Gaya hidup tidak sehat, seperti kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol dan merokok.

  • Mengidap infeksi menular seksual, seperti HPV, gonore, sifilis, dan lain-lain.

Gejala Penyakit Prostat

 

Gejala penyakit prostat dapat bervariasi, tergantung pada jenisnya. Jadi, tidak menutup kemungkinan apabila penderita penyakit prostat mengalami gejala yang berbeda-beda. Namun, berikut beberapa gejala yang umumnya dikeluhkan oleh penderita:

 

  • Tidak bisa buang air kecil.

  • Nyeri saat buang air kecil.

  • Nyeri saat ejakulasi.

  • Demam dan menggigil (jika penyakit prostat disebabkan oleh infeksi bakteri).

  • Aliran urine melemah.

  • Urine berdarah (hematuria).

  • Disfungsi ereksi (impotensi).

Diagnosis Penyakit Prostat

 

Untuk menegakkan diagnosis, dokter akan melakukan wawancara medis (anamnesis) terlebih dahulu guna mengetahui gejala serta riwayat medis pasien, lalu dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik. Dokter juga dapat melakukan sejumlah pemeriksaan penunjang, seperti:

 

Cara Mengobati Penyakit Prostat 

 

Apakah penyakit prostat bisa disembuhkan? Pada dasarnya, gangguan kesehatan ini dapat disembuhkan apabila terdeteksi sejak dini dan segera ditangani dengan tepat. Adapun sejumlah tindakan medis yang umumnya dilakukan dokter untuk menangani penyakit prostat adalah:

 

1. Pemberian Obat-Obatan

 

Untuk menangani prostatitis dan BPH, dokter umumnya akan meresepkan obat-obatan guna meredakan gejala serta mengatasi infeksi bakteri. Beberapa jenis obat yang kerap diresepkan dokter untuk menangani penyakit prostat adalah antibiotik dan alpha-blocker, seperti tamsulosin, alfuzosin, silodosin, dan doxazosin.

2. Tindakan Operasi

 

Tindakan operasi akan dilakukan jika obat-obatan tidak mampu meredakan gejala penyakit prostat atau terdapat indikasi bahwa operasi diperlukan. Pada penderita BPH, tindakan operasi dilakukan untuk mengatasi saluran kemih yang tersumbat, misalnya dengan prosedur transurethral resection of the prostate (TURP).  Sementara itu, tindakan operasi pada penderita kanker prostat, seperti prostatektomi, bertujuan untuk mengangkat jaringan prostat yang terkena kanker.

 

Ada dua jenis prostatektomi, yakni pengangkatan sebagian jaringan prostat (prostatektomi parsial) dan pengangkatan prostat secara menyeluruh (prostatektomi radikal), yang dilakukan sesuai kondisi pasien dan stadium kankernya. Prosedur ini juga kini dapat dilakukan dengan bantuan sistem robotik (prostatektomi robotik), sehingga hasil pembedahan bisa menjadi lebih presisi dengan risiko yang minimal.

 

3. Terapi Lainnya

 

Selain tindakan operasi, tindakan medis yang dapat dilakukan oleh dokter untuk mengobati penyakit prostat adalah:

 

Pencegahan Penyakit Prostat

 

Meski beberapa jenis penyakit prostat cenderung sulit dicegah, penerapan gaya hidup sehat diketahui dapat mengurangi risiko terjadinya gangguan kesehatan tersebut. Adapun beberapa hal yang dapat dilakukan sebagai cara mencegah penyakit prostat adalah:

 

  • Rutin berolahraga.

  • Berhenti merokok.

  • Membatasi konsumsi minuman beralkohol.

  • Mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang.

  • Membersihkan organ intim dengan baik.

  • Melakukan hubungan seksual yang sehat, seperti menggunakan kondom dan tidak bergonta-ganti pasangan.

 

Penting untuk digarisbawahi bahwa informasi di atas bertujuan untuk edukasi dan tidak dapat menggantikan diagnosis resmi serta saran perawatan dari tenaga medis profesional. Sejumlah gejala yang disebutkan pada artikel ini pun tidak secara spesifik mewakili penyakit prostat mengingat gejala-gejala tersebut juga dapat mengindikasikan kondisi medis lainnya.

 

Apabila Anda membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai kondisi yang dialami atau rekomendasi terkait penanganan yang disarankan, mencari second opinion dapat menjadi langkah bijak untuk memastikan bahwa diagnosis serta rencana terapi yang diberikan sudah tepat.

 

Oleh karena itu, jika Anda mengalami nyeri saat buang air kecil atau bahkan kesulitan untuk buang air kecil, segera kunjungi Dokter Spesialis Urologi di Siloam Hospitals terdekat untuk memperoleh diagnosis yang akurat serta penanganan yang tepat.

 

Untuk mendapatkan layanan kesehatan berstandar internasional dengan lebih mudah dan nyaman, gunakan layanan Siloam Medical Concierge yang siap membantu Anda memperoleh informasi mengenai jadwal dokter, pemeriksaan medis, dan fasilitas rumah sakit yang dibutuhkan. Mari, ambil langkah perjalanan kesembuhan Anda bersama kami di Indonesia.

 

 

second opinion teknologi terkini

message

ArticleDetail