Ibu dan Anak
Gangguan Psikologis pada Masa Menopause & Cara Mengatasinya

Table of Contents
Masa menopause adalah fase alami dalam kehidupan wanita yang ditandai dengan berakhirnya siklus menstruasi dan perubahan hormonal yang signifikan. Namun, beberapa orang tidak menyadari bahwa perubahan hormon tersebut dapat menyebabkan gangguan psikologis pada masa menopause. Agar lebih memahaminya, mari simak ulasan di bawah ini sampai tuntas.
Apakah Menopause Dapat Menyebabkan Gangguan Psikologis?
Memasuki masa menopause, seorang wanita tidak hanya bisa mengalami masalah-masalah fisik, tetapi juga masalah kesehatan mental. Menopause diketahui memiliki andil dalam menyebabkan timbulnya gangguan psikologis pada wanita. Penelitian tahun 2023 dalam SageChoice menunjukkan bahwa depresi dan kecemasan sangat umum terjadi selama menopause dan pascamenopause.
Selain itu, wanita juga lebih mungkin mengalami serangan panik (panic attack) selama dan setelah transisi menopause. Serangan panik ditandai dengan rasa cemas yang ekstrem tiba-tiba, gemetar, sesak napas, dan jantung berdebar (palpitasi).
Masa perimenopause (menjelang menopause) hingga menopause merupakan masa naik turun secara fisik dan emosional untuk sebagian wanita. Selain gangguan psikologis, fase perubahan hidup ini biasanya juga disertai dengan gejala lain, seperti hot flashes (sensasi atau perasaan hangat yang tiba-tiba muncul pada wajah, leher, dan dada) dan insomnia, akibat adanya perubahan hormon.
Bagaimana Gangguan Psikologis pada Masa Menopause Dapat Terjadi?
Timbulnya gangguan psikologis pada masa menopause utamanya disebabkan oleh perubahan hormon. Namun, tidak hanya itu, beberapa faktor lain juga diketahui berkontribusi dalam terjadinya gangguan psikologi pada wanita menopause. Berikut masing-masing penjelasan selengkapnya.
1. Perubahan Hormon
Ketika berbicara mengenai perubahan hormon saat menopause, sebenarnya hal ini merujuk pada fase perimenopause. Pada fase ini, siklus menstruasi menjadi tidak teratur, bisa lebih panjang, lebih pendek, lebih jarang, dan ketidakteraturan lainnya. Hormon yang sama yang mengendalikan menstruasi juga dapat memengaruhi serotonin, zat kimia otak yang berperan dalam mengatur suasana hati.
Jika terjadi penurunan hormon, kadar serotonin juga akan menurun. Hal ini berkontribusi pada peningkatan perasaan cemas, sedih, dan mudah tersinggung. Bagi sebagian wanita, penurunan hormon ini dapat memicu episode depresi, terutama bagi yang pernah mengalami depresi berat di masa lalu.
2. Gangguan Tidur
Gangguan tidur atau insomnia merupakan salah satu masalah yang sering terjadi selama fase perimenopause. Pasalnya, munculnya kekhawatiran, ketakutan, kecemasan pada masa menopause dapat menyebabkan wanita mengalami insomnia. Jika hal ini terjadi dalam waktu yang lama, hal tersebut dapat meningkatkan risiko gangguan psikologis pada wanita, seperti depresi.
3. Perubahan Hidup
Seorang wanita biasanya memasuki masa perimenopause pada usia 40-an. Selain terjadinya fluktuasi hormon, usia ini juga bisa menjadi tahap kehidupan yang penuh tekanan dan memengaruhi kesehatan emosional. Hal-hal tersebut mungkin mencakup:
-
Orang tua yang semakin menua.
-
Tekanan pekerjaan.
-
Masalah kesehatan.
-
Anak-anak yang meninggalkan rumah, misalnya karena bekerja.
-
Tekanan eksternal lainnya yang dapat memperburuk perubahan suasana hati dan meningkatkan risiko depresi.
Cara Mengatasi Gangguan Psikologis pada Masa Menopause
Terdapat berbagai cara yang dapat dilakukan untuk membantu mengatasi gangguan psikologis setelah menopause, diantaranya adalah sebagai berikut:
-
Terapi penggantian hormon (hormone replacement therapy/HRT). Menjalani terapi hormon dapat membantu meredakan gejala gangguan psikologis pada masa menopause. Namun, terapi ini tidak disarankan untuk wanita yang merokok, memiliki hipertensi, memiliki masalah pembekuan darah, dan lain-lain.
-
Obat antidepresan. Antidepresan dapat membantu mengatasi gejala suasana hati pada pasien yang tidak dapat menjalani pengobatan hormonal. Penelitian menunjukkan bahwa pengobatan antidepresan yang dilakukan bersamaan dengan terapi perilaku kognitif merupakan pendekatan yang paling efektif untuk mengelola depresi.
-
Konseling.
Penyesuaian gaya hidup juga dapat membantu mengurangi gejala perimenopause dan meningkatkan kesehatan tubuh setelah memasuki pascamenopause. Penyesuaian gaya hidup ini, di antaranya:
-
Makan makanan yang sehat dan bergizi seimbang.
-
Olahraga secara teratur.
-
Menerapkan mindfulness.
-
Membatasi konsumsi kafein.
-
Menghindari rokok dan minuman beralkohol.
Sebenarnya, perubahan suasana hati selama masa perimenopause umumnya akan mereda dengan sendirinya saat memasuki masa menopause dan pascamenopause. Karena pada masa tersebut, kadar hormon akan kembali normal sehingga fluktuasi suasana hati juga akan berakhir.
Perlu dipahami bahwa informasi yang disebutkan hanya untuk tujuan edukasi dan tidak dapat menggantikan diagnosis maupun saran perawatan dari dokter. Bila mengalami kondisi yang mengarah pada masalah psikologis selama masa menopause, Anda bisa mengunjungi Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa di Siloam Hospitals terdekat.
Penting pula untuk dipahami bahwa proses pemeriksaan dan pengobatan di setiap rumah sakit bisa berbeda-beda, tergantung dari fasilitas kesehatan yang disediakan. Namun, tenaga medis tentu akan memastikan bahwa tahapan pemeriksaan dan pengobatan sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.
Anda juga bisa memanfaatkan layanan Telekonsultasi yang tersedia di aplikasi MySiloam. Layanan tersebut memungkinkan dokter untuk meresepkan obat-obatan sesuai kondisi pasien, dan pasien pun bisa memperoleh obat-obatan tersebut tanpa harus keluar rumah. Namun jika diresepkan beberapa jenis obat, seperti antipsikotik dan antidepresan, pasien wajib mengambilnya secara langsung.
Sumber
American Psychological Association. Menopause can be rough. Psychology is here to help. Diakses pada 2024 | SageChoice. Does menopause elevate the risk for developing depression and anxiety? Results from a systematic review. Diakses pada 2024 | Harvard Health Publishing. Menopause and mental health. Diakses pada 2024 | Johns Hopkins Medicine. Can Menopause Cause Depression?. Diakses pada 2024 | NHS Inform. Menopause and Your Mental Wellbeing. Diakses pada 2024 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Sriwijaya Palembang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Sentosa
Tersedia :
Tersedia hari ini






