Mengenal Jenis-Jenis Susu yang Umum Dikonsumsi & Pengolahannya
Pola Hidup Sehat

Mengenal Jenis-Jenis Susu yang Umum Dikonsumsi & Pengolahannya

31 Oktober 2025 4 menit waktu baca
Mengenal jenis-jenis susu

Susu merupakan minuman yang menjadi bagian penting dalam pola makan sehat. Susu dikenal sebagai minuman kaya nutrisi yang memberikan banyak manfaat bagi kesehatan tubuh, seperti kalsium, vitamin, dan protein. Kini, telah muncul jenis-jenis susu yang diolah dengan cara berbeda. Mari ketahui lebih lanjut tentang jenis-jenis susu yang umum dikonsumsi sehari-hari beserta proses pengolahannya dalam artikel berikut ini.

 

Mengenal Jenis-Jenis Susu

 

Saat ini, sudah banyak produk susu atau olahan susu yang mudah dijangkau dan dikonsumsi. Manfaat susu utamanya adalah sebagai pelengkap nutrisi tubuh di samping nutrisi yang didapatkan dari sumber bahan makanan lainnya.

 

Kandungan nutrisi pada susu antara lain adalah karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral yang penting bagi kesehatan tubuh dalam menjaga kesehatan tulang dan gigi, serta daya tahan tubuh. Berikut adalah jenis-jenis susu yang umum dikonsumsi dan bisa diperoleh dengan mudah di pasaran.

 

1. Susu Pasteurisasi

 

Salah satu dari jenis-jenis susu yang biasa dikonsumsi adalah susu pasteurisasi. Pasteurisasi adalah proses pengolahan susu sapi dengan menggunakan teknik pemanasan yang bertujuan untuk mengurangi jumlah bakteri/mikroorganisme dalam susu yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan tubuh jika dikonsumsi.

 

Pasteurisasi dilakukan dengan suhu 63–72 derajat Celcius selama 15–30 detik. Hasil dari pengolahan pasteurisasi ini adalah susu full cream (kandungan lemak susu 3,25%), low-fat milk (kandungan lemak susu 1%), dan skim milk (kandungan lemak susu 0,1%). Ketiganya pun memiliki kandungan nutrisi yang berbeda-beda.

 

2. Susu UHT

 

Susu UHT adalah salah satu dari jenis-jenis susu di pasaran yang pengolahannya melibatkan proses pemanasan dan sterilisasi pengemasan. Proses ini bertujuan untuk memastikan agar bakteri atau mikroorganisme beserta sporanya tidak berkembang biak di dalam kemasan tertutup.

 

Proses UHT (ultra high temperature) menggunakan suhu 135–150 derajat Celcius selama beberapa detik. Sama dengan susu pasteurisasi, pengolahan ini juga menghasilkan jenis susu full cream (kandungan lemak susu 3,25%), low-fat milk (kandungan lemak susu 1%), dan skim milk (kandungan lemak susu 0,1%).

 

Meski sudah melalui proses UHT, tidak ada perbedaan nilai kandungan nutrisi dari protein, lemak, garam mineral, maupun laktosa terhadap susu sapi perah. Namun, terdapat beberapa kandungan vitamin yang mungkin hilang akibat pemanasan UHT, seperti vitamin B1, B6, B9, B12, dan Vitamin C.

 

3. Susu Kental Manis (SKM)

 

Jenis susu berikutnya adalah susu kental manis (SKM). Jenis susu ini berasal dari proses penguapan (evaporasi) sebagian dari susu dengan tambahan gula. Proses penguapan itulah yang membuat SKM memiliki konsistensi yang kental dan biasanya berwarna kekuningan.

 

Secara umum, kandungan susu kental manis yang disarankan adalah setidaknya terdapat  8% lemak susu, 28% solid susu (komponen susu selain air yang meliputi lemak, protein, dan laktosa), dan 34% protein susu. Susu kental manis cenderung memiliki kandungan gula tambahan yang tinggi dan protein yang rendah, sehingga tidak dianjurkan untuk diberikan kepada bayi.

 

4. Susu Murni

 

Susu murni atau susu mentah adalah salah satu dari jenis-jenis susu yang tidak melalui proses pengolahan, sehingga tidak dikurangi ataupun ditambahkan bahan apa pun. Namun, setelah proses pemerahan, susu biasanya akan tetap disaring secara manual untuk menghilangkan kotorannya.

 

Karena tidak melewati proses pengolahan apa pun, susu murni diketahui memiliki kandungan vitamin, mineral, asam lemak, dan asam amino yang lebih tinggi daripada susu yang melewati proses pasteurisasi atau proses lainnya. Sayangnya, susu murni tidak bisa bertahan lama karena tidak melalui proses sterilisasi bakteri.

 

5. Susu Bebas Laktosa

 

Susu bebas laktosa adalah jenis susu yang aman dikonsumsi oleh orang dengan intoleransi laktosa. Pasalnya, penderita intoleransi laktosa akan mengalami beberapa gejala, seperti sakit perut, muntah, hingga diare jika mengonsumsi susu sapi yang diketahui tinggi akan kandungan laktosa.

 

Selain itu, alasan lainnya mengapa susu bebas laktosa juga ramah dikonsumsi oleh penderita intoleransi laktosa karena jenis susu ini telah melalui proses pengolahan yang bertujuan untuk menghilangkan kandungan laktosanya. Proses pengolahan tersebut dilakukan dengan cara memasukkan enzim laktosa ke dalam susu untuk memecah laktosa, sehingga kandungan gula laktosanya menghilang.

 

6. Susu Evaporasi

 

Susu evaporasi adalah susu yang melewati proses penguapan (evaporasi), sehingga kandungan airnya hilang. Alhasil, jenis susu ini memiliki konsistensi atau tekstur yang kental. Meski begitu, kandungan nutrisi di dalamnya tidak mengalami perubahan.

 

Meski melewati proses pengolahan yang sama, susu evaporasi berbeda dengan SKM (susu kental manis) karena tidak ditambahkan dengan gula. Jadi, susu ini juga cocok dijadikan sebagai salah satu menu dalam program diet, namun pastikan untuk memilih susu evaporasi dengan label rendah kandungan lemak.

 

7. Susu Organik

 

Jenis susu ini diolah secara khusus. Susu organik diperoleh dari sapi yang tidak diberikan obat antibiotik atau hormon apa pun selama pemeliharaannya. Selain itu, sapi juga harus mendapatkan makanan dari padang rumput secara langsung selama 120 hari atau 30% dari makanannya.

 

Susu organik memiliki tekstur yang mirip dengan susu biasa, namun dinilai lebih sehat daripada produk susu lain karena bebas dari kandungan hormon pertumbuhan maupun zat aditif lainnya. Adapun cara pengolahan ataupun sterilisasi susu organik bervariasi, bisa menggunakan teknik pasteurisasi, UHT, maupun dikonsumsi sebagai susu murni.

 

Itulah penjelasan mengenai jenis-jenis susu yang sering ditemui di pasaran dan bisa dikonsumsi. Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, susu adalah pelengkap kebutuhan nutrisi tubuh, sehingga penting untuk memasukkan minuman sehat ini ke dalam menu harian.


Apabila memiliki keluhan lebih lanjut terkait kesehatan tubuh, kunjungi Siloam hospitals terdekat untuk berkonsultasi secara langsung dengan dokter. Anda dapat membuat janji temu melalui aplikasi MySiloam atau fitur Cari Dokter yang juga telah dilengkapi dengan informasi mengenai jadwal dokter. Mari jaga kesehatan Anda #BersamaSiloam!

 

Siloam at Home

Dokter Kami
dr-christopher-andrian-mgizi-spgk

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Christopher Andrian, M.Gizi, SpGK

Gizi Klinik

Spesialis Gizi Klinik


Siloam Hospitals TB Simatupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-lanny-christiawati-spgk

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Lanny Christiawati, SpGK

Gizi Klinik

Spesialis Gizi Klinik


Siloam Hospitals TB Simatupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-samuel-oetoro-spgk

Kunjungi Rumah Sakit

Dr. dr. Samuel Oetoro, MS, SpGK (K)

Gizi Klinik

Subspesialis Nutrisi pada Kelainan Metabolisme Gizi


MRCCC Siloam Hospitals Semanggi

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail