Beberapa Kandungan Skincare yang Harus Dihindari Ibu Hamil
Kesehatan Tubuh

Beberapa Kandungan Skincare yang Harus Dihindari Ibu Hamil

30 Mei 2025 4 menit waktu baca
kandungan skincare yang harus dihindari ibu hamil

Sebagian ibu hamil mungkin memiliki keluhan terkait dengan kondisi kulit, seperti kulit kering atau berjerawat. Untuk membantu menangani masalah kulit ini, menggunakan skincare bisa menjadi langkah perawatan kulit yang tepat. Namun, sebelum menggunakan produk kecantikan tersebut, perlu diketahui bahwa ada beberapa kandungan skincare yang harus dihindari ibu hamil. Apa saja itu? Mari simak informasinya di bawah ini.

Kandungan Skincare yang Harus Dihindari Ibu Hamil

Pada dasarnya, perubahan kondisi kulit, rambut, dan kuku yang terjadi selama masa kehamilan merupakan hal yang umum terjadi. Hal ini dikarenakan adanya perubahan kadar hormon, sistem kardiovaskular (termasuk sirkulasi darah), serta fungsi kekebalan tubuh selama hamil.

 

Adapun beberapa masaah kulit, rambut, dan kuku yang umum terjadi pada ibu hamil adalah seperi kulit kering, kulit menghitam, jerawat, stretch mark, rambut rontok, kuku tumbuh lebih cepat, dan lain-lain. Di samping itu, jika saat sebelum hamil seseorang sudah memiliki kondisi kulit tertentu, seperti eksim, psoriasis, atau rosacea, ia mungkin dapat mengalami perbaikan atau perburukan gejala selama kehamilan.

 

Untuk membantu menangani masalah kulit ringan selama hamil, ibu bisa menggunakan skincare yang tepat dan sesuai dengan jenis kulit. Namun, perlu diketahui bahwa terdapat beberapa zat yang terkandung di dalam skincare yang berisiko mengganggu kesehatan janin, sehingga perlu dihindari oleh ibu hamil. Adapun beberapa kandungan skincare tersebut, di antaranya:

1. Retinoid

Kandungan skincare yang harus dihindari ibu hamil yang pertama adalah retinoid (salah satu senyawa turunan vitamin A). Pada dasarnya, retinoid dapat membantu mengangkat sel-sel kulit mati dan meningkatkan produksi kolagen sehingga bisa mengurangi garis halus dan meredakan jerawat pada kulit.

 

Namun, ibu hamil tidak disarankan untuk menggunakan skincare yang mengandung retinoid, terutama dalam dosis tinggi, karena dikhawatirkan dapat meningkatkan risiko terjadinya kelainan pada janin. Di dalam produk skincare, retinoid bisa muncul sebagai salah satu dari bahan berikut ini:

 

  • Vitamin A.

  • Retinyl palmitate.

  • Adapalene.

  • Tretinoin.

  • Isotretinoin.

2. Hydroquinone

Kandungan skincare yang lebih baik dihindari ibu hamil selanjutnya adalah hydroquinone. Senyawa tersebut umumnya digunakan untuk membantu mencerahkan kulit. Hydroquinone diberikan untuk penanganan keluhan hiperpigmentasi pada kulit, seperti flek dan melasma, yang sering muncul dalam kehamilan. 

 

Penggunaan hydroquinone pada kehamilan sebaiknya dihindari karena jumlah yang dapat terserap ke dalam sirkulasi sistemik. Tubuh bisa menyerap hydroquinone dalam jumlah yang signifikan. Sekitar 35–45% dari obat hydroquinone oles akan diserap secara sistemik oleh tubuh. Oleh karena itu, ibu hamil disarankan untuk membatasi penggunaan skincare yang mengandung hydroquinonehamil.

3. Formaldehyde

Secara umum, formaldehyde sudah jarang digunakan lagi sebagai pengawet dalam produk kecantikan karena memiliki sifat karsinogen. Tidak hanya digunakan di dalam skincare, produk formaldehyde juga banyak ditemukan pada produk cat kuku, produk untuk meluruskan rambut, dan lem bulu mata.

 

Senyawa tersebut diketahui memiliki efek yang membahayakan apabila digunakan oleh ibu hamil. Menurut National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH), penggunaan formaldehyde bisa meningkatkan risiko terjadinya gangguan kesuburan hingga keguguran.

4. Phthalates

Phthalates adalah salah satu senyawa yang sering ditemukan pada produk kosmetik (make up). Fungsinya adalah membantu produk agar lebih cepat menempel pada kulit. Phthalates juga digunakan dalam produk, seperti cat kuku (untuk mencegah keretakan), semprotan rambut (untuk menambah fleksibilitas rambut), dan wewangian (untuk memperpanjang ketahanan aroma).

 

Namun, bahan kimia ini perlu dihindari oleh ibu hamil karena bisa meningkatkan risiko terjadinya cacat lahir pada janin dan kelahiran prematur.

5. Kandungan Skincare Lainnya yang Perlu Dihindari Ibu Hamil

Selain yang telah disebutkan di atas, masih ada beberapa kandungan skincare lainnya yang perlu dihindari oleh ibu hamil, di antaranya sebagai berikut:

 

  • Oxybenzone, octocrylene, dan octinoxate, yaitu senyawa yang sering digunakan pada produk chemical sunscreen.

  • Diethanolamine (DEA), yaitu senyawa yang kerap ditemukan pada sampo, kondisioner, dan produk perawatan kulit tertentu.

  • Paraben, termasuk propylparaben, butylparaben, isopropylparaben, isobutylparaben, dan methylparaben. Senyawa ini kerap digunakan sebagai pengawet beberapa produk perawatan kulit.

  • Triclosan, yaitu senyawa antimikroba yang kerap digunakan pada produk pasta gigi, kosmetik, sabun, dan losion pelembap kulit.

 

Selain itu, ibu hamil juga disarankan untuk mencari produk yang bertanda "bebas pewangi" atau “fragrance free”. Hal ini berbeda dengan produk "tidak berbau" atau “unscented” karena produk tersebut mungkin mengandung beberapa aroma yang dicampur untuk menyembunyikan bau. Aroma yang terdapat pada suatu produk mungkin mengandung bahan kimia berbahaya.

Kandungan Skincare yang Aman untuk Ibu Hamil

Adapun beberapa alternatif kandungan skincare yang aman untuk merawat dan mengatasi masalah kulit pada ibu hamil adalah sebagai berikut:

 

  • Benzoyl peroxide dengan dosis yang terbatas untuk membantu mengurangi keluhan jerawat.

  • Glycolic acid dan azelaic acid yang dapat digunakan untuk membantu menangani jerawat dan hiperpigmentasi.

  • Vitamin C, vitamin E, dan green tea yang bisa digunakan membantu merawat kulit dan mengurangi efek penuaan dini.

  • Minyak kelapa, cocoa butter, peptida, dan hyaluronic acid yang dapat digunakan untuk membantu menghidrasi dan menjaga kelembapan kulit.

  • Zinc oxide dan titanium dioxide yang umum digunakan dalam produk tabir surya berbahan dasar mineral (mineral-based sunscreen).

 

Itu dia penjelasan selengkapnya mengenai berbagai kandungan skincare yang harus dihindari ibu hamil. Apabila ingin mengetahui lebih lanjut terkait dengan jenis skincare serta perawatan kulit yang tepat bagi ibu hamil, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika di Siloam Hospitals terdekat.

 

Dalam hal ini, dokter juga dapat melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terkait dengan kondisi kulit ibu. Apabila ditemukan masalah kulit tertentu, dokter akan segera melakukan penanganan medis yang tepat serta sesuai dengan kondisi tubuh.

 

Agar lebih praktis, Anda juga bisa menggunakan aplikasi MySiloam yang dilengkapi dengan fitur untuk menemukan informasi jadwal praktik, booking, serta membuat janji temu dengan dokter pilihan. Lewat aplikasi ini, pasien pun bisa melakukan check in mandiri serta antre secara online, sehingga Anda tidak perlu menunggu terlalu lama di rumah sakit.

Sumber

Healthline. Your Guide to a Pregnancy-Safe Skin Care Routine. Diakses pada 2024 | Parents. 13 Cosmetic Chemicals to Avoid During Pregnancy. Diakses pada 2024 | National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH). About Formaldehyde and Reproductive Health. Diakses pada 2024 | Canadian Family Physician. Safety of Skin Care Products during Pregnancy. Diakses pada 2024 | Healthcare. Phthalates and Their Impacts on Human Health. Diakses pada 2024 | FDA. Phthalates in Cosmetics. Diakses pada 2024 | Journal of Cosmetic Science. A Survey of Phthalate Esters in Consumer Cosmetic Products. Diakses pada 2024 | American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG). Toxic Chemicals: Steps to Stay Safer Before and During Pregnancy. Diakses pada 2024 | American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG). Skin Conditions During Pregnancy. Diakses pada 2024 | National Center for Biotechnology Information (NCBI). Article on Pregnancy and Skin Conditions. Diakses pada 2024 |

Dokter Kami
dr-marsia-rusfianti-spkk

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Marsia Rusfianti, SpKK, M.Kes

Dermatologi (Kulit)

Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika


Siloam Hospitals Lippo Cikarang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-armina-haramaini-spkk

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Armina Haramaini, SpKK

Dermatologi (Kulit)

Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-epi-panjaitan-msc-spkk

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Epi Panjaitan, MSc, SpKK

Dermatologi (Kulit)

Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail