Kesehatan Tubuh
Kanker Payudara HER2 Positif - Gejala dan Pengobatannya

Table of Contents
Kanker payudara HER2 positif (HER2+) adalah jenis kanker payudara yang bisa tumbuh dan menyebar dengan cepat dari payudara ke area tubuh lain. Beberapa sel kanker payudara memiliki kadar HER2 yang lebih tinggi daripada umumnya. Simak penjelasan selengkapnya mengenai kanker payudara HER2+ melalui ulasan di bawah ini.
Apa itu Kanker Payudara HER2 Positif?
Kanker payudara HER2 positif adalah jenis sel kanker yang mengandung protein HER2 (human epidermal growth factor receptor 2). Pada beberapa kasus, terdapat gangguan pada gen yang mengontrol HER2 dan menyebabkan produksi reseptor ini terlalu banyak.
Jika reseptor HER2 terlalu banyak, sel-sel payudara bisa tumbuh dan membelah secara tidak terkendali. Kanker payudara HER2+ cenderung menyebar (bermetastasis) dari payudara ke area lain di tubuh dengan cepat. Namun, penderita kanker jenis ini lebih mungkin merespons pengobatan dengan obat yang menargetkan protein HER2.
Penyebab Kanker Payudara HER2 Positif
Kanker payudara HER2 positif disebabkan oleh kelebihan produksi protein HER2. Kondisi ini bisa dipicu oleh berbagai faktor, termasuk gaya hidup, lingkungan dan genetik. Beberapa faktor tersebut, di antaranya:
-
Gaya hidup kurang aktif (sedentary lifestyle).
-
Merokok.
-
Sering minum alkohol.
-
Kelebihan berat badan atau obesitas.
-
Pernah terdiagnosis kanker payudara sebelumnya.
-
Memiliki payudara yang padat (lebih banyak jaringan kelenjar dan fibrosa, serta lebih sedikit jaringan lemak pada payudara).
-
Pernah menjalani radiasi di area dada.
-
Menstruasi sebelum usia 12 tahun.
-
Memiliki keluarga dengan riwayat kanker payudara.
-
Memiliki mutasi gen BRCA1, BRCA2, PTEN, PALB2, CHEK2, ATM, CDH1, dan P53.
Gejala Kanker Payudara HER2 Positif
Gejala kanker payudara HER2 positif sama dengan kanker payudara pada umumnya. Di tahap awal, kondisi ini mungkin tidak menunjukkan gejala yang jelas. Namun, ketika sudah menimbulkan gejala, beberapa keluhan yang dirasakan oleh penderita meliputi:
-
Perubahan ukuran, bentuk, atau kontur payudara.
-
Terasa ada massa atau benjolan pada payudara.
-
Terdapat area yang mengeras seperti kelereng di bawah kulit.
-
Perubahan pada tampilan atau sensasi kulit pada payudara dan puting. Kulit mungkin terlihat berkerut, bersisik, dan meradang, serta lebih gelap daripada biasanya.
-
Keluarnya cairan bernoda darah atau cairan bening dari puting.
Diagnosis Kanker Payudara HER2 Positif
Sebelum melakukan diagnosis, dokter akan terlebih dahulu melakukan anamnesis (wawancara medis) mengenai gejala dan riwayat kesehatan pasien serta keluarga. Kemudian, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk melihat tanda-tanda kanker. Guna menegakkan diagnosis kanker payudara, dokter umumnya menggunakan prosedur biopsi.
Jika ditemukan sel kanker dalam prosedur biopsi, dokter akan memeriksa lebih lanjut guna mencari tanda-tanda protein HER2 melalui tes laboratorium, seperti:
-
Immunohistochemistry (IHC): Pemeriksaan yang digunakan untuk mencari protein HER2 dalam sel kanker payudara menggunakan pewarnaan imun.
-
Fluorescence in situ hybridization (FISH): Tes yang digunakan untuk mengonfirmasi hasil tes IHC. Tes ini dapat menemukan salinan ekstra gen HER2.
Apabila hasil tes laboratorium menunjukkan bahwa pasien memiliki kadar protein HER2 rendah (skor sampel 0 atau 1+) atau normal, maka kanker payudara dinyatakan HER2 negatif. Sebaliknya, jika hasil menunjukkan bahwa kadar protein HER2 tinggi, maka pasien dinyatakan menderita kanker payudara HER2 negatif (skor sampel 3+).
Pengobatan Kanker Payudara HER2 Positif
Kanker payudara HER2 positif memerlukan penanganan khusus dari dokter. Namun, tetap disesuaikan dengan ukuran dan penyebaran kanker. Beberapa pilihan pengobatan kanker payudara HER2 positif adalah sebagai berikut:
-
Operasi: Pengobatan ini biasanya direkomendasikan untuk kanker stadium 1–3. Terdapat dua jenis operasi untuk kanker payudara, di antaranya:
-
Lumpektomi: Operasi pengangkatan jaringan payudara yang terkena kanker.
-
Mastektomi: Operasi pengangkatan seluruh payudara.
-
Kemoterapi: Pemberian obat-obatan untuk membunuh sel kanker. Kemoterapi dapat dilakukan sebelum (untuk mengecilkan tumor) atau sesudah (untuk membunuh sel kanker yang tersisa) operasi.
-
Radioterapi: Perawatan menggunakan terapi radiasi untuk membunuh sel kanker dan menurunkan risiko kembalinya kanker.
-
Terapi target: Pemberian obat khusus yang ditargetkan untuk membunuh sel penyebab kanker atau sel yang membantu kanker tumbuh tanpa merusak sel sehat.
-
Terapi hormon: Terapi untuk menurunkan hormon estrogen atau memblokir efek hormon estrogen pada sel kanker.
Perlu dipahami bahwa informasi yang disebutkan hanya untuk tujuan edukasi dan tidak dapat menggantikan diagnosis maupun saran perawatan dari dokter. Penyebab dan gejala yang dijelaskan di atas pun tidak secara spesifik merepresentasikan kanker payudara HER2 positif, sehingga bisa terjadi pada kondisi medis lainnya.
Apabila mengalami gejala-gejala tidak biasa yang berkaitan dengan kondisi ini, penting untuk memperoleh diagnosis yang akurat dengan mengunjungi Dokter Spesialis Onkologi di Siloam Hospitals terdekat. Bersama Siloam Hospitals, Anda juga dapat memperoleh penanganan lebih lanjut sesuai dengan kondisi tubuh.
Namun, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani terkait kondisi ini mungkin berbeda di satu fasilitas kesehatan dengan yang lain. Tenaga medis akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang tepat sesuai dengan kondisi medis setiap pasien.
Anda juga dapat mengunjungi MRCCC Siloam Hospitals sebagai rumah sakit swasta pertama yang khusus menangani kanker di Indonesia. Untuk mendapatkan jadwal dokter terkait, gunakan aplikasi MySiloam yang dapat memudahkan Anda mengakses.
Sumber
WebMD. HER2-Positive Breast Cancer. Diakses pada 2024 | Cleveland Clinic. HER2-Positive Breast Cancer. Diakses pada 2024 | National Breast Cancer Foundation Australia. HER2 positive breast cancer. Diakses pada 2024 | Breast Cancer Now. HER2. Diakses pada 2024 |



