Bahaya Kelebihan Vitamin D, Bisa Dehidrasi Hingga Membentuk Batu Ginjal!
Pola Hidup Sehat

Bahaya Kelebihan Vitamin D, Bisa Dehidrasi Hingga Membentuk Batu Ginjal!

27 Mei 2025 5 menit waktu baca
bahaya kelebihan vitamin d

 

Vitamin D adalah salah satu nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh untuk menyerap kalsium dengan baik. Bersamaan dengan konsumsi kalsium, vitamin D dapat membantu mencegah osteoporosis. Selain itu, masih banyak manfaat kesehatan lain dari vitamin D.

 

Namun, konsumsi vitamin D perlu diperhatikan agar tidak berlebihan. Kadar vitamin D yang diserap oleh tubuh melebihi batas yang dianjurkan dapat memicu sejumlah masalah kesehatan. Lantas, berapa konsumsi vitamin D yang direkomendasikan? Simak pembahasannya di bawah ini.

 

Kadar Vitamin D dalam Tubuh yang Normal

 

Vitamin D adalah vitamin yang larut dalam lemak yang ditemukan dalam berbagai produk hewani, makanan yang difortifikasi (seperti susu atau sereal), dan diproduksi secara endogen di dalam tubuh manusia. Vitamin ini juga tersedia dalam bentuk suplemen yang dijual bebas.

 

Kebutuhan vitamin D setiap orang berbeda-beda dan perlu disesuaikan berdasarkan faktor-faktor tertentu, seperti usia, jenis kelamin, dan kesehatan tubuh. Umumnya, kadar vitamin D dibedakan menjadi beberapa kategori berikut:

 

  • Kekurangan/defisiensi: <12 ng/mL.

  • Risiko defisiensi: 12 ng/mL – 20 ng/mL.

  • Normal: 20 ng/mL – 50 ng/mL.

  • Kelebihan: >50 ng/mL.

 

Sementara itu, Kementerian Kesehatan melalui Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2019 Tentang Angka Kecukupan Gizi Yang Dianjurkan Untuk Masyarakat Indonesia menganjurkan kecukupan vitamin D per orang per hari dengan ketentuan berikut:

 

  • Bayi/Anak

    • 0–5 bulan: 10 mcg.

    • 6–11 bulan: 10 mcg.

    • 1–3 tahun: 15 mcg.

    • 4–6 tahun: 15 mcg.

    • 7–9 tahun: 15 mcg.

  • Laki-laki

    • 10–12 tahun: 15 mcg.

    • 13–15 tahun: 15 mcg.

    • 16–18 tahun: 15 mcg.

    • 19–29 tahun: 15 mcg.

    • 30–49 tahun: 15 mcg.

    • 50–64 tahun: 15 mcg.

    • 65–80 tahun: 20 mcg.

    • >80 tahun: 20 mcg.

  • Perempuan

    • 10–12 tahun: 15 mcg.

    • 13–15 tahun: 15 mcg.

    • 16–18 tahun: 15 mcg.

    • 19–29 tahun: 15 mcg.

    • 30–49 tahun: 15 mcg.

    • 50–64 tahun: 15 mcg.

    • 65–80 tahun: 20 mcg.

    • >80 tahun: 20 mcg.

 

Sebagai catatan, pemenuhan kebutuhan gizi, termasuk vitamin D, untuk bayi berusia 0–6 bulan bersumber dari pemberian ASI eksklusif. Selain dari makanan dan suplemen, vitamin D juga bisa didapatkan dari paparan sinar matahari. Perlu diketahui bahwa vitamin D tidak hanya berfungsi untuk membantu penyerapan kalsium, namun juga mendukung beberapa proses dalam tubuh berikut:

 

  • Mengelola fosfat, kalsium, dan magnesium.

  • Memadatkan, membentuk ulang, dan menumbuhkan tulang.

  • Membantu fungsi saraf dan otot.

  • Menjaga kekebalan tubuh.

 

Bahaya Kelebihan Vitamin D

 

Hipervitaminosis D atau kadar vitamin D yang terlalu tinggi sebenarnya jarang terjadi dan biasanya disebabkan oleh dosis vitamin D yang berlebihan akibat penyalahgunaan suplemen yang dijual bebas atau resep yang keliru. 

 

Kadar vitamin D yang terlalu tinggi dalam tubuh bisa mengakibatkan peningkatan kalsium dalam darah dan sejumlah masalah kesehatan lainnya. Berikut bahaya dari kelebihan vitamin D yang perlu menjadi perhatian:

 

1. Hiperkalsemia

 

Banyak kasus kelebihan vitamin D berkaitan dengan kondisi yang disebut sebagai hiperkalsemia. Hiperkalsemia merupakan kondisi yang ditandai dengan meningkatnya kalsium dalam darah. Vitamin D berkaitan erat dengan penyerapan kalsium dalam saluran pencernaan. Terlalu banyak kalsium dalam darah dapat menyebabkan komplikasi dan gejala-gejala yang serius meliputi:

 

  • Mual.

  • Kehilangan nafsu makan.

  • Rasa haus yang meningkat.

  • Disorientasi.

  • Nyeri atau lemah otot.

  • Sakit kepala berkelanjutan.

  • Tekanan darah tinggi.

  • Diare.

  • Sembelit. 

 

2. Dehidrasi

 

Kadar kalsium dalam darah yang meningkat dapat membahayakan kemampuan ginjal untuk mengonsentrasikan urine. Kondisi ini dapat membuat kadar urine yang dikeluarkan menjadi lebih banyak (poliuria). Akibatnya, tubuh pun kehilangan air dan elektrolit dalam jumlah besar yang dapat menyebabkan terjadinya dehidrasi.

 

3. Tulang Rapuh

 

Vitamin D yang berlebih dalam tubuh dapat menyebabkan masalah tulang, termasuk berkurangnya kepadatan tulang yang memunculkan gejala-gejala berikut:

 

  • Nyeri tulang.

  • Tulang rentan retak atau patah.

  • Perubahan gaya berjalan.

  • Kista tulang.

 

4. Masalah pada Ginjal

 

Kelebihan kadar kalsium dalam darah akibat kadar vitamin D yang tinggi dapat memicu pembentukan batu ginjal pada orang yang rentan. Kalsium yang berlebih dalam aliran darah dapat mengikat fosfat dan membentuk kristal yang mengendap di jaringan lunak tubuh. Kristal yang terbentuk di jaringan ginjal dapat berkembang menjadi batu ginjal. Jika kondisinya parah, risiko kerusakan ginjal permanen hingga terjadinya gagal ginjal dapat meningkat.

 

5. Masalah Jantung

 

Vitamin D yang berlebihan berisiko menyebabkan sejumlah masalah jantung dan penyakit kardiovaskular. Kadar kalsium tinggi yang disebabkan oleh kelebihan vitamin D dapat mengurangi fungsi-fungsi sel jantung. Pada kasus hiperkalsemia yang berat, penderitanya bisa mengalami detak jantung tidak teratur. Tingginya kadar kalsium atau fosfat dalam darah juga dapat membuat endapan kalsium atau plak di arteri atau katup jantung.

 

6.  Pankreatitis

 

Kalsium yang sangat tinggi dalam darah bisa menyebabkan peradangan pankreas (pankreatitis) akut. Kondisi ini dapat memunculkan sejumlah gejala, seperti nyeri perut bagian atas yang menjalar ke punggung, demam, denyut nadi cepat, mual, muntah, dan perut bengkak.

 

Gejala Kelebihan Vitamin D

 

Kadar vitamin D yang berlebihan dalam tubuh dapat berpotensi menyebabkan sejumlah kondisi atau efek samping berikut:

 

  • Kelelahan.

  • Dehidrasi.

  • Terlalu sering buang air kecil.

  • Diare.

  • Sembelit.

  • Mual dan muntah.

  • Kehilangan nafsu makan.

  • Penurunan berat badan.

  • Telinga berdenging (tinnitus).

  • Tekanan darah tinggi (hipertensi).

  • Mudah tersinggung.

  • Gugup.

  • Pusing yang terjadi terus-menerus.

  • Disorientasi atau kesulitan berpikir.

  • Kelemahan otot.

  • Aritmia.

 

Cara Mencegah Kelebihan Vitamin D

 

Memperhatikan konsumsi vitamin D merupakan langkah pencegahan utama yang perlu diambil. Menurunkan asupan suplemen vitamin D berdosis tinggi direkomendasikan dalam hal ini. Umumnya, dokter akan merekomendasikan pengurangan kalsium dalam program diet dengan pemantauan hingga kadar vitamin D kembali normal.

 

Adapun makanan alami yang mengandung vitamin D tinggi tetap bisa dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh secara seimbang. Beberapa makanan tinggi vitamin D yang direkomendasikan adalah:

 

  • Ikan berlemak, seperti tuna dan salmon.

  • Keju.

  • Kuning telur.

  • Minyak ikan kod.

  • Hati sapi.

  • Beberapa jenis jamur.

 

Selain itu, makanan yang diperkaya vitamin D juga aman dikonsumsi. Beberapa di antaranya adalah susu, yoghurt, dan jeruk. Kebutuhan vitamin D bisa dipenuhi secara alami dengan mendapatkan paparan sinar matahari secukupnya atau dalam jumlah sedang. Hindari berjemur di bawah sinar matahari terlalu lama untuk menghindari kulit terbakar atau meningkatkan risiko kanker kulit.

 

Asupan vitamin D dari makanan dan suplemen perlu diperhatikan agar tidak muncul efek samping yang membahayakan. Sebagai catatan, gejala-gejala dan risiko kesehatan di atas tidak selalu mengindikasikan kelebihan vitamin D. Untuk mendapatkan diagnosis yang tepat, konsultasikan kondisi Anda jika mengalami gejala-gejala terkait, dehidrasi dan sering buang air kecil, dengan Dokter Spesialis Gizi Klinik di Siloam Hospitals terdekat.

 

Dokter gizi akan melaksanakan prosedur pemeriksaan dan penanganan yang disesuaikan dengan kondisi medis setiap pasien. Adapun penyesuaian tahapan pemeriksaan dan pengobatan akan dilakukan berdasarkan ketersediaan fasilitas kesehatan di masing-masing lokasi.

 

Bagi Anda yang termotivasi untuk hidup lebih sehat, paket NUTRITION – Healthy Meal Plus bisa menjadi pilihan guna memenuhi kebutuhan gizi seimbang. Paket tersebut sudah termasuk pemeriksaan dengan dokter spesialis gizi klinik dan pemeriksaan fisik umum. Pemesanan paket Healthy Meal Plus bisa dilakukan secara praktis melalui aplikasi MySiloam. Mari manfaatkan fitur-fitur yang tersedia di MySiloam untuk memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

Sumber

National Institutes of Health. Vitamin D. Diakses pada 2025 | MedicalNewsToday. Can too much vitamin D hurt you?. Diakses pada 2025 | WebMD. Living Your Best With ADPKD. Diakses pada 2025 | MedicalNewsToday. What's to know about hypervitaminosis D?. Diakses pada 2025 | Kementerian Kesehatan RI. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2019 Tentang Angka Kecukupan Gizi Yang Dianjurkan Untuk Masyarakat Indonesia. Diakses pada 2025 |

Dokter Kami
dr-lanny-christiawati-spgk

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Lanny Christiawati, SpGK

Gizi Klinik

Spesialis Gizi Klinik


Siloam Hospitals TB Simatupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-samuel-oetoro-spgk

Kunjungi Rumah Sakit

Dr. dr. Samuel Oetoro, MS, SpGK (K)

Gizi Klinik

Subspesialis Nutrisi pada Kelainan Metabolisme Gizi


MRCCC Siloam Hospitals Semanggi

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-christopher-andrian-mgizi-spgk

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Christopher Andrian, M.Gizi, SpGK

Gizi Klinik

Spesialis Gizi Klinik


Siloam Hospitals TB Simatupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail