Kesehatan Tubuh
Penyebab Keracunan Insektisida dan Cara Mengatasinya

Table of Contents
Insektisida adalah senyawa kimia yang digunakan untuk membunuh serangga. Jika terhirup, tertelan, atau terserap melalui kulit manusia, senyawa kimia ini bisa menyebabkan keracunan yang dapat mengganggu kesehatan tubuh. Mari kenali penyebab, gejala, hingga cara mengatasi keracunan insektisida selengkapnya dalam artikel berikut ini.
Apa itu Keracunan Insektisida?
Insecticide poisoning atau keracunan insektisida adalah kondisi ketika racun yang digunakan untuk membunuh serangga tidak sengaja terhirup, tertelan, atau terserap ke dalam kulit manusia. Kondisi ini bisa membahayakan tubuh dan perlu segera mendapatkan penanganan yang tepat.
Penyebab Keracunan Insektisida
Semprotan serangga yang biasa digunakan di rumah tangga umumnya mengandung senyawa kimia bernama pyrethrin yang berasal dari tumbuhan bunga krisan. Senyawa ini biasanya tidak berbahaya. Namun, jika tidak sengaja terhirup atau tertelan dalam jumlah yang banyak, pyrethrin bisa menimbulkan reaksi alergi hingga gangguan pernapasan.
Selain itu, beberapa jenis insektisida mengandung senyawa kimia yang lebih kuat, terutama insektisida yang kerap digunakan dalam industri pertanian dan perkebunan. Kandungan racun di dalam jenis insektisida ini bisa menyebabkan keracunan yang lebih parah jika tidak sengaja masuk ke dalam tubuh manusia. Adapun beberapa kandungan racun tersebut, di antaranya:
-
Carbamates, seperti aldicarb, carbaryl, carbofuran, oxamyl, dan fenobucarb.
-
Organophosphates, termasuk malathion, parathion, fenthion, dursban, dan lain sebagainya.
-
Paradichlorobenzene.
Jenis keracunan yang paling sering terjadi dan menyebabkan munculnya gejala adalah keracunan organofosfat dan karbamat, baik dengan cara yang tidak disengaja maupun yang disengaja, seperti yang digunakan pada percobaan bunuh diri.
Gejala Keracunan Insektisida
Insecticide poisoning dapat menimbulkan gejala yang bervariasi, tergantung pada bagian tubuh yang terdampak serta jenis racunnya. Secara umum, berikut adalah penjelasan selengkapnya mengenai gejala-gejala keracunan insektisida berdasarkan jenis racun dan bagian tubuh yang terdampak.
Keracunan pyrethrin
-
Sistem pernapasan:
-
Batuk.
-
Bersin.
-
Kulit:
-
Iritasi.
-
Pembengkakan atau kemerahan pada kulit.
-
Sistem saraf:
-
Koma.
Keracunan organophosphates
-
Jantung dan pembuluh darah:
-
Detak jantung melambat.
-
Penurunan tekanan darah.
-
Sistem pernapasan:
-
Batuk.
-
Sesak napas.
-
Henti napas.
-
Sistem saraf:
-
Sakit kepala.
-
Pusing.
-
Cemas.
-
Kelemahan.
-
Kejang.
-
Koma.
-
Sistem urologi:
-
Sering buang air kecil.
-
Mata, telinga, hidung, dan tenggorokan:
-
Produksi air liur berlebihan.
-
Mata berair.
-
Pupil mengecil.
-
Penglihatan kabur.
-
Sistem pencernaan:
-
Penurunan nafsu makan.
-
Mual dan muntah.
-
Kulit:
-
Berkeringat berlebihan.
-
Bibir dan kuku membiru.
Di samping itu, perlu diketahui bahwa organophosphates juga bisa menimbulkan masalah kesehatan yang berbahaya, seperti kelumpuhan atau bahkan kematian, jika meresap masuk ke dalam kulit dalam jumlah yang banyak. Maka dari itu, sangat penting untuk segera mencuci permukaan kulit yang terpapar oleh organophosphates guna meminimalkan risiko keracunan yang parah.
Keracunan paradichlorobenzene
-
Mata, telinga, tenggorokan, dan mulut:
-
Sensasi terbakar pada mulut.
-
Sistem pernapasan:
-
Batuk.
-
Napas pendek.
-
Gangguan pernapasan (napas cenderung cepat, lambat, atau terasa menyakitkan).
-
Sistem muskuloskeletal:
-
Kejang otot.
-
Sistem saraf:
-
Sakit kepala.
-
Berbicara tidak jelas.
-
Kelemahan.
-
Perubahan tingkat kewaspadaan.
-
Kulit:
-
Sistem pencernaan:
-
Diare.
-
Nyeri perut.
-
Mual dan muntah.
Diagnosis Keracunan Insektisida
Penegakan diagnosis keracunan insektisida didasarkan pada anamnesis (wawancara medis) terkait gejala dan riwayat aktivitas pasien terkait dengan penggunaan insektisida. Dokter juga akan memeriksa tanda-tanda vital dan pemeriksaan fisik secara menyeluruh pada pasien. Apabila kondisi pasien tergolong gawat, dokter akan menstabilkan kondisi pasien terlebih dahulu dengan melakukan pertolongan pertama kegawatdaruratan.
Di samping itu, guna membantu mengonfirmasi diagnosis dan memeriksa bagian tubuh yang terdampak akibat keracunan insektisida, dokter juga dapat melakukan beberapa prosedur pemeriksaan berikut ini:
-
Tes darah.
-
Rontgen dada.
Cara Mengatasi Keracunan Insektisida
Jika mengalami gejala-gejala keracunan insektisida, terutama sesak napas, kejang, hingga tidak sadarkan diri, penting untuk segera meminta bantuan petugas medis dengan menghubungi ambulans. Pertolongan pertama yang dapat dilakukan sebagai penanganan keracunan insektisida adalah dengan:
-
Menjauhkan pasien dari paparan insektisida.
-
Melepaskan pakaian yang terpapar.
-
Membersihkan atau membilas permukaan kulit atau mata yang terkontaminasi racun insektisida menggunakan air mengalir setidaknya selama 15 menit.
-
Jika menghirup racun, segera hirup udara segar atau bebas.
Sesampainya di rumah sakit, pasien dapat ditangani oleh dokter dengan beberapa tindakan medis berikut ini:
-
Memastikan jalan napas pasien tidak terhalangi oleh benda asing, misalnya busa pada mulut pasien.
-
Memastikan pernapasan pasien adekuat. Pasien dapat diberikan terapi suplementasi oksigen.
-
Pemberian cairan infus dan obat-obatan untuk mengendalikan tanda-tanda vital pasien seperti tekanan darah, laju pernapasan, dan detak jantung.
-
Pemberian obat-obatan untuk menangani efek racun (antidot), seperti atropin.
-
Pemberian obat untuk mengatasi gejala lainnya.
-
Irigasi permukaan kulit yang terpapar racun. Tindakan ini mungkin akan dilakukan setiap beberapa jam sekali selama beberapa hari.
-
Gastric lavage (bilas lambung), yaitu prosedur yang dilakukan dengan memasukkan tabung khusus melalui mulut ke dalam lambung untuk mengosongkan isi lambung.
Perlu diingat, informasi di atas hanya bersifat edukasi dan tidak dapat menggantikan konfirmasi diagnosis, konsultasi, dan saran perawatan dari tim medis profesional. Selain itu, gejala-gejala yang disebutkan di atas tidak mewakili kondisi ketika seseorang mengalami keracunan insektisida secara spesifik.
Artinya, penting untuk memperoleh diagnosis yang akurat dari dokter terkait keracunan insektisida. Dalam hal ini, Anda bisa berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani terkait dengan keracunan insektisida bisa berbeda pada setiap rumah sakit, tergantung dengan fasilitas medis yang tersedia. Namun, tenaga medis profesional akan merencanakan tindakan medis yang dilakukan sesuai dengan kondisi pasien.
Untuk memudahkan Anda, manfaatkan aplikasi MySiloam yang dilengkapi dengan informasi jadwal praktik dan fitur pembuatan janji temu dengan dokter terkait. Selain itu, Anda juga dapat menggunakan aplikasi MySiloam untuk konsultasi langsung dengan dokter pilihan secara virtual.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kelapa Dua
Tersedia :
Tersedia hari ini







