Ibu dan Anak
Aspek Kesiapan Perkembangan Anak sebelum Masuk Sekolah Dasar

Table of Contents
Sebagian orang tua mungkin menganggap kesiapan anak untuk masuk sekolah dapat dilihat dari umur biologisnya. Padahal, persiapan sebelum anak masuk sekolah formal tidak hanya sebatas itu. Orang tua juga perlu memastikan berbagai aspek perkembangan anak telah berjalan optimal, mulai dari fungsi kognitif hingga keterampilan sosial. Mari simak informasi mengenai kesiapan perkembangan anak sebelum masuk sekolah dasar di bawah ini.
Berbagai Kesiapan Perkembangan Anak sebelum Masuk Sekolah Dasar
Perlu dipahami bahwa umur biologis belum tentu bisa menjamin kesiapan anak untuk memulai pendidikan formal. Dalam hal ini, menilai kemampuan perkembangan anak menjadi salah satu aspek penting untuk mengetahui kesiapan si kecil masuk sekolah formal.
Kesiapan anak untuk masuk sekolah mencakup seluruh aspek pertumbuhan dan perkembangan anak, mulai fisik, intelektual, serta keterampilan sosial. Faktor kesehatan dan kemampuan motorik yang baik dapat mendukung kesiapan anak untuk belajar. Begitu pula dengan kemampuan anak dalam beradaptasi pada masa transisi di sekolah yang akan sangat ditentukan oleh perkembangan aspek sosial-emosional anak.
Secara umum, ada banyak aspek perkembangan yang perlu diperhatikan dalam persiapan sebelum anak masuk sekolah dasar. Berikut masing-masing penjelasannya.
1. Kemampuan Berbahasa
Aspek perkembangan pertama yang perlu diperhatikan dalam persiapan sebelum anak masuk sekolah dasar menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) pada tahun 2017 adalah perkembangan kemampuan berbahasa, baik bahasa ekspresif (kata-kata yang diucapkan) maupun bahasa reseptif (pemahaman). Dalam hal ini, orang tua bisa melatih kemampuan berbahasa anak dengan membacakan buku ataupun surat kabar dan mengajak berkomunikasi sedini mungkin.
Mendengar kosakata yang diucapkan oleh orang tua juga dapat membantu anak untuk mengidentifikasi kata-kata baru serta meningkatkan kesadaran ilmu linguistik (bahasa) secara keseluruhan.
2. Perkembangan Fungsi Kognitif
Menurut IDAI, perkembangan fungsi kognitif juga menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam memastikan kesiapan anak untuk masuk sekolah dasar. Beberapa fungsi kognitif tersebut dapat dinilai melalui beberapa hal, seperti kemampuan menjelaskan perbedaan dan persamaan suatu benda, menyelesaikan puzzle sederhana, memahami pola berurutan dari deret warna maupun bentuk tertentu, dan lain sebagainya.
Di samping itu, untuk membantu mengembangkan kemampuan kognitif anak, orang tua perlu menciptakan lingkungan yang membuat si kecil merasa nyaman dalam mengajukan pertanyaan guna memuaskan rasa ingin tahunya. Hal ini bisa mendorong anak untuk mengeksplorasi berbagai pengetahuan baru, termasuk mata pelajaran yang akan ia tekuni selama mengenyam pendidikan formal.
3. Perkembangan Motorik
Kemampuan motorik yang prima, termasuk motorik kasar maupun motorik halus, merupakan salah satu faktor penting yang perlu dimiliki anak sebelum ia memulai sekolah formal, menurut IDAI. Sebab, kemampuan motorik, seperti keterampilan menulis, sangat dibutuhkan untuk mendukung pendidikan formal yang akan dijalani selama beberapa tahun.
Adapun beberapa kemampuan motorik kasar anak yang patut diperhatikan sebelum masuk sekolah, yaitu:
-
Dapat berjalan dengan baik pada garis lurus.
-
Mampu berdiri dengan satu kaki.
-
Mampu naik-turun tangga sendiri.
-
Mampu melompat jauh dan mendarat dengan kedua kaki secara bersamaan.
-
Dapat melempar, menangkap, dan menendang bola.
-
Bisa mengayuh sepeda roda tiga.
Di sisi lain, kemampuan motorik halus yang perlu dimiliki anak, di antaranya:
-
Dapat memegang pensil dengan baik.
-
Dapat menggambar bentuk dasar, seperti kotak, lingkaran, dan sebagainya.
-
Mampu mewarnai di dalam garis pembatas.
-
Mampu menggunting pola bentuk dasar.
-
Bisa mengenakan dan mengancing baju sendiri.
-
Bisa makan dan minum sendiri.
4. Keterampilan Sosial dan Emosional
Kesiapan anak untuk masuk sekolah tidak hanya dilihat berdasarkan kemampuan akademiknya. Keterampilan sosial dan emosional juga diperlukan untuk menunjang berbagai kegiatan yang akan dilakukan selama menjalani pendidikan formal. Dilansir dari situs resmi IDAI pada tahun 2017, beberapa keterampilan sosial dan emosional yang penting untuk diperhatikan, di antaranya:
-
Mengetahui nama, umur, dan jenis kelamin diri sendiri.
-
Paham dan bisa mengantre.
-
Mampu memulai pembicaraan dan permainan yang dilakukan bersama teman.
-
Mampu berpisah dengan orang tua saat sekolah.
-
Mampu bertahan dan menyelesaikan tugas yang diberikan.
-
Dapat mengungkapkan dan mengontrol emosi.
-
Bisa buang air kecil dan buang air besar sendiri.
-
Mampu meminta pertolongan ke orang dewasa jika diperlukan.
5. Kemampuan Literasi, Kecakapan Menulis, dan Berhitung
Dilansir dari American Academy of Pediatrics (AAP), kemampuan literasi dan membaca juga termasuk dalam faktor penting yang perlu diperhatikan dalam persiapan sebelum anak masuk sekolah dasar.
IDAI pada tahun 2017 juga menjelaskan bahwa kemampuan literasi, kecakapan menulis dan membaca, serta kemampuan berhitung juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan untuk mengetahui apakah anak siap menjalani pendidikan formal.
Pasalnya, kemampuan tersebut turut berkaitan dengan learning disorder pada anak yang bisa memengaruhi kemampuannya untuk belajar di sekolah. Adapun beberapa kemampuan literasi yang perlu diperhatikan, di antaranya:
-
Preferensi anak dalam mendengarkan story telling dengan rima dan puisi.
-
Kemampuan anak untuk menulis namanya dengan baik. Namun, perlu diketahui bahwa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikbud RI) sendiri tidak mengharuskan adanya tes baca tulis hitung untuk seleksi calon peserta didik baru kelas 1 SD.
-
Kemampuan mengidentifikasi dan menulis huruf besar maupun huruf kecil.
-
Kemampuan anak dalam memahami kata-kata yang sering dilihat (sight words).
Sementara itu, kemampuan berhitung yang perlu dimiliki anak sebelum masuk sekolah adalah mengenal dan menulis angka 1–10, memahami konsep kuantitas angka 1–10, serta memahami konsep lebih sedikit maupun lebih banyak.
Itu dia informasi mengenai kesiapan perkembangan anak sebelum masuk sekolah dasar yang perlu diperhatikan. Namun, jika perkembangan anak tidak sesuai dengan penjelasan di atas, hindari self-diagnosis hanya berdasarkan informasi tersebut. Perlu diingat, informasi di atas hanya untuk tujuan edukasi, sehingga tidak dapat menggantikan saran medis dari dokter.
Untuk memastikan apakah si kecil mengalami gangguan perkembangan, Anda dapat berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Medik di Siloam Hospitals terdekat. Dengan begitu, dokter dapat memberikan diagnosis yang akurat serta penanganan yang tepat.
Di Siloam Hospitals, tersedia layanan rehabilitasi medis untuk anak-anak dan dewasa, yang dirancang untuk membantu pemulihan dan peningkatan kualitas hidup pasien. Layanan ini meliputi program fisioterapi, terapi okupasi, serta terapi wicara. Dengan pendekatan yang menyeluruh, Siloam Hospitals mendukung pasien dalam perjalanan pemulihan mereka.
Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan prosedur perawatan yang dilakukan di setiap rumah sakit mungkin akan berbeda, mengingat hal tersebut perlu disesuaikan dengan fasilitas kesehatan yang tersedia. Namun, tenaga medis profesional akan merencanakan seluruh prosedur medis tersebut sesuai dengan kondisi pasien.
Anda juga dapat menggunakan aplikasi MySiloam yang dilengkapi dengan fitur untuk menemukan informasi jadwal praktik, booking, dan membuat janji temu dengan dokter terkait. Selain itu, melalui aplikasi ini, Anda pun bisa melakukan konsultasi virtual dengan dokter pilihan dari mana pun dan kapan pun.
Sumber
IDAI. Kapan Anak Siap Masuk Sekolah Dasar. Diakses pada 2024 | Whitby School. The 5 Domains of School Readiness—And Why They Matter. Diakses pada 2024 | Pangestuti, Retno; et all. Indonesian children‘s readiness for elementary school: a preliminary study to the holistic approach to school readiness. Diakses pada 2024 | MD, P. Gail Williams; et all. School Readiness. Diakses pada 2024 | Direktorat Sekolah Dasar. PPDB. Diakses pada 2024 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Okta Hariza, SpKFR
Rehabilitasi Medik
Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi
Siloam Sriwijaya Palembang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Sriwijaya Palembang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini
Terapi Wicara (1x kunjungan) - Homecare
Rehabilitasi Medis Homecare
Rp329.000
TERPOPULER
Terapi Wicara (6x kunjungan) - Homecare
Rehabilitasi Medis Homecare
Rp3.300.000
Terapi Wicara Plus - Homecare
Rehabilitasi Medis Homecare
Rp449.000
MCU Anak Usia 3 - 5 tahun (PRE-SCHOOL)
Lainnya
4 Service/Item
Rp150.000
TERPOPULER
MCU Anak Usia > 5-12 tahun (SCHOOL AGE)
Lainnya
8 Service/Item
Rp400.000





