Kesehatan Tubuh
Kriteria Pasien LVAD, Siapa yang Membutuhkannya?

Table of Contents
LVAD atau left ventricular assist device adalah alat bantu mekanik yang digunakan untuk membantu jantung memompa darah ke seluruh tubuh pada pasien dengan gangguan fungsi jantung berat, terutama gagal jantung stadium lanjut. Namun, tidak semua pasien gagal jantung bisa menggunakan LVAD. Dokter akan mempertimbangkan beberapa kriteria sebelum merekomendasikan pemasangan alat ini. Mari simak informasi selengkapnya mengenai kriteria pasien LVAD dalam artikel di bawah ini.
Apa Saja Kriteria Pasien LVAD (Left Ventricular Assist Device)?
LVAD (left ventricular assist device) umumnya direkomendasikan pada pasien gagal jantung stadium lanjut yang sudah tidak memberikan respons optimal terhadap pengobatan medis maksimal. Keputusan pemasangan LVAD tidak diambil secara sederhana, melainkan melalui penilaian menyeluruh terhadap tujuan terapi, kondisi klinis pasien, serta hasil berbagai pemeriksaan penunjang. Berikut uraian selengkapnya mengenai kriteria pasien LVAD:
1. Indikasi Utama
Secara umum, tujuan pemasangan LVAD adalah membantu jantung memompa darah dengan lebih efektif, sehingga gejala gagal jantung seperti mudah lelah dan sesak napas dapat berkurang. Selain meningkatkan kualitas hidup, pemasangan alat ini juga membantu menurunkan risiko komplikasi gagal jantung dan meningkatkan harapan hidup.
Terdapat tiga indikasi utama yang menjadi tujuan prosedur LVAD, antara lain:
-
Orang yang masuk dalam daftar transplantasi jantung namun fungsi jantungnya sudah terlalu lemah untuk mempertahankan aliran darah yang memadai hanya dengan obat-obatan. Pada kasus ini, LVAD berfungsi sebagai penopang sementara sambil menunggu donor jantung yang sesuai.
-
Pasien yang tidak memungkinkan menjalani transplantasi jantung secara permanen sehingga dokter merekomendasikan LVAD sebagai terapi jangka panjang untuk membantu kerja jantung dan mempertahankan kualitas hidup.
-
Pasien dengan hambatan sementara untuk menjalani transplantasi jantung, misalnya karena kondisi klinis yang belum stabil. Melalui bantuan LVAD, kondisi pasien diharapkan bisa membaik sehingga memungkinkan evaluasi lanjutan, termasuk peluang transplantasi di kemudian hari.
2. Tingkat Urgensi
Tingkat urgensi merupakan salah satu kriteria dalam menentukan apakah pasien sudah tepat menjalani pemasangan. Dokter perlu memastikan bahwa pemberian terapi ini diberikan pada waktu yang tepat, tidak terlalu cepat atau terlalu lambat. Pasalnya, jika LVAD dipasang terlalu dini, pasien berisiko kehilangan manfaat dari pengobatan atau terapi alat medis standar lain yang sebenarnya masih dapat membantu memperbaiki kondisi jantung.
Sementara itu, jika pemasangan LVAD dilakukan terlalu lambat, hasil terapi juga dapat menjadi kurang optimal. Hal ini dikarenakan gagal jantung yang berlangsung lama dapat menyebabkan kerusakan pada organ lain, seperti ginjal, hati, dan paru-paru. Kondisi ini meningkatkan risiko komplikasi pascaoperasi dan menurunkan peluang pemulihan yang baik setelah LVAD dipasang.
Oleh karena itu, pemantauan perkembangan gagal jantung secara berkala sangat penting. Dengan evaluasi yang tepat, pemasangan LVAD dapat dilakukan pada waktu yang paling ideal atau “golden window”, yaitu saat pasien masih cukup stabil untuk menjalani prosedur tetapi sudah tidak lagi merespons terapi standar. Pada fase inilah manfaat LVAD dapat diperoleh secara maksimal dan dengan risiko yang lebih terkontrol.
3. Kondisi Klinis
Umumnya, LVAD dipertimbangkan pada pasien gagal jantung lanjut yang menunjukkan tanda-tanda bahwa pengobatan standar sudah tidak lagi efektif. Beberapa kondisi klinis yang dapat menjadi pertimbangan dokter untuk merekomendasikan LVAD antara lain:
-
Perburukan dan kekambuhan gagal jantung.
-
Mengalami dua kali atau lebih episode perawatan akibat gagal jantung dalam 12 bulan terakhir.
-
Ketergantungan pada obat jantung tertentu, yaitu kondisi ketika pasien mengalami tekanan darah rendah, gejala penumpukan cairan yang berulang, sesak, atau penurunan fungsi ginjal saat obat tersebut dihentikan.
-
Ketidakstabilan tekanan darah dan sirkulasi.
-
Mengalami badai aritmia, yaitu terjadinya gangguan irama jantung berat lebih dari tiga kali dalam 24 jam.
-
Ketidakmampuan tubuh dalam mentoleransi obat-obatan utama gagal jantung, seperti ACE inhibitor atau beta blocker yang menimbulkan keluhan sehingga dosis obat perlu dikurangi atau dihentikan.
-
Tekanan darah sistolik di bawah 90 mmHg atau tekanan darah rendah yang menimbulkan keluhan seperti pusing,lemas, atau pingsan.
-
Dampak terhadap organ lain akibat aliran darah tidak adekuat.
-
Tanda gangguan fungsi ginjal yang menunjukkan dampak gagal jantung terhadap organ lain.
-
Pasien dengan risiko kematian yang tinggi, berdasarkan penilaian klinis dan skor prognostik yang digunakan dokter.
4. Hasil Ekokardiografi
Selain kondisi klinis, hasil pemeriksaan ekokardiografi (USG jantung) juga berperan penting dalam menentukan apakah pasien memenuhi syarat pemasangan LVAD. Pemeriksaan ini memberikan gambaran langsung mengenai ukuran, struktur, dan kemampuan jantung dalam memompa darah.
5. Hasil Kateterisasi Jantung Kanan
Apabila kemampuan jantung pasien dalam memompa darah tetap sangat rendah atau tekanan di dalam jantung tetap tinggi meskipun sudah mendapatkan pengobatan optimal, dokter dapat melakukan evaluasi lanjutan untuk mempertimbangkan pemasangan LVAD.
Salah satu pemeriksaan yang umum digunakan adalah kateterisasi jantung kanan. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengukur tekanan di dalam ruang jantung dan pembuluh darah paru secara langsung, serta menilai seberapa baik jantung mampu mengalirkan darah ke seluruh tubuh.
Hasil kateterisasi jantung kanan membantu dokter memastikan tingkat keparahan gagal jantung, menilai dampaknya terhadap organ lain, dan menentukan apakah pasien sudah berada pada tahap yang memerlukan dukungan mekanik jantung seperti LVAD.
Berbagai Pemeriksaan untuk Penetapan LVAD
Guna memastikan apakah pasien gagal jantung memenuhi kriteria pemasangan LVAD, dokter akan melakukan evaluasi melalui beberapa pemeriksaan penunjang, yang bertujuan menilai fungsi jantung, kondisi organ lain, serta kesiapan pasien menjalani terapi jangka panjang. Beberapa pemeriksaan yang umumnya dilakukan meliputi:
-
Pemeriksaan darah, untuk menilai fungsi ginjal, fungsi hati, kadar gula darah dan HbA1c, jumlah trombosit serta sistem pembekuan darah. Hasil ini penting untuk memperkirakan risiko perdarahan dan komplikasi pascaoperasi.
-
Ekokardiografi, untuk menilai ukuran dan fungsi bilik kanan jantung, serta mendeteksi dan menilai kelainan pada katup jantung.
-
Pemeriksaan pencitraan, seperti foto rontgen dada atau pencitraan organ lain (misalnya hati dan saluran pencernaan), guna menilai kondisi organ yang dapat terpengaruh oleh gagal jantung lanjut.
-
Pemeriksaan hemodinamik invasif melalui kateterisasi jantung kanan, untuk mengukur tekanan di dalam jantung dan pembuluh darah paru, serta menilai kemampuan bilik kanan jantung dalam memompa darah.
-
Evaluasi psikososial, untuk menilai kepatuhan pasien terhadap pengobatan, kondisi kesehatan mental, ketersediaan dukungan sosial, dan lingkungan di sekitar pasien.
-
Elektrokardiogram, untuk memantau aktivitas listrik jantung dan mendeteksi gangguan irama jantung yang dapat memengaruhi hasil terapi.
Itulah penjelasan mengenai kriteria pasien LVAD yang perlu dipahami. Penting diingat bahwa prosedur ini hanya disarankan bagi pasien yang telah memperoleh diagnosis dari dokter. Sebelum memutuskannya, dokter akan terlebih dahulu mempertimbangkan kondisi medis pasien guna memastikan bahwa mereka telah memenuhi persyaratan untuk menjalani prosedur ini.
Keputusan pemasangan LVAD sebaiknya didiskusikan dengan tim dokter jantung secara menyeluruh. Oleh karena itu, perhatikan reputasi serta layanan kesehatan berstandar internasional ketika memilih rumah sakit jantung terbaik untuk mendapatkan pengobatan maupun mencari second opinion guna mendapatkan informasi menyeluruh tentang diagnosis dan rencana terapi Anda.
Tidak perlu ke luar negeri, apabila Anda ingin memperoleh informasi lebih lanjut mengenai LVAD, Anda dapat menggunakan layanan second opinion untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Subspesialis Kardiologi Intervensi di Siloam Hospitals terdekat.
Gunakan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan dengan mudah, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam dan nikmati berbagai fitur untuk mempermudah perjalanan kesehatan Anda.
Sumber
Journal of Clinical Medicine. How to Select Patients for Left Ventricular Assist Devices? A Guide for Clinical Practice. Diakses pada 2026 | Journal of the American Heart Association (JAHA). Left Ventricular Assist Devices: A Primer For the General Cardiologist. Diakses pada 2026 | Mayo Clinic. Ventricular assist device (VAD). Diakses pada 2026 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP
Kardiologi (Jantung)
Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP
Kardiologi (Jantung)
Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Magma Purnawan Putra, SpJP (K), FIHA, FESC
Kardiologi (Jantung)
Subspesialis Kardiologi Intervensi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Skrining Premium Gagal Jantung
Skrining Jantung
13 Service/Item
Rp6.000.000
TERPOPULER
Skrining Premium Kesehatan Jantung
Skrining Jantung
13 Service/Item
Rp5.400.000
Paket Aritmia (Gangguan Irama Jantung) Complete
Skrining Jantung
8 Service/Item
Rp2.388.000
TERPOPULER
Paket Skrining Jantung Aritmia
Skrining Jantung
13 Service/Item
Rp6.600.000







