Apakah Ada Makanan Penyebab BAB Berdarah? Cek Faktanya!
Kesehatan Tubuh

Apakah Ada Makanan Penyebab BAB Berdarah? Cek Faktanya!

28 Mei 2025 4 menit waktu baca
makanan penyebab bab berdarah

 

Sebagian orang mungkin akan terkejut dan merasa khawatir ketika melihat fesesnya berwarna kemerahan atau cokelat pekat karena hal ini terlihat seperti adanya perdarahan. Ketika mengalami kondisi ini, langkah pertama kerap dilakukan sebagian orang adalah meninjau kembali makanan apa saja yang baru ia konsumsi. Namun sebetulnya, apakah ada makanan penyebab BAB berdarah? Mari temukan fakta selengkapnya dalam artikel berikut ini.

 

Makanan Penyebab BAB Berdarah, Apakah Ada?

 

Perlu dipahami bahwa makanan bukan menjadi penyebab utama dari BAB berdarah. Namun, bagi beberapa orang, konsumsi makanan tertentu dapat mengiritasi lapisan usus yang kemudian dapat menyebabkan peradangan serta perdarahan internal sehingga mengakibatkan munculnya bercak darah pada feses. Hal ini umumnya terjadi ketika seseorang memiliki alergi makanan tertentu, seperti alergi susu dan produk olahan susu.

 

Selain itu, pada penderita kondisi medis tertentu, seperti inflammatory bowel disease (IBD), konsumsi makanan tertentu dapat memicu atau memperburuk gejala, termasuk BAB berdarah. Kemudian, konsumsi sejumlah makanan yang berwarna kemerahan mungkin bisa membuat feses tampak seperti berdarah, meski sebenarnya tidak demikian.

 

1. Makanan yang Dapat Membuat Feses Tampak Seperti Berdarah

 

Pada dasarnya, feses merupakan limbah dari proses pencernaan yang terdiri dari tiga komponen utama, yaitu air, cairan empedu, dan komponen makanan yang tidak tercerna. Karena itu, konsumsi makanan yang mengandung banyak pigmen merah bisa membuat feses berwarna merah pula dan tampak seperti berdarah.

 

Terdapat beberapa jenis makanan atau obat-obatan yang dapat membuat feses tampak seperti berdarah atau berwarna merah saat dikonsumsi dalam jumlah banyak, seperti:

 

  • Buah bit.

  • Tomat.

  • Paprika merah.

  • Makanan yang menggunakan pewarna merah, biasanya ditemukan pada permen, sereal, dan sebagainya.

  • Gelatin berwarna.

  • Obat rifampicin, phenytoin, cefdinir, dan lain-lain.

 

2. Makanan Pedas

 

Makanan pedas yang terbuat dari cabai, seperti cabai merah, cabai rawit, atau cabai tabasco diduga berkaitan dengan BAB berdarah, tapi tidak secara langsung. Cabai mengandung capsaicin yang dapat berinteraksi dengan reseptor nyeri di seluruh tubuh dan dapat menciptakan sensasi terbakar dari mulut hingga saluran pencernaan bagian bawah. Selain itu, capsaicin juga dikenal sebagai salah satu senyawa yang dapat menyebabkan diare. 

 

Dalam kasus diare yang parah, ada kemungkinan ditemukan bercak darah pada feses. Hal ini terjadi karena diare bisa membuat seseorang terlalu sering menyeka bagian anus yang dapat meningkatkan risiko terjadinya fisura ani (robeknya lapisan di anus).

 

Sekali lagi ditekankan bahwa makanan pedas, tidak serta-merta menyebabkan BAB berdarah secara langsung. Namun, jika dikonsumsi secara berlebihan, makanan pedas bisa memicu atau memperburuk suatu kondisi dengan gejala BAB berdarah.

 

3. Makanan yang Terkontaminasi Kuman

 

BAB berdarah menjadi salah satu gejala umum keracunan makanan, yaitu kondisi yang bisa disebabkan oleh konsumsi makanan yang terkontaminasi bakteri, seperti Salmonella, Escherichia coli, Campylobacter, dan Listeria. Adapun jenis makanan yang kerap terkontaminasi kuman adalah daging merah dan daging ayam.

 

Kondisi Medis yang Dapat Menyebabkan BAB Berdarah & Berkaitan dengan Makanan

 

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa makanan bukan menjadi penyebab utama BAB berdarah. Kondisi ini kemungkinan besar berasal dari masalah kesehatan tertentu yang berkaitan dengan asupan makanan dan memiliki gejala berupa feses berdarah. Beberapa kondisi medis tersebut, di antaranya:

 

1. Alergi Susu

 

Alergi susu adalah kondisi ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi secara berlebihan terhadap protein yang terkandung di dalam susu sapi. Kondisi ini kerap terjadi pada bayi, namun tidak menutup kemungkinan orang dewasa juga bisa mengalaminya. Beberapa gejala alergi susu adalah gatal-gatal, muntah, diare, hingga BAB berdarah.

 

2. Inflammatory Bowel Disease

 

Inflammatory bowel disease adalah peradangan pada saluran pencernaan yang bisa membuat penderitanya mengeluhkan sejumlah gejala, seperti diare, sakit perut, dan lain sebagainya. Terdapat dua jenis inflammatory bowel disease umum terjadi, yaitu kolitis ulseratif dan Crohn’s disease.

 

Kolitis ulseratif adalah peradangan kronis yang terjadi pada usus besar dan rektum. Sementara itu, Crohn’s disease merupakan peradangan kronis pada seluruh lapisan dinding sistem pencernaan, termasuk mulut, kerongkongan, lambung, usus, hingga rektum. Namun, Crohn’s disease biasanya terjadi pada usus halus.

 

Ada beberapa jenis makanan dan minuman yang diketahui dapat memperburuk gejala IBD sehingga bisa menyebabkan munculnya bercak darah pada feses. Beberapa jenis makanan dan minuman tersebut, yaitu:

 

  • Makanan berlemak dan berminyak, seperti gorengan.

  • Makanan pedas.

  • Alkohol.

  • Kafein.

  • Minuman yang mengandung laktosa, seperti susu sapi.

  • Makanan manis.

  • Makanan yang mengandung serat tidak larut, seperti gandum utuh, kacang-kacangan utuh, dan sebagainya.

 

3. Keracunan Makanan

 

Keracunan makanan adalah kondisi medis yang dapat terjadi setelah penderitanya mengonsumsi makanan yang terkontaminasi bakteri seperti yang telah dijelaskan di atas. Beberapa gejala umum keracunan makanan adalah:

 

  • Kram perut.

  • Diare.

  • Mual.

  • Muntah.

  • Demam.

 

Jika kondisi ini juga disertai dengan BAB berdarah, seseorang yang mengalami keracunan makanan perlu segera mengunjungi dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Sebab, hal ini bisa menjadi indikasi dari keracunan makanan yang parah.

 

Perlu dipahami bahwa kondisi yang disebutkan di atas tidak secara spesifik mewakili faktor penyebab BAB berdarah. Artikel ini pada dasarnya hanya bertujuan untuk edukasi dan tidak bisa menggantikan saran medis profesional dokter. Untuk mendapatkan diagnosis yang akurat dan penanganan yang tepat mengenai BAB berdarah, Anda bisa berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Siloam Hospitals terdekat.

 

Seluruh tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang dijalani pasien terkait dengan kondisinya bisa berbeda di setiap rumah sakit, tergantung pada fasilitas kesehatan yang tersedia. Dalam hal ini, tenaga medis profesional akan menentukan prosedur pemeriksaan dan pengobatan agar sesuai dengan kondisi medis pasien.

 

Anda juga dapat menggunakan aplikasi MySiloam untuk memeriksa jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang dan nikmati berbagai fitur yang dapat memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

 

Sumber

Medical News Today. Can Food Cause Bloody Stools? Causes and When to Contact a Doctor. Diakses pada 2025 | Healthline. Do Certain Foods Cause Blood in Stool? Myth vs. Science. Diakses pada 2025 | NCBI. Hemato-CHEESE-ia: A Case of Red Stools Caused by a Spicy Cheesy Snack. Diakses pada 2025 | NCBI. Gastrointestinal Bleeding. Diakses pada 2025 |

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail