7 Makanan Penyebab Hipertensi, Waspadai Konsumsinya!
Pola Hidup Sehat

7 Makanan Penyebab Hipertensi, Waspadai Konsumsinya!

13 Februari 2025 5 menit waktu baca
makanan penyebab hipertensi

 

Merencanakan program diet secara tepat dapat membantu mengurangi risiko tekanan darah tinggi (hipertensi). Di antara banyak jenis hidangan, makanan yang asin diketahui berdampak signifikan pada naiknya tekanan darah dalam tubuh. Untuk menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah, kenali beberapa makanan penyebab hipertensi di bawah ini.

 

Makanan Penyebab Hipertensi

 

Hipertensi sering kali dikaitkan dengan konsumsi makanan tertentu, seperti makanan yang mengandung tinggi garam, gula, dan lemak jenuh, secara berlebihan. Berikut adalah beberapa makanan yang perlu dihindari oleh penderita hipertensi karena dapat memperburuk kesehatan kardiovaskular:

 

1. Garam

 

Garam mengandung banyak natrium (sekitar 40%) yang dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah jika dikonsumsi secara berlebihan. Kandungan natrium yang berlebihan dalam darah dapat mengganggu keseimbangan cairan dalam tubuh. Masuknya cairan ke dalam sel akan mengecilkan diameter pembuluh darah arteri sehingga jantung harus memompa darah lebih kuat yang berakibat pada meningkatnya tekanan darah.

 

Menurut P2PTM Kemenkes RI, asupan garam dapur yang direkomendasikan untuk nonpenderita hipertensi adalah tidak melebihi 5 gram atau (setara dengan satu sendok teh kecil) atau asupan natrium tidak melebihi 2 gram per hari. Adapun penderita hipertensi dianjurkan untuk membatasi asupan natrium yang tidak melebihi 1,5 gram atau setara dengan 3,5–4 gram garam dapur per hari.

 

Konsumsi garam bisa dibatasi dengan menggantinya dengan rempah-rempah untuk memperkaya rasa hidangan. Pada makanan panas, seperti sup, disarankan untuk memberikan garam setelah sup sudah jadi dan disajikan di meja. Garam bisa ditambahkan sesuai selera dan tidak terlalu banyak. Untuk mengetahui kandungan natrium, perhatikan label fakta nutrisi (nutrition facts) pada setiap kemasan makanan sebelum mengonsumsinya. 

 

2. Gula

 

Gula diketahui dapat meningkatkan berat badan pada orang dewasa dan anak-anak. Berat badan berlebih dan obesitas dapat meningkatkan risiko hipertensi. Berdasarkan Kemenkes RI, asupan gula yang direkomendasikan per harinya adalah tidak melebihi 50 gram atau setara dengan 4 sendok makan gula.

 

3. Processed Food

 

Diet yang sehat umumnya mencakup menghindari konsumsi makanan olahan (processed food). Jenis makanan ini diketahui memiliki kandungan garam yang tinggi. Dengan tidak mengonsumsi processed food, termasuk makanan cepat saji, asupan garam pun bisa dikurangi secara signifikan. Contoh makanan proses ini adalah mie instan, snack, kentang goreng, nugget, bakso, dan lain-lain.

 

Salah satu contoh processed food lainnya yang umum dikonsumsi adalah frozen pizza. Hidangan ini mengandung kadar gula, natrium, dan lemak jenuh yang tinggi. Utamanya, garam digunakan dalam proses pengawetan dan untuk mempertahankan rasa setelah dimasak. Mulai dari kerak pizza yang tinggi natrium hingga saus tomat dengan kandungan gula tinggi, konsumsi frozen pizza secara berlebihan berisiko meningkatkan tekanan darah.

 

4. Lemak Trans dan Lemak Jenuh

 

Penderita hipertensi perlu menghindari makanan tinggi lemak trans atau lemak jenuh. Jenis lemak tersebut dapat ditemukan dalam daging merah, susu, kulit ayam, dan makanan hewani lainnya. Lemak trans dan lemak jenuh diketahui dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL, atau dikenal sebagai kolesterol jahat. 

 

Penumpukan plak kolesterol di dinding pembuluh darah dapat membuatnya menjadi kaku dan menyebabkan peningkatan tekanan darah. Selain itu, penumpukan plak kolesterol tersebut juga dapat menyebabkan penyumbatan pembuluh darah yang berisiko memicu penyakit jantung.

 

5. Daging Deli

 

Sebagai daging olahan, daging deli sering kali dibumbui dan diawetkan dengan garam. Apabila dikonsumsi dengan roti yang juga mengandung natrium, asupan natrium dalam satu hidangan pun menjadi tinggi. 

 

Meskipun tambahan sayuran atau salad dapat membantu mengurangi kadar garam dalam tubuh, sebaiknya ganti daging deli dengan pilihan hidangan dari daging segar, seperti menggunakan daging sapi atau ayam. Contoh daging deli adalah sosis, nugget, bacon, pepperoni, salami, pastrami, dan ham.



6. Sup dan Saus Tomat Kaleng

 

Produk kalengan, seperti sup dan saus tomat, memang tergolong sederhana dan mudah untuk diolah dalam waktu singkat. Namun, produk kalengan ini memiliki kandungan garam yang tinggi. Untuk menjaga asupan garam, sebaiknya siapkan hidangan sup sendiri. Dengan membuat hidangan sup sendiri, garam bisa ditakar sesuai dengan batasan yang direkomendasikan.

 

Apabila ingin menyajikan hidangan dengan saus tomat, pilihlah produk yang rendah garam. Adapun pilihan yang lebih sehat adalah menggunakan tomat segar yang kaya dengan antioksidan bernama lycopene. Konsumsi sayur-sayuran yang segar diketahui dapat memberikan dampak sehat untuk jantung.

 

7. Acar

 

Acar adalah hidangan yang diawetkan menggunakan garam untuk mencegah pembusukan, sehingga dapat disimpan lebih lama. Proses ini membuat sayuran yang dijadikan acar memiliki kandungan natrium yang tinggi. 

 

Sebagai contoh, satu acar timun dapat mengandung sekitar 448 mg natrium. Dengan jumlah tersebut, mengonsumsi lebih dari 5–10 acar timun per hari dapat melampaui anjuran asupan natrium harian yang direkomendasikan untuk orang tanpa hipertensi.

 

Makanan yang Disarankan untuk Penderita Hipertensi

 

Menyusun program diet untuk menurunkan tekanan darah dalam jangka pendek dan panjang bisa dimulai dengan memilih jenis makanan yang sehat untuk dikonsumsi, termasuk:

 

  • Buah-buahan.

  • Biji-bijian. 

  • Sayuran.

  • Kacang-kacangan.

  • Ikan.

  • Daging unggas.

 

Menghindari makanan yang mengandung tinggi garam, gula, dan lemak bisa menjadi cara untuk mengurangi risiko hipertensi. Namun, hal tersebut tidak semata-mata pasti dapat menjamin kesehatan jantung dan pembuluh darah. 

 

Apabila Anda menderita hipertensi atau mengeluhkan nyeri dada serta sakit kepala, segera konsultasikan kondisi Anda ke Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan diagnosis yang akurat dan penanganan yang tepat.

 

Perlu diketahui bahwa informasi dalam artikel ini hanya bertujuan sebagai edukasi dan tidak dapat digunakan untuk menggantikan saran dari dokter. Dokter akan memastikan setiap pasien menjalani pemeriksaan dan mendapatkan pengobatan yang sesuai dengan kondisinya. Tahapan prosedur diagnosis dan penanganan pun akan dilakukan di fasilitas kesehatan yang tersedia di masing-masing rumah sakit.

 

Untuk menjadwalkan konsultasi dengan dokter secara lebih mudah, Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam. Aplikasi ini dilengkapi dengan sejumlah fitur, di antaranya fitur untuk membuat janji temu dengan dokter hingga mengecek hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk memanfaatkan berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

Sumber

Healthline. Foods and Drinks to Avoid with High Blood Pressure. Diakses pada 2025 | Verywell Health. Nine Foods to Avoid for Healthy Blood Pressure. Diakses pada 2025 | Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan. Kiat Aman Konsumsi Garam bagi Penderita Hipertensi. Diakses pada 2025 | Penyakit Tidak Menular Indonesia. Berapa Anjuran Konsumsi Gula, Garam, dan Lemak Per Harinya?. Diakses pada 2025 | Sehat Negeriku. Cegah Meningkatnya Diabetes, Jangan Berlebihan Konsumsi Gula, Garam, Lemak. Diakses pada 2024|

Dokter Kami
dr-kadek-satrya-kurnia-suratna-spjp

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ronald-a-ulaan

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-magma-purnawan-putra-spjp

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Magma Purnawan Putra, SpJP (K), FIHA, FESC

Kardiologi (Jantung)

Subspesialis Kardiologi Intervensi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail