Pola Hidup Sehat
Ketahui Berbagai Manfaat Whey Protein bagi Kesehatan

Table of Contents
Whey protein adalah bentuk protein lengkap dan berkualitas tinggi yang mengandung seluruh asam amino esensial. Selain itu, whey protein juga mudah dicerna dan dapat diserap dengan cepat oleh usus dibandingkan jenis protein lainnya. Inilah yang membuat whey protein menjadi salah satu sumber protein terbaik. Lantas, apa saja manfaat whey protein untuk kesehatan? Mari simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.
Manfaat Whey Protein untuk Kesehatan Tubuh
Whey protein adalah jenis protein yang cukup populer di kalangan binaragawan dan atlet, serta menjadi pilihan utama orang-orang yang menginginkan protein tambahan dalam makanannya. Terdapat beberapa jenis whey protein, di antaranya sebagai berikut:
-
Whey protein concentrate (WPC): Jenis whey protein yang mengandung kadar lemak dan karbohidrat yang rendah.
-
Whey protein isolate (WPI): WPI diproses lebih lanjut untuk menghilangkan semua lemak dan laktosa (senyawa yang terbentuk dari gabungan glukosa dan galaktosa yang dapat ditemukan pada susu). Jenis whey protein ini biasanya mengandung setidaknya 90% protein.
-
Whey protein hydrolysate (WPH): Ini adalah bentuk whey protein yang “tercerna” karena telah mengalami hidrolisis parsial (suatu proses yang diperlukan tubuh untuk menyerap protein). WPH lebih mudah dicerna tubuh dibandingkan dua bentuk whey protein lainnya.
Whey protein menjadi sumber protein terbaik bukan tanpa alasan. Pasalnya, bentuk protein ini menawarkan segudang manfaat bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Mulai dari membangun otot hingga menurunkan kolesterol, berikut uraian selengkapnya tentang manfaat whey protein.
1. Membangun Otot-Otot Tubuh
Mengonsumsi suplemen whey protein yang diimbangi dengan latihan ketahanan dapat membantu meningkatkan sintesis protein otot dan pertumbuhan massa jaringan tanpa lemak. Studi dalam International Journal of Sport Nutrition and Exercise Metabolism menunjukkan bahwa pria yang menambahkan whey protein ke dalam dietnya akan memiliki peningkatan massa jaringan tanpa lemak yang relatif lebih besar. Peningkatan kekuatan akan jauh lebih baik dengan menggunakan suplementasi whey protein isolate (WPI) dibandingkan dengan protein kasein.
2. Meningkatkan Respons Kekebalan Tubuh pada Anak dengan Asma
Khasiat whey protein berikutnya adalah membantu mengatasi gejala asma pada anak-anak dengan cara meningkatkan respon imun anak. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam International Journal of Food Science and Nutrition menunjukkan bahwa anak-anak dengan asma yang diberi suplemen whey protein sebanyak 10 gram dua kali sehari selama 1 bulan akan mengalami peningkatan respons kekebalan tubuh.
3. Menurunkan Berat Badan
Menurunkan berat badan juga menjadi salah satu manfaat whey protein yang bisa Anda dapatkan. Tak heran bila banyak orang yang memilih mengonsumsi jenis protein ini saat sedang diet. Mengonsumsi lebih banyak protein bisa menurunkan berat badan dengan cara:
-
Menekan nafsu makan sehingga asupan kalori berkurang.
-
Meningkatkan metabolisme tubuh dan membantu tubuh untuk membakar lebih banyak kalori.
-
Membantu mempertahankan massa otot ketika berat badan menurun.
Dibandingkan jenis protein lainnya, whey protein telah terbukti mempunyai efek lebih unggul dalam proses pembakaran lemak dan mempertahankan rasa kenyang.
4. Menurunkan Gula Darah
Manfaat whey protein berikutnya adalah sebagai agen insulinotropik, yaitu membantu meningkatkan kadar insulin serta menurunkan kadar gula darah setelah makan (postprandial).
Insulin sendiri merupakan hormon yang seharusnya merangsang penyerapan gula darah ke dalam sel dan menjaganya tetap dalam batas normal. Alhasil, peningkatan kadar insulin dapat membantu menurunkan dan menstabilkan kadar gula darah dalam tubuh.
Penelitian dalam National Library of Medicine menyebutkan bahwa menambahkan whey protein dalam diet sehari-hari dapat meningkatkan respons insulin sebanyak 31% saat sarapan dan 57% saat makan siang dibandingkan dengan tidak menambahkan whey protein sama sekali.
5. Meredakan Peradangan
Peradangan adalah bagian dari respons tubuh terhadap kerusakan. Peradangan jangka pendek merupakan hal yang normal, namun dalam keadaan tertentu, peradangan bisa menjadi kronis. Peradangan kronis bisa berbahaya dan meningkatkan risiko terjadinya berbagai penyakit.
Dalam hal ini, manfaat whey protein adalah membantu mengurangi kadar protein C-reaktif (C-Reactive Protein/CRP) yang merupakan salah satu penanda peradangan dalam tubuh. Namun, sebuah penelitian dalam Nutrients menyebutkan bahwa untuk memperoleh manfaat ini, dosis whey protein yang dikonsumsi harus tinggi, yaitu lebih besar dari atau sama dengan 20 gram per hari.
6. Menurunkan Kolesterol Jahat
Manfaat whey protein bagi kesehatan tubuh berikutnya adalah membantu menurunkan kolesterol jahat (low-density lipoprotein/LDL) yang menjadi faktor risiko penyakit jantung. Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam The British Journal of Nutrition menunjukkan bahwa terdapat penurunan yang signifikan pada kolesterol total dan LDL di minggu ke-12 pada kelompok yang diberikan whey protein.
Penelitian tersebut dilakukan dengan memberikan suplemen whey protein selama 12 minggu pada 70 pria dan wanita yang memiliki berat badan berlebih, serta mengukur sejumlah parameter, seperti kadar lemak dan insulin.
7. Meningkatkan Zat Antioksidan dalam Tubuh
Antioksidan adalah zat yang berfungsi untuk melawan proses oksidasi dalam tubuh sehingga bisa mengurangi kadar stres oksidatif dan menurunkan risiko berbagai penyakit kronis. Sebagai informasi, salah satu antioksidan yang paling penting adalah glutathione. Namun, jenis antioksidan ini tidak diperoleh dari makanan, melainkan diproduksi oleh tubuh.
Sementara itu, produksi glutathione bergantung pada pasokan beberapa asam amino, seperti sistein yang terkadang pasokannya terbatas. Untuk itu, mengonsumsi makanan atau suplemen tinggi sistein, seperti whey protein dapat membantu meningkatkan pertahanan antioksidan alami dalam tubuh.
Adakah Efek Samping Whey Protein?
Whey protein adalah sumber protein yang aman dikonsumsi selama tidak memiliki alergi susu dan tidak berlebihan dalam mengonsumsinya. Dosis yang umumnya direkomendasikan adalah 25–50 gram per hari (1–2 sendok makan). Namun, beberapa produk mungkin akan memberikan rekomendasi lain.
Jika dikonsumsi secara berlebihan, whey protein mungkin dapat menimbulkan sejumlah efek samping, seperti mual, nyeri, kembung, kram, dan diare. Kalori serta kandungan gula di dalamnya juga beresiko meningkatkan berat badan tubuh jika dikonsumsi secara berlebihan. Selain itu, penderita gangguan hati atau ginjal juga perlu berhati-hati dalam mengonsumsinya.
Perlu diingat bahwa penggunaan whey protein bisa menimbulkan reaksi atau efek samping yang berbeda pada masing-masing orang. Maka dari itu, penjelasan di atas tidak bisa menjadi acuan satu-satunya dan tidak bisa menggantikan saran dari tenaga medis profesional.
Guna memastikan penggunaan whey protein telah sesuai dan aman untuk dikonsumsi sesuai kondisi medis Anda, silakan mengunjungi Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan rekomendasi penggunaan whey protein yang tepat dari Dokter Spesialis Gizi Klinik.
Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, serta memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals TB Simatupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
Dr. dr. Samuel Oetoro, MS, SpGK (K)
Gizi Klinik
Subspesialis Nutrisi pada Kelainan Metabolisme Gizi
MRCCC Siloam Hospitals Semanggi
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals TB Simatupang
Tersedia :
Tersedia hari ini








