Tiba-Tiba Muncul Jerawat Berkelompok? Bisa Jadi Tanda Breakout pada Wajah!
Kecantikan

Tiba-Tiba Muncul Jerawat Berkelompok? Bisa Jadi Tanda Breakout pada Wajah!

31 Mei 2025 6 menit waktu baca
Breakout adalah

 

Breakout pada wajah merupakan salah satu masalah kulit yang cukup mengganggu sebagian orang. Kondisi ini ditandai dengan munculnya jerawat secara tiba-tiba pada kulit sehingga kerap membuat beberapa individu merasa tidak percaya diri dengan penampilannya. Sebetulnya, apa penyebab breakout pada kulit wajah dan bagaimana cara mengatasinya? Mari simak informasi selengkapnya di bawah ini.

 

Apa Itu Breakout pada Wajah?

 

Pada dasarnya, breakout adalah kondisi yang ditandai dengan munculnya jerawat pada kulit secara tiba-tiba dan biasanya berjumlah lebih dari satu. Jerawat sendiri memang paling sering muncul di bagian kulit yang memiliki banyak kelenjar minyak, seperti wajah, leher, dada, punggung atas, dan lengan atas. Saat terjadi breakout, folikel rambut terisi dengan sel-sel kulit mati, minyak (sebum), dan terkadang bakteri.

 

Kondisi ini bisa menyebabkan pembengkakan, kemerahan, dan peradangan pada lapisan kulit. Akibatnya, pori-pori menjadi tersumbat. Selain itu, hal tersebut juga membuat kotoran, termasuk sebum dan sel kulit mati yang menumpuk, terdorong ke permukaan kulit.

 

Penyebab Breakout pada Wajah

 

Terdapat beberapa faktor yang bisa menyebabkan seseorang mengalami breakout pada wajah, mulai dari stres berlebih, penggunaan produk skin care yang tidak sesuai, asupan makanan, dehidrasi, hingga kebiasaan merokok. Berikut adalah penjelasan selengkapnya:

 

1. Hormon

 

Salah satu penyebab breakout yang paling umum adalah masalah hormonal. Breakout akibat masalah hormonal biasanya dipicu oleh stres berlebih, kurang tidur, siklus menstruasi, efek samping obat-obatan (seperti steroid), dan kondisi medis tertentu (seperti polycystic ovarian syndrome/PCOS).

2. Stres

 

Faktor penyebab breakout pada wajah yang pertama adalah stres berlebih. Saat sedang stres, tubuh akan melepas hormon corticotropin-releasing (CRH) yang dapat memicu pelepasan sitokin inflamasi dan meningkatkan produksi sebum (minyak) pada kulit. Jika kadarnya terlalu berlebihan, sebum tersebut dapat menyumbat pori-pori sehingga rentan menimbulkan jerawat pada kulit.

 

2. Penggunaan Produk Skin Care dan Perawatan Kulit yang Kurang Tepat

 

Penggunaan produk skin care yang tidak sesuai dengan jenis kulit juga sangat rentan menyebabkan seseorang mengalami breakout pada kulit wajah. Misalnya, mereka yang memiliki kulit berminyak dan menggunakan produk berbahan dasar minyak, seperti krim dan losion, bisa memicu terjadinya breakout.

 

Selain itu, pada orang-orang dengan tipe kulit berminyak juga disarankan untuk menghindari bahan-bahan skincare yang mengandung minyak mineral (mineral oil), minyak kelapa (coconut oil), shea butter, petrolatum, paraffin, dan yang berbahan dasar alkohol. 

 

Bahan dasar minyak pada skincare dapat menyebabkan minyak alami pada wajah ‘terperangkap’ dan menambah jumlah minyak pada wajah. Sementara itu, bahan alkohol dapat menghilangkan minyak alami kulit yang mengakibatkan peningkatan produksi minyak dan iritasi kulit.  Pada orang kulit berminyak lebih disarankan untuk memakai skincare dengan label bebas minyak (oil free) dan non-komedogenik.

 

Selain skin care, perawatan kulit yang kurang tepat dan terlalu berlebihan juga dapat menyebabkan peradangan, iritasi, hingga kulit kering. Hal ini membuat kulit bereaksi secara alami dengan memproduksi lebih banyak minyak.

 

3. Asupan Makanan Tertentu

 

Konsumsi makanan tertentu, seperti makanan dengan indeks glikemik yang tinggi diketahui dapat memperburuk jerawat pada kulit. Sebab, makanan ini biasanya diproses secara berlebihan yang membuat kadar gula dalam tubuh meningkat dengan cepat saat dikonsumsi.

 

Saat kadar gula darah meningkat, tubuh akan memproduksi lebih banyak insulin dan insulin-like growth factor 1 (IGF-1). Penelitian berjudul Effects of Diet on Acne and Its Response to Treatment (2021) menjelaskan bahwa insulin dan IGF-1 dapat meningkatkan produksi dan sekresi sebum serta kadar hormon androgen yang bisa memicu kemunculan jerawat.

 

Adapun beberapa jenis makanan dengan tingkat indeks glikemik yang tinggi adalah:

 

  • Roti, nasi putih, dan pasta.

  • Kue kering.

  • Minuman manis, seperti soda.

  • Makanan ringan, seperti keripik kentang.

  • Gorengan, seperti kentang goreng dan sebagainya.

 

4. Dehidrasi

 

Tubuh sangat membutuhkan air untuk menjaga keseimbangan alami atau fisiologisnya. Selain itu, menjaga tubuh agar tetap terhidrasi juga dipercaya dapat merawat kesehatan kulit dan membantu mengurangi kemunculan jerawat. Ketika tubuh mengalami dehidrasi, kulit akan terasa lebih kering. Hal ini membuat produksi minyak cenderung meningkat dan dapat menyebabkan breakout pada kulit wajah.

 

5. Kebiasaan Merokok

 

Tak hanya berdampak buruk pada sistem pernapasan, kebiasaan merokok ternyata juga bisa memengaruhi kesehatan kulit secara keseluruhan, termasuk memicu munculnya jerawat. Hal ini dikarenakan kebiasaan merokok dapat mengubah komposisi serta produksi sebum pada kulit, sehingga sangat rentan menyebabkan kulit berjerawat.

 

6. Kontaminasi Bakteri

 

Menyentuh kulit wajah dengan tangan yang masih kotor bisa menyebabkan wajah terkontaminasi bakteri penyebab jerawat. Selain itu, kontaminasi bakteri dan kotoran dari penggunaan sarung bantal yang tidak diganti secara rutin juga bisa meningkatkan risiko terjadinya breakout pada kulit wajah.

 

7. Kurang Tidur

 

Tidur menjadi salah satu cara bagi tubuh untuk memulih kondisinya secara keseluruhan. Sewaktu tidur, energi akan dipulihkan dan sel-sel beregenerasi. Jika seseorang mengalami kurang tidur, hal ini bisa meningkatkan risiko terjadinya stres berlebih.

 

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, stres dapat meningkatkan produksi minyak (sebum) pada kulit sehingga bisa memicu terjadinya breakout pada wajah. Kondisi ini pun dapat semakin memburuk jika seseorang mengonsumsi makanan tidak sehat yang kerap dilakukan oleh sebagian orang saat sedang begadang.

 

Cara Mengatasi Breakout pada Wajah

 

Apabila mengalami breakout pada kulit wajah, terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membantu meredakannya, seperti:

 

  • Mencuci muka secara rutin dengan sabun wajah, yakni saat bangun tidur di pagi hari dan sebelum tidur pada malam hari. Hal ini dapat membantu membersihkan kulit wajah dari minyak berlebih dan kotoran. Pilihlah sabun wajah yang sesuai dengan tipe kulit Anda. Hindari mencuci muka dengan sabun mandi karena kulit wajah lebih sensitif daripada kulit badan dan sabun mandi dapat menghilangkan minyak natural wajah dan menyebabkan ketidakseimbangan pH wajah, menjadikan kulit wajah kering, iritasi, dan breakout. 

  • Memperbanyak konsumsi makanan utuh (whole food), yaitu makanan yang tidak mengalami proses pengolahan terlalu banyak. Makanan ini umumnya memiliki indeks glikemik yang rendah sehingga dapat menjaga kadar gula darah agar tidak melonjak dengan cepat setelah makan. Beberapa jenis makanan utuh yang baik dikonsumsi, di antaranya gandum utuh, buah-buahan, sayuran, dan sebagainya.

  • Memperbanyak minum air putih, yakni sekitar 2 liter atau setara dengan 8 gelas per hari.

  • Tidak menyentuh kulit wajah dengan tangan yang kotor.

  • Mengelola stres dengan baik. Hal ini dapat dilakukan dengan rutin berolahraga, bermeditasi, menulis jurnal, dan lain-lain.

  • Tidur yang cukup.

  • Menggunakan obat-obatan atau produk perawatan kulit tertentu, seperti produk yang mengandung salicylic acid, benzoil peroksida dan sebagainya. Namun, pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum menggunakan obat-obatan dalam mengatasi breakout pada wajah.

 

Perlu diingat bahwa penyebab yang disebutkan di atas tidak secara spesifik mewakili kondisi breakout pada wajah. Metode penanganan masalah kulit ini juga perlu disesuaikan dengan jenis kulit setiap individu, sehingga sangat penting untuk mendapatkan diagnosis yang akurat dan perawatan yang tepat dari dokter.

 

Oleh karena itu, disarankan untuk segera berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika di Siloam Hospitals terdekat jika memiliki masalah pada kulit yang cukup mengganggu, termasuk breakout atau munculnya jerawat pada kulit wajah yang tidak kunjung menghilang.

 

Gunakan aplikasi MySiloam untuk melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Unduh aplikasi MySiloam sekarang dan nikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

Sumber

WebMD. Preventing Acne: Effective Tips. Diakses pada 2025 | Healthline. Why Am I Breaking Out? 8 Sneaky Causes of Acne (Plus How to Treat It). Diakses pada 2025 | News in Health. Acne Breakouts: Controlling Problem Pimples. Diakses pada 2025 | American Journal of Clinical Dermatology. Effects of Diet on Acne and Its Response to Treatment. Diakses pada 2025 |

Dokter Kami
dr-marsia-rusfianti-spkk

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Marsia Rusfianti, SpKK, M.Kes

Dermatologi (Kulit)

Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika


Siloam Hospitals Lippo Cikarang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-armina-haramaini-spkk

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Armina Haramaini, SpKK

Dermatologi (Kulit)

Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-epi-panjaitan-msc-spkk

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Epi Panjaitan, MSc, SpKK

Dermatologi (Kulit)

Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail