Pola Hidup Sehat
Ingin Diet Atkins? Ini Manfaat dan Risiko yang Harus Diwaspadai

Table of Contents
Diet Atkins adalah pola makan yang dapat membantu menurunkan atau mempertahankan berat badan seseorang. Pasalnya, jenis diet ini disebut-sebut sebagai pendekatan yang sehat bagi seseorang yang ingin menurunkan berat badan dan memperbaiki masalah kesehatan tertentu. Lantas, apakah diet Atkins memiliki risiko efek samping? Apa saja manfaatnya? Mari simak ulasan selengkapnya di bawah ini.
Apa itu Diet Atkins?
Diet Atkins dicetuskan oleh dokter spesialis jantung, Robert Atkins, pada tahun 1960-an. Ia percaya bahwa bukanlah lemak yang menyebabkan bertanggung jawab atas masalah kesehatan dan penambahan berat badan, melainkan karbohidrat. Karenanya, diet Atkins fokus pada pola makan banyak lemak, sedikit protein, dan sedikit karbohidrat.
Seperti yang sudah dijelaskan, diet Atkins adalah jenis diet tinggi lemak, sedikit protein, dan sedikit karbohidrat. Tujuan utama diet ini adalah mengubah metabolisme tubuh. Alih-alih menggunakan karbohidrat, tubuh akan membakar lemak sebagai energi.
Penerapan jenis diet ini tidak membatasi jumlah lemak yang dikonsumsi sehingga tidak perlu menghitung kalori atau mengukur ukuran porsi. Namun, praktisi diet ini perlu menghitung asupan karbohidrat karena diet ini memberlakukan pembatasan karbohidrat, terutama pada tahap awal.
Fase Diet Atkins
Sebelum memulai diet Atkins, sebaiknya konsultasikan dengan ahli gizi atau dokter terlebih dahulu. Secara umum, jenis diet ini terbagi menjadi 4 fase, berikut masing-masing penjelasannya:
-
Fase 1 (induksi): Pada fase ini, diperlukan pembatasan karbohidrat di bawah 20 gram (g) per hari selama 2 minggu pertama. Pada fase ini, seseorang akan megonsumsi makanan tinggi lemak dan tinggi protein dengan sayuran rendah karbohidrat, seperti sayuran hijau. Fase ini dapat memulai penurunan berat badan.
-
Fase 2 (penyeimbangan): Perlahan-lahan tambahkan kacang-kacangan, sayuran rendah karbohidrat, dan sedikit buah pada menu makanan.
-
Fase 3 (penyempurnaan): Ketika sudah mendekati target berat badan, tambahkan lebih banyak karbohidrat ke dalam menu makanan hingga penurunan berat badan melambat.
-
Fase 4 (pemeliharaan): Pada fase ini, Anda diperbolehkan makan karbohidrat sehat sebanyak yang dapat ditoleransi oleh tubuh tanpa mengalami kenaikan berat badan. Namun, fase ini terkadang tidak diperlukan.
Sebenarnya, fase diet Atkins dapat dimodifikasi melalui konsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Beberapa orang mungkin memilih untuk melewatkan fase induksi dan langsung memasukkan banyak sayuran serta buah-buahan sejak awal dalam menu hariannya.
Trik ini dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi dan serat yang cukup. Sebagian orang lainnya lebih memilih untuk tetap berada dalam fase induksi tanpa batas waktu. Hal ini dikenal juga sebagai diet ketogenik yang sangat rendah karbohidrat (keto).
Manfaat Diet Atkins
Beberapa manfaat yang bisa didapatkan dengan menerapkan diet Atkins adalah sebagai berikut:
-
Mencegah mudah lapar: Asupan protein dan lemak pada diet Atkins dapat membantu menekan nafsu makan sehingga membuat seseorang tidak mudah lapar. Dengan begitu, risiko makan berlebih pun bisa dicegah.
-
Penurunan berat badan: Diet ini dipercaya bisa menurunkan berat badan dalam jumlah besar pada dua minggu pertama fase 1, namun hasilnya bisa berbeda-beda pada setiap orang. Pada fase 2 dan 3, penurunan berat badan akan terus terjadi selama tidak makan lebih banyak karbohidrat.
-
Manfaat untuk kesehatan: Diet Atkins dapat membantu mengontrol kadar gula darah, terutama pada penderita diabetes, karena membatasi asupan karbohidrat.
Risiko Efek Samping Diet Atkins
Diet Atkins adalah jenis diet yang mengharuskan seseorang membatasi nutrisi tertentu yang penting bagi tubuh. Jadi, meskipun terjadi penurunan berat badan dan perubahan metabolisme, diet Atkins juga berpotensi menyebabkan terjadi beberapa efek samping, terutama di fase awal diet. Efek samping tersebut, di antaranya:
-
Sakit kepala atau pusing berputar.
-
Lemas.
-
Mudah lelah.
-
Gula darah rendah.
-
Masalah ginjal.
-
Ketidakseimbangan elektrolit.
-
Tidak mendapatkan cukup serat. Padahal, serat berperan dalam mencegah penyakit jantung dan beberapa jenis kanker, membantu mengatur nafsu makan, serta mendukung motilitas usus dan mikrobiota usus yang sehat.
Di samping itu, asupan makanan yang cenderung tinggi lemak jenuh pada diet Atkins juga dapat meningkatkan kolesterol LDL (jahat) pada beberapa individu. Pada akhirnya, hal ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Diet tinggi lemak juga diketahui dapat menyebabkan perubahan mikrobioma usus yang dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular.
Rekomendasi Makanan untuk Diet Atkins
Beberapa jenis makanan dan minuman yang dapat dikonsumsi saat menjalani diet Atkins adalah sebagai berikut:
-
Ikan berlemak dan makanan laut, seperti salmon, trout, sarden, dan makarel.
-
Telur yang diperkaya omega-3.
-
Daging, termasuk daging sapi, babi, domba, ayam.
-
Lemak sehat, seperti minyak zaitun extra virgin, minyak kelapa, alpukat, dan minyak alpukat.
-
Sayuran rendah karbohidrat, seperti kangkung, brokoli, bayam, dan asparagus.
-
Produk susu dan turunannya, seperti keju, mentega, yogurt tinggi lemak, dan krim.
-
Kacang-kacangan dan biji-bijian, seperti kacang almond, kacang macadamia, kenari, dan biji bunga matahari.
-
Beras merah, oatmeal, dan quinoa.
-
Air putih.
-
Kopi.
-
Teh hijau.
Makanan yang Sebaiknya Dihindari saat Menjalani Diet Atkins
Sementara itu, beberapa jenis makanan dan minuman yang perlu dihindari saat menjalani diet Atkins adalah sebagai berikut:
-
Gula, baik yang terdapat pada minuman soda, jus buah kemasan, kue, permen, es krim, dan produk sejenis lainnya.
-
Biji-bijian olahan, seperti roti putih, nasi putih, dan pasta.
-
Makanan rendah lemak.
-
Buah tinggi karbohidrat, seperti pisang, jeruk, apel, pir, dan anggur (hanya pada fase induksi).
-
Sayuran bertepung, seperti kentang dan ubi jalar.
-
Kacang-kacangan, seperti buncis dan lentil (hanya pada fase induksi).
Itulah penjelasan mengenai diet atkins yang perlu Anda ketahui. Penting untuk dipahami bahwa informasi di atas sekadar bertujuan sebagai edukasi dan tidak bisa menggantikan saran dari tim medis profesional. Manfaat dan risikonya bisa berbeda-beda, tergantung kondisi kesehatan masing-masing orang.
Apabila ingin melakukan konsultasi lebih lanjut mengenai jenis diet yang sesuai untuk Anda, jangan ragu mengunjungi Dokter Spesialis Gizi Klinik di Siloam Hospitals terdekat. Bersama Siloam Hospitals, Anda juga dapat memperoleh saran kesehatan lebih lanjut sesuai dengan kondisi tubuh.
Guna menunjang kesehatan tubuh, selain beraktivitas fisik, Anda juga bisa memesan layanan Healthy Catering Homecare dari Siloam Hospitals. Paket makanan ini bisa disesuaikan dengan kondisi kesehatan Anda, serta sudah dilengkapi dengan sesi konsultasi bersama ahli gizi kami. Praktis, anda bisa memesannya secara virtual melalui aplikasi MySiloam.
Sumber
Cleveland Clinic. What Is the Atkins Diet, and Is It Healthy?. Diakses pada 2024 | Health. A Complete Guide to the Atkins Diet. Diakses pada 2024 | Healthline. The Atkins Diet: Everything You Need to Know. Diakses pada 2024 | Mayo Clinic. Atkins Diet: What's behind the claims?. Diakses pada 2024 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals TB Simatupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
Dr. dr. Samuel Oetoro, MS, SpGK (K)
Gizi Klinik
Subspesialis Nutrisi pada Kelainan Metabolisme Gizi
MRCCC Siloam Hospitals Semanggi
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals TB Simatupang
Tersedia :
Tersedia hari ini







