Divertikel Buli - Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya
Kesehatan Tubuh

Divertikel Buli - Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

03 Juni 2025 3 menit waktu baca
divertikel buli

Divertikel kandung kemih, bladder diverticulum, atau divertikel buli adalah suatu kantong yang terbentuk di dinding kandung kemih dan tampak menonjol keluar. Kantong ini bisa disebabkan oleh faktor bawaan atau berkembang seiring waktu. Divertikel kandung kemih dapat menyebabkan penderitanya mengalami retensi urine, infeksi, hingga komplikasi lainnya.

 

Mari pahami penjelasan lebih lanjut mengenai divertikel buli, termasuk penyebab, gejala, dan pengobatannya melalui ulasan di bawah ini.

 

Apa itu Divertikel Buli?

 

Buli-buli, bladder, atau kandung kemih adalah organ berbentuk balon yang berfungsi untuk menyimpan urine yang dialirkan dari ginjal. Saat tidak penuh, otot-otot di dinding kandung kemih akan mengendur. Sementara bila penuh, otak akan memerintahkan otot-otot kandung kemih untuk berkontraksi agar urine bisa keluar.

 

Divertikel kandung kemih (bladder diverticulum) adalah kantong yang tumbuh di dinding kandung kemih yang bisa muncul sejak lahir (bawaan atau kongenital) atau berkembang di kemudian hari. Divertikel kandung kemih kongenital terbentuk ketika sebagian lapisan kandung kemih menyembul melalui bagian dinding kandung kemih yang lemah.

 

Kondisi ini sering kali tidak memerlukan pengobatan khusus dan hanya memunculkan satu kantong saja. Jika seseorang mengalami kelainan kongenital ini, biasanya dapat disertai juga dengan kelainan kongenital lainnya.

 

Sementara itu, divertikel kandung kemih yang didapatkan biasanya memunculkan lebih dari satu kantong dan paling sering disebabkan oleh penyumbatan pada saluran keluar kandung kemih (misalnya, karena pembengkakan prostat atau bekas luka di uretra). Kondisi ini lebih sering ditemukan pada pria yang berusia lebih tua.

 

Penyebab Divertikel Buli

 

Divertikel kandung kemih bawaan terjadi selama proses perkembangan kandung kemih saat janin berada di dalam kandungan. Sebagai informasi, dinding kandung kemih terdiri dari tiga lapisan otot yang saling terhubung untuk mencegah pergeseran kandung kemih saat terjadi peningkatan aktivitas menyebabkan berkembangnya divertikel kandung kemih.

 

Selain itu, divertikel kandung kemih kongenital juga sering dikaitkan dengan sindrom bawaan, seperti sindrom Menkes, sindrom Ehlers-Danlos, dan sindrom alkohol janin. Sindrom tersebut biasanya ditandai dengan munculnya beberapa manifestasi kelainan bawaan lainnya.

 

Di sisi lain, divertikel kandung kemih yang didapat sering kali disebabkan oleh obstruksi saluran keluar kandung kemih, baik karena obstruksi (sumbatan) yang bersifat jinak maupun ganas. Kondisi ini berkaitan dengan penyakit prostat, hipertrofi leher kandung kemih, dan striktur uretra.

 

Gejala Divertikel Buli

 

Divertikel buli sering kali tidak menunjukkan gejala yang jelas. Kondisi ini biasanya terdeteksi ketika penderitanya melakukan pemeriksaan terhadap keluhan masalah kemih lainnya. Gejala yang dapat muncul pada penderita divertikel buli adalah sebagai berikut:

 

  • Hematuria (urine berdarah).

  • Disuria (nyeri saat berkemih).

  • Infeksi saluran kemih.

  • Urine mengalir kembali ke ginjal (refluks).

  • Kesulitan buang air kecil.

  • Rasa penuh di perut bagian bawah.

  • Benjolan di perut bagian bawah.

  • Nyeri di bagian perut.

 

Adapun beberapa kondisi medis yang berkaitan dengan divertikel kandung kemih adalah:

 

  • Tumor kandung kemih.

  • Batu kandung kemih.

  • Gangguan prostat.

  • Striktur uretra.

  • Infeksi saluran kemih berulang.

  • Gangguan saraf.

 

Diagnosis Divertikel Buli

 

Divertikel buli sering kali tidak sengaja terdiagnosis melalui tes pencitraan untuk masalah kesehatan yang berbeda atau disebut juga dengan temuan insidental. Bila dalam pemeriksaan CT scan atau USG ditemukan adanya divertikel kandung kemih, dokter biasanya akan melakukan tes lanjutan. Adapun tes tersebut umumnya, meliputi:

 

  • Sistogram (tes sinar-X pada kandung kemih dengan pewarna kontras).

  • Sistoskopi (menempatkan sebuah alat yang dilengkapi kamera ke dalam kandung kemih melalui uretra).

  • Voiding cystourethrography dengan fluoroskopi. Voiding cystourethrography merupakan prosedur medis yang menggunakan cairan kontras untuk melihat kelainan kandung kemih dan uretra.

  • Tes urine (urinalisis).

  • Kultur urine.

  • Sitologi urine (pemeriksaan sel-sel dalam sampel urine di bawah mikroskop).

  • Prostate specific antigen (PSA). PSA merupakan salah satu jenis pemeriksaan yang bisa dilakukan untuk deteksi kanker prostat dengan mengukur kadar protein PSA dalam darah. 

 

Pengobatan Divertikel Buli

 

Divertikel buli tidak selalu memerlukan pengobatan bila tidak menimbulkan masalah tertentu pada penderitanya, terlebih lagi bila tidak berhubungan dengan infeksi saluran kemih, batu kandung kemih, atau refluks kemih. Jika gejalanya ringan atau tidak ada sama sekali, dokter akan melakukan pengawasan dan monitoring gejala.

 

Bila kondisi ini disebabkan oleh obstruksi pada kandung kemih, seperti tumor, maka dokter akan melakukan pengobatan untuk menghilangkan sumbatan tersebut dengan mengambil penyumbat atau divertikulumnya. Pembedahan ini bisa dilakukan melalui prosedur pembedahan terbuka atau laparoskopi.

 

Divertikel buli sering kali tidak menunjukkan gejala apa pun, namun apabila Anda mengalami keluhan yang berkaitan dengan gangguan sistem kemih, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Urologi di Siloam Hospitals guna memperoleh diagnosis yang tepat.


Jika dokter merekomendasikan untuk melakukan CT scan atau USG, Anda dapat memilih paket Cek Radiologi sesuai kebutuhan dengan mudah melalui fitur Siloam Digital Radiologi yang tersedia di aplikasi MySiloam.

 

Digital Booking Radiologi

message

ArticleDetail