Duplikasi Ureter - Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya
Kesehatan Tubuh

Duplikasi Ureter - Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

04 Juni 2025 4 menit waktu baca
duplikasi ureter

Duplex kidney, duplicated collecting system, duplicated ureters atau duplikasi ureter adalah kelainan kongenital berupa adanya dua ureter pada satu sisi ginjal. Kondisi ini biasanya tidak menimbulkan gejala tertentu. Namun, jika telah menimbulkan komplikasi, duplex kidney dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti inkontinensia urine, ginjal membengkak, serta infeksi saluran kemih kronis.

 

Sebetulnya, apa penyebab duplikasi ureter? Apakah kondisi ini bisa disembuhkan? Mari simak ulasan lengkap mengenai apa itu duplikasi ureter melalui artikel berikut ini.

 

Mengenal Duplikasi Ureter

 

Dalam kondisi normal, setiap ginjal akan terhubung dengan satu ureter. Ureter sendiri merupakan saluran yang berfungsi untuk mengalirkan urine dari ginjal ke kandung kemih. Namun, pada kasus duplikasi ureter atau duplex kidney, satu ginjal akan terhubung dengan dua ureter.

 

Kondisi ini bisa terjadi pada salah satu atau kedua ginjal (bilateral duplex kidney). Selain itu, duplex kidney juga dapat dibedakan menjadi beberapa tipe. Berikut adalah dua jenis duplikasi ureter yang sering terjadi:

 

  • Complete duplex kidney: Kondisi ketika terdapat dua ureter dari satu ginjal yang masing-masing ujungnya terhubung dengan kandung kemih secara terpisah.

  • Incomplete duplex kidney: Kondisi ketika terdapat dua ureter dari satu ginjal, namun kedua ureter tersebut bergabung dan membentuk ureter tunggal sebelum terhubung ke kandung kemih.

 

Penyebab Duplikasi Ureter

 

Duplikasi ureter bisa terjadi ketika terdapat kesalahan proses pembelahan sel selama janin berkembang di dalam kandungan. Sayangnya, masih belum diketahui secara pasti apa penyebab terjadinya kesalahan proses pembelahan sel tersebut. Namun, kondisi ini diduga berkaitan dengan faktor genetik. Sehingga, orang tua yang mengalami duplicated ureters berisiko lebih tinggi untuk menurunkan kondisi tersebut kepada anaknya.

 

Gejala Duplikasi Ureter

 

Pada kebanyakan kasus, duplicated ureters tidak menimbulkan gejala tertentu. Namun, gejala dapat muncul ketika ureter tidak mampu mengalirkan urine secara normal ke kandung kemih, yang mana kondisi ini lebih umum terjadi pada kasus complete duplex kidney. Hal tersebut diketahui dapat memicu terjadinya berbagai masalah kesehatan, di antaranya adalah sebagai berikut:

 

 

Diagnosis Duplikasi Ureter

 

Duplikasi ureter umumnya terdeteksi ketika anak melakukan tes pencitraan, seperti USG, CT scan, atau MRI untuk memeriksa gangguan pada area panggul, misalnya saat si kecil mengalami inkontinensia urine atau nyeri pinggang dan perut.

 

Apabila dicurigai mengalami duplicated ureters, dokter dapat melakukan wawancara medis (anamnesis) dengan orang tua pasien untuk mengetahui tentang gejala yang dialami pasien, serta riwayat kesehatan keluarganya untuk melihat apakah ada kemungkinan bahwa kondisi ini diturunkan.

 

Lalu, guna membantu menegakkan diagnosis duplikasi ureter, dokter juga dapat menyarankan pasien untuk melakukan pemeriksaan penunjang lainnya, seperti:

 

  • USG kandung kemih atau ginjal.

  • CT scan.

  • MRI.

  • Voiding cystourethrogram untuk memeriksa aliran urine.

  • Retrograde pyelogram.

 

Pengobatan Duplikasi Ureter

 

Seperti yang telah dijelaskan bahwa duplikasi ureter biasanya tidak menimbulkan gejala khas. Karena itu, sebagian penderita kondisi ini mungkin tidak memerlukan tindakan medis tertentu. Namun, apabila duplicated ureters juga disertai dengan ureter ektopik (ureter tidak terhubung ke bagian kandung kemih, melainkan terhubung ke bagian organ tubuh lainnya) atau gangguan fungsi ureter dan sistem berkemih lainnya, dokter dapat menyarankan pasien untuk menjalani tindakan operasi.

 

Adapun beberapa tindakan operasi yang umum dilakukan untuk menangani kondisi ini adalah sebagai berikut:

 

  • Ureteroureterostomy: Prosedur pembedahan untuk menggabungkan dua ureter menjadi satu saluran yang mengalir ke kandung kemih.

  • Ureteral reimplantation: Prosedur pembedahan untuk membuat saluran masuk baru ke dalam kandung kemih. Prosedur ini biasanya dilakukan apabila penderita juga mengalami ureter ektopik atau vesicoureteral reflux.

  • Nefrektomi: Tindakan operasi untuk mengangkat sebagian atau seluruh ginjal yang sudah tidak berfungsi dengan normal. Pasalnya, duplicated ureters yang parah juga bisa disertai dengan pembengkakan pada ginjal, di mana hal tersebut berisiko menyebabkan ginjal tidak bisa berfungsi secara optimal.

 

Komplikasi Duplikasi Ureter

 

Duplicated ureters biasanya akan menimbulkan masalah kesehatan apabila terdapat kelainan perkembangan pada sistem urinaria lainnya. Hal tersebut bisa menyebabkan terjadinya penyumbatan aliran urine hingga pembengkakan ginjal. Adapun beberapa kondisi yang biasanya berkaitan dengan duplicated ureters adalah sebagai berikut:

 

  • Ureterocele (kondisi ketika terdapat pembengkakan pada ureter bagian bawah yang berada di dekat kandung kemih).

  • Ureter ektopik (kelainan perkembangan ureter yang membuat saluran tersebut tidak terhubung ke kandung kemih  seperti yang seharusnya, melainkan terhubung ke bagian organ tubuh lainnya).

  • Vesicoureteral reflux (kondisi ketika aliran urine berbalik arah dari kandung kemih ke ureter dan ginjal).

  • Hidronefrosis (pembengkakan pada ginjal akibat penumpukan urine yang tak bisa mengalir dengan baik).


Meski biasanya tidak berbahaya, duplicated ureters tetap perlu dideteksi dan ditangani sedini mungkin, terlebih jika sudah ada gejala yang mengganggu kualitas hidup pasien, guna menghindari risiko komplikasi yang bisa membahayakan kesehatan tubuh. Oleh karenanya, jangan ragu untuk berkunjung ke Dokter Spesialis Urologi di Siloam Hospitals terdekat apabila pasien menunjukkan gejala yang mengarah pada kondisi di atas.

 

Aplikasi My Siloam (1)

message

ArticleDetail