Einstein Syndrome - Gejala, Diagnosis, dan Penanganannya
Ibu dan Anak

Einstein Syndrome - Gejala, Diagnosis, dan Penanganannya

01 Oktober 2025 4 menit waktu baca
mengenal einstein syndrome

Setiap orang tua pasti khawatir ketika anaknya mengalami speech delay atau keterlambatan dalam berbicara jika dibandingkan dengan anak seusianya. Namun, sebenarnya kondisi ini tidak selalu mengarah pada autisme, bisa juga menjadi tanda bahwa si kecil mengalami Einstein syndrome.

 

Sindrom Einstein atau Einstein syndrome adalah kondisi ketika anak mengalami keterlambatan dalam berbicara namun di sisi lain memiliki kecerdasan pada bidang pemikiran analisis tertentu. Mari pahami lebih lanjut tentang sindrom Einstein dalam artikel di bawah ini.

 

Apa itu Einstein Syndrome?

 

Sindrom Einstein atau Einstein syndrome adalah kondisi ketika seorang anak memiliki keterlambatan dalam kemampuan berbahasa, namun menunjukkan kemampuan pada bidang lain yang berkaitan dengan daya ingat serta pemikiran analitik.

 

Einstein syndrome pertama kali diperkenalkan pada tahun 1993 oleh Thomas Sowell. Menurutnya, masalah anak yang terlambat bicara sering disalahartikan sebagai tanda awal autisme atau hiperleksia (kemampuan membaca yang sangat baik di usia dini, namun tidak diikuti dengan kemampuan berbahasa dan berbicara).

 

Keterlambatan bicara atau speech delay pada anak dengan sindrom Einstein biasanya bersifat sementara. Seiring bertambahnya usia, mereka dapat mempunyai kemampuan berbicara dengan normal. Meski begitu, dari awal mereka sudah menunjukkan kecerdasan tingkat tinggi pada bidang tertentu, misalnya dalam bidang musik.

 

Gejala Einstein Syndrome

 

Selain mengalami keterlambatan berbicara, anak yang mengidap Einstein syndrome sering kali juga menunjukkan sejumlah karakteristik lainnya. Berdasarkan buku Thomas Sowell yang terbit pada tahun 1997, beberapa gejala khusus sindrom Einstein adalah sebagai berikut:

 

  • Memiliki kemampuan analitis dan musik yang hebat. Tak heran jika sebagian besar anak dengan Einstein syndrome menjadi pemusik ketika dewasa.

  • Memiliki daya ingat tinggi.

  • Mempunyai kemauan keras untuk mewujudkan suatu hal atau keinginan.

  • Lebih lama lulus toilet training, yang mana umumnya anak lulus toilet training di usia 2 tahun.

  • Cenderung selektif terhadap suatu hal, misalnya hanya mau makan menggunakan piring dengan motif yang sama.

  • Mempunyai kemampuan khusus, misalnya dapat menghafalkan angka dengan cepat.

  • Memiliki kerabat dekat dengan kemampuan yang sama.

  • Cenderung berkonsentrasi penuh ketika sedang mengerjakan sesuatu.

 

Namun sekali lagi, sindrom ini cukup sulit didiagnosis. Pasalnya, beberapa karakteristik di atas juga umum dimiliki oleh balita sekalipun ia tidak mengidap Einstein syndrome

 

Diagnosis Einstein Syndrome

 

Hal terpenting yang perlu dilakukan orang tua ketika anaknya mengalami keterlambatan dalam berbicara adalah segera berkonsultasi dengan dokter. Pasalnya, hanya memerhatikan kendala dalam kemampuan berbicara saja dapat memicu kesalahan diagnosis, sehingga diperlukan evaluasi lebih lanjut.

 

Terlebih lagi, sindrom Einstein tidak memiliki definisi medis ataupun terdaftar dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5). Sindrom Einstein termasuk kondisi yang baru dan belum diketahui secara pasti apakah faktor genetik atau lingkungan yang berperan memengaruhi kondisi ini.

 

Penanganan Einstein Syndrome

 

Meski belum diketahui secara pasti apa penyebabnya, namun anak dengan Sindrom Einstein yang mengalami keterlambatan bicara atau speech delay tetap memerlukan penanganan agar ia bisa berkomunikasi dengan lancar. Langkah pertama untuk mengevaluasi keterlambatan bicara pada anak adalah dengan mengunjungi dokter spesialis anak (pediatri) untuk melakukan evaluasi pendengaran serta perkembangan pada anak usia dini. 

 

Anda pun dapat melakukan terapi wicara pada anak untuk membantu mengatasi masalah perkembangan anak menggunakan langkah yang terstruktur. Selain memberikan kasih sayang dan perhatian penuh pada anak, berikut adalah beberapa cara lain yang bisa digunakan untuk memberikan stimulasi berbahasa pada anak sesuai dengan usianya:

 

A. Pada anak usia 0–2 tahun:

 

  • Mengucapkan kata-kata sederhana seperti “ma” atau “pa” dan dorong anak untuk mengikutinya.

  • Membacakan buku dongeng kepada anak.

  • Bermain alat musik bersama anak.

  • Ciptakan momen berbicara yang menyenangkan dengan anak, misalnya saat makan atau mandi.

 

B. Pada anak usia 2–4 tahun:

 

  • Mengenalkan  nama-nama anggota keluarga kepada anak.

  • Gunakan bahasa yang jelas saat berbicara dengan anak.

  • Membicarakan berbagai benda dan kegunaannya.

  • Mengajak anak bernyanyi bersama.

  • Melakukan permainan menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan, misalnya ya atau tidak.

 

C. Pada usia 4–6 tahun:

 

  • Mendengarkan dan memperhatikan anak ketika ia sedang berbicara.

  • Memberikan pujian ketika anak berhasil melakukan sesuatu.

  • Menonton film kartun bersama anak sembari mengajarkan anak kosakata baru dan pesan positif dari film tersebut.

  • Mengenalkan anak dengan sejumlah kalimat perintah, misalnya “ayo bersihkan mainan.”

 

Itulah penjelasan tentang Einstein syndrome pada anak-anak yang penting dipahami. Apabila orang tua mencurigai perilaku anak yang mengarah pada kondisi ini, jangan ragu mengunjungi Siloam Hospitals terdekat untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis anak.

 

Jika ingin melakukan terapi wicara pada anak, Anda dapat memesan paket Speech Therapy - Homecare yang tersedia di layanan Siloam at Home. Paket terapi wicara ini dapat membantu penyembuhan masalah pengucapan bunyi tanpa harus keluar rumah.

 

Anda dapat memesan Speech Therapy - Homecare secara praktis melalui aplikasi MySiloam. Aplikasi ini juga memberikan kemudahan bagi Anda untuk mengakses layanan kesehatan lainnya, seperti membuat janji temu, melihat hasil pemeriksaan, dan lain sebagainya. Mari unduh MySiloam dan jaga kesehatan Anda #BersamaSiloam!

 

Siloam at Home

Dokter Kami
dr-leman-spkj-mkes

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Leman, SpKJ, MKes

Psikiatri

Spesialis Psikiatri


Siloam Sriwijaya Palembang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-jimmy-sebastian-ollich-spkj

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Jimmy Sebastian Ollich, SpKJ

Psikiatri

Spesialis Psikiatri


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-pricella-maria-ismail-spkj

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Pricella Maria Ismail, SpKJ

Psikiatri

Spesialis Psikiatri


Siloam Hospitals Sentosa

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail