Fistula Kandung Kemih - Penyebab, Gejala, & Pengobatannya
Kesehatan Tubuh

Fistula Kandung Kemih - Penyebab, Gejala, & Pengobatannya

03 Juni 2025 3 menit waktu baca
fistula kandung kemih

Fistula kandung kemih merupakan kondisi terbentuknya saluran abnormal di antara kandung kemih dan organ lain, seperti vagina, usus halus, atau usus besar. Kondisi ini biasanya dipicu oleh cedera atau efek samping pembedahan, namun sebenarnya cukup jarang terjadi. Bila ingin tahu lebih lanjut mengenai kondisi fistula kandung kemih, mari simak penjelasan selengkapnya melalui ulasan di bawah ini.

 

Apa itu Fistula Kandung Kemih?

 

Seperti yang sudah dijelaskan, fistula kandung kemih atau bladder fistula adalah kondisi ketika saluran yang tidak normal terbentuk di antara kandung kemih dan organ lainnya, seperti vagina, usus halus, atau usus besar. Fistula kandung kemih terbagi menjadi dua jenis, di antaranya:

 

  • Enterovesical fistulas: Fistula yang terbentuk di antara kandung kemih dan usus. Enterovesical fistula bisa terjadi antara kandung kemih dan usus halus, usus besar, sigmoid, maupun rektum.

  • Vesicovaginal fistulas: Fistula yang terbentuk di antara kandung kemih dan vagina.

 

Penyebab Fistula Kandung Kemih

 

Penyebab fistula kandung kemih bisa berbeda-beda, tergantung dari jenisnya. Namun, secara umum, beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kondisi ini adalah operasi (seperti histerektomi), cedera, infeksi (seperti infeksi saluran kemih), hingga kanker (seperti kanker usus besar).

 

Enterocutan fistula bisa disebabkan oleh beberapa kondisi seperti:

 

  • Infeksi pada usus.

  • Peradangan pada usus seperti penyakit Crohn.

  • Adanya penyakit divertikula (kantung kecil di sepanjang saluran pencernaan).

  • Efek samping radiasi.

  • Benda asing pada usus.

  • Keganasan seperti kanker kolon, kanker kandung kemih, kanker usus.



Sementara itu, fistula vesikovaginal biasanya terjadi setelah operasi ginekologi atau kanker ginekologi (namun jarang terjadi). Seperti fistula enterovesikal, terapi radiasi juga diketahui dapat menyebabkan fistula vesikovaginal.

 

Gejala Fistula Kandung Kemih

 

Adapun gejala utama fistula kandung kemih adalah infeksi saluran kemih berulang. Di samping itu, kondisi tersebut juga disertai beberapa gejala lain, mulai dari adanya sensasi gas yang keluar dari uretra hingga demam. Berikut adalah selengkapnya. 

 

  • Adanya sensasi gas atau udara yang keluar dari uretra saat buang air kecil.

  • Urine terlihat dan berbau seperti feses.

  • Infeksi saluran kemih berulang.

  • Penurunan berat badan tanpa alasan yang jelas.

  • Kelemahan.

  • Penurunan nafsu makan.

  • Sering buang air kecil dan kesulitan untuk menahan berkemih.

  • Perubahan kebiasaan buang air besar. Misalnya, perubahan frekuensi, bentuk, atau warna feses.

  • Sakit perut.

  • Demam.

 

Risiko terjadinya kondisi ini akan semakin meningkat seiring dengan berjalannya usia, sehingga penting bagi Anda untuk mengenali gejala fistula kandung kemih agar bisa mendapatkan penanganan sesegera mungkin.

 

Diagnosis Fistula Kandung Kemih

 

Sebelum menegakkan diagnosis, dokter akan melakukan wawancara medis atau anamnesis untuk mengetahui tentang gejala dan riwayat kesehatan pasien serta keluarganya. Kemudian, dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh. Dokter juga dapat menyarankan pasien untuk melakukan beberapa pemeriksaan penunjang, seperti:

 

  • X-ray panggul, perut (abdomen).

  • CT scan.

  • Sistoskopi, yaitu prosedur medis menggunakan teleskop panjang dan tipis yang dilengkapi lampu di ujungnya untuk melihat kandung kemih.

 

Pengobatan Fistula Kandung Kemih

 

Dokter akan melakukan pengobatan sesuai dengan organ yang terdampak serta tingkat keparahan fistula kandung kemih. Pada kasus yang ringan, dokter dapat melakukan fistulotomi, yaitu membuka saluran abnormal pada kandung kemih dan memperbaikinya dengan jahitan.

 

Namun, pada kasus yang lebih parah, dokter dapat melakukan operasi berupa pengangkatan seluruh fistula serta sebagian atau seluruh organ yang terdampak, dalam hal ini adalah kandung kemih. Prosedur kompleks ini biasanya diperlukan pada kasus fistula enterovesikal akibat kanker usus.

 

Pada kasus yang jarang terjadi, dokter juga dapat menyarankan pengobatan nonbedah untuk mengatasi gejala, seperti:

 

  • Mengobati infeksi saluran kemih (ISK) atau infeksi lain yang mendasarinya menggunakan antibiotik.

  • Mengobati kondisi medis yang mendasari, seperti penyakit Crohn atau divertikulitis.

  • Melakukan tindakan yang tidak terlalu invasif, seperti menggunakan lem fibrin untuk menutup tabung.

  • Pada kasus fistula vesikovaginal, dokter dapat menggunakan elektrokoagulasi vagina untuk menyembuhkan lapisan mukosa vagina.

 

Fistula kandung kemih umumnya tidak menimbulkan masalah serius bila ditangani dengan cepat. Namun, jika tidak ditangani, kondisi ini dapat menyebabkan sejumlah komplikasi, seperti munculnya abses, infeksi serius, hingga berkembangnya kanker. Untuk itu, bila Anda mengalami sejumlah gejala abnormal yang berkaitan dengan sistem urologi, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Urologi di Siloam Hospitals.


Jika dokter merekomendasikan untuk melakukan pemeriksaan X-ray atau CT scan, Anda dapat melihat dan memilih paket Cek Radiologi yang sesuai dengan kebutuhan melalui fitur Siloam Digital Radiologi yang tersedia di aplikasi MySiloam.

 

Digital Booking Radiologi

message

ArticleDetail