Mengenal Fungsi Gerak Peristaltik dalam Sistem Pencernaan
Kesehatan Tubuh

Mengenal Fungsi Gerak Peristaltik dalam Sistem Pencernaan

15 Agustus 2025 5 menit waktu baca
mengenal gerak peristaltik pada sistem pencernaan

Gerak peristaltik adalah gerakan otot yang terjadi secara berulang-ulang di dinding saluran pencernaan untuk membantu mendorong makanan dari mulut hingga ke anus. Gerakan peristaltik ini penting dalam proses pencernaan karena membantu menghancurkan makanan dan mempermudah penyerapan nutrisi di dalam tubuh. Selain itu, gerakan peristaltik juga membantu membuang sisa-sisa makanan yang tidak tercerna melalui anus.

 

Mari pahami apa yang dimaksud dengan gerak peristaltik, fungsi, dan cara kerjanya dalam sistem pencernaan manusia berikut ini.

 

Apa itu Gerak Peristaltik?

 

Sistem pencernaan adalah serangkaian organ yang membentuk suatu saluran panjang. Saluran tersebut terdiri atas otot yang didukung oleh sistem saraf dan pembuluh darah yang berfungsi untuk mencerna makanan. Ketika makanan masuk ke saluran pencernaan, maka otot akan terstimulasi untuk memulai suatu kontraksi dan menimbulkan gerak peristaltik.

 

Gerak peristaltik adalah gerakan yang berasal dari kontraksi otot di saluran pencernaan. Gerakan ini terjadi secara tak sadar, dimulai saat makanan masuk ke kerongkongan hingga memasuki saluran pencernaan untuk dicerna.

 

Gerak peristaltik adalah mekanisme normal di dalam tubuh. Gerakan ini terjadi akibat adanya pergerakan otot polos yang menyerupai gelombang, sehingga bisa menggerakkan makanan dan cairan menuju saluran pencernaan hingga dikeluarkan melalui uretra atau anus.

 

Lokasi Gerak Peristaltik di Saluran Pencernaan

 

Gerak peristaltik terjadi di seluruh saluran pencernaan, mulai dari kerongkongan hingga anus. Berikut masing-masing penjelasannya.

 

1. Kerongkongan

 

Di dalam kerongkongan, terjadinya gerak peristaltik primer dipicu oleh gerakan menelan dan gelombang peristaltik sekunder yang muncul apabila gelombang pertama tidak cukup. Gerakan kedua ini dipicu oleh peregangan dinding kerongkongan akibat makanan yang harus ditelan berukuran relatif besar.

 

2. Lambung

 

Gerakan peristaltik di dalam lambung akan melambat untuk melakukan segmentasi, yaitu proses pencampuran makanan dengan cairan lambung sehingga bisa dipecah menjadi partikel lebih kecil. Hal ini bertujuan untuk mempermudah proses cerna makanan.

 

3. Usus

 

Setelah kerongkongan dan lambung, gerak peristaltik serta segmentasi masih berlanjut ke usus. Di mana, sebagian proses cerna terjadi di usus halus dan sebagian lainnya di usus besar. Gerakan ini membantu kantong empedu mengeluarkan cairannya untuk mempermudah pencernaan dan penyerapan nutrisi di usus halus. Gerak peristaltik pada usus berlangsung hingga ke ujung usus besar.

 

4. Ginjal dan Uretra

 

Fungsi gerak peristaltik pada ginjal dan ureter adalah memindahkan cairan dari ginjal ke kandung kemih. Sementara di uretra, gerak peristaltik bertujuan untuk mengeluarkan urine dari tubuh.

 

5. Rektum dan Anus

 

Bagian terakhir dari sistem pencernaan adalah rektum dan anus. Gerak peristaltik pada kedua organ tersebut berfungsi untuk mengeluarkan kotoran atau feses dari dalam tubuh.

 

Mengenal Fungsi Gerak Peristaltik

 

Pada dasarnya, fungsi gerak peristaltik adalah mendorong atau menggerakkan makanan di dalam sistem pencernaan, mulai dari proses menelan, menuju kerongkongan, lambung, hingga usus. Gerakan ini juga membantu proses pengeluaran cairan dari kantong empedu ke usus dua belas jari (duodenum). Selain makanan, gerakan ini dapat mendorong cairan urine dari ginjal ke kandung kemih.

 

Fungsi lainnya dari gerakan peristaltik adalah membersihkan penumpukan bakteri dan zat sisa produk pencernaan dari saluran pencernaan. Gerak peristaltik adalah gerakan yang terjadi secara perlahan namun stabil, dan pengaruhnya cukup penting untuk menjaga proses pencernaan tetap berjalan dengan baik.

 

Cara Kerja Gerak Peristaltik

 

Gerak peristaltik adalah gerakan meremas yang mirip dengan gelombang. Gerakan ini terjadi karena otot berkontraksi dan berelaksasi dalam pola yang stabil untuk menggerakkan makanan ke bawah. Gerakan ini melibatkan beberapa otot, seperti:

 

  • Otot melingkar yang mengelilingi tabung saluran pencernaan untuk mendorong makanan melalui saluran tersebut.
  • Otot longitudinal yang berada di sepanjang dinding tabung yang berfungsi mendorong seluruh makanan untuk maju.

 

Gangguan Gerak Peristaltik

 

Gerak peristaltik adalah mekanisme yang sangat penting dalam sistem pencernaan, namun terkadang tidak berfungsi dengan optimal akibat adanya gangguan. Beberapa tanda adanya gangguan pada gerak peristaltik dan terjadinya sembelit atau diare.

 

Salah satu masalah yang kerap memengaruhi gerak peristaltik adalah sindrom usus malas. Kondisi ini membuat pekerjaan usus dalam memindahkan makanan menjadi lebih lambat karena gerakan peristaltik terhambat. Akibatnya, makanan tidak dapat dipecah dengan baik.

 

Salah satu penyebab utama terjadinya sindrom usus malas adalah kurangnya makanan berserat dalam waktu yang lama. Kondisi ini juga sering menyerang pengidap gangguan makan, seperti bulimia dan anoreksia. Hal ini terjadi karena mereka sering kali sengaja menggunakan obat pencahar berlebihan.

 

Selain itu, terjadinya gangguan pada gerak peristaltik juga dapat dipicu oleh beberapa kondisi medis lainnya, seperti:

 

1. Gastroparesis

 

Gastroparesis dapat menyebabkan gangguan gerak peristaltik di dalam lambung. Pada kondisi ini, otot-otot lambung melemah sehingga tidak dapat memindahkan makanan ke dalam usus halus, sehingga penderitanya mengalami gejala berupa mual dan muntah.

 

2. Sindrom Iritasi Usus

 

Sindrom iritasi usus atau irritable bowel syndrome (IBS) dapat membuat gerakan peristaltik menjadi tidak beraturan, baik itu lebih cepat, lambat, atau keduanya secara berurutan, sehingga memicu terjadinya diare dan pada beberapa kasus sembelit.

 

3. Pseudo Obstruksi Usus

 

Obstruksi usus atau penyumbatan dalam usus dapat terjadi akibat pergerakan makanan terhambat oleh kondisi tertentu, misalnya penyempitan usus. Namun, pseudo obstruksi usus tidak disebabkan oleh penyumbatan di usus, melainkan terganggunya sistem pencernaan yang memengaruhi gerakan peristaltik.

 

Cara Mencegah Gangguan pada Gerak Peristaltik

 

Gangguan pada gerak peristaltik dapat dicegah dengan mengonsumsi makanan tinggi serat, di antaranya:

 

  • Buah-buahan: Apel, pisang, dan buah beri.
  • Sayuran: Brokoli, pokcoy, kubis, kembang kol, dan wortel.
  • Kacang almond.
  • Biji chia dan roti gandum.

 

Selain makanan berserat, mengonsumsi makanan tinggi probiotik juga tak kalah penting untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan. Beberapa pilihan makanan tinggi probiotik adalah kimchi, kefir, yogurt, dan tempe. 

 

Selain itu, Anda juga disarankan memperbanyak asupan air putih untuk mencegah sembelit dan melakukan olahraga ringan secara rutin guna mengatasi sindrom usus malas. Salah satu jenis olahraga untuk memperlancar gerak peristaltik adalah aerobik ringan.

 

Itulah penjelasan mengenai fungsi gerak peristaltik dalam sistem pencernaan manusia. Selain menerapkan beberapa gaya hidup di atas, Anda juga dapat menjaga kesehatan sistem pencernaan dengan melakukan Skrining Sistem Pencernaan Lengkap di Siloam Hospitals.

 

Apabila Anda memiliki keluhan lain, segera kunjungi Siloam Hospitals terdekat untuk mendapat diagnosis dan penanganan yang tepat dari dokter. Gunakan fitur Cari Dokter untuk menemukan jadwal dokter, booking, atau buat janji dengan dokter terkait. Anda juga dapat menggunakan aplikasi MySiloam untuk berkonsultasi dengan dokter secara online. Mari jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!

 

Digital Booking Lab&Rad - KV 4

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail