Gula Darah Turun Drastis Setelah Makan, Waspadai Hipoglikemia Reaktif
Kesehatan Tubuh

Gula Darah Turun Drastis Setelah Makan, Waspadai Hipoglikemia Reaktif

23 Mei 2025 4 menit waktu baca
hipoglikemia reaktif adalah

 

Hipoglikemia reaktif adalah menurunnya kadar gula darah hingga di bawah rentang normal pada beberapa jam setelah makan. Kondisi yang juga dikenal sebagai hipoglikemia postprandial ini dapat dialami oleh penderita diabetes maupun yang bukan penderita diabetes. Lantas, bagaimana cara mengobatinya? Mari simak pembahasannya di bawah ini. 

 

Apa itu Hipoglikemia Reaktif?

 

Seperti yang disebutkan sebelumnya, hipoglikemia reaktif adalah kondisi yang ditandai dengan menurunnya kadar gula darah hingga di bawah rentang normal setelah makan. Kondisi ini bisa terjadi pada seseorang akibat tubuh yang melepaskan terlalu banyak insulin di dalam darah. Insulin sendiri merupakan hormon yang memungkinkan glukosa dari dalam aliran darah untuk masuk ke dalam sel-sel di seluruh tubuh agar dapat digunakan sebagai energi.

 

Hipoglikemia sering dialami oleh penderita diabetes, namun hipoglikemia reaktif bisa terjadi pada siapa saja. Dokter mengklasifikasikan hipoglikemia apabila kadar gula darah berada di bawah 70 mg/dL. Penurunan kadar gula darah pada hipoglikemia reaktif biasanya terjadi sekitar 2–4 jam setelah makan.

 

Penyebab Hipoglikemia Reaktif

 

Faktor penyebab hipoglikemia reaktif masih belum diketahui secara pasti. Kondisi ini umumnya terjadi ketika tubuh memproduksi terlalu banyak insulin setelah mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat. 

 

Masih belum diketahui alasannya secara pasti, namun tubuh terkadang memproduksi insulin ekstra setelah mencerna makanan berkarbohidrat. Insulin berlebih inilah yang dapat menurunkan kadar gula dalam darah. Selain itu, beberapa kemungkinan penyebab hipoglikemia reaktif lainnya adalah:

 

  • Prediabetes, di mana kondisi ini terjadi ketika pankreas sulit untuk memproduksi insulin dalam jumlah yang cukup atau sel-sel tubuh tidak merespon insulin dengan baik.

  • Defisiensi enzim atau hormon pencernaan tertentu yang membuat tubuh kesulitan memecah makanan.

  • Pernah menjalani operasi, seperti operasi bypass lambung atau dikenal juga dengan sebutan operasi bariatrik.

  • Insulinoma yang merupakan tumor langka nonkanker pada pankreas, dapat menyebabkan produksi insulin berlebih.

  • Gangguan metabolisme yang diturunkan dalam keluarga.

  • Mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan.

  • Kanker kronis, seperti kanker pankreas.

  • Penyakit Addison yang membuat seseorang mengalami defisiensi hormon yang diproduksi oleh kelenjar adrenal. Hal ini pada gilirannya dapat meningkatkan sensitivitas seseorang terhadap insulin.

  • Stres yang menyebabkan terpacunya adrenalin dan dapat memengaruhi kadar gula darah.

 

Gejala Hipoglikemia Reaktif

 

Hipoglikemia reaktif menunjukkan beberapa gejala sekitar 2–4 jam setelah makan. Berikut adalah sejumlah gejala yang umumnya terjadi pada penderita hipoglikemia reaktif:

 

  • Mual.

  • Kebingungan.

  • Detak jantung cepat atau tidak beraturan.

  • Pusing.

  • Merasa lapar.

  • Berkeringat.

  • Merasa gelisah, cemas, dan panik.

  • Mudah tersinggung.

  • Penglihatan kabur.

  • Sakit kepala.

  • Gemetar.

  • Merasa akan pingsan.

  • Sulit tidur.

  • Kelelahan yang ekstrem.

 

Diagnosis Hipoglikemia Reaktif

 

Dokter akan menegakkan diagnosis hipoglikemia reaktif dengan melakukan anamnesis (wawancara medis) dan pemeriksaan lab. Anamnesis dilakukan dengan menanyakan riwayat medis pasien, gejala yang dialami, riwayat obat-obatan yang dikonsumsi, dan riwayat diabetes dalam keluarga. Pada pasien hipoglikemia, biasanya akan terdapat gejala atau tanda Whipple’s Triad yang mencakup tiga kriteria:

 

  • Gejala dari hipoglikemia.

  • Kadar glukosa plasma yang rendah, yaitu <55 mg/dl.

  • Gejala yang mereda setelah kadar glukosa plasma dinaikkan hingga mencapai kadar normal.

 

Kemudian, dokter juga akan melakukan pemeriksaan kadar gula darah pasien pada saat pasien sedang mengalami gejala untuk mendeteksi apakah terjadi penurunan kadar gula darah. Setelah itu, dokter akan membandingkan hasilnya dengan hasil pengukuran kadar gula darah setelah gejala menghilang. Berikut beberapa tes yang mungkin diperlukan untuk mendiagnosis hipoglikemia reaktif:

 

  • Tes toleransi glukosa oral (OGTT): Pasien dipuasakan selama 8 jam sebelum pemeriksaan, dilakukan pengukuran kadar glukosa darah sebelum minum larutan glukosa, dan pengukuran kadar glukosa darah pada 2 jam setelah minum larutan glukosa sebanyak 75 gram.

  • Tes toleransi makanan campuran (mixed-meal tolerance test): Pasien akan diberikan minuman manis. Kemudian, dokter akan mengecek kadar gula darah pasien beberapa kali selama 5 jam berikutnya untuk melihat apakah terjadi penurunan kadar gula darah yang terlalu rendah.

 

Pengobatan Hipoglikemia Reaktif

 

Pada kondisi akut, penanganan hipoglikemia harus dilakukan untuk memperbaiki gejala. Dokter bisa memberikan penanganan dengan menganjurkan pasien untuk mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung sekitar 15 g karbohidrat dan memeriksa kadar gula darah 15 menit kemudian untuk melihat apakah hipoglikemia telah teratasi. 

 

Jika kadar gula darah masih di bawah 70 mg/dL, makan atau minumlah satu porsi lagi. Ulangi hingga kadar gula darah setidaknya telah mencapai 70 mg/dL. Jika penanganan melalui jalur oral tidak memungkinkan, perlu dilakukan pemberian glukosa melalui jalur intravena atau infus berdasarkan instruksi dari dokter. 

 

Dokter kemudian akan menentukan pengobatan hipoglikemia reaktif berdasarkan faktor penyebabnya. Misalnya, apabila hipoglikemia reaktif disebabkan oleh kondisi medis tertentu seperti insulinoma, dokter bisa merekomendasikan operasi atau pengangkatan sebagian pankreas.

 

Kemudian, dokter akan merekomendasikan perubahan diet untuk membantu meredakan gejalanya atau mencegah terjadinya hipoglikemia kembali. Berikut beberapa rekomendasi diet yang dapat dilakukan:

 

  • Mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang, seperti makanan berserat tinggi yang mencakup biji-bijian, buah-buahan, dan sayuran.

  • Menghindari konsumsi makanan yang tinggi gula dan karbohidrat, seperti roti.

  • Menghindari konsumsi alkohol dan makanan manis saat perut kosong.

  • Mengonsumsi makanan dengan porsi kecil dan camilan sekitar setiap 3 jam.

  • Berolahraga secara teratur.

 

Hipoglikemia reaktif dapat terjadi karena berbagai faktor. Gejala-gejala yang disebutkan di atas pun tidak selalu merujuk pada hipoglikemia reaktif, melainkan bisa saja mengindikasikan kondisi medis lainnya yang mungkin menyebabkan gejala yang hampir sama. 

 

Sehingga, apabila Anda mengalami gejala yang mungkin mengindikasikan hipoglikemia reaktif, segera konsultasikan kondisi Anda dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan diagnosis dan rekomendasi penanganan yang tepat.

 

Dokter akan memastikan prosedur diagnosis dan penanganan dilaksanakan sesuai dengan kondisi medis setiap pasien. Tahapan pemeriksaan dan pengobatan pun akan disesuaikan dengan fasilitas kesehatan yang tersedia di masing-masing rumah sakit sehingga pelaksanaannya bisa berbeda-beda.

 

Agar konsultasi dengan dokter menjadi lebih mudah, Anda bisa membuat janji temu menggunakan aplikasi MySiloam. Aplikasi ini memiliki fitur yang dapat membantu Anda mengetahui jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga mendapatkan hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh MySiloam dan gunakan berbagai fiturnya guna memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

Sumber

WebMD. What Is Reactive Hypoglycemia?. Diakses pada 2024 | MedicalNewsToday. What Is Reactive Hypoglycemia?. Diakses pada 2024 | Mayo Clinic. Reactive Hypoglycemia: What Can I Do?. Diakses pada 2024 | Verywell Health. Reactive Hypoglycemia After Eating. Diakses pada 2024 | National Library of Medicine. Postprandial Reactive Hypoglycemia. Diakses pada 2024 |

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail