Histrionic Personality Disorder: Penyebab, Gejala, & Pengobatan
Kesehatan Mental

Histrionic Personality Disorder: Penyebab, Gejala, & Pengobatan

09 September 2024 5 menit waktu baca
histrionic personality disorder adalah

Histrionic personality disorder adalah gangguan kepribadian yang ditandai dengan emosi yang tidak stabil dan keinginan untuk diperhatikan oleh orang lain secara berlebihan. Kondisi ini dapat membuat seseorang berperilaku dramatis atau tidak pantas demi mendapatkan perhatian dari orang lain. Mari kenali penyebab, gejala, hingga pengobatan histrionic personality disorder selengkapnya di bawah ini.

 

Apa itu Histrionic Personality Disorder?

 

HPD atau histrionic personality disorder adalah salah satu dari sekelompok kondisi yang disebut gangguan kepribadian cluster B, yaitu masalah mental yang menunjukkan pola pikir dan perilaku tidak terduga, dramatis, serta emosi berlebihan. Selain HPD, beberapa masalah mental yang termasuk dalam gangguan kepribadian cluster B adalah borderline personality disorder dan narcissistic personality disorder.

 

Sebagai informasi, DSM-5-TR membagi gangguan kepribadian ke dalam kelompok A, B, dan C. Antar kelompok mencakup serangkaian gangguan kepribadian berbeda dan kepribadian dalam kelompok yang sama memiliki kesamaan terkait gejala, perilaku, dan pola psikologis yang mendasarinya.

 

Bagi orang dengan histrionic personality disorder, self-esteem atau harga dirinya bergantung pada perhatian dan validasi dari orang lain. Karena itu, mereka sering kali berperilaku dramatis atau tidak pantas untuk mendapatkan perhatian orang lain.

 

Sekitar 9% dari populasi umum dipengaruhi oleh setidaknya satu gangguan kepribadian, dengan prevalensi HPD diperkirakan berkisar antara 0,4% hingga 0,6% hingga setinggi 1,8%. Wanita didiagnosis HPD sekitar 4 kali lebih tinggi dibandingkan dengan pria.

 

Penyebab Histrionic Personality Disorder

 

Belum diketahui secara pasti apa penyebab seseorang mengalami histrionic personality disorder. Namun, para ahli meyakini bahwa kondisi ini berkaitan dengan pengaruh lingkungan dan faktor genetik tertentu. Adapun beberapa faktor yang diduga dapat memicu terjadinya histrionic personality disorder adalah:

 

 

Di samping itu, histrionic personality disorder lebih sering dialami oleh wanita daripada pria. Kondisi ini biasanya juga muncul pada masa remaja atau dewasa muda.

 

Gejala Histrionic Personality Disorder

 

Gejala utama histrionic personality disorder adalah emosi yang tidak stabil dan berlebihan, serta bertindak menggoda untuk memperoleh perhatian dari orang lain. Dalam kebanyakan kasus, orang dengan HPD memiliki keterampilan sosial yang baik. Namun, keterampilan tersebut kerap digunakan untuk memanipulasi orang lain agar mereka menjadi pusat perhatian.

 

Adapun beberapa gejala umum histrionic personality disorder adalah sebagai berikut:

 

  • Memiliki kepribadian dramatis, bersemangat, ceria, lincah, dan impulsif.

  • Selalu berusaha mencari perhatian dari orang lain.

  • Merasa tidak nyaman, kurang dihargai, dan tertekan saat tidak mendapatkan perhatian dari orang lain.

  • Bertindak menggoda atau mengenakan pakaian yang cenderung provokatif.

  • Terlalu peduli dengan penampilan fisik.

  • Memiliki emosi yang cepat berubah, misalnya di satu waktu marah, kemudian cepat senang, kecewa, dan bersemangat di waktu yang cepat.

  • Memiliki emosi yang dangkal (shallow emotion), yaitu emosi yang egois dan terpusat pada diri sendiri, misalnya serakah, mudah cemburu, dan menginginkan orang lain gagal supaya diri sendiri terlihat baik. Selain itu, emosi dangkal juga dapat diartikan sebagai emosi yang tidak dirasakan sampai ke hati atau tidak tulus. 

  • Bersikap dramatis dan sangat ekspresif secara emosional, bahkan sampai mempermalukan teman atau keluarga di depan umum.

  • Bertindak seksual yang tidak pantas dengan sebagian orang yang ditemui, meskipun mereka tidak tertarik dengan orang tersebut.

  • Mudah dipengaruhi oleh orang lain, terutama dengan orang yang dikagumi.

  • Kesulitan dalam menjaga hubungan. Sering kali, interaksi penderita HPD dengan orang lain cenderung terlihat palsu.

 

Diagnosis Histrionic Personality Disorder

 

Diagnosis histrionic personality disorder biasanya baru ditegakkan setelah berusia 18 tahun, mengingat kepribadian seseorang bisa terus berkembang selama masa kanak-kanak dan remaja. Di samping itu, HPD mungkin cenderung sulit didiagnosis karena kebanyakan penderita kondisi ini tidak merasa ada masalah dengan perilaku dan pola pikirnya.

 

Orang dengan kondisi ini biasanya baru mengunjungi tenaga medis profesional ketika sudah mengalami gangguan kesehatan mental lain, seperti depresi atau gangguan kecemasan. Bila dokter mencurigai pasien mengalami HPD, langkah pertama yang dilakukan adalah wawancara medis (anamnesis) untuk mengevaluasi kondisi mental pasien secara keseluruhan.

 

Kemudian, berdasarkan buku Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder, diagnosis HPD dapat ditegakkan apabila pasien mengalami setidaknya 5 dari beberapa kondisi berikut ini:

 

  • Merasa tidak nyaman jika tidak menjadi pusat perhatian.

  • Berperilaku menggoda dan provokatif.

  • Emosi yang berubah-ubah dan dangkal.

  • Menggunakan penampilan fisik untuk menarik perhatian orang lain.

  • Berbicara tidak jelas.

  • Mudah dipengaruhi oleh orang lain.

  • Menganggap hubungan yang dijalani dengan orang lain sangat intim, padahal sebenarnya tidak demikian.

  • Emosi yang dramatis dan berlebihan.

 

Pengobatan Histrionic Personality Disorder

 

Metode yang umum digunakan untuk menangani histrionic personality disorder adalah psikoterapi. Tujuan dari pengobatan ini adalah untuk membantu pasien menjelaskan motivasi dan ketakutan yang dirasakan terkait dengan perilaku dan pola pikirnya. Selain itu, psikoterapi juga dapat membantu pasien belajar menjalin hubungan sosial dengan cara yang lebih positif.

 

Adapun beberapa jenis psikoterapi yang kerap digunakan untuk menangani histrionic personality disorder adalah:

 

  • Group therapy (terapi kelompok). Terapi ini dilakukan dalam pertemuan dengan sekelompok orang yang memiliki kondisi yang sama di bawah pengawasan seorang terapis, psikiater, atau psikolog.

  • Psikoterapi psikodinamik, untuk memahami akar dari emosi dan perilaku pasien.

  • Psikoterapi suportif, berfokus pada perbaikan gejala dan mengembangkan keterampilan untuk mengatasi HPD.

  • Terapi perilaku kognitif (cognitive behavioral therapy), untuk membantu pasien dalam memahami bagaimana pikiran mereka mempengaruhi tindakan dan perilakunya.

 

Komplikasi Histrionic Personality Disorder

 

Histrionic personality disorder adalah kondisi yang bisa berdampak pada hubungan sosial secara keseluruhan. Bahkan, jika tidak segera ditangani dengan tepat, histrionic personality disorder juga dapat meningkatkan risiko terjadinya depresi dan penyalahgunaan NAPZA.

 

Di samping itu, beberapa kondisi yang dapat muncul akibat histrionic personality disorder adalah:

 

  • Somatic symptom disorder.

  • Panic attack.

  • Conversion disorder, yaitu kondisi ketika seseorang mengalami gejala yang memengaruhi sistem saraf, seperti gangguan pendengaran, kejang, gangguan penglihatan, mati rasa, dan lumpuh.

 

Perlu diketahui bahwa informasi di atas tidak bisa digunakan untuk menggantikan diagnosis dan saran tindakan medis dari dokter. Penyebab dan gejala yang disebutkan juga tidak secara spesifik mewakili histrionic personality disorder. Artinya, penyebab dan gejala tersebut juga bisa terjadi pada gangguan mental lainnya.

 

Oleh karenanya, guna mendapatkan diagnosis yang akurat dan penanganan yang tepat terkait dengan HPD, Anda dapat melakukan konseling dengan Psikiatri di Siloam Hospitals Lippo Village

 

Perlu diketahui bahwa tahapan pemeriksaan dan penanganan terkait gangguan mental yang dijalani akan disesuaikan dengan fasilitas kesehatan yang tersedia, sehingga mungkin saja berbeda di setiap rumah sakit. Namun, tenaga medis profesional akan menentukan seluruh prosedur medis yang dilakukan sesuai dengan kondisi kesehatan pasien.


Agar lebih praktis, Anda juga dapat menggunakan layanan Telekonsultasi untuk melakukan konseling virtual dengan dokter pilihan. Layanan ini memungkinkan dokter untuk memberikan resep obat-obatan tertentu tanpa mengharuskan pasien keluar rumah. Namun, jika diresepkan obat tertentu, seperti antipsikotik dan antidepresan, pasien wajib mengambilnya secara langsung.

 

telechat

message

ArticleDetail