Penyebab Trauma Masa Kecil (Childhood Trauma) dan Dampaknya
Kesehatan Mental

Penyebab Trauma Masa Kecil (Childhood Trauma) dan Dampaknya

17 Oktober 2025 5 menit waktu baca
mengenal trauma masa kecil & dampaknya

Trauma masa kecil atau childhood trauma adalah kondisi yang terjadi ketika seseorang mengalami peristiwa buruk atau kurang menyenangkan di masa kecil. Kondisi ini dapat menimbulkan rasa takut yang biasanya berkaitan dengan tindakan kekerasan yang berbahaya atau bahkan mengancam nyawa.

 

Childhood trauma adalah kondisi yang kerap memengaruhi kesehatan mental seseorang hingga ia beranjak dewasa. Lantas, apa saja dampak trauma masa kecil dan bagaimana cara mengatasinya? Mari simak ulasan selengkapnya dalam artikel berikut ini.

 

Apa itu Trauma Masa Kecil (Childhood Trauma)?

 

Childhood trauma adalah salah satu jenis trauma yang umum terjadi pada masa kanak-kanak. Perlu diketahui, kondisi ini dapat menimbulkan efek jangka panjang sehingga dapat memengaruhi perasaan dan perilaku seseorang sampai ia beranjak dewasa.

 

Penyebab Trauma Masa Kecil

 

Secara umum, trauma masa kecil dapat terjadi ketika seorang anak menyaksikan atau mengalami peristiwa buruk yang membuat mereka merasa terancam, tidak aman, atau tidak bisa diatasi. Peristiwa ini dapat terjadi lebih dari satu kali maupun berulang kali. Diperkirakan sekitar 46% anak pernah mengalami trauma paling tidak satu kali selama masa kanak-kanak.

 

Adapun beberapa peristiwa yang dapat memicu terjadinya trauma masa kecil adalah sebagai berikut.

 

  • Kekerasan fisik, psikologis, atau seksual.

  • Kecelakaan lalu lintas.

  • Ditelantarkan oleh orang tua.

  • Bencana alam, seperti gempa bumi atau tsunami.

  • Kehilangan orang yang dicintai.

  • Mengalami peristiwa terorisme, peperangan, atau pengungsian.

  • Menjalani perawatan medis tertentu, misalnya seperti tindakan pembedahan atau kemoterapi.

  • Menjadi korban perundungan (bullying).

 

Dampak Trauma Masa Kecil pada Anak-Anak

 

Dalam jangka pendek, trauma dapat memengaruhi berbagai aspek kehidupan di masa kanak-kanak. Adapun sejumlah dampak trauma masa kecil pada anak-anak yang perlu diwaspadai adalah sebagai berikut.

 

  • Masalah kesehatan: Kejadian traumatis dapat membuat anak mengalami sejumlah masalah kesehatan, seperti sakit perut atau nyeri kepala.

  • Gangguan mental: Sebanyak 15% anak perempuan dan 6% anak laki-laki mengalami gangguan stres pascatrauma (PTSD) setelah mengalami peristiwa traumatis. Kondisi ini dapat membuat mereka merasa sedih dan takut yang intens, kesulitan untuk tidur, mimpi buruk, tantrum, dan cenderung menghindari interaksi dengan orang lain.

  • Rendah diri: Trauma di masa kecil kerap menyebabkan anak cenderung menyalahkan dirinya sendiri atas kejadian tersebut dan membuat mereka merasa rendah diri serta tidak berdaya.

  • Gangguan perkembangan kognitif: Kejadian traumatis juga dapat memengaruhi perkembangan kognitif pada anak. Kondisi ini dapat menyebabkan anak kesulitan untuk memecahkan masalah, mempelajari informasi baru, serta membuat rencana atau strategi. 

  • Gangguan hubungan sosial: Trauma masa kecil dapat membuat anak menganggap bahwa orang di sekitarnya menakutkan, berbahaya, dan tidak dapat dipercaya, baik itu orang tua atau kerabat sekalipun. Kondisi ini tentu dapat membuat mereka kesulitan untuk membangun hubungan dengan orang lain.

  • Gangguan pengendalian emosi: Anak yang mengalami kejadian traumatis umumnya cenderung kesulitan untuk mengendalikan emosi. Kondisi ini dapat membuat mereka kewalahan dengan emosi yang dirasakan.

 

Dampak Trauma Masa Kecil pada Orang Dewasa

 

Seperti yang telah dijelaskan di atas, trauma masa kecil yang tidak segera ditangani dapat berkembang dan memengaruhi kesehatan mental seseorang hingga ia beranjak dewasa. Adapun sejumlah dampak trauma masa kecil setelah beranjak dewasa adalah sebagai berikut.

 

1. Gangguan Kesehatan

 

Trauma masa kecil dapat memengaruhi perkembangan fisik seorang anak. Stres dapat mengganggu perkembangan sistem kekebalan tubuh dan sistem saraf pusat, sehingga anak lebih sulit untuk mencapai potensi maksimalnya.

 

Dilansir dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), trauma di masa kecil bisa memengaruhi sistem imun tubuh seseorang. Hal ini dapat meningkatkan risiko terjadinya berbagai kondisi medis, di antaranya adalah:

 

 

2. Gangguan Mental

 

Penelitian menunjukkan bahwa terdapat keterkaitan antara trauma masa kecil dengan kondisi kesehatan mental saat dewasa. Trauma berkepanjangan pada masa kanak-kanak juga berisiko menimbulkan sejumlah gangguan kesehatan mental. Adapun beberapa jenis gangguan mental yang kerap muncul akibat trauma di masa kecil adalah sebagai berikut.

 

 

3. Gangguan Hubungan Sosial

 

Trauma di masa kecil dapat membuat seseorang kesulitan untuk menjalin hubungan dan berkomitmen dengan pasangan. Dilansir dari Journal of Family Psychology, individu dengan riwayat child abuse juga cenderung memiliki kehidupan pernikahan yang kurang baik.

 

4. Dampak Trauma Masa Kecil Lainnya

 

Selain kondisi di atas, terdapat sejumlah dampak lain dari trauma masa kecil yang perlu diwaspadai, yaitu:

 

  • Merasa rendah diri.

  • Perilaku impulsif.

  • Penyalahgunaan obat-obatan terlarang atau minuman alkohol.

  • Terlibat dalam perilaku yang berisiko tinggi, seperti melakukan hubungan seksual yang tidak aman atau mengemudi dengan kecepatan tinggi.

  • Kesulitan untuk merencanakan atau mempersiapkan masa depan.

  • Memiliki keinginan untuk menyakiti diri sendiri (self harm) atau melakukan percobaan bunuh diri.

  • Ketidakmampuan untuk mengurus dan mengasuh anak di kemudian hari.

 

Cara Mengatasi Trauma Masa Kecil

 

Dukungan sosial dapat menjadi kunci untuk mengurangi dampak trauma terhadap seorang anak. Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mendukung anak setelah mengalami peristiwa traumatis.

 

  • Membantu anak mengungkapkan kesedihannya dan memvalidasi perasaannya.

  • Membantu anak mengekspresikan perasaan mereka, misalnya dengan berbicara, menulis, atau menggambar.

  • Memastikan bahwa anak berada dalam situasi yang aman.

  • Memenuhi kebutuhan dasar anak.

 

Jika Anda mengalami trauma masa kecil, dukungan dari keluarga dan orang terdekat merupakan salah satu cara penting yang dapat dilakukan untuk mengatasi kondisi tersebut.. Orang dengan trauma masa kecil juga perlu menjalani pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi, rutin berolahraga, serta tidur yang cukup untuk meminimalkan risiko masalah kesehatan.

 

Pada kasus yang lebih serius, trauma di masa kecil juga memerlukan penanganan yang tepat dari psikolog atau psikiater. Secara umum, beberapa prosedur perawatan yang umum dilakukan psikolog/psikiater untuk menangani trauma di masa kecil adalah:

 

  • Terapi keluarga: Bertujuan untuk mengatasi masalah psikologis, perilaku, dan emosional yang menyebabkan masalah keluarga. Anggota keluarga akan bekerja sama dengan psikolog untuk mengembangkan dan menjaga hubungan keluarga yang sehat.

  • Cognitive processing therapy (CPT): Jenis terapi perilaku kognitif khusus yang membantu pasien PTSD untuk mengubah pikiran-pikiran negatif yang telah memengaruhi mereka setelah kejadian traumatis 

  • Trauma-focused cognitive behavioral therapy (TF-CBT): Berfokus pada trauma yang dapat membantu mengubah cara seseorang memahami pikiran, kemampuan, dan perilakunya serta mengembangkan cara yang sehat untuk mengatasi efek jangka panjang dari peristiwa traumatis.

  • Acceptance and commitment therapy (ACT): Tipe psikoterapi yang dapat membantu seseorang untuk menerima pikiran, perasaan, berbagai kesulitan yang sedang dialami. 

 

Apabila Anda atau keluarga mengalami peristiwa buruk di masa kecil yang berdampak hingga dewasa, jangan ragu untuk melakukan konseling dengan psikolog atau psikiater melalui layanan Telekonsultasi. Dengan menggunakan layanan ini, Anda dapat memperoleh saran perawatan dari psikolog atau psikiater di mana saja dan kapan saja.

 

Agar lebih praktis, Anda juga dapat mengunduh aplikasi MySiloam yang menyediakan berbagai fitur untuk memudahkan akses layanan kesehatan, seperti pemesanan paket kesehatan, memantau hasil pemeriksaan, hingga membuat janji temu dengan psikolog atau psikiater di Siloam Hospitals terdekat. Unduh aplikasinya sekarang dan percayakan kesehatan Anda #BersamaSiloam.

 

telechat

message

ArticleDetail